
"ya Allah..., bukan kah aku belum membawa baju-baju kesini..?"
"Alhamdulillah disini sudah disiapkan beberapa pasang ustdz,"
"Alhamdulillah,mari ..aku sudah terasa sangat gerah",.
mereka kemudian masuk kedalam kamar dirumah ini, ustdz Zafir belum melihat keseluruhan rumah ini,ia hanya melihat diruang tamu juga kamarnya ini,tapi ini sudah lebih dari cukup, untuk ukuran sebuah kamar, tidak terlalu besar, ataupun tidak terlalu kecil,disini juga terlihat sangat tertata rapi bersih dan sangat nyaman.
di dalam kamar, Ayra langsung menuju ke lemari tempat dimana kemaren ia menyimpan baju Koko dan Hem lengkap dengan sarung juga peci hitam dan jangan lupakan juga da-lamannya semuanya 3 pasang,ia memang menyiapkan semua ini jika suatu hari se andainya sang suami mau menginap dirumahnya ini dan tidak membawa salinan,jika ia tidak mau di ajak tinggal di sini. namun Ayra,sangat bersyukur, suaminya itu tidak pemilih,dan langsung menyanggupi permintaan dari keluarganya untuk menetap di sana.
Ayra mengambil baju Koko berwarna biru muda dan sarung hitam kehadapan sang suami,lengkap dengan da-lamannya.
"ini baju gantinya.. ustdz.."menyodorkan pada sang suami yang dari tadi melihat-lihat sekeliling kamar ini. 'mungkin ia masih merasa asing dan tidak nyaman disini' pikir Ayra.
"terimakasih Humaira... (pipi yang merona/blushing)" lalu ia beranjak kekamar mandi,sedang Ayra jangan ditanya,ia sudah tidak bisa menahan malu dan bertambah merahlah pipinya,untung saja masih agak tertutup make-up jadi tidak terlalu kentara.
Ayra membuka baju kebaya pengantin modern yang di pakainya itu, kemudian,hijab yang melilit di kepalanyapun juga ia buka,
agar nantinya tak terlalu lama jika di kamar mandi.ia kini menggunakan jubah mandi dan menutup rambut nya dengan handuk,menunggu sang suami selesai dan keluar dari kamar mandi.
lima menit kemudian, ustdz Zafir sudah keluar dari kamar mandi,ia terlihat lebih fresh dan rileks, ketampanannya semakin bertambah Dimata Ayra. namun Ayra langsung menunduk saat sang suami semakin dekat dengannya, ia semakin kikuk saat sang suami berada di hadapannya sekarang "aku sudah selesai,,jika ingin mandi dulu silahkan, atau mau langsung saja...?"
"hah....,,???" melihat pada sang suami,ucapannya begitu terdengar sangat Ambigu,membuat semburat merah di pipi ayra kembali lagi,
"ee.... maksudnya jika mau mandi dulu atau langsung ganti baju tanpa mandi.. silahkan"
Ayra langsung menunduk dan berjalan ke kamar mandi,ia bukan hanya malu tapi rasanya uuuhh ingin tenggelam aja ke dasar lautan, sampai di kamar mandi ia menggigit kuku kukunya dan tersenyum sendiri, 'apa sih yang aku pikirkan..?' kemudian iapun segera mandi, membersihkan make-upnya dan juga menyanggul rapat rambutnya,karna ia tidak ingin rambutnya itu terjatuh walaupun hanya satu,karna sekarang ia sedang menstruasi jadi penting sekali menjaga rambut agar tidak terjatuh saat rontok.kemudian di balut dengan handuk kecil yang biasa ia buat iner saat sholat, setelah selesai iapun memakai kembali jubah mandinya karna ia tidak membawa baju ganti tadi,sebab lari dari suaminya karna malu.
__ADS_1
Ayra kemudian keluar dari kamar mandi,mengintip sang suami yang ternyata ada di samping jendela menghadap ke luar,
saat Ayra keluar ustdz Zafir masih tidak melihatnya,ia fokus dengan pemandangan yang indah di samping luar kamarnya ini.
ayrapun juga langsung menuju lemarinya dan mengambil semua yang tadi sudah ia siapkan termasuk pembalut dan Cd-nya, dan langsung menuju kekamar mandi lagi. biasanya ia berganti di kamarnya tapi karna sekarang ada suami maka ia tak mungkin berganti disana lagi.tak lama Ayra sudah bersiap,dan sudah memakai hijabnya." kamu sudah selesai...?"tanya ustdz Zafir yang melihat Ayra keluar dari kamar mandi dan masih membenarkan sandalnya,
" sudah ustdz" iapun menghadap dan melihat sang suami yang berjalan ke arahnya.
"kamu....,," membelai wajah Ayra "wajahmu..,,Ya Allah apa aku sedang berhalu lagi...?" ustdz Zafir mengusap wajahnya sendiri dengan tangan kanannya, ia mengira jika ia selalu di bayang Bayangi wajah ZARAA,.
"ada apa dengan wajahku ustdz...?apa ada sesuatu...?"Ayra panik karena ia tidak tau maksud dari ustdz Zafir,.iapun mengira ada sesuatu di wwajahnya.
"ah tidak,,maaf mungkin saja aku salah lihat"mengucek lagi matanya.
"salah lihat..,, maksud ustdz salah lihat siapa...?"
"ZARA..??, sepertinya aku pernah mendapat kado istimewa bertuliskan ukiran indah nama ZARAA,apa itu milik ustdz..?"tanya Ayra
ustadz Zafir kini duduk di ranjang dan menunduk,ia tidak mau melihat sang istri karna takut melihat wajah itu di wajah istrinya.
"ustadz,jika itu milik ustdz akan aku Ambilkan,.."Ayra hendak melangkah menuju pintu,namun ustdz Zafir melarangnya
"tunggu.., maafkan suamimu ini Ayra...,aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu,dan tentang lukisan itu...,itu memang punyaku ,namun itu semua hanya masalalu,. jangan nodai rumah tangga kita dengan masalalu kita,aku sudah berusaha melupakannya tapi wajahmu ...,,wajah ini mirip sekali dengan wajahnya."ustdz Zafir membelai dan memegang wajah Ayra,
Ayra tercubit hatinya...benar itu hanya masalalu, tapi ...kenapa ucapannya membuat hati dan perasaan nya terasa sangat sakit. 'yaallah jangan ambil kebahagiaanku yang baru saja kurasakan ini ya Allah' ucap Ayra dalam hati ia menitikkan setetes air dari netra indahnya. " tolong Ayra..maafkan aku..,jangan menangis.." spontan ustadz Zafir langsung memeluk Ayra,dan menyatukan dahinya dengan dahi Ayra.
air mata itu tanpa disuruh menetes dengan sendirinya, padahal ayrapun juga tidak bermaksud akan menangis.saat sang suami memeluknya dan menyatukan dahinya,air mata itu semakin deras saja. "Ayra...aku mohon jangan begini..aku tidak akan mengingatnya lagi,maafkan aku wahai istriku."ucap ustdz Zafir ingin menghibur sang istri,iapun tanpa malu melabuhkan kecupan pertamanya di bibir Ayra,tapi itu hanya sebentar,sangat sebentar,Ayra saja masih belum merasa cukup dengan kecupan manisnya itu.
__ADS_1
"dengar Ayra zahira, engkau adalah istriku dan tidak ada orang lain yang akan mengisi hatiku kecuali dirimu, yang lalu,biarlah itu semua berlalu.karna masa lalu tidak bisa di hapus,kita hanya bisa melupakannya" ucapnya sambil terus mendekap sang istri.
"ustadz, hik.., bolehkah aku bertanya tentang dia...hik?"
"silahkan,,akan aku jawab sejujurnya padamu istriku..,," ustdz Zafir sungguh sangat manis,dan memikat apalagi kelembutan sikapnya membuat Ayra tidak ingin melepaskan pelukan hangat nya. "apa yang ingin kamu tanyakan Hem...,,,?"
"apakah dia istri ustadz yang pertama...?" ustadz Zafir mengernyit tanda tak mengerti dengan pertanyaan Ayra.
" maksudku ZARAA..apa dia istri ustadz yang dulu..?"tanya Ayra lagi,ia masih dalam pelukan hangat sang suami saat ini.
"em,,bukan ..,.aku tidak pernah sekalipun masih mengingat mantan istriku Ay.., memang kenapa...?apa kamu takut aku tidak bisa melupakannya..?" ustadz Zafir semakin bertambah erat mendekap tubuh sang istri dan mengecupi puncak kepala Ayra,
othor: uuuhh romantis nyaa cintamu ustdz Zafir...,😘😘😘
Ayra: othor gangguin aja nih, orang lagi pacaran.
ustadz Zafir: bukan kah seorang wanita sangat suka jika punya suami romantis Thor ..?
othor:😘😘💘💘🤭
"ustdz....bagaimana caramu untuk melupakan zaraa,jika dia mirip denganku...?"
"....????!!???"
othor: nah kan gak bisa jawab rasain kamu ustdz Zafir,sok romantis sih.wkwkwkkwk🤭🤭🤭
Mash mau....???
__ADS_1
🙏🙏🙏 jangan lupa like komen dan rate bintang lima nya kak