SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 66 TERTEGUN


__ADS_3

saya gak begitu faham juga klo bahasa Madura khi..,klo bahasa Jawa saya bisa sedikit sedikit." jawab ustdz Zafir tersenyum,sambil sedikit menganggukkan kepalanya kepada ibu ibu di sana, sebenarnya mereka masih sangat² muda tapi karna sudah pada menggendong balita maka sudah pasti mereka ibu-ibu muda .


"eh cak sampiyan nekah ka emma'ah...?nyareh peserah ghi...?" (eh mas kalian ini mau kemana...?cari siapa yaaa...?)"tanya salah satu dari mereka yang terlihat paling muda


ustadz Zafir dan Alzam hanya plonga plongo karna tidak paham


"eh ,be'en mek atanyah bahasa Medureh,aruah tak kerah ngerteh."(eh kamu kok bertanya pakek bahasa Madura, mereka itu gak mungkin faham.") ucap satunya yang lebih tua.


"oh iyeh ye yu, (oh iya ya ba')" katanya kemudian bertanya lagi


"kalian mau kemana..?cari siapa..mas?"


" kami mau kerumah pak Suryo buk,eh bak"ucap ustdz Zafir tidak tau mau manggil apa pada wanita muda di hadapannya itu.


"oh pak Suryo...,pak Suryo supir angkot itu ya..?"


ustdz Zafir mengangguk,"ya itu rumahnya", ucap ibu tadi sambil menunjuk rumah pak Suryo


"terimakasih buk,mari permisi..,"ucap mereka langsung berpamitan tidak mau lagi ada ditengah tengah para ibu ibu itu.


mereka akhirnya berjalan sampai tepat di depan pintu rumah pak Suryo lalu mengetuk pintu dan mengucapkan salam


semenit kemudian terlihat ada yang membuka pintu perlahan dan


"wa alaikum salam" jawabnya " eh kok mas...?" ternyata yang membuka pintu adalah Eka.ia mengenali ustdz Zafir namun tidak dengan Alzam.

__ADS_1


"eh dik,iya saya ada perlu sama pak Suryo,beliyaunya ada...?" tanyanya pada Eka,Eka mengangguk


"mari silahkan masuk dulu mas,bapak masih berpakaian dan hendak berangkat kerja."ucap Eka pada mereka berdua dan mempersilahkan mereka berdua untuk masuk.lalu Eka ke belakang sepertinya ia mengambil air dan menaruh teko di atas kompor sebelum memberitahu ke dua orang tuanya,dan masuk kekamar sebelahnya.


sesaat setelah mereka duduk diruangan yang entah itu ruang tamu atau ruang tengah , yang jelas ruangan nya rumah pak Suryo cuma satu itu saja dan menjadi satu dengan dapur dan juga kamar mandinya,pak Suryo keluar dari dalam kamar dengan pakaian sederhana namun bersih , sepertinya beliyau sudah siap berangkat untuk menyupir angkotnya."wah ada tamu agung pagi pagi,ada apa nak Zafir..?"ucap pak Suryo yang melihat ustdz Zafir dan belum melihat ke arah Alzam.


ustadz Zafir berdiri di ikuti oleh Alzam untuk bersalaman pada pak Suryo,ketika bersalaman pak Suryo masih belum jelas siapa yang datang bersama ustadz Zafir,ia mengira teman pondok beliyau,"silahkan duduk nak,ada perlu apa nak Zafir mampir ke gubuk reotku ini...?"tanyanya sambil juga akan duduk namun sebelum pantatnya menyentuh karpet,pak Suryo sempat tertegun melihat wajah Alzam,tapi ia mengira mungkin saja hanya kebetulan saja mirip dengan orang yang dulu pernah menolong Syifa.


"begini pak Suryo, sebelum kami mengatakan keperluan kami,apa bapak ingat dengan orang yang bapak pernah ceritakan pada saya waktu itu..?"ustdz Zafir memancing ingatan pak Suryo.


"maksud nak Zafir orang yang menolong Syifa putri pertama bapak...?"


"betul pak,apa bapak masih mengingat wajahnya...?"


"bapak masih sangat mengingat nak,tapi bapak tidak punya fotonya,namun klo di lihat-lihat wajahnya mirip sekali dengan teman nak Zafir ini"ia menunjuk dengan ibu jarinya pada Alzam "ada apa nak,kenapa kamu bertanya tentang itu...?"lanjut pak Suryo ingin tau lebih banyak


"masyaallah,ya Allah kanapa pak Reza tidak langsung mengatakan jika itu bapak...?maaf pak Reza kami tidak begitu mengingat bapak." menangkupkan tangannya, pak Suryo bahagia bercampur malu dan merasa sangat bersalah karena telah melupakan orang yang berjasa besar dalam kehidupannya selama 2 tahun ini. jika tidak karena pertolongan darinya maka tidak mungkin pak Suryo bisa membayar rumah sakit syifa,apalagi sampai memondokkan putrinya itu di pesantren impiannya."saya benar benar tidak mengetahui jika Anda pak Reza"lanjutnya


"tidak apa-apa pak, jangan memanggil saya seperti itu pak, tidak pantas rasanya Karna pak Suryo lebih tua dari saya,dan saya masih belum jadi bapak bapak" jawab Alzam tersenyum dengan reaksi yang terjadi pada pak Suryo


"hehe maaf pak,eh nak Reza. terimakasih banyak atas bantuannya, jika tidak ada nak Reza ,bapak tidak tau apa yang akan terjadi pada putri bapak waktu itu"sangat terlihat dari pancaran wajah pak Suryo jika ia sangat senang sekali bertemu lagi dengan penolong nya itu.


ustadz Zafir masih memperhatikan interaksi antara mereka,lalu istri pak Suryo datang membawa minuman dan juga makanan ringan"wah ada nak Zafir dan... tertegun melihat wajah di hadapannya,tapi takut salah menebak, mereka semua saling menangkupkan tangan tanda bahwa saling menghormati,"buk ini nak Reza yang dulu menjadi penolong bagi putri kita." pak Suryo memberitahu sang istri dengan begitu gembira.


"Ya Allah...", menutup mulutnya " jadi ibuk gak salah lihat pak..?"tanyanya masih terus menatap ke arah Alzam,lalu ke pak Suryo

__ADS_1


"betul buk,bapak juga tadi tidak mengenali beliyau" buk fatt duduk di samping pak Suryo


"mari silahkan di minum dulu nak, silahkan silahkan " pak Suryo menggeser gelas lebih dekat pada mereka berdua.


"terimakasih pak"lalu mereka meminum teh hangat yang di suguhkan,dan mengambil sedikit jajanan yang di hidangkan.


"kami bahagia sekali bisa bertemu lagi dengan nak Reza...,jadi nak Zafir ini bersahabat dengan nak Reza sejak dulu...?" tanya pak Suryo setelah beberapa saat kemudian.


"benar sekali pak,dan sekarang kami kesini butuh bantuan dari bapak juga ibuk."ustdz Zafir ingin memulai niatnya


"bantuan kami...?" serentak keduanya menjawab dan saling menoleh kearah masing-masing


"apa yang bisa kami bantu nak...?jika kami bisa pasti akan kami bantu"pak Suryo takut jika mereka akan meminta untuk mengembalikan uang yang dulu pernah di berikan kepadanya.wajah keduanya pias saat itu juga mendengar ustdz Zafir mengatakan butuh bantuan.


"tapi kami tidak punya sesuatu untuk bisa membantu kalian,kami tidak punya uang banyak"ucap istri pak Suryo spontan, sepertinya ia pun juga merasakan hal yang sama dengan pak Suryo. takut jika mereka meminta mengembalikan uang yang dulu itu.


ustadz Zafir maupun Alzam saling melihat dan tersenyum kemudian tertunduk.apalagi Alzam yang tidak dapat menahan gejolak di dalam dadanya, mendengar Bu fat bicara gugup seperti di tagih hutang oleh para rentenir penagih hutang.


"maaf pak,buk kami kesini bukan bermaksud untuk itu.tapi ada maksud lain yang lebih berharga dari pada sebuah uang," ustdz Zafir melanjutkan lagi


"apa yang kami miliki tidak ada yang berharga nak,kami tidak punya barang berharga sekalipun, tapi jika memang ada , pasti akan bapak berikan" pak Suryo lagi lagi masih takut dan tegang,terlihat dari sudut bibir nya yang sedikit gemetar.


orang miskin memang kebanyakan selalu mementingkan kepentingan orang lain,karna mereka sudah tau bagaimana mereka sangat susah dalam keadaan miskin. terkadang yang miskin lebih banyak membantu orang lain daripada orang yang kaya. namun itu tidak terjadi pada semua orang. karena pada dasarnya semua apa yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendak Allah yang maha kuasa.


"maaf pak,sekali lagi kami minta maaf, mungkin saja kedatangan kami sangat menjadikan kalian sangat terkejut , apalagi tiba-tiba saja kami meminta bantuan,tapi jujur kami kesini memang butuh bantuan pak Suryo dan Bu fatma,"ustdz Zafir berkata dengan suara lembut penuh wibawa dan tatakrama.

__ADS_1


"katakan saja nak ,apa yang bisa kami bantu...?" akhirnya pak Suryo tidak begitu tegang lagi , mendengar suara lembut ustdz Zafir


__ADS_2