
setelah kepergian para sahabatnya ustdz Zafir merenungi apa yang telah ia lakukan beberapa saat sebelum ia pulang kerumahnya, sebelum acara lamaran dirumah beliau.lalu beliau mengambil tasnya untuk melihat hasil coretan tangannya,membrasak dan mengeluarkan semua isinya namun tak ada kado yang ia buat waktu itu.beliyau mengingat ingat kembali dimana ia meletakkannya,"dimana kadonya...?"ucap ustdz Zafir sendiri
"perasaan aku letakkan di tas,dan tak pernah ku keluarkan sebelumnya," grutunya sambil mencari cari dimana ia meletakkannya,
"masak sih lupa di pondok,...?"bertanya pada diri sendiri..
"tapi waktu itu langsung ku masukkan dalam tas ,mana mungkin lupa disana"masih tetap mencari-cari
"tapi tunggu, bukannya kmaren tas ini ada diruang tengah,lalu siapa yang bawa kekamar ini,..?ini pasti ulah Raffa atau Iqbal," bermonolog sendiri
beliau keluar dari kamar menuju kamar Raffa untuk bertanya kado itu,
tok...tok..tok
"dek, Raffa...kamu yang bawa tas mas kekamar...?"tanya beliau dari balik pintu.
"ada apa mas...?" tanya Raffa yang membuka pintu kamarnya,
"tas mas,kamu yang pindah kan ke kamar..?"
"iya mas,kemaren budhe syila yang nyuruh,kenapa emang mas?"tanya Raffa yang melihat sang kakak seperti kehilangan sesuatu.
"kamu lihat kado warna biru muda gak,di dalam tas mas...?"
"Raffa gak lihat mas, tapi Raffa lihat kado warna biru muda kayaknya di pegang budhe kemaren mas,"
"terus budhe bawa kemana raff..?"
"yah mana Raffa tau mas,kan raffa langsung di suruh meletakkan Tas dikamar mas, emang apa sih isi kadonya mas...? " , Raffa penasaran dengan apa yang ada di dalam kado tersebut hingga membuat sang kakak kelimpungan mencari.
"hanya sebuah tulisan aja sih,cuma itu buatan mas sendiri"katanya sambil sedikit tersenyum demi menghindari tatapan aneh Raffa.
__ADS_1
"ya sudahlah klo gitu mas kekamar dulu ya,mungkin nanti sore mas kembali ke pesantren,apa kamu yang mau antar mas"
tanyanya pada Raffa
"klo nanti Raffa gak pergi kebengkel ya Raffa yang antar mas,"
kemudian ustdz Zafir pergi kekamar sendiri ,ia berfikir dikemanain kado itu sama budhe syila,jangan-jangan juga di hadiahkan pada sang tunangan,kini pipinya bersemu mengingat apa yang ia lukis
flash back
setelah ummi menelpon ustdz Zafir untuk menyuruh beliau pulang waktu itu, ustdz Zafir mengambil kertas dan pensil ,entah apa yang terjadi ia begitu ingin melukis nama ZARAA saat itu,mengukir dengan begitu serius dan berhasil mendapatkan sebuah lukisan indah dengan desain yang unik dan begitu eloknya. beliyau berfikir nama ZARAA di ambil dari kata Zafir dan AYRA yang di singkat menjadi zaraa, sempat terlintas senyum di bibirnya mengingat wanita berjilbab birunya itu juga bernama zaraa,tapi 'sungguh ini sebuah kebetulan ',ucap beliau dalam benaknya, setelah selesai dengan ritual melukisnya lalu beliau membingkainya dan kemudian di bungkus dengan kardus serta kertas kado biru muda yang sudah ada di maktab beliau.
ustadz Zafir lalu meletakkan kado itu di dalam tasnya, membawanya pulang ke rumah,
flash back off
"gimana seandainya budhe kasihkan sama Ayra yaa..?"gumamnya
"apa yang akan mereka pikirkan jika ada lukisan yang dibuat hadiah tapi bukan namanya...?"masih bergumam sendiri
"ah ..., sudahlah lebih baik sekarang aku beresยฒ apa yang akan di bawa kepesantren"kemudian ustdz Zafir membereskan barang-barang nya.
sedangkan di luar Raffa bertanya sama ummi dan yang lainnya
"mi lihat kado biru muda yang kemaren di pegang budhe syila gak mi...,punya mas Adi,"
"kado apa nak...,?"
"pokoknya kertas kado itu warnanya biru mi,,tadi beliyau tanya sama Raffa, ya Raffa bilang kemaren budhe syila yang pegang kado warna biru"ungkap Raffa
"kado biru yang di pegang budhe syila pas waktu lamaran itu,ya di kasihkan ke tunangan Adi Raff,ummi kira itu dari budhe sendiri, tidak tahu klo itu punya Adi,"ucap beliau
__ADS_1
"Hem Raffa juga gak tau ummi,ya sudah lah yang penting kadonya gak hilang"ucap Raffa
"emang apa isinya dek...?"tanya Iqbal yang masih belum berangkat,sedang Gus hasby sudah pulang ke rumahnya sendiri
"mas Adi sih bilang cuma tulisan biasa, tapi sepertinya itu sangat penting baginya kak.soalnya tadi dia agak bingung gitu mencari nya,"ungkap raffa lagi.
"klo emang penting,gimana Raff...?"ucap ummi
"tapi tadi mas Adi sudah bilang gak papa kok mi.cuma Raffa bertanya lagi sama ummi siapa tau kan ummi tau..?"
*
*
*
sedangkan Ayra yang sudah berada di kamarnya saat ini terus berpikir, mulai dari ucapan ucapan yang di bicarakan para sepupunya itu,"apa yaa maksudnya nama ZARAA ini di lukis begitu indah dan menarik, setiap sentuhannya lembut dan halus penuh ketelatenan,dan sepertinya juga penuh perasaan." gumamnya sambil tiduran di atas kasur kapuk di kamarnya.ia mengamati dengan sangat cermat sampai membawa lukisan itu di atas dadanya dan mengusap usapnya pelan."apa mungkin beliau tau nama itu dari seseorang...?"pikirnya lagi
"atau mungkin apa yang di katakan kak Diyah itu benar..,, mungkin di buat untuk orang lain...? tapi kenapa harus di hadiahkan ke saya klo memang untuk orang lain..,"masih bergumam
"ya Allah berikanlah hamba kekuatan,jangan sampai ada sesuatu yang menghambat hubungan kami ya Allah,hamba tidak ingin tunangan ini batal lagi, apalagi sudah tinggal 18 hari lagi."doanya dalam hati
"ya Allah hamba percaya bahwa beliau pilihan terbaik bagi hamba yarobb,mantabkanlah hati ini tuk menjadi istri yang Sholihah baginya ya Allah."
tak terasa kini Ayra terlelap dalam tidurnya, setelah tadi ia berdoa dan memeluk lukisan nama itu,
ibu Ayra yang ingin tahu ke adaan sang putri pun menengoknya ke kamar,ia masih takut sang putri sedih karena kemaren sempat terjadi perdebatan kecil dari para sepupunya.
" kleg
ibu Ayra membuka pintu kamar putrinya itu pelan dan melihat sang putri telah nyenyak dalam tidurnya ia menghampiri dan melihat Ayra sedang memeluk sebuah lukisan yang menjadi perdebatan kemaren,buk Mayra sempat tertegun sejenak melihat Ayra sepertinya sangat mementingkan lukisan itu,padahal hadiah yang diberikan sangat banyak dan juga banyak yang lebih bagus dan lebih indah dari lukisan itu, tapi yang Ayra bawa kekamar dan sampai tertidur hanya lukisan itu. sedangkan hadiah yang lain di tata di dalam Almari tempat hiasan yang lain,Bu Mayra melihat lukisan yang di dekap Ayra dan membaliknya di sana tertulis jelas nama yang di lukis begitu indah itu Zaraa
__ADS_1
namun Bu Mayra tidak ingin bertanya ataupun ingin tau lebih lanjut tentang semua itu karna ia tidak ingin sang anak semakin bertambah banyak pikiran nantinya.biarlah terungkap saat nanti ia sudah menikah, dan Bertanya pada suaminya langsung.
selamat ber aktivitas semuanya,, salam sayang selalu.sebelum Thor brangkat besok ke ziaroh,Thor pingin Doble up ,karna mungkin akan libur beberapa hari.mohon maaf ya kak๐๐๐๐๐๐