SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 84. TANGGUNG JAWAB. suami sangat besar


__ADS_3

Diyah langsung pergi karena melihat Ayra dan ustdz Zafir begitu akrabnya. Ayrapun mengajak sang suami masuk kembali kedalam rumah, sesampainya di dalam Ayra ingin menyiapkan makan siang untuk mereka "tunggu dulu ustdz,Ay..akan siapkan makn siang kita"


"kenapa panggil ustdz lagi....Ay...?" Ayra gugup karna ia tidak ingin memanggil suaminya itu dengan sebutan Kanda,'serasa di kerajaan saja,' pikir Ayra dan semua itu tak luput dari perhatian ustdz Zafir ,ia memperhatikan Ayra sangat dalam,ia menelisik wajah sang istri,dan benar wajah istrinya itu memang mirip ZARAA,jadi ia tidak sedang halu ataupun salah lihat (katon) saja,wajah sang istri memang seperti ZARAA,dan ustdz Zafir akan menanyakan itu agar ia tidak selalu merasa dirinya melihat orang lain yang bernama zaraa itu diwajah istrinya sendiri.


"duduklah dulu Ay...,ada yang ingin aku tanyakan padamu.." ucap ustdz Zafir sambil menepuk sofa di nya, Ayra tidak jadi ke dapur ia melangkah menghampiri sang suami,lalu di tarik dengan lembut tangannya oleh ustdz Zafir ,agar ia duduk di sampingnya.


"Ay...,," memegang pundak Ayra,


"apakah kamu tau siapa ZARAA...? kamu tidak punya kembaran kan..?"


"maaf ustdz, sebegitu pentingnya kah ZARA di hati dan hidup ustdz..?" Ayra tertunduk, padahal dalam hatinya berharap. .. ustdz Zafir mengatakan iya.


" bukan begitu Ayra...justru karna kamu sangat mirip dengannya,makanya aku bertanya..,aku tidak ingin di hantui rasa bersalah terus menerus dalam hidupku,jika ZARA itu bukan kamu istriku..,." memegang dagu Ayra agar melihat padanya


"aku takut Allah akan murka jika dalam mata dan hati ini terbayang wajah orang lain.dan benar katamu Ayra...,,bagaimana aku harus melupakan wajah ZARAA jika mirip kamu zaujatii...,." Ayra sudah memerah lagi pipinya,ia sangat malu duduk se in-tim ini .


"Ayra...,aku berharap semua kecurigaanku itu benar," ustdz Zafir masih memegang dagu Ayra dan menatap wajah Ayra penuh senyuman indah,.Ayrapun sungguh sangat salut dengan ustdz Zafir, yang begitu sangat jujur,bahkan sangat menghargai dan menghormati dirinya, tidak ada sesuatu yang ditutupi oleh sang suami ,malah menceritakan semuanya.


"e...,,jika aku bilang bukan ,apakah ustdz akan terus mencarinya...?" tanyanya agak ragu..


"kenapa aku harus mencarinya...?"bukan kah sudah ada istriku yang jauh lebih cantik..dan juga halal ...?" ustadz Zafir mulai curiga jika itu memang istrinya.'tapi...kenapa dia di panggil ZARA..?'


" eemm,,jadi ustd akan menganggapku ZARAA terus,karna kami mirip..?"


"astaghfirullah Ay...,aku tidak ingin membuat yang halal menjadi haram karena suatu alasan itu Ayra, kamu harus tau bahwa seorang suami tidak halal memikirkan wanita lain meski saat sedang bersama istrinya.itu termasuk zina wahai istriku.." ustdz Zafir melepaskan tangan nya dari dagu Ayra,ia tak ingin semuanya berlarut-larut,


"maaf kan Ayra ustadz,jika pertanyaan Ay...membuat ustdz tidak nyaman." menunduk dan terlihat genangan Air akan tumpah dari kelopak matanya.

__ADS_1


"istriku,,seorang suami itu mempunyai tanggungjawab yang sangat besar, untuk bisa membimbing istri dan anak anaknya menuju jalan yang benar," menjeda lalu memeluk Ayra sebentar tapi melepaskan lagi


"ketahuilah Ayra...suami tidak boleh membayangkan atau tidak boleh menganggap istrinya seperti orang lain,,karna itu akan menyebabkan terlepasnya kehalalan nya."


" bahkan jangan sampai jika punya istri lalu mengakui dirinya tidak punya istri,itu seperti sudah menceraikan istrinya Ayra..., seorang suami harus berhati-hati dalam bicara ataupun berkata yang bersangkutan dengan seorang istri." Ayra tertunduk dalam.


"maaf ustdz," Ayra tidak pernah sekalipun berfikir tentang semua itu.ustad Zafir lalu menarik ayra dan mendekapnya "katakan lah jika memang Zaraa itu kamu Ayra..?"ucapnya lembut sambil mengusap setetes air dari netra Ayra,


"benar ustdz,Ayra adalah Zaraa yang ustdz pernah lihat di depan restoran Zz dan di pesantren Al Ulum juga di pasar malam kemarin,"ucap Ayra masih tetap berada dalam pelukan suaminya,"Ayra bukannya ingin menyembunyikan,tapi Ayra benar-benar ingin mengetahui lebih banyak tentang perasaan ustdz pada ZARAA.,"lanjutnya


"terimakasih atas jawaban yang memuaskan hati suamimu ini istriku" ustdz Zafir lagi-lagi menyatukan dahinya dan melu-mat sekilas bibir Ayra " aku Sangat mengagumi keanggunanmu istriku,bahkan jauh sebelum kita menikah,Allah telah menunjukkan bahwa dirimulah jodoh yang aku panjatkan kepada Allah dalam setiap doa ku.,Allah mengatur sedemikian indahnya, pertemuan kita,,aku yang mengagumimu ternyata kini menjadi istriku." berkali-kali ustdz Zafir bersyukur dalam hatinya sambil memeluk sang istri.


"bahkan ustdz pun sudah menjadi suami dalam hayalanku.suami yang selalu hadir di mimpi mimpi indahku,bahkan aku tidak pernah sekalipun terpikir akan menikah dengan orang yang tak mungkin bisa ku gapai ustdz,namun aku tak berhenti berharap dan berdoa pada Allah, agar aku mendapatkan jodoh terbaik pilihan nya." Ayra menatap rindu dan penuh cinta pada suaminya itu.


"namun aku tidak menolak pinangan dari seseorang, yang sudah menjadi pilihan orang tuaku,,aku..aku menerima perjodohan itu ustdz," ungkap ayra lagi.mereka berdua saling berbagi kisah mereka,di hari pertama mereka menikah hanya perbincangan hangat dan sedikit kemesraan yang mereka lakukan


"dengan keihklasan hati kita dijodohkan orang tua kita, maka Allah telah menyatukan kita dalam pernikahan ini , Allah menunjukkan kebesarannya pada kita berdua sayang, semoga pernikahan kita ini membawa banyak manfaat dan menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah aamiin."


tanpa terasa waktu berlalu.kini mereka sudah makan dan beristirahat. sorenya mereka berniat untuk melihat tempat acara resepsi pernikahan mereka besok,karna acara itu akan banyak di hadiri oleh tamu undangan,bahkan dari para teman-teman Ayra dan ustdz Zafir pun turut di undang,acara besok pasti sangat ramai dan padat, banyak tamu penting juga dari keluarga besarnya dan juga para guru-guru mereka berdua.ustadz Zafir maupun Ayra tidak ingin membuat mereka para undangan,kecewa dengan acara bersejarah mereka ini.. apalagi besok bukan hanya mereka berdua yang akan berada di resepsi itu melainkan juga sahabat mereka,. ...tunggu ..., sahabat.. bagaimana kabar sahabat mereka...?


"ustadz apa suaminya Syifa itu sahabat ustdz..?"tanya Ayra yang kini akan berangkat ke tempat acara besok.


"eemm,benar sayang,Alzam adalah sahabatku."


"Alzam...??"


"yaa, Alzam yang kemaren menikah bersamaan dengan kita,"

__ADS_1


"jadi sahabatku menikah dengan sahabat ustdz...?"


"itu benar,jadi mereka berdua sahabat kita.."


mereka sudah keluar dari rumah dan menguncinya dari luar.berjalan kaki karna tempatnya tidak jauh dari rumah Ayra,hanya bersebelahan saja, tepatnya acara itu di rumah orang tua nya.


"ustadz...,,


"huuusstt." Ayra hendak bertanya lagi tapi sudah di tahan oleh ustdz Zafir,ia menaruh telunjuknya di bibir Ayra.


"jangan panggil ustdz lagi...,panggil Abang,mas atau apapun yang penting bukan ustdz....ok sayaang....?" Ayra tersenyum dengan tingkah ustdz Zafir yang menurutnya sangat romantis, bahagia sekali bersamanya


"hemm, baik mas,"balas Ayra.


"nah gitu kan tambah manis..."


kini mereka sampai di tempat acara,dan keromantisan mereka tadi di saksikan para sepupunya juga keluarga besarnya yang memang berada di rumah orang tua Ayra ,


" wah pengantin baru kita, sepertinya sudah sangat akrab..dan saling mencintai." ucap bi Maria


"benar sekali,sangat terlihat jelas dari raut wajah mereka yang tampak sangat bahagia.." ucap yang lain


"ah... assalamualaikum bi...paman dan yang lainnya"ustdz Zafir langsung memberi salam saat sampai di sana.


"wa alaikum salam nak,mari silahkan masuk dulu"ucap paman Ayra membawa ustdz Zafir kedalam,sedang Ayra masih berada di luar bersama para sepupunya.


"aduuuh Ay...betapa beruntungnya kamu ay...,,di jaga baik-baik ya suaminya,karna klo tidak..., banyak yang antri untuk mendapatkannya,..." ucap Lisa pada Ayra dan melirik pada sepupu yang dari tadi melotot melihat suami Ayra yang tak lain dan bukan adalah Diyah.

__ADS_1


"Alhamdulillah kak, dan terimakasih atas nasehat nya, akan Ayra ingat selalu.."


Author tidak pernah sekalipun malas untuk minta dukungan dari kakak semua.tinggalkan komen dan like nya ya kak🥰🥰


__ADS_2