
setelah teleponan dengan sang sahabat, Syifa kembali lagi ke dalam ruangan Diki
"mah...,, " Syifa menyapa mertuanya yang sedang berkemas, karna sebentar lagi akan menghadiri pesta pernikahan, yang mana mereka semua belum mengetahui siapa yang akan menjadi pasangan pengantin wanitanya.
" ya ... sayang,,,"
" mah , gimana klo nona Yasmine tetap bersikeras agar bisa menikah dengan mas Azam..?" tanyanya pada sang mertua, ia berharap semoga sang mertua tetap mendukung dirinya, ia tidak ingin di madu, apalagi usia pernikahannya yang masih seumur jagung itu, ia baru saja merasakan manisnya pernikahan serta kenikmatan yang luar biasa. bagaimana jika semua itu hanyalah bersifat sementara...?
" sayang... jangan hawatir nak, bukannya suamimu sudah menolak Yasmine,..? jika Alzam sudah memutuskan sesuatu, ia tak pernah sekalipun mengingkarinya. sejak kecil Alzam itu selalu teguh pada pendiriannya nak,." ucap sang mertua menguatkan sang menantu mengusap puncak kepala menantunya, sejak pertama kali bertemu dengan Syifa mama sudah sreg dan cocok pada syifa yang sangat sederhana namun sangat istimewa menurutnya.
" iya mah..., Syifa mohon sama mama tolong bantu syifa ya ma...Syifa sangat takut . .." Syifa takut terjadi sesuatu pada keluarga mereka jika tidak menuruti keluarga Yasmine, sedikit banyak ia sudah di ceritakan oleh suaminya jika perusahaan sang ayah ada di naungan perusahaan papa Yasmine,
"sayang, tidak akan terjadi sesuatu pada keluarga kita,. kamu harus bisa kuat, dan tetap menjadi istri yang baik jikapun keluarga kita harus bangkrut dan tidak sekaya sekarang,." memeluk sang menantu, mama Alzam sangat sayang pada Syifa meski mereka baru mengenal beberapa hari saja, apalagi ia tidak punya anak perempuan. Syifa mengangguk sambil terisak kecil, ia seperti sedang di perhatikan oleh ibunya sendiri.
klek
pintu terbuka, Alzam dan pak Sanjaya yang mendorong kursi roda Diki sudah beres dengan urusannya. dokter hanya bisa memberikan izin waktu sehari ini sampai sore saja, malam harinya sudah harus kembali lagi kerumah sakit, karna Diki baru saja sadar dari koma yang sangat lama, kondisinya masih rentan, dan masih dalam penanganan dokter Ahli.
"mah ... ada apa...?" Alzam sangat hawatir dengan sang istri yang di rangkul mamanya dalam keadaan terisak.
__ADS_1
"gak ada papa nak, syifa cuma hawatir saja, tapi sudah mamah jelasin kok."
"hawatir apa sayang..?"Alzam langsung memeluk sang istri walaupun di hadapan keluarganya. ia sudah mulai jatuh hati pada istri dadakannya itu.
"gak kok mas, cuma takut jika nona Yasmine nekat saja , sepertinya ia wanita yang tak mudah menyerah mas,."
"jangan pernah takut pada wanita yang sangat tidak berperasaan itu adik ipar,. jangan sampai ia tahu kelemahanmu." Diki juga ikut menenangkan
"benar apa yang di katakan kakak iparmu nak, kita hanya perlu tegar, tegas dan tidak terpengaruh dengan setiap ancaman dari keluarga besarnya. walaupun nanti mereka berkata akan menghancurkan kehidupan kita, jangan sampai kita takut, papa lebih baik bangkrut dari pada harus punya menantu yang sudah mencelakai calon suaminya sendiri." Syifa mencerna ucapan papa mertuanya. lalu ia mengangguk setelah lepas dari pelukan sang suami.
" lalu bagaimana jika seandainya mereka belum juga ada penggantinya Diki pah...? mama juga gak mau Diki menikah dengan Yasmine." ucap mamah juga sedikit hawatir
"Yasmine tidak mungkin mau mah, saat Diki belum cacat saja ia sudah berniat untuk membatalkan pertunangan waktu itu, apalagi saat Diki cacat seperti ini" Diki tertunduk sedih, bukan karena ia cacat, Namun karena ia tidak bisa melakukan sesuatu untuk membela kebenaran yang sesungguhnya.
*
di kediaman keluarga Yasmin di sana sudah siap dengan acara pernikahan ini, setelah tahu bahwa Diki sudah sadar kemaren, dan bisa kembali lagi mengikuti acara pernikahan tersebut, keluarga besarnya Yasmin berunding kembali apa mereka akan menerima Diki atau harus mencari calon suami yang lain buat Yasmine,. setelah berunding beberapa saat, mereka memutuskan untuk tetap menikahkan Yasmine dengan Diki karna Yasmine terlanjur hamil dengannya, dan Diki sudah sadar meskipun ia lumpuh tapi masih bisa bekerja dengan otaknya bukan..?. mereka memang kagum dengan kinerja Diki dan keluarga besarnya. selama bekerja sama dengan pak Yudi , tidak pernah sekalipun mereka mempunyai kasalahan, malah membuat banyak keuntungan, maka dari itulah sebabnya mengapa mereka menjodohkan Yasmine dengan Diki.
sehari sebelumnya pernikahan
__ADS_1
brak... sraak...
suara semua barang yang di banting dan di lempar Yasmine berserakan di kamarnya, ia tidak mau menikah dengan Diki, apalagi saat ini sudah lumpuh, " pokoknya aku harus memutuskan hubungan antara aku dan Diki , tapi bagaimana caranya..? aku sudah terlanjur bilang hamil anaknya Diki pada papi dan mami " Yasmine mondar mandir dalam kamarnya, hari pernikahan sudah besok, tapi ia tidak bisa menikah dengan pria yang tidak ia cintai. ia malah lebih kagum pada adiknya Diki, tapi bukan cinta, karna sejatinya Yasmine masih suka berpetualang dengan semua teman temannya, ia belum mengerti dengan perasaan cintanya, yang ia tahu setelah perjodohan dan bertunangan dengan Diki, ia melihat adik sang tunangan lebih tampan dan lebih mempesona dari pada sang kakak, timbullah niat buruk dalam hatinya untuk membuat sang tunangan koit, sampai ia rela membayar mahal seseorang yang di suruh untuk membunuhnya , agar tunangannya di gantikan oleh Alzam adik Diki, namun semuanya tidak sesuai rencananya,, sebelum rencana itu berjalan, Diki malah lebih dulu kecelakaan, dan yang lebih tidak bisa di terimanya, Diki di nyatakan lumpuh seumur hidupnya,
" bodoh harusnya Lo mati aja sekalian Dik, dari pada gue harus nikah Ama Lo yang cacat, mending gue kabur aja sekalian,." pikirannya sudah kalut, Yasmine memang anak yang sangat manja, bergantung pada keluarga dan bergaul dengan orang-orang yang tidak punya ilmu agama, suka urakan dan sombong,. sebenarnya Yasmine adalah anak yang baik namun karna salah pergaulan dan kurangnya kasih sayang maka ia jadi seperti teman-teman nya,. papi dan mami Yasmine selalu bekerja dan bekerja saja yang di pikirkan, mereka memang memberikan kebutuhan yang melimpah bagi Yasmine tapi mereka lupa, tidak memberikan kasih sayang pada sang putri, sebenarnya Yasmine tidak hamil, ia hanya mengaku hamil agar di nikahkan dengan Alzam, saat Diki masih belum sadar. dan ia tidak menyangka kalo Diki akan sadar dan akan menghadiri pernikahan ini
*
pagi harinya para tamu undangan sudah ada sebagian yang hadir , namun pihak keluarga tidak menemukan keberadaan Yasmine sejak tadi jam 3 pagi, saat mereka akan membangunkan Yasmine untuk di rias,. iya, Yasmine mengambil keputusan untuk kabur dari rumah sebelum menikah dengan pria yang tidak ia cintai apalagi saat ini sudah cacat
"bagaimana ini pi...? Yasmine tidak ada, mungkin dia kabur,!" mami mendatangi sang suami
"appaa...!!! kabur...,! bodoh kalian semua, bagaimana bisa tidak ada yang mengetahui kejadian ini, padahal banyak sekali satpam dan penjaga di rumah ini." geram pak Yudi, ia menunjuk pada sang istri dan juga semua orang yang ada di sana, bukan apa ia sangat marah, karna bukannya pihak laki-laki yang menyerah, karna sudah mendapatkan ancaman dari pak Yudi, tapi malah Yasmine sendiri yang merusak semuanya, seharusnya yang membuat masalah adalah keluarga Diki, tapi malah putrinya sendiri,
"cepat cari Yasmine..!!" bentaknya pada semua pekerja yang ada disana
"temukan sekarang juga....! jika tidak maka repotasi keluarga ini akan hancur karena kebodohannya dan kebodohan kalian." sambil memegang dadanya, ia seperti sesak nafas mendengar putrinya tidak di temukan di manapun di rumah ini.
"Pi... tenang Pi..., jangan terlalu panik, papi bisa kena serangan jantung jika papi begini." ucap sang istri
__ADS_1
"kamu diam..!" tidak becus menjaga satu putri saja."bentaknya pada sang istri
maaf ya kakak kakak, semoga bisa menghibur,