SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 58 SEDIHNYA SANG SAHABAT


__ADS_3

"lalu kenapa kamu tidak memberi tahu orang tua mu jika kamu selalu di gangguin preman itu"


"hidup kami sudah susah mas.saya tidak ingin menambah kesusahan orang tua saya dengan beban ini.saya berusaha keras agar tidak bertemu dengan orang tadi itu mas,klo saya bertemu dengannya pasti di minta uang saku saya yang hanya 4 ribu saja.hari ini saya tidak punya uang saku mas,karna bapak belum ada uang."


sungguh ustdz Zafir sangat tertarik dengan kehidupan nyata dari anak ini,karna disamping jiwa yang tenang,cerdas dan juga sangat bersahaja, meskipun masih sekolah dasar tapi ia tetap memikirkan bagaimana orang tuanya yang tidak boleh terbebani dengan apa yang dia alami.


"ngomong- ngomong siapa namamu dik..?


kamu sekolah dimana...,?dan sudah kelas berapa..?"beliau bertanya sangat antusias karna ada seorang gadis kecil yang begitu berani dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah hubungan.


"nama saya EKA mas, saya sekolah di dekat pesantren attoyyibin ini, bukan karena keluarga saya mampu sekolah disana tapi karna kami tidak perlu membayar apapun jika sekolah di sana, karna saya sudah mendapatkan beasiswa sejak lulus dari TK dulu mas. dan sekarang saya sudah hampir lulus SD tinggal Unas saja " gadis itu menjelaskan secara detail dan jelas.sepertinya ia memang gadis yang pintar dan cerdas.


"lalu jika ku Antar kerumahmu,apakah bisa pakai angkutan umum...?"tanya beliau yang takut jika tidak bisa memakai angkutan kerumah gadis itu.


"bisa kok mas,cuma lebih jauh mas,klo pakai angkutan,soalnya jalanan yang harus di lalui jalan raya.klo berjalan kaki agak dekat karna melewati gang kecil dan ada jalan pintas yang hanya bisa di masuki orang yang jalan kaki saja."ucapnya


"Hem,,klo gitu kamu maunya di antar jalan kaki atau naik angkot...?"tanya ustdz Zafir lagi.


"Hem,,saya sih lebih enak jalan kaki mas.lebih cepat dan gak muter-muter,tapi masnya mungkin yang tidak bisa jalan kaki agak jauh, jadi saya terserah mas saja."


"klo gitu kita jalan kaki saja, kebetulan sekali saya ingin mengetahui lebih banyak jalan pintas di sekitar lokasi pesantren ini."


akhirnya mereka menyusuri jalan setapak yang tidak banyak orang lewat disana,disamping banyak sekali pohon dan semak belukar yang tidak seharusnya menjadi sebuah jalan,lebih pantas di sebut hutan belantara, mungkin saja karena tidak ada jalan lain untuk lebih cepat, makanya Eka melewati jalan ini, tidak banyak rumah ada disana, hingga saat ini ustdz Zafir masih tetap berada di belakang gadis itu "mas ,apa nanti mas tidak takut pulang sendiri dari rumah saya...?"sambil berjalan ia bertanya pada ustdz Zafir,karna dari tadi ustdz Zafir sangat tertegun,sepertinya tidak pernah melewati semak seperti yang sekarang ia lewati.


"Hem,,mungkin nanti aku akan naik angkot saja."ucapnya


"ya.. semoga saja bapak sudah datang,biar bisa antar mas ."

__ADS_1


"emang bapak kamu kemana...?"


"bapak saya kerja jadi sopir angkot mas,"tanpa malu sedikit pun,gadis di hadapannya itu menjelaskan,semakin yakin dihati ustdz Zafir bahwa gadis ini adalah gadis yang baik dan bijak.


"kenapa kamu gak minta antar sama bapaknya saja , atau langsung ikut ke sekolahmu...?"tanya beliyau lagi, ustdz Zafir tidak canggung karna beliau menganggap gadis itu masih begitu kecil,jadi meskipun seorang gadis,tapi ia seperti melindungi adiknya sendiri.


"jika saya ikut bapak,ya pastinya nyampek nya selalu telat mas,kan bapak masih cari penumpang dan tiap hari harus setor sesuai kesepakatan dengan pihak yang punya angkot."


"oh gitu ya...,?"Eka mengangguk dan tanpa terasa mereka semakin dekat dengan rumah nya .


*


*


*


"ih,,,faa apa an siiiih...? bukannya tanya aku sehat kek..?malah tanya keren dan tampan...,"ucap Ayra manyun.


"ya kaan kamu udah terlihat sangat sehat,ngapain tanya kamu,kan mending tanya tunanganmu, kayaknya bakalan jadi nikah nich,,,,kapan ay....?"pertanyaan begitu banyak langsung Syifa utarakan,dari kemaren² ia sudah tidak sabar menunggu Ayra kembali kepesantren.karna hanya Ayra yang cocok berteman dengan dirinya.padahal ia tau jika Ayra juga bukan orang miskin sepertinya,tapi Ayra tidak pernah sekalipun menyinggung perasaan dan juga tidak pernah sombong dan ilfil berteman dengannya.


"Hem,, pertama aku tidak tahu seperti apa tunanganku karna kami tidak di pertemukan,kedua insyaallah kami jadi menikah sepuluh hari lagi."ucap Ayra tanpa merahasiakan apapun dari Syifa Sabahat semprol yang selalu bikin Ayra tersenyum dengan candaan nya itu


"appaaaa...!!! sepuluh hari lagi...???!!!" ucap Syifa sangat nyaring karena terkejut


"sssttt,,jangan keras-keras faa,, aku gak mau anak-anak yang lain tau dulu, biarlah nantinya aku langsung boyong pas hari jadinya."Ayra meletakkan jari telunjuk di bibir Syifa,


"ya maaf ay...,lagian kenapa harus terburu-buru banget,kan aku kaget mendengar kabar itu."ucapnya sedih,karna sebentar lagi ia akan berpisah dengan sahabatnya yang sangat Syifa sayangi.

__ADS_1


"aku juga tidak tau faa.mereka semua keluarga dari pihakku dan pihaknya Sama sama setuju untuk cepat menikah kan kita."


"hik..hik..hik..,aku jadi sama siapa jika tidak ada kamu lagi di sini ay...,?" tersedu sedu


"eh...kok nangis,...udah dong faa...,entar dikirain aku nyakitin kamu lagi sama yang lainnya."


"hik..biarin,lagian kenapa kamu gak bilang sebelumnya klo kamu mau nikah cepat..!"masih tetep mengusap air mata yang terus keluar sendiri tanpa bisa ia kendalikan.


"ya...karna aku juga baru tau faa.mereka juga tidak memberi tahukan sebelumnya.tapi faa aku sudah pasrah dengan keadaan apapun, karena aku tidak ingin kejadian gagal nikah ketiga kalinya. apa kamu ingin aku gagal lagi..?"


"hik,,ya enggak dong ay...,aku cuma sedih aja,disini gak ada yang mau berteman denganku yang miskin ini..cuma kamu satu-satunya yang mau berteman denganku ay...,,"


"masak sih faa...?kemaren pas aku pulang 5 hari ,kamu sama siapa faa...?"


"ya sama mba' asrama ay.., tapi mereka sepertinya terpaksa menerima kehadiranku ay..., jika memang mereka tidak terpaksa, pastinya mau jika diajak bermain, belajar bersama atau ngaji bersama ay...tapi mereka semua memberikan alasan agar tidak bersama denganku."ucap Syifa panjang lebar mengenai apa yang terjadi pada dirinya saat itu


"faa...,selama kita berteman aku tidak pernah sekalipun bertanya tentang kehidupanmu ,bolehkah kamu bercerita sedikit tentang semua hal mengenaimu...?"tanya Ayra serius ,karna Syifa memang tidak pernah sekalipun menceritakan tentang kehidupannya ,ia terlihat selalu ceria dan menyenangkan bagi ayra.tapi mengapa teman2 yang lainnya tidak bisa menerima kenyataan bahwa Syifa sangat baik.


"Hem,, aku takut Ay... jika kamu tau kehidupanku, aku takut kamu juga menjauhiku."ucapnya sangat sedih


"tidak akan faa,, aku bukan orang seperti itu.apalagi sebentar lagi aku memang akan boyong faa."


"Ay..., sebenarnya aku adalah anak dari seorang supir angkot, kehidupan kami sangatlah miskin,dan kekurangan,kami tidak seperti kalian, yang bisa membeli apapun yang di inginkan,kami harus bisa mencari nafkah untuk bisa dimakan sehari-hari."ceritanya pada sang sahabat


"tapi bagaimana bisa kamu mondok disini faa,bukankah disini tergolong orang yang mampu,yah meski tidak harus kaya semua tapi kan pasti banyak untuk membayar keperluan disini."


"sebenarnya setelah aku lulus dari SMP aku sempat tertabrak mobil mewah Ay..,dan mereka memberikan kami banyak uang.mungkin mereka orang kaya Ay..,kami sudah menolak, karena aku hanya cedera sedikit saja dan sempat di rawat sekitar seminggu di rumah sakit," syifa menarik nafas kemudian ia meneruskan ceritanya "tapi mereka tetap kekeh,memberikan ganti rugi yang sangat banyak menurut kami. setelah mereka pulang, bapak menghitung uang yang mereka kasih,dan ternyata 50 juta Ay...,kami tercengang dengan apa yang kami lihat, kemudian bapak berkata 'nak,uang ini adalah milikmu jadi kami tidak akan mengambil sedikitpun dari uang ini,kamu boleh menggunakan untuk keperluanmu sendiri.' kata beliau,. karena waktu itu aku ingin sekali mondok disini jadi bapak tidak melarangku,dan akhirnya semua biaya sekolah dan biaya apapun yang ada disini, bapak membayar 2 tahun penuh Ay...,dengan uang itulah makanya aku bisa ada disini Ay..,"ceritanya sangat mengalir hingga Ayra tak bisa membuka mulutnya untuk menanggapinya.

__ADS_1


__ADS_2