
" kamu diam..! menjaga satu putri saja tidak becus."
"apa mami saja yang tidak becus dalam menjaga Putri kita ...?! papi juga tidak becus menjaga Putri kita. kita sama-sama tidak becus, jangan menyalahkan mami dalam hilangnya Putri kita, bukankah papi sendiri yang menjodohkan Yasmin lalu mengapa sekarang mami yang disalahkan...?"ucap mami Yasmin tidak mau kalah dengan sang suami padahal sebelumnya ia mengkhawatirkan keadaan papi Yasmin karena terlihat memegang dadanya tapi karena ia tidak mau disalahkan dan dikatakan tidak becus maka ia menyangkal kata-kata sang suami.
"sudah...!! kalian jangan ribut. yang sekarang kita pentingkan yaitu keberadaan Yasmin. karena sebentar lagi pasti semua para tamu undangan sudah datang sedangkan Yasmin belum juga ditemukan"ucap Paman Yasmin yang juga ada di lantai atas rumah mereka, tepatnya di depan kamar Yasmine.
sedangkan di bawah di tempat acara para tamu undangan sudah banyak yang datang dan menunggu acara dimulai. keluarga Yasmin yang lain mempersilahkan tamu undangan dan menyambut tamu undangan dengan ramah, mereka seakan akan tidak ada sesuatu yang terjadi, meski sebenarnya mereka hawatir jika Yasmine tidak di temukan sampai acara dimulai,
" lalu bagaimana jika Yasmin tidak ditemukan kak..?"tanya mami Yasmin pada sang kakak
"jika Yasmin tidak ditemukan maka pernikahan ini akan batal kita tidak bisa meneruskan pernikahan jika Yasmin tidak ada" ucap paman Yasmine
"lalu bagaimana keluarga kita kak..? kita akan menanggung malu, seumur hidup kita akan dicemooh oleh semua orang apalagi semua kolega-kolega kita dari orang-orang terpandang" ucap mami Yasmine
" tentu saja kita akan menanggung malu seumur hidup. apalagi Yasmin adalah penerus keluarga ini."
" lalu bagaimana ini kak...? acara akan dimulai satu jam lagi"
" kita tunggu kabar dari orang orang kita, tadi aku juga sudah menyuruh orang-orang kepercayaanku dan seluruh bodyguard kuluarga kita ".
bruk...
"aw... sakit, bangsat harusnya gue kabur dari jauh jauh hari," ucapnya sambil memegang lututnya yang berdarah karna jatuh, ia sudah jauh dari kediaman keluarga besarnya, karena ia kabur mulai sejak jam satu pagi dan kini ia berada di suatu tempat yang menurutnya tidak akan ada yang bisa melacak keberadaannya karna ia sudah benar-benar jauh dari tempat tinggalnya, yaah Yasmine berada di sebuah daerah terpencil, cukup asri dan nyaman menurutnya. ia tadi malam mengendap keluar dari kamarnya melalui balkon dan kemudian naik ojek lalu menaiki bus yang membawanya sampai ke daerah ini.
" mbak tidak papa...?" ucap seseorang yang melihat Yasmine terjatuh saat tadi berlari ketika turun dari bus.
" eh ... tidak, gue gak papa." ucapnya sambil melangkah begitu saja
" tunggu mbak,. mbak mau kemana ...?" pemuda itu terus bertanya
"gue nggak tau, dan Lo juga gak perlu tau." ucapnya sinis. padahal sebenarnya ia senang bertemu dengan seseorang di waktu jam 3 pagi seperti ini. ia sebenarnya takut berada di daerah yang belum pernah ia datangi.
__ADS_1
"maaf mbak, saya bukannya mau mengganggu mbak, tapi di jam seperti ini mbak tidak aman jalan sendirian di tempat seperti ini." ucap pemuda yang mungkin seumuran dengannya itu
"apa urusan Lo..?" masih sinis dan pedas sekali jawabannya.
"maaf saya hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada mbak, sebab beberapa hari yang lalu di daerah sekitar sini terjadi pemerkosaan dan pembunuhan " ucapnya
"pembunuhan..?dan pemerkosaan..?" tanyanya, Yasmine jadi bergidik, mengapa ia bisa sampai ke daerah itu. ia jadi takut dan kemudian bertanya pada pemuda di depannya.
"apa di sini ada kontrakan, atau penginapan mungkin...?"
" di sini tidak ada kontrakan Mbak, karena ini desa terpencil emangnya mbak mau ngontrak..? Mbak dari mana kok bisa sampai jam segini mencari kontrakan...? kenapa tidak saat pagi saja...?" pemuda itu terus bertanya
" klo begitu gue ikut Lo aja." ucapnya.
"haaah.. kok mau ikut aku mbak, tapi rumahku masih jauh dari sini mbak,."
"lalu ngapain juga Lo malam malam disini...?jangan bilang lo yang sudah merkosa dan membunuh itu yaa..?" ucapnya sedikit mundur dari hadapan pemuda yang menurutnya sangat tampan itu, kira kira 11 12 lah dengan Alzam, adik tunangannya yang ia kagumi itu.
"eh mbak, emang ada tampang saya seorang pembunuh...?"
"mbak saya itu buka bengkel dijalan sana" menunjuk tempat bengkelnya " tadi saya baru selesai dengan pekerjaan saya, karna ada pelanggan yang ingin motornya bisa di gunakan pagi ini, jadi saya lembur dan baru selesai." jelas Raffa detail, tidak ingin di sangka pembunuh oleh gadis di hadapannya , pemuda tampan yang di temui Yasmine adalah Raffael adik ustdz Zafir.
"klo begitu izinkan saya ikut Anda"ucap Yasmin merubah kata Lo gue menjadi lebih formal
"tapi ... saya tidak bisa membawa mbak kerumah saya, nanti dikira saya bawa kabur gadis di malam hari," ucap Raffa
" tolong jika Anda orang baik, anda tidak mau kan ninggalin saya di sini..?" Raffa garuk garuk kepalanya yang tidak gatal, ia berpikir bagaimana jika ia membawa gadis cantik ini kerumahnya, gadis yang penampilannya hampir tidak memakai busana ini, celaana pendek hingga hampir terlihat barangnya, baju kaos ketat yang hanya menutupi buah melonnya dan di tutupi jaket kecil juga.
"gimana yaaa...?" tanyanya pada diri sendiri, ia tidak mau sampai mendapatkan dawuh dari Abah.
"tolong ya pliis... tolong saya." menangkupkan tangannya
__ADS_1
"gimana klo mbak kebengkel saya aja dulu, mbak bisa bermalam di sana. disana ada kamar tempat istirahat saya kok mbak,beeok pagi saya kan buka lagi tuh bengkel."
" what's saya harus tidur di bengkel...? sendirian gitu...?"
" yaa mau gimana lagi mbak. lagian ini kan udah jam tiga , sebentar lagi kan udah keluar tuh matahari."
"kenapa Anda gak mau bawa saya kerumah Anda saja...?"
" duh maaf mbak, bukannya saya tidak mau, tapi ..." Raffa tidak meneruskan ucapannya,ia tidak ingin gadis cantik itu perasaan
" tapi kenapa....?"
" kita bukan mahrom mbak. jadi tidak baik seorang gadis serumah Dengan seorang pemuda," ucap Raffa
" mahrom...,??"
" iya bukan suami istri maksudnya..:"
" oh...,tapi saya takut jika sendirian di bengkel Anda."
"tidak papa mbak. Aman kok, pagi pagi sekali saya akan kembali lagi ke sini."
"kenapa kamu gak disini aja sekalian, nunggu pagi , biar saya tidak takut.?" lebih sopan lagi, padahal sebelumnya Yasmine tidak pernah berkata sesopan ini,.sebab semua teman-temannya sama seperti dirinya.
"maaf mbak, saya tidak bisa,. klo mbak mau saya akan antar mbak ke bengkel saya, tapi klo mbak tidak mau ya sudah, saya tinggal saja." ucap Raffa ,ia lebih takut pada sang Abah dari pada harus bawa pulang seorang gadis yang penampilannya sangat bertolak belakang dengan keluarganya.
"ya udah dech, dari pada aku di tinggal sendirian disini, mending aku tidur di bengkel kamu saja." akhirnya Yasmine mengikuti saran dar Raffa. ia tidak bisa memaksa pemuda tampan itu, sepertinya ia orang yang baik dan sopan ,hingga menolak gadis yang jelas2 mau ikut dirinya. klo misalnya orang yang gak baik, gak mungkin dong menolak pesona Yasmine yang aduhai itu.
" ya udah klo begitu mari saya Antarkan mbak dulu, kemudian saya mau pulang."
"Hem,, oke deh ayuk." Yasmine berbonceng pada motor Raffa dan hendak berpegangan pada perut raffa
__ADS_1
" jangan Deket Deket ya mbak, saya takut terjadi fitnah"
'hutf.. gini amat ya ketemu calon suami yang agamis' ucap Yasmin dalam hati.