SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 85 BELAJARLAH MENERIMA APA ADANYA


__ADS_3

۞﷽۞


𝐓𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐦𝐢𝐧, 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐑𝐮𝐩𝐚 𝐏𝐚𝐫𝐚𝐬𝐧𝐲𝐚. 𝐃𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐍𝐚𝐬𝐢𝐡𝐚𝐭, 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐝𝐢𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐥𝐞𝐭𝐚𝐤 𝐊𝐞𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚.


“𝙅𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙏𝙚𝙧𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙩𝙖 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝, 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙏𝙚𝙧𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙩𝙖 𝘿𝙞𝙧𝙞 𝙎𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞, 𝙙𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙡𝙖𝙝 𝙎𝙚𝙙𝙚𝙧𝙝𝙖𝙣𝙖 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙩𝙖 𝙈𝙖𝙣𝙪𝙨𝙞𝙖.”



𝐒𝐚𝐲𝐲𝐢𝐝𝐢𝐧𝐚 𝐀𝐥𝐢 𝐛𝐢𝐧 𝐀𝐛𝐢 𝐓𝐡𝐚𝐥𝐢𝐛


***


seluruh keluarga besar Ayra semuanya sudah selesai dengan urusan masing-masing, tinggal besok langsung ditempati saja, dan kini mereka berkumpul bersama di kediaman orang tua Ayra.


malam ini adalah malam pengantin bagi Ayra dan ustdz Zafir, mereka tidak lama-lama menahan ustdz Zafir di sana, yang mana mulai sore tadi mereka berdua belum pulang kerumahnya sendiri, "Ayra kamu bawa suamimu pulang ya Nak', istirahat lah dulu agar besok tidak terlalu capek,menemui tamu undangan seharian," pak Joko berkata pada putrinya itu.


"enggeh pak,"ucap Ayra melirik sang suami yang tidak jauh darinya,hanya terhalang bangku dan meja makan saja,.


mereka baru saja makan malam bersama dengan semua keluarga besarnya Ayra,sebenarnya ustdz Zafir mendengar apa yang di katakan oleh bapak mertua nya,namun ia menunggu Ayra memanggil nya.ustadz Zafir sengaja menunduk karna di sana banyak sekali sepupu Ayra yang perempuan, apalagi mereka dari tadi selalu berbisik-bisik,membuat ustdz Zafir sangat tidak nyaman,


"mas...,apa mas masih mau disini..?atau mau pulang sekarang...?"tanya Ayra lembut


"eem....,,karena besok pagi masih akan ada acara, mungkin lebih baik kita pulang saja Dinda...," suaranya sangaat lembut,selembut kue bolu.


"oh so sweet banget sih...." Rania memegang pipinya sendiri


"aaaaa, jadi pingin nikah juga...aku RAN..." saut Mida menggigit jari tangan nya sendiri


"Halah alay banget dech kalian semuanya..." Diyah mengomentari sepupunya sinis.padahal dia sendiri sudah mau menggoda ustdz Zafir dengan mau mengambil kesempatan sendiri,sebelum yang lain tau ia sudah beraksi sendiri tadi siang.


"sudah ayooo sana pulang Nak, sepertinya suamimu sudah butuh istirahat,"ucap ibu Ayra.


"enggeh buk,klo gitu Ayra pamit yaa semuanya.." menyalami tangan para tetua disana, sedangkan pada para sepupunya Ayra melambaikan tangannya.


"ayoo mas,kita pulang yaa...,,"ajaknya lagi pada sang suami


"mari Dinda....,"ustdz Zafir berdiri dari tempatnya dan bergegas menyalami mereka sebagaimana Ayra tadi..dan menangkupkan tangannya pada sepupu Ayra yang perempuan.


"saya mohon pamit dulu,Abah ummi dan semuanya, assalamualaikum" ucap ustdz Zafir


"wa alaikum salam warahmatullah"


mereka kemudian berjalan keluar dari rumah itu


"Ay...jangan lupa berdoa dulu yaaa....."teriak Lisa karna Ayra sudah berada di luar rumah,


Ayra sudah sangat merah wajahnya,ia tidak menyangka para sepupunya itu suka sekali menggodanya,"apaa sih kaak...?"ucapnya malu-malu,tapi ia lalu menggandeng tangan sang suami,berjalan menuju rumah mereka,


"suit..... suit....truk gandeng uy....awas nabrak Ay....,,"teriak para sepupunya itu, terlihat disana mereka semua berbahagia,hanya Diyah saja yang manyun dan cemberut. lisapun meliriknya dan bertanya

__ADS_1


"eh...kenapa tuh muka cemberut gitu...,,,kok kayak cucian belum di setrika aja Diyah...?"


tanya Lisa , dan bukannya menjawab Diyah malah pergi begitu saja.


"kenapa tuh si Diyah,dari tadi selalu cemberut terus gitu...?"tanya Lisa pada yang lain,karna Lisa tidak tau jika sang sepupu satu itu memang tidak begitu suka pada (ayra) ,.


"udah biasa kok,dia emang suka gitu Lis,biar ajalah,,besok juga udah ngumpul lagi tuh,," Mida berkomentar


"iya kak, biar aja dach,diyah emang suka aneh tingkahnya" Rania pun ikut menjawab


**


di jalan menuju ke rumah, Ayra hanya menunduk,ia sangat malu sebenarnya menggandeng tangan sang suami,namun ia ingin menunjukkan bahwa mereka sudah sangat akrab dan bahagia meski mereka berdua tidak saling mengenal sebelumnya.


" sayang...,kok diam aja...?"


"ee...ya....mau ngobrolin apa mas...,,?"


"emm,, ngobrol-ngobrol sambil berjalan itu Memang tidak baik Dinda, tapi klo hanya sedikit saja kita bicara itu lebih baik dari pada harus berdiam diri seperti tidak saling mengenal." ungkap ustdz Zafir pada sang istri.


" em.., bukan kah kita memang baru kenal ya..mas...?"tanya Ayra sambil tersenyum ke arah sang suami, wajah cantiknya memancing ustdz Zafir untuk terus menggoda Ayra


" ekheem,....benar sekali,makanya aku ingin lebih dekat dengan ber bicara denganmu Dinda ,"


" Ah,, lebih baik kita berjalan saja mas,biar cepat nyampek, yuuk...." menarik tangan ustdz Zafir pelan,,


kini mereka sudah hampir sampai ke rumah nya,,


"sayang....,,ayoo, kita bebersih dulu terus sholat isyak, dan....dan...,,"sengaja tidak meneruskan ucapannya


" dan apa....mas...??"


" dan berlanjut....,,"


" ber...lan..juut... ke..mana...??" sangat gugup


"hahhahaha ya tidurlah sayang,...,, emangnya mau kemana...? tersenyum dan mengerlingkan mata. "yuk ah..jangan sampai besok kita mengantuk di tengah tengah acara"ucapnya sambil melangkah menuju pintu rumah yang sudah tinggal beberapa langkah lagi.


"...??'';


Ayra dibuat terpelongo tidak percaya dengan tingkah ustdz Zafir ,. suaminya itu begitu sangat manis,dan memikat hati yang melihat nya, 'pantas saja banyak sekali fansnya, senyuman indah dan sangat mempesona terlihat lebih tampan dari biasanya' pikir Ayra ,.'terlihat saat kemaren malam saat foto bersama dengan para fans-fansnya itu ' uh... sungguh aku tak akan biarkan mereka terpikat lagi, senyum itu sekarang hanya milikku' ,,, .


ustadz Zafir membuka pintu sedang Ayra masih belum sadar dari lamunannya,


"sayang... ayoo masuk,"


"e.....hah..,,"


" ada apa Ayra...apa yang ingin kamu ketahui...?"

__ADS_1


" mas bisa baca pikiran...?"


"maksudnya....???"


" kenapa selalu tepat jika bertanya....?dari mana mas tau jika ada sesuatu yang ingin aku ketahui...?"


mereka berdua sudah masuk ke dalam rumah, setelah tadi mengucapkan salam,


"nebak aja kok Ay...,aku mau ke kamar dulu mau wudhu dan sholat,biar nanti tidak malas-malasan,. tanyakan nanti saja setelah mas selesai sholat oke sayang...,,;" tersenyum lagi. Ayra mengangguk,. 'meleleh hati ini bang,,,jangan senyum terus Napa...?bikin salting aja siiih' ucapnya dalam hati


"udah jangan bicara dalam hati terus...,yuk kamu istirahat dulu..," Ayra melotot seketika,.lalu ustdz Zafir menggenggam tangannya , membawa nya ke kamar. Ayra sudah tidak bisa berkata-kata dengan sikap dan tindakan suaminya itu.


sampai di kamar ,Ayra merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya,sambil menunggu sang suami selesai sholat.


beberapa saat kemudian terlihat suaminya sudah selesai dengan kewajibannya, Ayra langsung beranjak dari tempat tidur dan menyalami tangan sang suami.dan ustdz Zafir pun mencium puncak kepala Ayra,


"apa yang ingin kamu ketahui istriku...?"tanya ustdz Zafir setelah menge-cup sekilas dahi Ayra


"mas ...,,apa Mas Tama akan mencintaiku apa adanya..?"


"jika ada yang lebih membuat mas nyaman,apa mas akan meninggalkan Ayra...?" ustadz Zafir masih mendengarkan apa yang di tanyakan Ayra ,ia tau kecemasan yang di miliki sang istri,mungkin karena Ayra pernah melihat banyak para wanita yang mendekati nya.


"kenapa bertanya begitu...habibatii..?(kekasihku) apa yang membuatmu meragukan suamimu ini wahai istriku..?" membelai rambut Ayra yang masih tertutup hijab,


"karna...Ayra hanya orang biasa, sedang mas adalah orang yang istimewa."


"keistimewaan hanya milik Allah semata istriku


"BELAJARLAH MENERIMA APA ADANYA istriku...


"Syukuri apa yang telah dimiliki, agar kebahagiaan selalu berada disisi kita sayang" Ayra masih mendengarkan fatwa sang suami,


"Jangan cari KESEMPURNAAN, tetapi sempurnakanlah yang telah dimiliki...,,


"Dalam kehidupan NYATA kadang kita suka mempermasalahkan hal yang KECIL, yang tidak PENTING sehingga akhirnya merusak NILAI yang BESAR


"dengarlah Ayra...Persahabatan yang INDAH selama puluhan tahunpun bisa BERUBAH menjadi permusuhan yang HEBAT karena SEPATAH kata PEDAS yang kadang mungkin tidak DISENGAJA.


"dan Keluarga yang RUKUN dan HARMONISpun bisa HANCUR hanya karena perdebatan KECIL yang tidak PENTING."


"istriku...jangan sampai semua itu terjadi karena kurangnya syukur kita,kamu adalah istriku,dan aku tak akan berpaling kepada yang tidak halal.karna Allah akan murka jika itu terjadi Ayra.."


"maaf kan aku mas,,aku tidak meragukan mas,tapi aku ragu pada diriku sendiri yang tak layak mendapatkan suami seperti mas Tama..


"ALLAH menciptakan makhluknya berpasang pasangan sayang, semuanya sudah di Atur olehNYA,jadi jangan ragukan dirimu sendiri.


"iya akan Ayra ingat selalu mas Tama..."


"ohoo hoo... itukah panggilan yang manis dan spesial untuk ku mas Tama.... ini ZARAA...? "

__ADS_1


Hay Hay Hay....


jangan lupa like komen dan hadiahnya ya kak.udah aku kasih part yang lebih panjang.😘😘😘


__ADS_2