
pagi ini restoran Zz sangat ramai sekali, banyak sekali para pengunjung yang mengunjungi restoran tersebut hingga para pelayan pun kewalahan dengan kedatangan para tamu hari ini.entah apa yang terjadi hingga mereka berduyun-duyun datang ke tempat makan tersebut.
" eh disini itu beda yaa... makanannya enak banget cuy..."ucap salah satu pengunjung
"heem,,betul sekali,sangat enak dan juga harga terjangkau, padahal ini restoran yang sudah terkenal.." ucap yang lain
"sebenarnya siapa sih pemilik restoran Zz ini... gue jadi penasaran selama ini mereka tidak menampakkan wujudnya"
"katanya sih ini bukan punya satu orang, dengar-dengar restoran ini milik 4 orang tapi yang gue tahu selama ini yang mengelola cuman dua orang, mereka biasanya berkunjung ke sini sekali-kali."
"apa loo pernah melihat mereka... Mel...?"ya ternyata mereka adalah Amel dan kawan-kawanya. saat ini Amel pulang dari pesantren karena izin ada saudaranya yang sakit dan ia menyempatkan waktu untuk hangout bersama teman-temannya sekali-kali aja mumpung ada di luar pondok.
" eemm,,Iya pernah sih dulu ketika gue belum masuk ke pesantren,. gila.... yang punya itu keren abis guys."ucap Amel mengingat kembali saat ia melihat alzam dan juga Andika saat mereka berkunjung ke restoran Zz.
"wah ...beneran Mel...? gue juga penasaran nih sama mereka ...?"ucap teman-temannya Amel
"Iya sih tapi gue tahunya cuma dua orang aja, mereka masih sangat muda dan mungkin saja belum ada yang menikah ."
"waaaah.... ini kesempatan bagi kita Mel, siapa tahu aja mereka mau sama kita-kita ya nggak guys...?"Anita sangat bersemangat mendengar berita dari Amel.
"heem...,iya kita harus gunakan kesempatan ini, coba dong Mel intip-intip Mel, siapa tahu aja mereka ada di sini sekarang..." ucap Adilla
Amel pun melihat ke sekeliling memperhatikan adakah di sana pemilik restoran tersebut. namun ia menangkap kedatangan seseorang yang tak asing baginya karena setiap kali ada orang itu pasti ada orang yang ia benci nya itu
"hai guys lihat tuh siapa yang datang...?"mereka semua menoleh ke arah di mana yang ditunjukkan oleh Amel
"wow... bukannya itu Ustadz Zafir ya....? yuk ah kita minta foto bareng gue ngefans banget loh sama dia.." Anita beranjak dari tempat duduknya ingin menghampiri Ustadz zafir namun oleh teman-temannya ditarik belakang bajunya hingga ia terduduk lagi
"apaan sih... tarik-tarik gue segala."ucap Anita geram.
__ADS_1
"tunggu dulu lihat tuh dia menggandeng tangan seorang wanita, dan kayaknya gue tau banget tuh pada si wanita ini dia sahabatnya orang yang gue benci banget di asrama gue di pondok pesantren."ucap Amel pada teman-temannya
"maksud loo wanita yang di gandeng Ustadz zafir itu pernah mondok di pesantren bersama loo...?"tanya Anita juga Adilla serentak, Amel pun mengangguk membenarkan pertanyaan mereka.
"sayang duduk di sini dulu ya Mas sebentar saja mau ke Andika dulu di atas, atau Dinda mau ikut Mas menemui Andika...??"tanya Ustadz zafir pada Ayra ketika beliau sudah duduk di dekat meja Amel dan kawan-kawannya.
"nggak usah Mas Zara nunggu di sini saja... sambil memesan sarapan yang mau kita makan."tersenyum pada sang suami dan itu semua tidak luput dari perhatian Amel dan kawan-kawannya. kemudian ustad Zafir pun mengusap puncak kepala Ayra dan melangkah ke tempat biasa Andika berada di restoran tersebut. setelah ustad Zakir tak terlihat Lagi Amel menghampiri Ayra yang duduk di meja sebelahnya.
"hey...loo sahabat si miskin itu kan ..?"tanya Amel langsung tanpa ada sopan santunnya. Ayra pun melihat pada Amel Ayra tidak begitu mengenal Amel karena mereka meski satu pondok tetapi beda asrama
"apa nona bertanya pada saya...?"
"ya iyalah emangnya di sini selain elo siapa...lagi...?"tanya Amel lagi dengan berkecak pinggang
"saya tidak mengerti maksud nona.."
"loo sahabatnya si Syifa yang miskin dan dekil itu kan...?"semakin tidak sopan saja sikap Amel ia mengeraskan suaranya hingga pengunjung yang lain memperhatikan ke arah mereka.
"bukan urusan loo gue benci sama dia, gue cuma mestiin aja kalau loo emang sahabatnya dia"
"tak seharusnya nona berkata sekasar itu, kita semua itu diciptakan oleh Allah dan diberi rezeki oleh Allah .jangan sia-siakan hidup nona dengan kesombongan sebab yang nona miliki, semua itu hanyalah sebuah titipan dari Allah. miskin ataupun kaya di mata Allah itu sama yang membedakan adalah ketakwaannya dan kesopanannya serta akhlaknya."
"wah wah wah wah... ternyata loo sudah jadi bunyai yang tukang ceramah...? lihat guys di sini ada bunyai loh apa kalian tidak ingin mendengarkan ceramahnya...?"tanya Amel pada kawan-kawannya meremehkan Ayra begitu saja.
bahkan teman-teman Amel pun terkejut melihat tingkah Amel yang begitu tidak sopan terhadap orang yang baru dikenalnya. mereka semua meringis melihat tingkah Amel yang begitu barbar tersebut. dan tanpa menjawab pertanyaan dari Amel.
"maaf nona, sebuah nasehat itu datang dari siapapun mungkin setelah ini nona bisa mendapatkan hidayah setelah menghina seseorang dan merendahkannya."ucap Ayra tenang tak sedikitpun ia gentar meskipun Amel bersama dengan empat kawannya dan ia sendirian tapi Ayra memanglah pemberani tidak mau di injak harga dirinya jika ada yang menghinanya.
"wow gue salut sama loo, ternyata loo tidak sama dengan sahabat loo yang kere itu,, pemikiran loo itu lebih luas daripada dia dan gue yakin loo tidak sekere dia."ucap Amel lagi
__ADS_1
"kere ataupun tidak tak sepantasnya kita saling menghina , karena perbuatan tersebut sangat hina di mata Allah justru harusnya nona berpikir bahwa hidup itu bukan hanya sekedar harta belaka, hidup itu harus berwarna bukan hanya banyak harta saja bisa hidup bahagia namun orang miskin pun terkadang jauh lebih bahagia daripada orang yang kaya raya yang punya banyak harta"lagi-lagi Aira membantah ucapan Amel
"heh ya udahlah gue ke sini kan cuman nanya lo itu sahabatnya si Syifa atau bukan....? gitu aja muter-muter dari tadi."ucap Amel kesal
" heeem iya aku emang sahabatnya Syifa lalu kenapa...? apa urusannya dengan nona...?"
"emang gak ada urusan. gue pengen tau aja. eh... ngomong-ngomong kenapa tadi loo bergandengan tangan dengan pria itu...? jangan bilang lo pacaran di tempat umum?! ceramahnya aja kayak bunyai, tingkahnya mah kalah kita-kita ya gak guys...?"teman-teman Amel hanya mengganggu mengiyakan ucapan Amel, meski sebenarnya mereka tidak berniat menghina tapi mereka ingin tahu siapa Ayra bagi Ustadz zafir.
"daripada nona berkata salah lebih baik diam,. agar tidak menambah lebih banyak dosa." ucapan Ayra sangat mengena dan menusuk.hingga Amel berdiri dan pergi begitu saja dari hadapan Ayra. karna Amel sudah menjauh,Ayra ingin menyusul sang suami ke atas,namun sang suami sudah terlihat berjalan bersama sahabatnya itu,Andika ,ya Ayra tau jika sahabat ustdz Zafir adalah,Alzam Andika dan Romi sepupunya itu saat di pesta pernikahan mereka.
"assalamualaikum Ning .."ucap Andika menyapa Ayra istri dari Sahabatnya plus gurunya itu.
"wa alaikum salam ,"Ayra berdiri ,lalu duduk kembali.
sedangkan Amel mencolek-colek kawannya dan berbisik "lihat tuh diaโฆ. dia yang punya restoran ini di sebelahnya ustaz siapa tadi yang menurut kalian fans kalian itu."
"beneran Mel..? uuuh mereka ganteng-ganteng banget ya tapi sayangnya Ustadz zafir sudah menggandeng si gadis itu, siapa ya dia...?" Adilla penasaran
"Halaah... palingan juga cuman pacar doang ,kenapa nggak kita rebut aja...?"ucap Amel sinis Iya benci pada Syifa makanya ia juga nggak suka sama sahabatnya Syifa.
"jangan ngadi-ngadi kamu ya Mel ,ini di tempat umum apa kamu nggak malu dari tadi sudah diceramahin sama tuh cewek...?"ucap Anita.
"pantesan juga gue kemana-mana lihat tuh penampilannya hampir 11 12 sama si kere dan si miskin itu, ya pantaslah dia emang sahabatnya sih.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
dukung karya author ya kak dengan like dan komentar kalian.biar author lebih semangat lagi menulisnya.
__ADS_1
pasti ada temannya itu.