
POV ustdz Zafir
Setelah kami bercinta pertama kali bahkan kami melakukannya dua kali tanpa ada jeda,. Ahh sebenarnya lebih tepatnya bukan karna aku yang terlalu tinggi ego dan tidak memikirkan kondisi Ayra yang seharusnya dalam keadaan yang sangat sakit, namun saat hendak ku cabut benda pusakaku ia malah menahanku dengan melilitkan kedua kakinya di badanku, aku tidak tau apa yang sebenarnya akan ia lakukan, beberapa saat kemudian terlihat ia memancing kembali untuk membangunkan pusaka kebanggaanku dengan meletakkan kepalaku di dadanya bahkan ia sesekali mengecupiku, mulanya kubergerak ringan, namun kulihat ia menggeliat, semakin ku pacu lebih cepat dan lebih cepat ia seperti semakin semangat, seharusnya ia kesakitan di awal-awal seperti ini, tapi karna sepertinya ia yang sudah memberikan lampu hijau kuyakin jika ia menginginkan lebih, hingga kami sekali lagi menyatukan diri sampai kenirwana yang kedua kalinya, ku lihat istriku yang cantik namun ia sangat terlihat sedang sangat capek, ku mulai mencabut pusaka dari tempatnya dan membersihkan diri kekamar mandi, kemudian kulihat ia masih belum tidur, kudekati dan kupeluk tubuhnya lalu tak lama ia begitu sangat lelap , kucoba untuk merebahkan diri juga karna aku juga begitu lelah, tak tau kapan aku terlelap tapi sepertinya malam ini adalah malam yang bersejarah dan memang sudah Allah hadiahkan untukku, disaat aku begitu terlelap dalam tidurku, aku terbangun karena merasa terusik dengan sesuatu, saat ku buka mataku kulihat istriku sudah berada di atasku, kulirik jam ternyata masih jam satu dini hari, Ayra bukan hanya sekedar tiduran di atas tubuhku tapi ia menciumi wajah, leher dan seluruh tubuhku , entah apa ia sedang bermimpi atau bagaimana.... tapi aku sampai di buat kewalahan dengan tindakan yang dilakukannya, ku panggil dia sayang dan ku pegang wajah serta tangannya untuk membuat ia tersadar tapi bukannya berhenti ia malah menciumi tubuhku semakin bertambah ke bawah, dan tak bisa ku pungkiri jika aku juga tergoda, benda pusakaku juga sudah siap menantang, pria manapun pasti juga tidak akan bisa bertahan jika seperti ini, ketika ia tau pusakuku sudah siap , aku semakin tak percaya Ayra menggesekkan miliknya pada pusakaku, perlahan namun pasti seperti tau pada tempatnya Tampa di pandupun kini pusaka itu sudah masuk sempurna, aku masih berada di di bawah, Ayra mengendalikan permainan di atasku, berkali-kali ia mengerang nikmat sambil mengelusi wajahku, ku tersenyum padanya malah Ayra semakin ganas, aku akan mencapai puncak, ku ambil peran untuk berada di atas tanpa mencabut pusaka itu lebih dulu, ku terus berpacu hingga kami mencapai kesuksesan yang ketiga kalinya malam ini, aku merasa sangat lelah, aku tumbang di atas istriku yang luar biasa itu, ia tersenyum bahkan membiarkan aku terus berada di atasnya. Membiarkan aku beristirahat sejenak, namun tak berselang lama lagi-lagi Ayra mengambil langkah melu-mat lembut bibirku, menciumi seluruh wajahku tanpa henti, tersenyum sangat manis serta memikat hatiku, bahkan pinggulnya bergerak secara alami dan baru ku sadari jika pusakaku masih menyatu dengan miliknya, karna tadi belum ku cabut benda tersebut,
ya Allah aku berdoa dan bersyukur kepada-NYA dalam hati, karna memberikan malam sepesial bagi kami berdua, dan memberikan Surga dunia yang tak pernah sekalipun ku alami se umur hidupku, hanya baru kali ini, meski aku pernah ber istri sebelumnya tapi aku tak pernah menyentuh nya sama sekali.
Aku hendak turun dan mencabut pusakaku namun sekali lagi Ayra tak membiarkan aku mengeluarkan benda tersebut, ku akui ia sangat kuat, bahkan aku hampir tak sanggup untuk mengulangi dan mengimbangi permainan lagi, tapi sepertinya istriku itu masih terus berusaha membangkitkan kembali gairahku, bahkan kali ini ia memegang tanganku dan meletakkan di kedua gundukan bukit kembarnya, aku tertegun tapi ia mengerang membuatku semakin terpacu untuk meremasnya lembut, bahkan ia membusung seperti menyerahkan untuk ku nikmati pucuknya , perlahan ku mendekat dan ku lu-mat bergantian kedua pucuk gunung tersebut membuat sang empu menggelinjang hebat dan sudah ku pastikan jika pusakaku yang masih terbenam di dalamnya kembali bangkit dan siap mencangkul sawah di bawahku, dan kami menyatukan diri yang ke empat kalinya di satu malam yang sangat istimewa ini. Sekarang aku benar-benar tumbang, aku seperti lumpuh seketika, mungkin karna terlalu lelahnya, sedang Ayra kulihat ia sudah nyenyak dalam tidurnya,
POV off
setelah selesai mandi junub dan pastinya sudah segar dan harum lagi, Ayra sudah tidak se lemas tadi sekarang ia sudah lebih kuat dari sebelum mandi, tapi karna melihat sang suami belum juga beranjak dari tempat ibadahnya, Ayra berinisiatif untuk mengganti seprei yang begitu berantakan,. 'seperti terkena badai saja semalam', gumamnya lirih, ia mengambil sepreinya dan meletakkan di bak husus pakaian kotor, kemudian setelah selesai menata rapi lagi tempat tidurnya, ia ingin pergi ke dapur untuk mengambil sedikit makanan yang ada, Ia merasa sangat lapar saat ini. namun belum ia melangkah menuju ke pintu kamarnya, sang suami menyapanya "sayang .... sudah bangun...? mau kemana...?" tanya beliyau sambil menghampiri Ayra
" emm.. iya mas, Ayra mau ke dapur mau ambil sesuatu, yang mungkin bisa mengganjal perut, Ayra sangat lapar mas.." jawabnya lirih sambil menunduk, sepertinya ia masih memikirkan kelakuannya tadi malam, apalagi berani melakukannya dua kali lagi dalam mimpinya. ia jadi begitu sangat malu sekarang,
__ADS_1
" mau mas temani sayang...?" ustadz Zafir menawarkan diri takut Ayra merasa takut jika sendirian,.
"eeee ... tidak perlu mas, Ayra bisa sendiri kok, mas tunggu disini saja,."
" ya udah, klo gitu mas tunggu disini saja yaaa..,"
" hemm, Ayra tinggal dulu ya mas bentar..,"
" iya sayang"
karna sudah hampir 40 menit sang istri belum juga kembali ke kamarnya, ustdz Zafir hendak menghampiri Ayra ke dapur, dan juga hanya 15 menit lagi akan masuk waktu subuh, beliyau segera melangkah menuju dapur untuk melihat sang istri,
" sayang...," panggil ustdz Zafir ketika melihat Ayra sedang bergumam sendiri dan ada makanan yang sudah tersedia di meja makan minimalis milik mereka,
__ADS_1
" eh...mas Tama, Ayra sedang memasak mas karna tidak ada makanan yang bisa di makan..hanya ada buah saja mas."
"gimana apa sudah selesai sayang...?" melihat apa yang sedang Ayra goreng di wajan
"tinggal ikan asin ini saja mas.. sebentar lagi udah siap semua, mas juga mau makan di pagi buta begini...?"
"heeem,, mas juga sangat lapar, apalagi lihat ikan asin dan sambal teri yang bikin perut makin keroncongan." ucap ustdz Zafir tersenyum dan sesekali mencomot ikan teri kecil yang sudah di gereng itu
" mas tolong lihat nasinya yaa, sudah matang apa belum," melihat pada magiccom
" sudah matang sayang... sudah siap disantap bersama." seketika wajah Ayra merona mendengar kata siap santap, mengingatkan nya kembali pada pergulatan yang begitu dahsyat bahkan ia yang selalu mendominasi sang suami, apalagi saat ia sedang bermimpi itu terlihat begitu sangat nyata. tapi Ayra tak ingin membahasnya bahkan meski hanya sebuah mimpi tapi ia sangat malu, karna begitu sangat mesum menurutnya.
"sayang....kok bengong...?...
__ADS_1
aduh maaf ya kak, efek jumAt otak othor terkontaminasi ini kak,😁😁😁😁
salam sayang semuanya 🥰🙏 komentar kalian sangat berharga bagi author.