
Ustadz Zafir selesai mandi kemudian merapikan pakaian dan juga berkas yang akan ia bawa pagi ini,
"sayang sana gih mandi dulu.." ucapnya pada Ayra yang masih berada di ranjangnya
"em iya mas," Ayra beranjak dan masuk kamar mandi
setelah selesai dengan semua yang di bereskan ustdz Zafir menunggu sang istri yang belum keluar dari kamar mandi. beberapa saat kemudian terlihat Ayra yang sudah segar dan tampak begitu lebih cantik Alami dengan pakaian sederhana namun cukup anggun dan elegan.
"jamm berapa nanti mas pulangnya...?"
"seperti biasanya sayang, kenapa...?" tanyanya lembut
"ee enggak papa sih , siapa tau pulang cepat mas"
"maaf sayang, karna mas harus benar-benar memperhatikan kerjaan disana, jadi ya harus konsisten sayang, kecuali ada sesuatu yang memang terdesak dan mendadak." ucap ustdz Zafir melihat sang istri yang sudah selesai menyisir rambutnya
di restoran Zz saat ini sudah banyak cabangnya dan lebih banyak peminatnya daripada sebelumnya, belum lagi ustdz Zafir memang bekerja di pusatnya karna kedua sahabatnya menyerahkan kepemimpinan kepada beliyau, mengingat masalah Alzam yang belum juga putus sampai saat ini, dan Andika harus kesana kemari untuk mengecek restoran cabang yang tersebar di beberapa daerah, jadi mereka sepakat untuk menjadikan ustdz Zafir sebagai pimpinan mereka.
" sayang mas berangkat ya mmuach.." ustdz Zafir menghampiri sang istri yang masih setia menatap kearahnya, tak lupa beliyau memberikan kecupan di dahi Ayra lalu bersalaman
"eee iya mas, hati-hati ya jaga baik-baik hatinya dan senyuman mas"
"iya sayang, pasti. assalamualaikum" lanjut ustdz Zafir
"wa alaikum salam" Ayra masih tetap menatap kepergian sang suami yang masih menggunakan motor miliknya, setelah tak terlihat lagi, barulah Ayra kembali ke kamarnya dan mengunci pintu depan,.
setiap hari di restoran Zz pusat yang di tempati ustdz Zafir begitu sangat banyak pengunjung bahkan sampai berdesakan di luar ruangan. semenjak kepemimpinan di pegang oleh ustadz Zafir tak jarang semua pengunjung setia menunggu sang pemimpin yang akan keluar dari ruangannya tiap 3 jam sekali, yaitu pada pukul 10.00 pukul 13.00 pukul 16.00 dan yang terakhir pukul 19.00. mereka yang sudah sering makan di sana sudah tau kebiasaan itu, jadi mereka semua begitu sangat antusias untuk menunggu momen dimana salah satu pemilik restoran Zz yang tidak pernah menampakkan diri sebelumnya itu.
*
Raffa penasaran dengan kertas yang berada di atas bantal miliknya itu, ia kemudian mengambil dan membukanya,
__ADS_1
*teruntuk sang penolongku
terimakasih banyak atas pertolongan anda, dan maaf saya pulang tanpa pamit karna mendadak di jemput keluarga,
saya berharap semoga suatu saat nanti, saya bisa bertemu anda lagi Raffa. Akan selalu saya ingat wajah dan nama anda di hati ini, walau pertemuan kita sangat singkat tapi anda sudah membuat saya terkesan.
salam
putri Yasmine*
setelah selesai membaca surat Yang di tulis oleh gadis yang sempat ia suruh tidur di bengkelnya itu, Raffa kemudian meletakkan surat itu di laci kamarnya dan melangkah menuju ruangan yang biasa digunakan untuk berbenah. Raffa melihat lagi motor pelanggannya lalu menghidupkannya, ia memastikan jika motor itu betul-betul sudah beres dan siap di pakai sebelum orangnya mengambilnya.
"ah sudah beres, tinggal menunggu orangnya" ucapnya sambil mematikan lagi motor itu.
"hmm kenapa dengan gadis itu yaa,..? tadi malam kelihatannya dia sangat senang bisa sampai di desa ini, dia bilang mau cari kontrakan, tapi kok malah di jemput keluarganya ya?" gumam Raffa sendirian, bahkan saat ini ia merasa kanapa ia memikirkan gadis yang mengaku bernama Putri itu.
*
semua keluarganya sudah masuk kedalam kamarnya masing-masing begitu pula dengan Diki, ia tadi di antar Alzam kedalam kamarnya dan di bantu naik ke atas tempat tidurnya,
Diki termenung sendirian di dalam kamarnya, mengingat masa-masa yang ia lewati bersama Yasmine, Diki tak pernah sekalipun menyangka jika Yasmine menjadi jahat seperti itu, karena selama bersama dengannya Diki tidak melihat gejala seperti itu pada sang tunangan, bahkan Diki sudah menerima perjodohan itu walaupun sebenarnya tidak ada yang saling cinta di antara keduanya, ia mengira jika Yasmine juga bisa menerima perjodohan seperti dirinya, Namun ternyata Yasmine lebih suka pada sang adik, "kenapa yass ...? kenapa harus begini...?" ucapnya lirih sambil tiduran di atas kasur nya.
"jika kau lebih memilih Alzam, kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya?tak perlu mencelakai aku, cukup katakan saja yang sebenarnya, aku akan rela menyerahkan keputusan padamu"
"apa yang kamu lakukan saat ini yass...?kenapa harus seperti ini? di saat aku sudah mulai jatuh cinta padamu dan menerimamu dengan segala sifat kasarmu kenapa harus sekejam itu...?" setetes air mata jatuh tak terasa,
Yach Diki memang sudah mulai jatuh hati pada mantan tunangan nya saat itu, namun tidak lagi sekarang, Diki sudah mengubur rasa itu dalam-dalam dan tak ingin lagi mengingat Yasmin kembali.
"aku tidak seharusnya memikirkan perasaan ini, yang harus ku pikirkan sekarang bagaimana caranya agar aku cepat sembuh dan kembali lagi mengejar cita-citaku" ucap Diki menyemangati diri sendiri. kemudian ia membenar selimut dan mulai memejamkan matanya,.
"mas.."
__ADS_1
"hemm"
"gimana dengan bang Diki ..?tanya Syifa pada suaminya
"ya sudah lebih baik dik, kenapa..?"
"aku cuma kepikiran aja mas, kasian banget sama bang Diki, udah kecelakaan, batal nikah lagi,"
"ya mending batal menikah, klo wanitanya seperti Yasmine sayang..."ucap alzam
"kenapa sih nona Yasmine begitu jahat sama bang Diki? padahal kan beliyau sangat sabar dan baik?" tanya syifa lagi
"ya karna dia sudah di butakan mata hatinya sayang. sudah ada yang jelas2 menerima dia , tapi malah membuat kejahatan seperti itu" kini mereka sudah siap untuk istirahat setelah kejadian tadi pagi sangat menguras energi
"kita tidur yuk sayang" ajak Alzam pada sang istri
"tapi hanya tidur saja ya mas, gak ad yang lain ."
"maksudnya yang lain apa sayang...?"
"ya kita tidur saja,tak perlu ada tambahannya" ucap Syifa sambil menyatukan kedua pasang jarinya membentuk seperti burung yang lagi ciuman
"hahahahaha kirain apaan sayang,? ya udah tidur aja tanpa ada yang lainnya" ucap Alzam mendekati Syifa
"eh mau apa mas..?"
"aduh sayang, mas cuma ingin peluk kamu, gak lebih."
" beneran ya mas, Syifa capek banget soalnya." ucap Syifa lagi sambil tersenyum imut
"iyaaa sayaang, sini... mas peluk" akhirnya mereka berdua tidur saling berpelukan tanpa ada yang tambahan yang lain hingga pagi menyapa alam semesta.
__ADS_1