SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 107 RAYUAN MAUT


__ADS_3

" mas minta maaf ya sayang, seharusnya mas yang memberikan kejutan buat Dinda, tapi ini malah Dinda yang memberikan kejutan buat Mas, Mas jadi merasa bersalah sayang, sekali lagi maaf ya..."Ustadz Zafir benar-benar merasa bersalah Ia memang tidak bisa membuat kejutan yang romantis seperti sahabat-sahabatnya.


"nggak apa-apa kok Mas, terima kasih udah nemenin Ayra makan tadi, kalau gitu kita kembali lagi ke kamar ya Mas" Ayra masih tetap berusaha untuk tersenyum ia tidak ingin kelihatan sedih walaupun sebenarnya ia sangat sedih


"sayang kamu nggak marah kan sama mas...? maafin mas ya sayang, mas mungkin memang tidak romantis seperti yang Dinda inginkan. tapi mas ingin berkata jujur pada Dinda jika semua ini di lain hari atau lain kali mas tidak ingin Dinda capek-capek untuk membuat kejutan buat mas. karena seharusnya yang membuat kejutan itu adalah mas dan bukannya Dinda, maaf sekali lagi sayang" lagi-lagi Ustadz zafir memeluk sang istri dan mengecupi wajah sang istri dia sungguh-sungguh merasa bersalah karena Ayra sudah sedemikian rupa menyiapkan kejutan untuk dirinya namun beliau berkata seperti itu, ingin rasanya ia cabut kembali ucapannya, namun ucapan yang sudah keluar tidak mungkin bisa dicabut kembali, maka dari itu setiap ucapan adalah sesuatu yang sangat penting untuk di jaga, jangan sampai menyakitkan. karena dengan ucapan yang menyakitkan seseorang bisa membunuh yang lainnya, karena dengan ucapan seseorang bisa terbunuh . ucapan adalah kata-kata yang sangat sensitif dan harus di jaga baik-baik,.


"enggak apa-apa kok mas, udah ayo kita kembali ke dalam rumah"sambil berjalan dengan menggandeng lengan Ustadz Zafir lagi


sesampainya di dalam rumah mereka langsung menuju kamarnya, masih ada rasa canggung antara mereka padahal tidak ada niat di antara mereka untuk menjadikan sebuah jarak. bahkan Ayra membuat semua kejutan itu agar menjadi lebih dekat dengan suaminya dan ini ternyata malah menjadikan jarak yang canggung untuk mereka berdua.


kini mereka sudah berada di tempat tidur mereka, Ayra tidak mengatakan apapun begitu pula dengan ustadz zafir, mereka merebahkan diri ditempat yang sama namun tidak saling berhadapan mereka saling merasa canggung dengan salah satunya. sampai akhirnya ustdz Zafir membuka percakapan antara mereka.


" sayang bolehkah Mas tanya sesuatu..?"


"mau tanya apa Mas..? silahkan saja kalau Ayra bisa jawab nanti Ayra akan menjawabnya."


"apa Dinda mencintai Mas...? Mas yang sederhana tidak romantis ini...? dan mas yang sudah pernah menikah sebelumnya..? Apakah Dinda pernah membayangkan jika akan punya seorang suami yang sempurna bukan seperti mas...?"pertanyaan beruntun yang keluar dari Ustadz zafir membuat Ayra juga merasa bersalah karena ia tidak menuntut untuk menjadikan suaminya orang yang romantis. ia hanya ingin memberikan kejutan yang romantis menurutnya buat sang suami.


"Mas...., Mas adalah pria yang selalu hadir dalam bayangan Ayra dan selalu hadir dalam mimpi Ayra, Mas adalah pria yang sangat Ayra impikan, bahkan mas adalah pria yang sangat sempurna. mas tidak perlu bertanya Apakah Ayra mencintai Mas..., karena Ayra sangat sangat mencintai Mas, semua yang Ayra harapkan, semua yang Ayra inginkan itu ada pada diri mas, semuanya Mas. mas adalah suami idaman Mas adalah suami khayalan Ayra. terima kasih Mas sudah menerima Ayra, Ayra sangat beruntung mempunyai suami seperti Mas,." jawaban Ayra tak kalah panjangnya dari pertanyaan Ustadz zafir


"terima kasih sayang jawaban dinda sudah menentukan bahwa Dinda adalah wanita yang sangat sempurna, dan semoga kita ditakdirkan berjodoh sampai di akhirat nanti."


"Aamiin ya rabbal aalamiin" kini mereka saling berhadapan


"sayang... mas tidak ingin ada kecanggungan di antara kita, mas sangat menyukai jika Dinda agresif seperti malam itu, bahkan mas sampai kewalahan menghadapi Dinda.." ustdz Zafir lagi-lagi mengungkap kejujuran , beliau menarik Ayra ke dalam dekapannya


"malam itu...?"...?" tanya Ayra berpikir dan mengingat kembali

__ADS_1


"ah maksud mas, mas suka Dinda yang lebih dulu mengajak bermujamaah, (berkumpul) karna pahalanya lebih di lipat gandakan jika istri yang mengajak dulu"


"ah mas, tau ah gelap" pipi Ayra sudah sangat memerah ia sangat malu dan sangat malu di hadapan sang suami. ia kemudian menyelimuti dirinya sampai ke ujung kepala,.


"hhhhhhh, tapi mas suka sayang, sungguh sangat suka" ustdz Zafir pun juga masuk kedalam selimut yang sama. ustadz Zafir tidak ingin kecanggungan di antara mereka terus berlanjut, maka dari itu ia berusaha untuk memberikan rayuan maut ala dirinya,


"ah mas, geli... mas,." Ayra yang di ciumi di bagian tengkuk lehernya begitu merasa gelisah dan sudah membuat dirinya terpancing hasraat .


ustadz Zafir terus memberikan rangsangan agar sang istri mau menerima ajakan untuk bercinta tanpa harus canggung lagi, ia suka Ayra yang lebih mendamba dan agresif.


"mas... ah...oke Ayra ngalah, Ayra tidak tahan lagi, mas harus tanggung jawab." ucap Ayra yang membuat ustdz Zafir tersenyum, begitu menggoda, sangat tampan dan mempesona, membuat Ayra langsung menyambar bibir sang suami dengan begitu menikmati hidangan yang lezat dan istimewa itu.


mereka memulai lagi malam indah mereka yang sangat bergairah dan memicu terjadinya gempa di atas kasur mereka, beguling bergulat dan saling mendamba satu sama lainnya. hingga tanpa mereka sadari jika saat ini sudah jam 12 malam. mereka bertempur kurang lebih 3 jam, tanpa ada rasa lelah, namun dalam waktu yang lama itu mereka tidak hanya sekedar bermain begituan, namun di isi juga dengan cum-bu rayu dan saling memberikan kenyamanan,memulai lagi, bercum-bu mesraa lagi dan begitu seterusnya hingga saat ini. setelah selesai dengan ritual mereka tak lupa akhirnya mereka bebersih dulu dan beristirahat.


*


"mi...apa Raffa tidak pulang malam ini ...? tak biasanya dia tidak berjamaah " Abah bertanya pada umi karena putra bungsunya itu selalu ikut berjamaah setiap hari Namun hari ini tidak kelihatan oleh Abah.


"pulang kok bah, cuman tadi jam 03.00 itu dia pulangnya, katanya masih membenarkan dan menyelesaikan motor milik pelanggannya untuk digunakan pagi ini bah."


"oh jadi Rafa belum sholat subuh kan umi...? bangunkan dulu ya biar dia sholat Subuh dulu dan meneruskan tidurnya lagi setelah shalat,"


"nggeh bah,"kemudian umi beranjak menuju ke kamar Rafa untuk membangunkan putranya


sedangkan Abah tetap berada di mushola menunggu sampai waktunya salat Dhuha sambil berdzikir.


tok tok tok tok

__ADS_1


"Rafa bangun dulu nak, ayo sholat subuh dulu nanti setelah sholat dilanjut lagi ya tidurnya... "


Rafa menggeliat kemudian ia bangun "enggeh umi"


setelah selesai sholat niat hati ingin tidur kembali namun ia teringat akan gadis yang ia suruh tidur di bengkelnya itu.


"aduh...apa dia bisa tidur nyenyak di sana yaa..?" gumamnya


"klo begitu aku akan lihat dulu dech, sebelum nanti di ajak ummi kerumah mas Adi."ucap Raffa lagi.


kemudian ia kembali masuk kekamar mandi dan berganti pakaian,


sesampainya di ruang tamu ia bertemu dengan ummi


"eh mau kemana nak...?"


"mau kebengkel lagi ummi"


"ini masih jam 6 loh nak, tidak biasanya kamu buka bengkel jam segini..?!"


" eh kan... katanya ummi mau ajak Raffa ke rumah mas Adi, jadi Raffa bukanya lebih pagi Mi."


"harusnya kan kamu libur aja nak, gak usah buka bengkel untuk hari ini." ucap ummi lembut


"Raffa cuma mau buka sebentar aja kok Mi. nanti setelah motor milik pelanggan itu di ambil, Raffa akan tutup lagi dan pulang." Raffa tidak berbohong ia memang akan buka sebentar untuk menyerahkan motor pelanggan nya itu, tapi di samping itu ia juga ingin melihat gadis semalam yang sudah ia tolong.


"ya udah Raffa berangkat dulu ya Mi...?" menyalami tangan sang ummi

__ADS_1


"sarapan dulu nak."


__ADS_2