SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 73, KEIKHLASAN


__ADS_3

"Kenapa ayah...?apa yang terjadi...?"tanyanya lagi pada sang ayah


"Sekali lagi maaf kan ayah nak.tapi karna mungkin jodohmu sudah menghampiri,maka ayah tidak bisa lagi menolak takdir yang kuasa"


"Jodoh...?Maksud ayah..?"


"Iyaa nak, seorang pemuda telah meminangmu,dan meminta segera menikah denganmu nak"ucap pak Suryo tidak memberitahu jika yang meminangnya adalah orang yang pernah menolong dirinya.


"Ayah, tidakkah Syifa masih terlalu muda untuk menikah..?"Syifa masih berharap bisa ketemu lagi dengan penolong nya itu.


"Tidak nak,saat ini umurmu 18 tahun, banyak gadis desa yang sudah menikah saat seumuran denganmu,ayah harap kamu tidak menolak nak,karna ayah berhutang Budi pada pria itu.ayah juga ingin menolongnya yang minta tolong sama ayah."


"Hik...hik...hik...jadi Syifa akan menikah kapan yah...?"


"2 hari lagi nak,kamu akan di akad di KUA dan akan di bawa ketempat resepsi besok pagi nya.dan menurut tunanganmu dia juga akan menikah bersamaan dengan sahabatnya."


"Yah...,Apakah ini semacam menikah karna hutang Budi...?"


"Tidak nak,karna ia tidak memaksa jika ayah tidak merestui pernikahan ini ,namun karena ayahlah yang setuju dan ingin membalas kebaikannya terhadap kita nak."


Syifa masih tetap berada dalam pelukan hangat sang ayah.menangis terisak merasa sangat berat beban yang harus di pikul,namun ia tak ingin mengecewakan sang ayah yang sudah berjuang untuk hidup nya selama ini.syifa melihat wajah sang ayah yang sudah mulai terlihat keriput , wajah yang tampak lebih tua dari usianya,mungkin karena pekerjaan yang ia lakukan sangatlah berat,Syifa mengamati raut wajah sang ayah yang juga terlihat sedih,lalu ia mengatakan"ayah apa ayah sangat setuju dengan pernikahan ini...?"tanyanya lagi dengan maksud untuk mengetahui apakah sang ayah terpaksa atau tidak


"Sangat setuju nak,pria itu bukan hanya baik,ia juga sangat bersahaja meskipun tau dengan ke adaan kami tapi ia tidak malu dengan kondisi keluarga kita nak, ia juga sangat tampan menurut ayah"terlihat di wajah sang ayah saat mengatakan itu ada raut kebahagiaan yang tak bisa di pungkiri,Syifa sudah pasrah dengan taqdirNYA, mungkin ini adalah yang terbaik,dari pada ia selalu dipesantren tapi jodoh tak kunjung datang,hingga dia boyong bukan karena menikah tapi sebab ayah tak mampu lagi membiayai,jadi lebih baik ia boyong sekarang karna sebab menikah


"Baiklah yah,Syifa sudah siap jika itu menurut ayah adalah yang terbaik."semakin erat pak Suryo merangkul sang anak dan sesekali mencium puncak kepalanya, bersyukur karena memiliki putri yang begitu besar hatinya.dan selalu memberikan kebahagiaan padanya


"Terimakasih nak, terimakasih"ucap pak Suryo,wajah nya kini berganti terlihat berbinar seketika.syifa bersyukur masih ada orang yang mau melamarnya di saat ia tidak punya harta, setelah beberapa saat kemudian Syifa melihat Ayra juga keluar dari dalam menghampiri seseorang yang mungkin sebaya dengan ibunya,namun terlihat lebih bercahaya dan lebih cerah mungkin dia ibu Ayra,karna sangat cantik dan lembut seperti wajah sahabatnya itu,Syifa melepaskan pelukan sang ayah dan menyapa sahabatnya itu."ay...,kamu sudah siap ...?"kemudian berjalan menghampiri Ayra dan ibunya tak lupa Syifa menyalami ibu ayra


"Eh Syifa,kamu juga sudah mau pulang..?"tanya Ayra balik.


"Teman kamu nak...?"tanya ibu Ayra


"Iya buk,Syifa sahabat Ayra..,"jawabnya pada sang ibu

__ADS_1


"Oh iya Ay... sebenarnya aku...aku...bukan hanya pulang biasa Ay..."


"Maksudnya gimana faa...?"


"Aku juga akan boyong hari ini ay..., aku juga akan menikah dadakan."ucapnya sambil melangkah lebih dekat pada sahabatnya itu


"Apa...faa..? selamat ya faa...doamu terkabul faa... bukankah kamu kemaren ingin menyusulku..?" Ayra langsung merangkul Syifa dan tersenyum bahagia


"Iya Ay...bahkan sepertinya kita akan menikah di hari yang sama,"


"Benarkah...? bagaimana kita bisa hadir di acara kita,klo kita nikah di hari yang sama faa.?"ucap Ayra


"Entahlah Ay...,padahal aku juga ingin hadir di acara pernikahanmu...,"menunduk


"Kapan kamu akan melangsungkan pernikahan itu faa,..?siapa tau waktunya tidak sama...?"


"Kata ayah 2hari lagi aku akan akad di KUA, dan besok paginya resepsinya Ay...,"ibu Ayra menatap Syifa,'apa mungkin dia yang juga akan menikah bersama an dengan Zahira' pikirnya bertanya


"Hem,, iya buk,"lalu ibu Ayra menghampiri ayah Syifa yang tak jauh dari tempat duduknya.


"Pak, boleh saya tanya di KUA mana putri bapak akan di akad..?"tanya ibu Ayra pada pak Suryo yang dari tadi mengamati interaksi sang putri bersama dengan anaknya itu


"Putri ibu juga akan menikah di KUA...?"tanya balik pak Suryo


"Iya pak,apa mungkin putri kita akan menikah di tempat yang sama..?"


"Kata tunangan putriku,akad di KUA kecamatan,di kota P buk,dan akan bersamaan dengan akad nikah sahabatnya.."


"Apa mungkin tunangan putri kita juga bersahabat ya pak..?karna Ayra juga akan akad disana."


"Klo boleh tau,siapa nama calon menantu ibu..?"


"Em,, katanya bernama Adi Pratama pak."

__ADS_1


"Oh mungkin bukan Bu,karna nama sahabat tunangan Syifa namanya Zafir,"kata pak Suryo yang juga tidak tau nama panjangnya ustdz Zafir


"Oh mungkin saja pak,tapi gak papa setidaknya mereka bisa bertemu di KUA kan nanti, sepertinya mereka berdua saling menyayangi pak"sambil melihat Ayra dan Syifa yang masih saling melepas pisah.


"benar sekali buk,semoga saja persahabatan mereka tidak akan terhalang meski sudah sama sama menikah."


"ya aamiin pak. o...ya bapak rumahnya dimana...?mungkin saja klo nanti kita ada kesempatan,biar bisa silaturahmi kerumah bapak."


"kami tinggal di dekat pesantren attoyyibin Bu, tinggal tanya rumah pak Suryo sopir angkot, insyaallah semua orang di sana tau Bu."jawab pak Suryo menanggapi pertanyaan ibu Ayra.


setelah perbincangan mereka, akhirnya mereka di pamitkan ke Ndalem pengasuh pondok pesantren dan menyelesaikan surat boyong mereka dari pesantren,


waktu berjalan begitu cepat hingga kini mereka sama sama sudah selesai dengan urusan nya di pesantren,dan mereka saling memberikan salam perpisahan kepada semua teman temannya, kini mereka meninggalkan pesantren tercinta mereka, dengan senyuman indah meski mereka tau bahwa mereka telah menyandang Allumni pondok pesantren dan bukan santri aktif lagi.


Ayra dan Syifa berpisah di luar gerbang pesantren menuju rumah mereka masing-masing tanpa ada beban yang harus mereka pikirkan,karna sepenuhnya mereka sudah pasrah dengan taqdir mereka.


"sampai ketemu di KUA ya ay...daa..."


"semoga kita tetap terjalin silaturahmi dengan baik ya faa"


"aamiin"ucap pak Suryo dan ibu Ayra mengamini perkataan terakhir putri putri mereka saat itu.


note: terkadang hidup memang butuh kesabaran dan keikhlasan.namun tidak menutup kemungkinan jika kita juga tidak bisa dengan mudah melalui nya.


terkadang juga memang keras dan penuh luka namun dari semua yang kita alami itu pasti ada hikmah yang terkandung didalamnya.


mungkin kisah mereka terlihat biasa-biasa saja.namun sebenarnya terkandung makna yang sangat luar biasa.


keikhlasan dan ketulusan mereka akan mendapatkan hasil yang tak pernah mereka sangka.bahkan tidak sampai berpikir akan menikah dini di usia mereka yang terbilang masih sangat remaja...namun keihklasan itulah yang menjadi dasar utama menjadikan seseorang ternilai berharga dan sangat disayangi oleh sang pencipta..


mohon maaf ya kakak semua..baru bisa up karna author lagi kurang enak body


jangan lupa dukungannya ya kak.karna dukungannya kalian sangat berarti buat kelangsungan cerita ini.🥰🥰🥰🥰🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2