
"bagaimana cara ustdz bisa melupakannya jika dia mirip denganku...?"
"......???!..."
Pertanyaan Ayra kali ini membuat ustdz Zafir tidak bisa menjawabnya,ia berpikir jika istrinya ini sangat cerdas,lalu ia melonggarkan pelukannya kemudian menangkup wajah Ayra dengan kedua tangannya, membelai dan mengusap usapnya lembut,
"maukah aku ceritakan pengalamanku...?dan apakah kamu akan percaya dengan apa yang akan aku ceritakan ini...?"suaranya sangat lembut, selembut usapan tangannya dipipi Ayra saat ini.
Ayra hanya mengangguk sambil menatap wajah suami hayalannya yang sekarang sudah jadi kenyataan.
"Saat itu aku melihatnya di depan minimarket dekat restoran Zz sedang berjalan bersama temannya."Ayra mengangguk lagi,dan ia terlihat sangat serius mendengarkan cerita sang suami
"Entah bagaimana... wajahnya selalu hadir di mataku,baik saat terjaga ataupun di saat tidur,dia selalu menghantuiku, pada suatu ketika aku undangan manggung bareng gruop sholawat di pesantren Al Ulum,aku melihat nya lagi bersama dengan orang yang sama saat itu. Lalu aku perhatikan tapi ia tidak tau jika aku perhatikan,saat itulah aku tau klo namanya ZARAA karna temannya itu memanggil dirinya begitu." Ayra sangat serius mendengar cerita itu sepertinya ia masuk kedalam cerita itu,
"Lalu karna kami tidak saling mengenal,dan saat itupun aku sudah bertunangan denganmu,aku selalu berusaha tidak menghiraukan perasaan ini,tapi saat malam sebelum kita ijab qobul,Aku melihat nya lagi bersama teman temannya di pasar malam,bahkan mereka meminta foto bersama dengan ku" Ayra tersentak seketika
"Tunggu ... ustdz..,,apa saat itu kalian berdua bertemu dengannya sebelum foto bersama itu...?" Ayra benar-benar yakin jika yang di maksud suaminya memang dirinya tapi akan ia cari lagi kebenarannya.
Ustadz Zafir mengernyit heran, dengan pertanyaan sang istri tapi iya tetap menjawabnya
"Heemm,,benar sebelumnya saat itu ia terjatuh dan aku akan menolongnya namun ia sudah berdiri sendiri,saat ku tanya apakah ukhti tidak apa-apa,ia tidak menjawab pertanyaan ku."Ayra tersenyum,dan terlihat sangat bahagia, ustdz Zafir sangat heran mengapa sang istri begitu cepat berubah.. 'bukannya tadi ia sangat sedih, dan menangis..,, lalu sekarang...?'
"Kenapa kamu tersenyum begitu,...?apa kamu percaya dengan ceritaku Ayraa...?"tanya ustdz Zafir. ayra mengangguk dan mendekap ustdz Zafir duluan,ia menghilangkan rasa malunya, 'biar saja semuanya bilang aku gatal dan genit toh sama suamiku sendiri' pikirnya
Author :aduuh iya dech..ay..,yang lagi berbunga-bunga serasa dunia milik berdua saja,.
Ayra : biarin aja,kan emang bener Thor.😁😆
"Bolehkah Ayra bertanya lagi ustdz,..?"
"Apa itu Ayra..?"
"Apa ustdz mencintai ZARAA...?" lagi-lagi ustdz Zafir tidak bisa menjawabnya,sungguh ia tidak tau,apa dia mencintainya atau hanya mengagumi saja
"Eemm,,aku tidak tau Ayra..,tapi kenapa kamu bertanya seperti itu..? Apa kamu ingin aku mencintainya...?" Ayra menggeleng lalu mengangguk, ustdz Zafir di buat tidak tahan gemas melihat istrinya itu.ustadz Zafir mendekatkan wajahnya pada sang istri dan ia melihat netra indahnya ayra penuh cinta pada pandangan nya,
Cup
Mereka berdua hanyut dalam keadaan masih siang bolong, luma-tan itu membuat mereka lupa segalanya, padahal hanya sebuah kecuupan di bibir saja ,dan tidak sampai pada suatu yang lebih in-tim.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, "apa ustdz mau makan siang..?"
"Ah.., alangkah baiknya jika kita sholat dulu ...baru kita lanjutkan sayang,." Ayra sangat bahagia di panggil sayang oleh sang suami,ia menawari makan siang karena sejak pagi tadi suaminya itu sudah berangkat dari rumahnya bukan..?? pasti saat ini sudah laparkan? namun lain dengan pemikiran Ustadz Zafir,karna Ayra menawari nya makan saat mereka sedang bercum-bu mesraa di kamarnya, Ustadz Zafir mengira jika istrinya itu menawarkan dirinya,
" Ayoo.. kita sholat dulu.."ajaknya pada sang istri
"Maaf ustdz tapi Ayra lagi halangan,"menunduk sangat malu.
Ayra sudah bangun hendak menyiapkan makanan siangnya
"Hah...,,hehehe jadi kamu lagi halangan,tapi sudah membuat senjata ini terbangun...? Ah sungguh kamu sangat menggemaskan Ayraa.." ustdz Zafir menangkap Ayra yang hendak melangkah,ia mendekapnya dari belakang dan menciiumi telinga dan leher sang istri hingga Ayra tertawa geli ..."lalu bagaimana dengan apa yang telah kamu lakukan padaku Ayraa...?apa kamu tidak mau bertanggung jawab..?" Ustadz Zafir sengaja ingin menggoda sang istri.agar rumah tangga nya tidak pernah di masuki orang lain, yang bernama awalan P dan akhiran R (P-elako-R dan P-ebino-R)
"Ah,, maaf suamiku, aku tidak bermaksud untuk membuat nya ter-bangun" Ayra langsung menutup mulutnya rapat dengan tangan nya.malu dengan ucapan nya sendiri.
"Hahahhaha sungguh kamu menjadi lebih lucu dan sangat menggemaskan Ayraa.."ustdz Zafir tidak membiarkan sang istri lari darinya,ia tetap memeluk nya dari belakang dan sesekali mencium punggung nya.ia tidak ingin sang istri pergi darinya. Namun ketukan pintu sangat terdengar jelas di telinga.
tok..tok...tok..
"assalamualaikum"
tok..tok...tok...
tok..tok...tok..
"assalamualaikum"
"emm,,enggeh ustdz.,"
"jangan panggil aku ustdz Ayra"
"lalu harusnya apa ustdz..?"
"aku lebih suka di panggil kanda saja," Ayra terbelalak dengan jawaban ustdz Zafir
mereka masih berbincang2 hingga suara ketukan pintu itu terdengar lebih keras dari sebelumnya.ustadz Zafir bergegas menuju pintu dan segera membukanya
"***...
pintu terbuka
__ADS_1
"wa alaikum salam,"ustdz Zafir menjawab salam dari orang yang mengetuk pintu rumah itu
sedangkan Ayra sudah memperbaiki hijabnya dan hendak menyusul sang suami,tapi belum juga Ayra keluar terdengar suara cempreng dan berisik sekali,
"oh my darling, my God ,my heart, sweety,henny...."ucapnya terus menerus
"Anda siapa...?dan ada perlu sama siapa...?"ucap ustdz Zafir tegas,
"ah...suaranya...uh.. bikin hatiku meleleh...beb.."ucapnya gadis itu lagi
"maaf jika tidak ada keperluan, sebaiknya anda tidak menggangu kami.." masih tegas seperti yang pertama.
"aku hanya membawakan makan siang,karna pasti zahira tidak sempat memasakkan mu,jadi aku berinisiatif untuk membuat nya untuk mu" menyodorkan sekotak nasi lengkap dengan lauknya.
"maaf ,tapi kenapa Anda yang harus repot-repot..,? bukannya kita tidak saling mengenal..?"ucap ustdz Zafir tidak memberi celah, sedikitpun pada gadis tersebut,lalu Ayra keluar karena sudah mendengar semua,, "kak Diyah,kenapa kakak ada disini..?"tanya Ayra sopan.
"ada di mana pun aku, ya terserah dong,kaki ya kakiku sendiri "ucapnya sinis terhadap Ayra.
"itu benar kak,tapi ini rumah ku.jadi Bukan kah seharusnya kak Diyah tidak disini..., apalagi ini waktu istirahat siang,kak Diyah mengganggu kami"
"hohohohoho...jadi kalian sedang bercum-bu mesraa dan aku mengganggu kalian...?"
"hahahaha aku tidak percaya..mana mungkin secepat itu...?"
ustadz Zafir maupun Ayra dibuat sangat kaget dengan tingkah diyah yang menurut mereka keterlaluan, ustdz Zafir melirik Ayra dan bertanya
" dia siapamu dinda ...?"
bukannya menjawab Ayra malah terplongo dengan panggilan sayang dari suaminya itu,tapi Ayra segera menjawab dengan santainya,agar Diyah percaya jika mereka memang saling menyayangi
"dia sepupuku kakanda sayang.." mereka menunjukkan bahwa mereka saling memberikan kasih sayang dan cinta,
"tidak,,mana mungkin kalian bisa langsung se akrab itu, bukan kah kalian baru kenal..?" Diyah berniat akan merebut ustdz Zafir dari Ayra.makanya ia cepat-cepat kesini untuk memberikan makan siang.
"kami memang baru kenal,tapi kami suami istri,jadi sudah sepantasnya kan jika kami akrab." ustadz Zafir menjawab se adanya dan memang benar sesuai dengan ucapannya.
***
lagi...?
__ADS_1
jangan lupa like komen dan hadiahnya ya kakak cantik dan tampan 😘😘😘