
"Adi...ada apa...?"tanya ummi yang melihat ustdz Zafir sedang memegang kakinya yang terbentur pada pot bunga pajangan yang jatuh tadi."gak papa ummi cuma ga sengaja nabrak pot ini..,,"ucapnya lirih
"kok bisa Sampek nabrak gitu...,?, bukannya pot itu sudah disana sejak dulu...?"tanya sang ummi yang melihat ustdz Zafir seperti sedang meringis karna kakinya sakit
"tadi ADI buru-buru,dan tidak melihat pot ini ummi.."ucap ustdz Zafir sambil memijat jempol kakinya.
"ya udah sini ummi lihat ,takutnya nanti keseleo dan menyababkan bengkak."ummi melihat kaki ustdz Zafir yang membentur pot bunga itu.sedikit luka dan tergores ringan namun kelihatannya memang lumayan menyakitkan.
"hati-hati dong Naak,kok bisa sampai nabrak pot yang sebesar ini sih,,,kamu lagi mikirin apa sih Dii...?"ucap ummi penuh ke ibuan, sedangkan sang Abah dari tadi melihat interaksi antara istri dan anak keduanya itu .Abah sangat kagum melihat ummi yang penuh perhatian sekali. walaupun ust Zafir sudah dewasa tapi ummi tetap menganggap anaknya itu masih anak-anak.. bagi Abah ummi adalah wanita yang begitu sederhana namun sangat anggun dan elegan dengan balutan busana Muslim yang serasi dengan tubuhnya yang mungil,
"Adi tidak mikirin apa apa kok mi,,.cuma sedikit capek aja jadi buru buru mau ke kamar,mau istirahat."ucapnya sambil tersenyum,ia tidak ingin sang ummi kepikiran dengan kejadian ini.
"ada apa sih kok rame Bah...?"dari arah kamar tidur yang lain muncullah sang adik yang terlihat kusut,mungkin ia sudah tidur tapi karna mendengar suara ribut-ribut akhirnya terjaga.
"itu tadi mas mu tersandung pot bunga..,"
"eh ...kapan mas pulang dari pesantren...?"ucap Raffa sang adik bungsu yang masih terlihat kaget
"tadi sore ikut ummi dan Abah kerumah temannya.."
"ngapain kerumah temen ngajak mas,..?bau baunya ada sesuatu ini..,! hayooo. !!!"ucapnya menebak.
"sesuatu apa..?! udah dech sekarang kamu bantuin nih mas mu ke kamarnya.kelihatannya kakinya sakit ini." ucap ummi memotong perkataan anak bungsunya
"hemm ,,ya udah ayooo sini Raffa bantuin mas.lagian pot segitu gedenya di tabrak maas mas."ledek sang adik kemudian memapah ustdz Zafir yang masih meringis menahan rasa sakitnya.
__ADS_1
"mas gak papa kok Raff,,Oya Iqbal kemana...?"menanyakan adik ketiganya.
"sedang di kontrakan nya tidak pulang karna besok masih ada rapat para dosen katanya mas.
"oh ..gitu...padahal aku udah kangen ini.sudah 2 bulan aku gak ketemu sama dia."ucap ustdz Zafir mendramatis
"Yach mas... mas...,, kirain udah 2 tahun gak ketemunya.taunya cuma 2bulan aja udah begitu..,,"ucap Raffa yang melihat ustadz Zafir bersedih.
mereka sangat akur bagaikan kembar 4. padahal umur mereka terpaut 2tahunan. mereka semua sudah pantas untuk menikah semua,namun masih tidak ada yg ingin melangkahi kakak mereka. Iqbal Maulana anak ke tiga Abah dan ummi melanjutkan pendidikan S 2 nya dan sekarang ia sudah menjadi dosen PNS. sedangkan untuk si bungsu Raffael sudah menyelesaikan S1 jurusan mekanik.Ia juga sudah membuka bengkel mobile, ya walaupun kecil²lan. dan mereka tetap menjalankan tugas sebagai artis sholawat dalam kesibukan mereka semua jika ada undangan manggung.
sedangkan kakak tertua mereka sudah menikah dengan seorang Ning di pesantren AL-KAROMAH. sang kakak juga sudah punya pekerjaan tetap.yaitu sebuah butik yang di kelola oleh sang istri.
hanya ustdz Zafir yang masih menetap di pesantren sampai saat ini.sebenarnya ustdz Zafir sendiri juga punya penghasilan kecil-kecilan yaitu sebuah restoran yang di kelola sahabatnya ,secara patungan 4 orang.,dan hasilnya di bagi rata,dan langsung di transfer ke rekening masing-masing. tapi ustdz Zafir sendiri tidak pernah mengatakan itu kepada siapapun,karna beliyau sendiri tidak pernah melihat nilai rekening tersebut. beliyau hanya mengajar dan mengabdi pada pesantren dengan harapan mendapatkan syafaat dan barokahnya para guru dan para Masyayikh.
setelah sampai di kamarnya ustdz Zafir, Raffa kemudian membantu mengurut kaki ustdz Zafir yang tampak sedikit membengkak dengan minyak urut,."aduh pelan2 dong dek..sakit ini."
"enggak kok Raff..mas beneran cuma agak sedikit capek aja.jd terburu-buru"ucap ustdz Zafir tenang.menyembunyikan kegundahan hatinya.
"bener...,,gak bohong kaan..,,ngomong dong mas. kan kita saudara,masak iya ada rahasia gitu, kelihatan banget loh di wajah tampan mas..,"
"ah masak sih..,,? " memegang wajahnya "beneran mas ,kalo gak percaya nich Raffa ambilin kaca"menyodorkan kaca kecil pada ustdz Zafir yang di ambilnya dari laci di kamar itu.
semakin merah saja wajah ustdz Zafir ketika menerima kaca dari sang adik.dan beliau tidak berani melihat wajah sendiri di kaca tersebut.kemudian beliau menghela napas panjang"sebenarnya mas mau ta'arufan sama gadis yang di pilihkan pak kyai dek" Ucap nya.
"lah enak dong mas, masalahnya apa...?!kok melamun Sampek gak lihat jalan?"
__ADS_1
"mas cuma grogi dan minder aja dek, soalnya dia dari keluarga kaya raya.sedangkan mas tidak punya pekerjaan tetap untuk saat ini."lirihnya sambil menunduk sedih
"kan belum ketemu sama gadis itu mas siapa tau dia gadis yang menerima siapapun yang menjadi jodohmu"ucap Raffa
"mas sedikit merasa bahwa keluarga nya tidak setuju dengan perjodohan ini dek,pas waktu tadi kita kesana sepertinya mereka tidak menerima mas yang sudah duda ini."tertunduk
"jika mereka tidak setuju,masih banyak yang Antri ingin menjadi istri mas..,ngapain lesu begitu...?"ucap Raffa sok menasehati.
"mas bukan sedih atau lesu karna tidak di restui dek,mas cuma sedih karena dia yang di pilihkan kyai,mas takut mengecewakan beliyau"ucap ustdz Zafir pada sang adik bungsunya
"udah jangan di pikirkan lagi Maas,, yang penting mas mau berusaha dan tidak ada niat mengecewakan pak kyai."ucap Raffa lagi.
"hemm"
kraak kraak
"aw ... aw....sakit Raffa,ngapain di gituin..?"
"biar cepat sembuh.tuh kan udah mendingan gak memar kayak tadi.". ustdz Zafir meneliti kakkinya , ternyata memang benar sudah tidak sesakit tadi , setelah di pijat dan d urut Raffa
"heeem makasih ya dek beneran udah baikan ini."tersenyum menampilkan keindahan deretan giginya.
"jangan ngelamun lagi ya mas,..ya udah kalo gitu Raffa tinggal dulu mau bobok cantik di kamar, daaa" kemudian Raffa keluar dari kamar ustdz Zafir menuju kamarnya sendiri.
setelah kepergian sang adik ustdz Zafir ngasih kabar ke Romi sahabatnya, tentang dia belum bisa kembali ke pesantren lagi beberapa hari kebelakang sehingga sudah selesai urusan (dirumahnya).
__ADS_1
setelah meletakkan hapenya itu, ustdz Zafir hendak berdiri untuk bersuci dan melaksanakan sholat malam rutinitas yang setiap hari beliau lakukan. untungnya kakinya sudah enakan dan tidak sakit lagi di buat jalan."ya Allah berikanlah hamba jodoh terbaik pilihanMu ,,ya Allah hamba pasrahkan dan hamba serahkan semua urusan hamba kepada MU wahai dzat yang agung, yang maha pemurah lagi maha penyayang, hamba hanyalah butiran debu yang menempel, dan mengharap bisa masuk di dalam lindunganmu ya Allah"