
pagi ini keadaan semakin bertambah cerah dan segar di penglihatan mata,semua santri sudah melakukan rutinitas sehari-hari seperti biasanya, banyak di antara mereka yang sudah mandi bersiap untuk berangkat ke sekolah, ad a juga yang masih leyeh-leyeh karna jam sekolah masuk siang.di asrama mereka Ayra dan juga Syifa sama sama sibuk menyiapkan barang barangnya yang akan mereka bawa pulang,"eh faa kok kamu mau membawa semua barang-barang ini,emang kamu mau boyong...?"tanya temen sekamar nya Syifa lebih tepatnya ketua asramanya.
"eh enggak kok kak,cuma ditarus di kardus semua karna Syifa mau pulang kak,biar tidak berantakan dan tidak ada yang hilang kak."ucap Syifa lembut,ia bersyukur ketua asramanya tidak terlalu jaim kepadanya
"iih...,emang siapa yang mau nyuri barang kamu...?"ucap Amel teman yang lainnya di asrama itu yang suka sekali mengganggu kenyamanan Syifa.
"bukan begitu Mel..,, aku gak berniat menuduh siapapun kok.cuma ya saat aku pulang biar tidak berantakan klo diletakkan di dalam kardus semua." Syifa terus saja mengepak barang barangnya ke dalam kardus bekas mie sedaap yang tadi ia beli di kantin pesantren.ia tidak membawa tas apapun, apalagi ransel atau tas bagus.
"ih lagian barang antik apa sih..?sampai di simpan segitu rapinya..?"Amel tetap nyerocos sambil bersendekap tangan.sedang yang lain tidak menghiraukan perbincangan mereka,karna mereka sibuk dengan urusan masing-masing
"ya biarin aja lah Mel,toh itu hak nya dia kan..? ngapain kamu yang ribut.., barang antik atau bukan y memang harus disimpan jika orang nya pulang, "ucap si ketua asramanya.
"iya juga sih..!!,ngapain juga aku ngurusin dia,gak level banget"melengos dan melangkah menjauhi Syifa
ketua kamarnya geleng geleng kepala melihat tingkah Amel yang kelewat batas."sabar aja faa ,anggap saja dia tidak pernah berkata sesuatu apapun"ucapnya sambil menepuk pundak Syifa.
"Hem,,udah biasa kok kak, mungkin karena aku memang tidak sebanding dengan dirinya yang kaya."
"jangan gitu faa,kita kaya atau miskin klo di pesantren kan sama saja.tidak ada yang di istimewakan oleh pesantren."
"em,,iya kak.makasih sudah peduli padaku."ucapnya sambil menarik tali rafia di kardus tadi.ia sudah hampir selesai mengepak semua barang-barang nya.ada 3kardus yang sudah disiapkannya.entah nantinya dibawa pulang semua atau akan ia simpan di tempat yang aman di sini.
begitulah di kamar Syifa,tapi juga tidak jauh beda dengan Ayra di asramanya.ia juga mengemasi barang-barang yang memang sudah pasti ia akan boyong ,maka semuanya ia kemas ke dalam tas besar yang memang ia bawa dari rumah saat kembali ke pesantren dulu,kini ia sudah selesai berkemas,tinggal menunggu jemputan datang."ay... selamat yaa.semoga kalian bahagia."ucap salah satu temannya,
__ADS_1
"terimakasih doanya Rin. o...iya... semuanya,jika Ayra selama ini punya salah,atau dosa apapun terhadap kalian semua,Ayra mohon maaf dan halalkan semua yang pernah Ayra kena pakai sengaja atau tanpa sengaja ya mbak mbak hik,.. "Ayra mengatakan dengan sangat bersedih ,bukan karna ia akan menikah,namun karena ia akan berpisah dengan mereka semua yang telah ia anggap saudara semua.
"sama sama Ay..,hik ...hik... "semua teman asrama Ayra merasa sangat sedih ditinggal salah satu bagian dari mereka.mereka merangkul Ayra bergantian,suasana yang tadinya cerah,kini berubah dengan suasana yang mengharukan bagi mereka.
"ay... seperti apapun suami mu kelak,ia tetap suami yang wajib di hormati,jadilah istri yang selalu dirindukan oleh suaminya,istri yang di cemburui para bidadari surga karna ketulusan hati dan ketaqwaannya."ucap Sita memberikan sedikit nasihat untuk Ayra yang ia anggap seperti adiknya sendiri.
"terimakasih atas nasihatnya kak.semoga kakak juga cepat menyusul"ucap Ayra tersenyum
"aamiin..aamiin..kita semua dong ay...masak kak sita aja yang di doakan.,"ucap yang lain serentak
"hehe,iya kak, mbak mbak semuanya semoga cepat nyusul yaaa"
"Aamiin aamiin 🤲🏻 aamiin ya Allah"
mereka kemudian melepaskan perpisahan itu dengan penuh rasa bahagia,bahagia karna kebahagiaan saudara mereka.walau sedih karena akan berpisah tapi semua itu pasti akan terjadi, dimana mereka semua pasti akan menemukan jodohnya masing-masing,
"udah biasa klo ada yang mau boyong menikah, kan emang gitu."ucap temannya.
"ah jadi memang seperti itu,norak banget ya anak pondok...?"ucapan sinisnya menimbulkan ketidak sukaan yang lain
"salsabilla,kamu kan juga anak pondok sekarang,terus apa bedanya..?"ucap teman kamarnya
"bedalah..,aku gak norak kayak mereka."ucapnya yang membuat yang lain tidak suka dengan anak baru yang kemaren tiba di sana,mungkin ia juga dari golongan orang kaya yang yang tidak pernah seperti itu bersama teman temannya.
__ADS_1
"ya sudahlah terserah kamu saja."ucap temannya tadi , meninggalkan anak baru yang bernama Salsabila itu.
"hiiih... mereka semua sama.sama-sama norak dan tidak punya etika"iapun juga menutup telinga dengan bantal untuk menghindari keributan di kamar sebelah
"lagian seperti apa sih suaminya..?yang di gadang gadangkan semua teman-teman nya itu..hiih palingan juga jelek dekil,dan yang pasti kampungan seperti mereka" gumamnya menggerutu di bawah bantalnya. salsabilla hampir sama dengan Amel,dari keluarga kaya yang sombong,dan karna kesombongannya lah mereka di letakkan atau di titipkan di pesantren oleh orang tua mereka, berharap putri mereka berubah dan tidak selalu membuat ulah yang meresahkan orang tua juga sebagian masyarakat.
pak Suryo sudah tiba di pondok pesantren Al Ulum lebih pagi dari orang tua Ayra,karna sebelum ia membawa Syifa boyong,ia masih akan menjelaskan semuanya kepada Syifa ,dan juga masih akan mengurus keboyongan putrinya itu yang sangat mendadak kepada pengasuh pesantren dan pihak pesantren yang lain.saat ini sudah jam 10 pagi menjelang siang ,pak Suryo langsung pergi ketempat biasa ia memanggil sang putri untuk meminta petugas memanggil putrinya itu.tak lama Syifa sudah muncul dan menghampiri pak Suryo yang berada di sebelah pintu gerbang kantor pondok.
"assalamualaikum yah.."ia langsung menyalami tangan ayahnya"ayah sendirian..?"
"wa alaikum salam nak,iya ayah sendirian karna ibumu sedang sibuk dirumah."Syifa mengangguk tanda mengerti karna sang ibu memang suka membantu para tetangga yang berhajatan.'mungkin kali ini ibunya juga sedang membantu tetangga yang akan hajatan itu'.pikirnya
"mari duduk dulu yah,apa langsung mau pulang...?"
"tidak nak,kita duduk dulu,masih ada yang ingin bapak sampaikan pada Syifa."akhirnya mereka berdua duduk di pemanggilan itu,
"o..iya yah,siapa yang akan hajatan,dan mengapa Syifa harus pulang..?apa saudara kita..?"tanya Syifa setelah beberapa saat duduk di sana
"begini nak..,ayah minta Syifa pulang untuk boyong dari sini,dan ..dan..."belum juga pak Suryo meneruskan ucapannya Syifa sudah bertanya lagi
"dan apa...yah..?. hik...hik...maaf jika Syifa selama ini merepotkan kalian..tidak sepantasnya Syifa memaksa mondok disini."ucapnya sambil sedikit terisak.
"tidak nak.kamu tidak pernah sekalipun merepotkan kami justru kami lah sebagai orang tua yang minta maaf karna tidak bisa memberikan yang terbaik untukmu sayang"ucap pak Suryo mengelus rambut sang putri dan mendekapnya, putri yang sebentar lagi akan menikah dan pastinya ia tidak akan bisa sedekat ini lagi dengannya. mengingat seorang wanita memang harus mengikuti suaminya
__ADS_1
"jadi kenapa Syifa mau di boyong ayah..?apa sudah tidak ada uang yang dulu itu yah..?"tanyanya sendu menahan tangisnya,karna tidak ingin melihat sang ayah semakin bersedih dengan melihat kesedihannya itu.
jangan lupa dukungannya ya kak 🙏🌷 semoga bermanfaat