
Di antara serpihan pasir yang luas dengan segala keindahan alam semesta ini,ada setumpuk duri yang menyakiti penglihatan. begitupula di antara tajam dan banyaknya duri yang menyakiti diri,ada sekuntum mawar yang indah di pandang.
Jodoh itu seperti Air, mengikuti aliran kemanapun ia di alirkan. mengikuti bentuk wadah apapun yang menjadi tempat nya.
Kita tidak bisa mengarahkan ke arah yang kita mau jika aliran Air itu sudah ada tempat mengalirnya.Begitu pula dengan jodoj sebanyak apapun yang dilakukan kita , tidak bisa melawan taqdir yang kuasa.
Hari yang kemaren itu menyakitkan sekarang sudah tinggal kenangan buruk saja bagi ustadz Reno. Beliau sudah menemukan tambatan hatinya. Menggantikan Zahira yang menempati posisi teratas di dalam hatinya. kini beliau menemukan kebahagiaan yang sempurna , kebahagiaan yang sesungguhnya yang beliau nantikan selama ini. SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU USTDZ RENO.
Flash back
POV ustdz Reno
Dimana saat kemaren aku mengantarkan seorang gadis cantik yang berpenampilan sederhana namun sangat anggun di pandang, saat kutanyakan padanya
"Kalo boleh tau untuk apa nona mau ke rumah pak Santuso...?" ucapku yang mana penasaran dengan tujuan gadis itu yang mau kerumah orang tuaku
Nona tersebut tidak langsung menjawab pertanyaanku.bahkan ia berkata" ngomongยฒ apa anda tahu rumah pak Santuso...?"katanya penuh harap,aku mengangguk sambil sedikit tersenyum.
"Hmmm.... apa nona mau saya antar langsung kesana...?"
"Boleh,,kalo tidak merepotkan." Tersenyum manis,tampak ada lesung pipi yang menambah keAyuannya
Kami terus menyusuri jalanan yang semula menuju musholla,tapi sekarang malah menuju rumahku sendiri.kami tidak berbicara Lagi, menjaga jarak antara kita,karna takut terjadi fitnah. gadis itu berada di sebelah kanan agak dibelakangku.
"Oh iyaa ... dari tadi kita berjalan dan ngobrol bersama tapi belum saling kenal nich.boleh tahu siapa nama anda....?" Tanya si nona gadis manis berjilbab biru muda itu,sangat serasi dengan gamis panjang hitamnya.
Entah mengapa aku merasa nyaman berjalan di dekatnya, padahal sebelumnya aku bahkan tidak pernah berfikir untuk sekedar berjalan bersama dengan seorang wanita .bahkan tersenyum pada merekapun sangat jarang,bisa dibilang tidak pernah.
"Hmm boleh,namaku RENO Affandi. Boleh panggil terserah saja. Ucapku santai sambil menuntun motor yang memang tidak ku kendarai.
"Nama yang bagus.tapi kok kayak ....,,, ia Terdiam dan melirik ke arah ku
"Kayak siapa ...,,? tanyaku makin penasaran siapa sebenarnya gadis ini,
__ADS_1
"haahh enggak kok. mungkin namanya cuma mirip aja kali yaa,. Katanya ramah penuh kesabaran tidak merubah tampilan wajah cantiknya.
"Ok kalo begitu gmn klo aku panggil Abang aja..,, kayaknya aku lebih muda darimu."
"Yaach baiklah.Abang berarti kakak kaaan...,,?oh iyaa jadi aku mau panggil kamu siapa ini...??" tanyaku, karna ia belum ngasih tau namanya.
"Panggil aja finaa bang...,,"ucapnya lembut, ,,kali ini sepertinya aku menemukan seseorang yang bisa menyembuhkan lara hati ini.semoga dia dikirimkan Allah untuk membuat luka ini sembuh aamiin ,ku berdoa, dan berharap agar semua keinginan ibuku cepat terkabul.
Setelah satu setengah jam berlalu, akhir nya kini kami sampai di depan rumahku.
entah mengapa tanpa merasa capek sama sekali,, walaupun berjalan kaki dari tadi,.
"Assalamualaikum"ucapku
"Waalaikumussalam". Jawaban dari dalam, kemudian terlihat pintu terbuka .
"Loh kok bisa barengan datangnya...?" Ucap bibikku yg saat itu bermain kerumah,menjenguk ibu yang sedang tidak enak badan.
"Apa bibik kenal fiinaa..?"
Sedangkan Fina dari tadi hanya terdiam dan terpaku pada orang yang ada dihadapannya.dia sepertinya kaget mendengarku memanggil bibi pada orang yang membuka pintu rumah.
"Ya udah yuuk masuk dulu,,kita bicarakan di dalam saja." lanjut bibi lagi.
Setelah kami masuk dan duduk di kursi ruang tamu. ibu dan bibik juga ikut duduk setelah menyajikan beberapa hidangan di atas meja.
"Naa ...gmn kabarnya...?" Ucap bibik mengawali
"Alhamdulillah sehat dan baik tante," ucapnya sambil sedikit tersenyum.
"Kok bisa datang bersama-sama tadi...?apa kalian sudah saling kenal sebelumnya..?"bibik menanyakan lagi, sedang ibu dari tadi memperhatikan kami
"Tadi kami bertemu di jalan ,dan finaa minta tolong untuk di antar ke musholla, tp karena ia mengatakan akan kerumah pak Santuso,jadi aku bawa kesini sekalian bik.."
__ADS_1
"Ooooo,,,,gitu yaaa,,?"ucapnya Agak meledek kami
Kami terus saja di interogasi oleh bibikku,di tanya ini..dan itu.., padahal kami memang baru kenal , bahkan baru tahu kalo nama lengkapnya Syafina An-Naja di rumah ini, setelah dia ditanya namanya oleh ibuku tadi.
"Oyaa mbak,, Fina ini saudara suaminya kania(putri bibik) yang ada di kota S ,dia baru kembali 2hari yang lalu.kami bertemu dengannya dan keluarga nya dirumah Kania waktu hajatan 7bulanan kehamilan nya kemaren itu, Dan sempat saling bertukar cerita juga menanyakan alamat rumah ini" ucap bibik menjelaskan kepada ibuku
"Oh jadi masih saudara sama suami ponakanku...?"tadi Reno bilang kamu ingin berkunjung ke rumah ku,,ada perlu apa...nak..,,?"tanya ibuku padanya
"Itu tante,,saya di suruh mengantar sesuatu sama papa.., katanya ini harus di kasihkan ke istri pak Santuso langsung.mengingat sangat penting." Ucap nya sopan. Sambil mengeluarkan sebuah map dari dalam tas nya.dan menyodorkan ke ibu
"Oh apakah aku mengenal papamu...?"tanya ibuku menjadi makin besar keingin tahuannya.
"Untuk itu saya tidak tahu tante,"
"Siapa nama papamu klo boleh Tante tahu...?"
"Darwin Atmaja Tante"jawabnya lagi
"Darwiin...?" ibuku dan juga aku kaget mendengar nama Darwin atmaja yang merupakan orang kaya di di kota S tapi tidak dengan bibikku,sepertinya ia memang mengetahui sesuatu.
Ibu ternyata sangat mengenalnya sebagai sahabat ayahku.ia pernah bercerita tentang beliau yang pernah ingin menjodohkan anak gadisnya dengan anak ayah. tapi sejak pindah ke kota S jadi hilang kontak. dan lagi ayah sudah meninggal pada saat jatuh dari tempat kerjanya..ibu juga pindah kerumah kami yang sekarang ini jadi ibu tidak pernah bertemu lagi dengan pak darwin
ibu membuka map yang di berikan oleh Fina tadi dan membacanya dengan agak nyaring dan teliti.disana tertulis dan di tanda tangani oleh ayah dan juga pak Darwin bahwa mereka bersepakat untuk menjodohkan anak mereka berdua.ibuku sempat menutup mulutnya, sangat terharu dan kaget. jadi ayah sudah menyediakan jodoh untukku sebelum beliau menghadap sang khalik.dan kami baru tahu sekarang ini yang mana pesan itu di antar langsung oleh pemilik nama yang ada dalam surat wasiat terakhir ayah itu. jika kami mengetahui sebelumnya,mungkin tidak sampai bertunangan dengan Zahira.tapi itu sudah taqdir Allah SWT.
"nak...,, apa kalian bersedia melaksanakan wasiat ini...?"tanya ibuku pada kami
"aku bersedia Bu,"kataku tanpa ragu lagi. fina belum menjawab,tapi kemudian dia juga menganggukkan kepalanya.
"Alhamdulillahi robbal aalamiin." ucap kami serentak
Dan disinilah awal kisah itu di mulai. kami akhirnya menikah.
POV of.
__ADS_1
maaf ya kakak kakak semua.kemarin gak sempat up.,sangat sibuk menjelang maulid nabi..semoga kita semua dapat syafaat dan barokahnya. aamiin ya Allah.
Mohon dukungannya ya kak. jangan lupa like komen dan hadiah nya ๐๐๐๐๐ท semoga bermanfaat