SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
PULANG DARI RUMAH Menantu


__ADS_3

sore harinya sang ummi sudah bersiap untuk pulang begitu juga dengan Raffa, mereka berdua sudah bersiap-siap untuk pulang dibonceng pakai motor lagi, namun Ustadz Zafir memaksa sang ummi agar supaya beliau menginap barang semalam di rumahnya, dan ustad Zafir mengatakan jika beliau besok yang akan mengantarkan ummi pulang,


jika Raffa ingin pulang lebih dulu biarkan Raffa pulang karena dia mempunyai bengkel yang harus dibuka.


"ummi nginep di sini saja semalam ya...? nggak apa-apa kan ummi...?" ucap ustadz Zafir memohon kepada sang ummi,


"bukannya ummi tidak mau nak, tapi Abah sendirian di rumah, ummi tidak ingin meninggalkan abah sendirian, sekarang saja ini kepikiran terus dari tadi pagi nak" ucapnya sangat lembut kepada sang putra


"apa umi tidak mau izin saja dulu sama abah untuk menginap di sini?"


" maaf ya nak, biarkan ummi pulang saja dengan Raffa" mengusap kepala sang anak dengan lembut, yang ada di samping ummi sambil merebahkan kepalanya di pangkuan sang ummi saat ini,


" ya sudah kalau memang itu keputusan ummi, Tapi bagaimana kalau ummi pulangnya diantar pakai mobil saja? ucap ustadz Zafir masih merayu wanita yang sudah tidak muda lagi itu, namun pancaran sinar di wajahnya sangat jelas hingga ummi terlihat lebih muda dari umurnya, sedangkan Raffa dari tadi memperhatikan kakaknya yang begitu terlihat manja, padahal sebelumnya ia tidak pernah sekalipun melihat kakak keduanya itu manja seperti itu, begitu juga Ayra yang sedari tadi berada di sana ia satu pemikiran dengan Raffa, " masaksih mas Tama manja gitu? perasaan selama ini beliyau begitu dingin dan tak pernah sekalipun menunjukkan sikap seperti itu" pikir Ayra


" kamu kan tidak punya mobil nak, mau pakai mobilnya siapa?" tanya ummi


" Adi memang belum punya mobil saat ini ummi, tapi Adi sudah mengumpulkan uang, dan insyaallah sudah cukup untuk membeli mobil ummi, cuma belum sempat saja Adi mau belinya ummi," ucapan ustdz Zafir membuat Ayra tertegun sejenak namun segera sadar kembali


" ya sudah kalau begitu umim pakai motor saja dulu nak sama Raffa, ummi nggak apa-apa kok Nak,." ucap ummi meyakinkan ustdz Zafir


" maafkan Adi ya ummi, Adi belum bisa membahagiakan ummi,"


"tidak nak, ummi dan Abah sangat bahagia melihat kalian semua menjadi anak yang Sholeh,dan mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslim yang taat, tidak ada kebahagiaan yang lebih dari itu semua nak, harta hanya sekedar perhiasan dunia yang bersifat sementara saja nak," ucap ummi panjang lebar, Ayra dan Raffa begitu terkagum dengan ulasan ummi,


"insya Allah Raffa bang Iqbal Mas Hasbi dan juga mas Adi akan patungan untuk membelikan Abah dan ummi sebuah mobil, agar ummi dan Abah tidak lagi bepergian dengan motor " Raffa tiba-tiba menyaut dan mengalihkan perhatian ummi juga ustdz Zafir,


"tidak perlu begitu nak, ummi Tidak apa-apa kok, lagian ummi dan Abah sudah tua, lagian kita mau ke mana? nggak mungkin kan kita bawa mobil sendiri? paling juga kalau mau bepergian ya nyuruh Rafa yang nyetirin" ucap ummi tersenyum lalu berkata lagi

__ADS_1


"kalau memang Adi punya uang untuk membeli mobil beli saja Nak, biar kamu punya mobil dan nanti biar saudara-saudaramu juga ikut senang dan tidak perlu patungan lagi untuk membelikan kami nak, cukup beli satu saja" ucap ummi bijak


" enggih ummi insya Allah besok Adi akan beli mobil agar supaya terlindungi dari hujan ataupun panas kalau sedang perjalanan "


"itu benar mas, ya meskipun jalan begitu ramai dan padat tidak seperti pakai motor bisa nyalip sana nyalip sini " ucap Raffa


"Iya gak gitu juga nak, kalau pakai motor ya juga harus pelan-pelan dan hati-hati, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," jawab ummi langsung memotong ucapan Raffa,


"ya sudah kalau gitu ummi pamit dulu ya nak Assalamualaikum"


"enggeh ummi waalaikumsalam " jawab Ayra dan ustdz zafir bersamaan,


"hati-hatilah dalam perjalanan dik,ingat pesan ummi tadi" merangkul sang adik


"iya mas"


"beliyau juga ummi raffa mas, ya pastilah akan Raffa jaga." masih saling merangkul sambil menepuk pundak Raffa


akhirnya ummi dan Raffa menuju motornya, ummi memeluk ustad Zafir dan juga Ayra, sedangkan Raffa hanya menangkupkan tangannya kepada ayra,


kemudian mereka berdua menaiki motornya dan melajukan kendaraan tersebut dengan pelan menuju rumah mereka entah sampai kapan mereka akan tiba kemungkinan hampir sholat Maghrib tiba di rumah karena saat ini sudah jam 04.00 sore .


setelah kepergian ummi dan Raffa, ustad Zafir pun masuk kembali ke rumahnya begitupun dengan Ayra yang mengikuti langkah sang suami "mas beneran mas mau beli mobil besok?" tanya penasaran,


" kenapa sayang? apa kamu tidak suka Mas beli mobil...?"


" bukan tidak suka mas, mana ada sih seorang istri yang suaminya mau beli mobil tidak suka..?"

__ADS_1


"ya siapa tahu aja sayang kamu tidak setuju gitu maksudnya," merangkul sang istri sambil berjalan menuju kamar


" ya... gak lah mas, ngapain tidak setuju? itu juga uangnya Mas kan..?" ucap Ayra


" uang mas adalah uangmu sayang, maaf Mas tadi tidak bilang dulu sama kamu dan terlebih dahulu bilang kepada ummi, bukannya mas tidak menghargaimu sayang, tapi ummi adalah orang yang paling utama bagi seorang suami," ucapnya sambil tersenyum


"jadi istri itu yang kedua ya Mas..? ucap Ayra agak memanyunkan bibirnya


" eh jangan salah faham dulu sayang, kedua dari orang tua maksudnya Dinda, dan itu pun masalah menghormati dan menghargai gitu sayang, lucunya istri mas kalau lagi manyun begitu pingin tak emplok "ucap Ustadz Zafir menirukan kata-kata Ayra biasanya.


" ah mas bisa aja niru Ayra kata-katanya"


" loh beneran loh sayang, mas jadi gemes kalau Dinda memanyunkan bibir begitu," terkekeh


" ya lagian, jadi yang kedua mas, Ayra kan cemburu jadinya Mas," masih tetep manyun menggemaskan


" aduh sayang, apa sayangnya Mas ini cemburu sama ummi ..? nggak mungkin kan...? jangan dong sayang jangan cemburu sama ummi, karena ummi adalah orang pertama yang diwajibkan oleh Allah untuk dihormati dan disayangi karena surga di bawah telapak kaki ibu sayang." menghela nafas lalu berucap lagi


" tapi kalau seorang istri itu lebih wajib taat pada suaminya sayang namun juga tidak mengurangi rasa menghormati orang tuanya, karena orang tua adalah orang yang telah sangat berjasa pada kita, jadi kewajiban seorang istri adalah hormat pada suami dan juga pada kedua orang tua sayang,"


"Iya mas terima kasih, mas sudah berikan wejangan setiap hari, setiap saat selalu saja ada ilmu yang Mas berikan pada Ayra," kini mereka sudah sampai di kamar yang tak begitu luas namun sangat nyaman di tempati,


"sayang mas mandi dulu ya"


"Hem,, jangan lama-lama ya mas, Ayra juga udah kebelet ini,"


"kebelet apa...???"

__ADS_1


😁😁😁😁


__ADS_2