SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 94, JIWANYA MERONTA


__ADS_3

setelah melihat surat nikah Alzam itu asli semua para keluarga Yasmin tidak bisa mengambil keputusan, karena kakaknya Alzam memang lumpuh dan alzam sendiri sudah punya istri. lalu siapa yang harus dijadikan suami oleh Yasmin...? mereka semua tidak ada yang bisa berpikir dengan jernih terlebih lagi Yasmin ia sangat terpukul


"tidak loo harus tanggung jawab atas perbuatan kakak loo !!!" ucap Yasmin sarkas " pokoknya loo harus tanggung jawab..!! gue gak mau menikah sama kakak loo yang sudah lumpuh itu!" Yasmin melihat pada alzam dan istrinya dengan mata yang memerah


"nona... bukankah nona sudah tahu bahwa saya sudah mempunyai istri..? lalu bagaimana saya harus mempertanggungjawabkan itu semua...? bukankah keluarga nona juga melarang nona, mempunyai suami yang sudah beristri...?" sekali lagi Alzam memperingatkan agar Yasmine tersadar.


"tapi gue hamil...!! dan itu anak kakak loo..!!


"......????


"semua keluarga Yasmin terkejut dengan pernyataan Yasmin, begitu juga Alzam dan istrinya, mereka semua sangat kaget dan tidak percaya,.


Lalu bagaimana sekarang..? sedangkan tunangan Yasmin masih belum sadarkan diri dan pernikahan sudah tinggal seminggu lagi.


Satu-satunya cara yaitu harus mencarikan Yasmin suami pengganti, dan mereka semua tidak bisa memilih orang lain untuk menggantikan kakak alzam.


Mereka memutuskan agar Alzam yang menjadi suami Yasmin meskipun ia sudah mempunyai istri.


Setelah semua keluarga berembuk dan bermusyawarah mereka menyetujui meskipun Alzam mempunyai istri mereka rela Yasmin menjadi istri kedua Alzam daripada harus menikahi kakak Alzam yang lumpuh.


Tapi tidak dengan Alzam dan istrinya mereka tidak akan mungkin setuju dengan usulan mereka, sampai kapanpun Alzam tidak akan setuju menikah dengan Yasmin, Apalagi belum tentu juga anak yang dikandungnya adalah anak bang Dikin, karena Alzam tidak percaya bahwa bang Dikin akan melakukan sesuatu yang bisa merusak kehormatan dan repotasinya, Alzam tidak percaya semua itu adalah perbuatan Abangnya.


Bahkan Alzam juga mulai curiga dengan kecelakaan yang terjadi pada bang Dikin karena sebelum kecelakaan itu terjadi bang Dikin berpamitan untuk menemui Yasmin di tempat kerja nya.


Tapi entah mengapa ketika belum sampai di tempat yang direncanakan bang Dikin sudah kecelakaan.

__ADS_1


"maaf Nona..,, tapi saya tetap tidak setuju. kalau nona memang sudah hamil dengan bang Dikin, kenapa nona tidak berjuang untuk menyembuhkan bang Dikin...? dan malah menolak dengan keras tidak mau menikah dengannya, bukankah pernikahan bisa ditunda...sampai bang Dikin sembuh..?" ucap Alzam pada Yasmin dan keluarganya, ia tidak mau sampai mempunyai istri lagi.


" kalau loo tidak setuju maka loo harus siap dipenjara!" Yasmine mengancam


"silahkan saja nona..?! saya tidak takut dengan ancaman nona karena saya tidak pernah menandatangani surat kontrak dengan nona, dan yang menandatangani adalah abang saya, dan jika pun nona melaporkan pada polisi maka itu tidak akan terjadi karena polisi tidak akan bisa memproses karena Abang belum sadar sampai sekarang." ucapan Alzam memang benar, keluarga Yasmin saling melirik satu sama lain mereka berpikir bahwa anak di depan ini tidak mudah dikibuli


"kami permisi dulu semuanya assalamualaikum" Alzam meneruskan ucapannya kemudian setelah mengucapkan salam ia pun menggandeng istrinya dan keluar dari kediaman keluarga Yasmin tanpa menunggu jawaban dari mereka.


...****************...


sedangkan di rumah Ayra, Ustdz Zafir sedang menunggu sang istri membuka pintu kamarnya,


Ayra yang sejak pulang dari restoran sampai saat ini masih tiduran di atas ranjangnya, Ustadz zafir pun masuk ke dalam kamar setelah mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada respon, beliyau tersenyum setelah tau pintu kamar itu ternyata tidak di kunci oleh Ayra, beliyau melihat keadaan istrinya yang tadi mengatakan bahwa sedang tidak enak badan, tadi ustadz Zafir masih berusaha untuk memberikan waktu karna Ayra memang ingin istirahat dulu, jadi beliyau tidak langsung masuk kedalam kamarnya. Tapi karna sudah 2 jam Ayra belum keluar, Atau belum membuka pintu, Beliyaupun merasa hawatir dan langsung masuk saat tau pintu kamar itu ternyata tidak dikunci, menghampiri sang istri dan memeriksa suhu badan Ayra,


"sayang...,," ucap ustdz Zafir yang sudah meletakkan tangannya di atas dahi Ayra, Tidak terasa panas atau terlalu dingin tapi mengapa sang istri tak kunjung membuka matanya...?


" Sayang kamu sudah bangun...?" sesekali ustad Zafir mencium pipi Ayra, Sang istri hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan suaminya


Entah beliyau seperti sangat menghawatirkan dan selalu ingin berada di dekat sang istri, Walaupun hanya beberapa hari saja ustdz Zafir menikahi Ayra tapi ia sudah sangat menyayanginya.


Hari ini pernikahan mereka genap satu Minggu, Namun mereka berdua belum juga merasakan ladzdzatul mujamaah (lezatnya kebersamaan) yang sesungguhnya, Karena di samping Ayra juga baru selesai dari menstruasinya, Ustdz Zafir juga tidak ingin memaksa sang istri karena takut belum siap, Mengingat mereka yang di jodohkan dan masih dalam tahap pendekatan,.


Namun berbeda dengan pemikiran Ayra, Ia mendambakan belaian suaminya, Saat ini ia merasa sangat cemburu setelah tadi melihat sang suami lagi-lagi di hampiri oleh para fans-nya, Ia merasa bahwa sang suami sangat tinggi untuk di gapai. Ayra sudah suci dari haid nya kemaren, Namun sampai sekarang sang suami belum ada tanda-tanda akan menyentuh dirinya, Ayra merasa tidak pantas dan minder dengan sendirinya.


Jadi Ayra sampai merasakan ketidak seimbangan hormon dalam tubuh nya, Hingga ia tidak enak badan, Dan tak berselera makan.

__ADS_1


Saat sang suami menghampirinya ke dalam kamar, sebenarnya ia sangat gugup apalagi saat sang suami mencium pipi nya, padahal sebelumnya mereka sudah pernah berciuman Walau hanya sekedar ciuman singkat saja.


"sayang ... apa kamu sudah baikan... hemmm?" tanya ustdz Zafir lagi karna tadi Ayra hanya mengangguk saja.


"Ayra gak papa kok mas..,,." ucapnya lirih hampir tak terdengar


" Dinda maafkan mas, yang mungkin belum bisa memahami apa yang dinda inginkan, Tapi mas mohon, jangan tutupi apapun dari mas jika Dinda ada masalah" ucap ustdz Zafir sambil mengelus rambut Ayra, Yang saat ini Ayra tidak memakai hijabnya sejak tadi sepulangnya dari restoran, Aroma yang harum semerbak dan begitu lembut membuat ustdz Zafir ingin sekali rasanya meminta hak-nya sebagai seorang suami, Namun masih bisa beliyau tahan.


" Gak ada masalah apapun kok mas ganteng...,," mencoba untuk membalas dengan senyuman manisnya, Yang membuat ustdz Zafir semakin besar keinginan untuk memilikinya seutuhnya. 'masalahnya ada pada mas, bagaimana cara ku menyampaikan keinginan untuk memiliki mas se utuhnya..?"


" sayang .... sejak dari restoran tadi yang tidak Dinda sentuh sama sekali makanan nya, sepertinya dinda belum makan lagi kan..?" Ayra mengangguk,


" klo begitu mas siapin dulu ya.. biar dinda cepat sembuh dan pulih kembali,"


" tapi Ayra benar-benar gak sakit mas, Ayra cuma lagi capek aja tadi. tapi setelah ber istirahat alhamdulillah sudah enakan kok mas" ucap Ayra serius


" ya udah meskipun sembuh tapi harus tetap makan biar tidak sakit lagi, lagian bukannya tadi memang tidak di makan kan sarapannya..?" ustadz Zafir pun berlalu dan mengambil makanan ke dapur, dikulkas banyak sekali bahan makanan yang masih mentah, ustdz Zafir melihat hanya ada nasi saja yang sudah matang, kemudian untuk menyingkat waktu agar tak terlalu lama jadinya, beliyau mengambil udang di kulkas dan melumurinya dengan tepung yang sudah di bumbu, kemudian di goreng dalam minyak yang tak terlalu panas, Sambil menunggu udang matang beliyau juga sudah membuat kuah bening dari bayam, segar sekali rasanya jika di makan di waktu siang menjelang sore begini.


Setelah selesai di goreng dan semuanya sudah siap, beliyau mengambil satu piring nasi, kuah dan juga udangnya, di bawa kekamar agar sang istri segera mengisi perutnya yang sejak pagi belum terisi nasi.


" sayang..., makanan Ala mas Tama sudah siap..,,!" sambil memperlihatkan pada sang istri


" mas kenapa harus repot-repot begini...?" merasa tidak enak pada sang suami, padahal ia memang tidak sakit raganya, hanya saja jiwanya meronta-ronta ingin di mengerti lebih,


Author: maklum lah ya Ay...,, siapapun akan merasa takut kehilangan jika suaminya banyak yang nge-fans, apalagi jika ia setampan ustdz Zafir..,,?.

__ADS_1


Ayra: iya laah thoor, ingin rasanya menyerangnya langsung, Tapi masih kuat Thor, Nahan malu..🤭🤭


__ADS_2