SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 95 BERHARAP LEBIH


__ADS_3

" Sayang ayo buka mulutmu biar mas suapin" rasanya Ayra tak ingin waktu berjalan di saat seperti ini. 'manisnya suamiku ini, tapi aku ingin yang lebih dari ini mas'


" mas... biar Ayra makan sendiri saja yaa...?! Atau biar Ayra saja yang nyuapin mas " jawab Ayra lembut


" sayang kamu kan masih sakit, nggak papa mas yang nyuapin ya...? kita makan bersama dalam satu piring ini, ok sayang..?"kata-kata Ustadz zafir sangat manis terdengar di telinga Ayra sampai akhirnya tak bisa menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya saja. "bismillahirohmanirohim Allahumma baariklanaa fiimaa rozaktanaa wa qinaa adzaabannar,"


Akhirnya mereka makan bersama dan ustadz zafirlah yang menyuapi istrinya kemudian beliau juga makan sendiri dengan sendok yang sama juga. Ayra tersipu dan sangat senang dengan perlakuan suaminya yang begitu sangat romantis itu. Ia pun berharap semoga tidak ada yang mengganggu hubungan mereka sampai ajal menjemput mereka.


"alhamdulillah sudah selesai sayang, " menyodorkan segelas air putih dan langsung disambut dengan baik oleh Ayra.


" Oh iya Dinda sudah sholat dzuhur..? Dinda sudah habis masa mens-nya kan...?" Aira menggeleng lalu menggangguk, artinya ia belum sholat dan masa haidnya memang sudah.


"kalau gitu sekarang Dinda sholat dulu ya..., karena ini sudah jam 14.20, sebentar lagi sudah akan nyampek pada waktu ashar."


"iya mas..,." ustadz Zafir mengelus rambut Ayra sayang. beliyau sendiri tadi sudah sholat di musholla depan rumah bersama orang yang juga sering sholat disana.


akhirnya Ayra beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk bebersih dan melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim, sedangkan ustadz Zafir sendiri sedang menunggu istrinya yang sedang melaksanakan sholat di kamar mereka. setelah selesai dengan sholat dan doanya, Ayra menghampiri sang suami dan menyalaminya " Maas maaf jika Ayra nyusahin mas, dan belum bisa bahagiain mas,." Ayra menunduk di hadapan sang suami


"kenapa bicara begitu sayang...? seharusnya mas lah yang bicara seperti itu, karna mas mengambil keputusan menikah cepat , hingga tak sempat Dinda menyelesaikan kuliahnya,"


" Gak papa mas, bahkan Ayra juga sudah setuju dengan keputusan ini, jadi bukan lagi masalah buat Ayra."


"sayang...., Terimakasih atas segala keridhoanmu menerima mas sepenuh hatimu." ustadz Zafir memeluk Ayra, dan menciumi wajah sang istri sekilas saja,.


mereka berdua sama-sama saling menahan hasraat masing-masing, tanpa ada yang mau memulai, padahal momen seperti ini bisa memicu terjadinya ke naikan hormon masing-masing. ustadz Zafir masih memegang dagu Ayra agar menatap kearahnya, ia menelan Saliva saat bibir ranum sang istri begitu sangat menggoda, terbentuk begitu mungil dan sangat indah di pandang, beberapa detik kemudian " sayang ... bolehkah ...?"; belum sempat meneruskan ucapannya,Ayra sudah mengangguk setuju, ustdz Zafir tersenyum dengan tingkah menggemaskan Ayraa, lalu ustdz Zafir melu-mat lembut selembut usapan tangannya dipipi Ayra tadi, mereka menikmati hidangan halal yang disajikan oleh Allah. namun tak sampai melebihi dari sekedar ciuman bibir, padahal Ayra sudah sangat siap se andainya sang suami meminta haknya sekarang juga.


" sayang..."


" hmmm"

__ADS_1


" kita siap-siap untuk sholat Ashar yuk...,. mas pingin Ajak Dinda ikut jamaah di musholla depan rumah, " ustdz Zafir sudah menyudahi lumataannya, Ayra berharap lebih, tapi suaminya itu benar juga, waktu sholat Ashar akan segera tiba, dan tak mungkin bagi mereka untuk melanjutkan ke acara inti di waktu sore seperti ini,


" baik mas, kita sholat berjamaah di musholla depan yaa, mas dulu atau Ayra dulu yang mau ambil wudhu..?"


"Dinda dulu saja, biar mas yang nunggu di sini."


"iya mas," Ayra beranjak ke kamar mandi dan tidak lupa ia mengambil peralatan yang dibutuhkan terlebih dahulu.


***


sesampainya di jalan untuk pulang Syifa masih saja terus terdiam, ia berpikir bagaimana selanjutnya hubungan antara suami dan calon istri kakaknya itu, Apakah ia harus merelakan suaminya di bagi dengan wanita lain...? padahal baru saja ia mereguk kebahagiaan yang tiada Tara itu,


" sayang kenapaa diam...?" tanya Alzam yang memegang tangan Syifa dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya sambil menyetir mobil.


" gak papa kok sayang.., cuma lagi kepikiran sama tunangan bang Diki aja mas."


" buat apa adik mikirin wanita sepertinya...? "


terhening hanya terdengar suara ribut motor dan mobil yang berlalu-lalang saja


"heeeeh...' Alzam menghela nafas panjang


"dik, Apa yang akan mereka lakukan itu bukan urusan mas, dan lagi mas tidak percaya jika nona Yasmine itu sedang hamil dengan bang Diki" ucap Alzam pada sang istri


"maksud mas...? ada kemungkinan jika dia hamil dengan orang lain...?" Alzam mengangguk atas pertanyaan Syifa.


"lalu bagaimana mungkin, dia kekeh ingin mas menikahinya..?kenapa tidak minta tanggung jawab pada papa calon bayinya saja..?" tanya Syifa sangat ingin tau, kini mereka sudah hampir sampai di kediaman Sanjaya, mereka masih belum bisa kembali kerumah mereka sendiri di kota P , karna masalah Yasmine belum juga selesai,.


"sayang...tak semua orang itu baik sayang, terkadang mereka hanya ingin mengambil keuntungan dari sebuah hubungan, mungkin saja nona Yasmine hamil dengan orang lain dan minta tanggung jawab pada bang Dikin, dan karna Abang sudah lumpuh, maka ia bergerak memilihku untuk menggantikan posisi Abang, agar hubungan bisnis kami tetap terjaga dengan baik. Tapi bagi mas lebih baik tidak punya bisnis dengan mereka dari pada mas harus tanggung jawab yang bukan perbuatan mas." Alzam masih menggenggam tangan Syifa dengan erat, memberikan kenyamanan dan ketenangan pada sang istri.

__ADS_1


"iya mas, tapi jika itu memang anak Abang Diki bagaimana...?"tanya Syifa sangat takut suaminya itu akan mempertanggung jawabkan perbuatan Abangnya, Karena yang Syifa lihat, bang Dikin sama sekali belum ada tanda-tanda akan segera sadar.


"sayang... aku yakin sekali jika itu bukan perbuatan Abang, karna setauku Abang sangat Anti dengan perbuatan yang tidak bermoral seperti itu. namun jikapun itu memang anak Abang, mas juga tidak akan pernah menikahi nona Yasmine. biarkan saja dia menunggu sampai Abang sadar dari komanya." menghela nafasnya berat kemudian berkata lagi


" apa lagi mana mungkin mas mau menghianati Bang Diki dengan menikahi wanita yang akan menjadi calon ibu bagi anaknya, jika itu memang benar anak bang Diki." menoleh pada syifa dan mengusap lembut wajah Syifa, agar rasa hawatir itu bisa hilang


"semoga Allah melindungi kita semua dari kemungkaran dan kemaksiatan yaa mas,"


"aamiin, iya sayang. mas harap kamu tidak lagi memiliki perasaan bersalah pada mereka karna penolakan mas. dan itu memang seharusnya tidak boleh terjadi pada kita."


"iya mas.." kini mereka sudah sampai dirumah papa sanjaya, disana sudah ada papa Sanjaya yang menyambut kedatangan mereka, karna pak Sanjaya juga ingin tahu bagaimana keputusan keluarga Yasmine selanjutnya.


" assalamualaikum pah"Alzam langsung menghampirinya sang ayah setelah memarkir mobil di garasi rumah, begitu juga dengan syifa, ia mengekori sang suami


"wa alaikum salam, gimana hasil keputusannya nak..?" pak Sanjaya ingin segera mengetahui


"belum ada kepastian keputusan dari mereka pah, mereka tetap memiliki rencana untuk menjadikan Alzam sebagai pengganti Abang." ucap Alzam


"apa yang terjadi...? bukankah mereka tidak akan pernah setuju jika Yasmine menjadi istri kedua..?" pak sanjaya begitu penasaran


"mereka semua awalnya sudah tidak setuju dengan keputusan Yasmine pah, tapi karna Yasmine mengatakan sedang hamil, maka mereka lebih setuju jika Yasmine menjadi istri kedua dari pada menikahi Abang."


"kurang ajar...,! mereka semua sangat tidak bermoral,. bagaimana mungkin akan menikahkan wanita yang sedang hamil dengan putraku ...?!"


"karna Yasmine mengaku jika anak itu adalah anak bang Diki pah."


"gak mungkin..!!!"


happy reading semua nya... semoga kita semua di berikan umur panjang yang barokah, Rizki yang banyak dan halal, serta di jauhkan dari segala macam musibah dan balak Aamiin

__ADS_1


yuk di Aamiinii kak. 🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻🤲🏻


__ADS_2