SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
TAK ADA YANG MELEBIHI CINTA ORANG TUA TERHADAP ANAKNYA UKHTI


__ADS_3

"jika memang antum tidak pernah berniat untuk menghitbah ,mengapa antum mau berta'aruf dengan ana...?"ucap Fitri lagi mulai terdengar lebih jelas


"mohon maaf ukhti, tidak ada niatan bagi Ana mempermainkan ukhti.Ana cuma ingin mendapatkan restu dari orang tua ukhti.kita hidup bukan sendirian ukhti,kita ada orang tua dan banyak keluarga, apakah ukhti siap hidup tanpa ada cinta dari keluarga...?"ucap ustdz Zafir masih tetap sabar dan menasihati.


"asalkan bisa hidup dengan orang yang kita cintai bukankah itu sudah cukup...?tanya Fitri lagi tetap keras kepala


"tidak ada yang melebihi cinta orang tua terhadap anaknya ukhti,tidak ada yang melebihi cinta rosull kepada ummatnya juga tidak ada yang melebihi cinta Allah kepada hambanya ukhti."


kali ini ustdz Zafir sadar,bahwa gadis di hadapannya itu tidak pernah berfikir bahwa dia itu salah, bersikukuh dengan pendapat nya sendiri, jadi ustd zafirmulai berfikir,beliau ingin menjadi seorang teman yang bisa membimbing nya kejalan yang lebih baik.


"lalu apa sebenarnya yang ingin Antum utarakan...? apa Ana masih bisa mengharapkan Antum...?" ucap Fitri mulai mencoba lembut


sejenak ustdz Zafir berfikir lagi,tapi beliau kemudian berkata"Ana hanya mau bertanya,,apakah ukhti siap, jika kita langsung menikah,tapi tanpa harus bertunangan lama...?" Fitri terperangah membulatkan matanya sempurna. kaget dengan pertanyaan yang diajukan oleh orang yang ada didepannya ini. bukankah tadi ia bilang tidak bisa tanpa restu orang tua.lalu mengapa sekarang ia bertanya demikian...?


"apakah Antum tidak salah bertanya seperti itu...?" ucap Fitri


"hemm tidak... tentunya jika sudah mendapatkan ridho dari orang tua ukhti."lanjut ustdz Zafir memantapkan hati,ia teringat akan ucapan pak kyai kemaren,'siapa tau berjodoh'


"jika mereka tidak merestui...?tanya Fitri meneliti raut wajah ustdz Zafir,karna Fitri sangat faham dengan pilihan orang tuanya.


"sekali lagi maaf kan Ana ukhti.jika tidak ada restu orang tua maka Ana mundur."ucap ustdz Zafir

__ADS_1


"jadi klo mereka merestui..,,Antum akan langsung menikahi Ana...?"


fitri akan berusaha merayu untuk mendapatkan hasil yang terbaik dari orang tuanya,hingga mereka mengatakan iya,dan setuju dengan ustdz Zafir, walaupun itu sangatlah mustahil, mengingat kedua orangtuanya itu sangat memandang harkat dan martabat,dan jabatan


"jika mereka Rhido ,saya akan kerumah antum untuk meminang dan menikahi Antum,dan kita hidup sederhana di kota P daerah w.. apakah Antum siap hidup sederhana meninggalkan kehidupan sempurna antum...?"ucap ustdz Zafir lagi,


memang ustdz Zafir tidak ada niatan sama sekali untuk mempermainkan perasaan siapapun.ia sungguh-sungguh berniat akan memper istri orang yang mau hidup sederhana dengannya dan direstui kedua orangtuanya.


"kenapa harus di daerah terpencil itu...,,apakah tidak bisa menetap di rumah orang tua Ana saja, setelah kita menikah akhi...?"tanya Fitri mulai ragu.ia tidak pernah sekalipun hidup pas-pasan, mulai sejak kecil ia sudah berada di keluarga kaya raya.ia mondok hanya sebentar, itupun juga selalu di kirimin makanan kesukaannya tiap 2 hari sekali dari rumahnya.


"maaf tidak bisa ukhti,karna saya harus meneruskan perjalanan perjuangan kakek saya disana."jawab ustdz Zafir lebih halus melihat gelagat yang tidak enak di diri Fitri


tujuan ustdz Zafir memang benar, tidak ada sedikitpun niatannya untuk bermain main dengan masalah rumah tangga.


"Ana akan minta restu orang tua Ana dulu akhi"akhirnya kata itu yang keluar dari Fitri yang sejak tadi di tunggu jawaban nya oleh ustadz Zafir.


"heeem terimakasih ukhti.karna syarat utama untuk membentuk sebuah hubungan adalah keridhoan Allah, yang mana itu terletak pada rhidonya orang tua ukhti." ucap ustdz Zafir yang benar-benar membuat Fitri terdiam karena Fitri tau betul,bahwa orang tuanya tidak setuju bahkan saat itu pernah mengancamnya tidak akan pernah menerima dirinya jika sampai Fitri menerima pinangan ustdz Zafir.


setelah perkataan terakhir yang di ucapkan ustdz Zafir, akhirnya pertemuan mereka juga berakhir sampai saat itu,dan ustdz Zafir pamit pulang ke pondok pesantren.sedangkan Fitri masih berada di rumah om nya kakak dari sang mami. "tante...,om...Fitri juga mau kembali ke pesantren lagi yaaa"


"loh..., kenapa harus terburu-buru fit, tinggallah dulu barang semalam di sini,"ucap sang om yg di angguki oleh tantenya

__ADS_1


"gak usah om,, soalnya Fitri juga masih ada kepentingan lain."


"hemm klo begitu biar di Antar sama om mu saja ,sekalian diya mau berangkat kerja"ucap Tantenya


"hmm,,, terimakasih tante,"


diperjalanan menuju ke tempat kerja om nya Fitri minta tolong agar sang om bisa membujuk papi dan maminya untuk membuat mereka setuju pada ustdz Zafir untuk menjadi tunangannya, "bukannya beliau tidak mau bertunangan dan ingin langsung menikah ya fit..?" jawab sang om, yang memang tadi mendengar perkataan mereka,


"hmm,iya sih om,,tapi Fitri pingin banget tunangan sama ustdz Zafir,,"ucap Fitri yang sangat akrab dengan sang om.


"fit..,om cuma mau ngingetin,benar kata ustdz Zafir tadi,bahwa rumah tangga itu harus di bangun dengan sangat kokoh, agar tidak cepat roboh walau banyak badai yang menghantam."


"makanya Fitri minta tolong sama om untuk membujuk kedua orang tuaku,agar mereka bisa setuju"


"maksud om bukan gitu fit,," ucapnya sangat lembut takut Fitri mulai terbakar amarah "om ingin Fitri berfikir lebih luas lagi,apakah Fitri benar2 bisa ikut ustdz Zafir, sudah siapkah hidup pas-pasan di desa...? bukan hanya sekedar itu saja tapi juga menyiapkan segala macam kebutuhan suami sehari-hari dengan tanpa bantuan dari ART,,,?" ucap sang om lembut, mengingat ponakannya itu mudah tersulut emosi.


Fitri tidak menjawab pertanyaan omnya ia berfikir dan meresapi setiap kalimah yang di ucapkan sang om.'gimana klo aku tidak bisa kuat,,? bukannya nanti klo aku jadi istrinya,pasti akan di bawa ke desa yang dia maksudkan itu,' Fitri masih termenung dengan ucapan sang om.' aku gak bisa hidup pas-pasan dan tanpa bantuan dari ART, selama ini aku tidak pernah sekalipun hidup sederhana, Fitri bergelut dengan dunia sendiri masih belum ada respon terhadap sang om.


"fit,,apa kamu mendengar ucapan om..?" Fitri mengangguk tanpa menjawab dengan ucapan.ia masih berfikir dan terus berfikir, setelah beberapa saat kemudian sampailah di pesantren tempat Fitri mondok,karna tempat tinggal omnya memang tidak jauh dari sana, sebelum turun dari mobil pribadi sang om Fitri berucap" klo Fitri benar2 jadi istri ustadz Zafir, apa om juga tidak setuju..?",


"om sih setuju' aja,tapi yang jelas Fitri harus bisa menerima kenyataan bahwa beliau sudah pernah menikah,dan jangan sampai menyesal di kemudian hari, dan jangan sampai juga Fitri harus bercerai juga, setelah menikah. "

__ADS_1


om Fitri sebenarnya baik,ia hanya tidak ingin sang ponakan itu mengambil keputusan sendiri,tanpa berpikir panjang ke depan nya itu


__ADS_2