
Ke esokan harinya pak Rudy mengajak Kasun di tempat nya untuk menemaninya mengunjungi ustdz Adi di pondok pesantren.ia hadir atas undangannya kemaren malam lewat telepon
pak rudy menerka-nerka apa kiranya yang akan di sampaikan oleh ustadz Adi,ia berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk.
"Assalamualaikum,,"pak Rudy mengucapkan salam kepada petugas penjaga.
"Waalaikumus salam,," mari pak masuk , silahkan duduk dulu pak,bapak ingin bertemu dengan siapa...?"dengan ramah petugas penjaga kantor pondok mempersilahkan pak Rudy dan temannya masuk.
"Saya ingin bertemu dengan ustdz Zafir Adi nak, kemaren beliau telpon, mengatakan ada sesuatu yang ingin di bahas"jawab pak Rudy sopan
"Oh.. iya pak silahkan tunggu sebentar,akan saya panggilkan beliau dulu." Kemudian Umar melangkah keluar dari dalam kantor menuju kamar(maktab) ustdz Zafir yang berada di bagian paling belakang di pesantren.
Tok ..tok ..tok..
"Assalamualaikum ustadz."
Tok ..tok ..tok...
beberapa kali mengetuk pintu kamar maktab ustdz Zafir,tapi belum juga beliau keluar dari biliknya.akhirnya ia bertanya pada sahabat ustdz Zafir yang kamarnya tidak jauh dari tempat ustd zafir,karna biasanya ustdz Zafir sering bersamanya"kak Romi apakah ustdz Zafir ada di kamarnya...?"atau mungkin sedang keluar...?"tanyanya.
"Kayaknya belum keluar, dari tadi pagi aku disini tapi tidak melihatnya keluar."ucap Romi"coba kamu kettok lagi pintunya,mungkin beliau sedang sholat Dhuha. Lanjut nya..
"Ya udah terimakasih kak.kalo gitu saya ke bilik beliau lagi"ucap Umar si penjaga kantor tadi."emang ada apa kamu mencari beliau mar....?
"Ada bapak bapak yang ingin bertemu dengan beliau kak,katanya kemarin beliau menelpon bapak itu.
"Bapak bapak....?"tanyanya heran. karna setaunya kalo yang mengunjungi adalah Abah pasti semua santri sudah tau padanya.
"iya kak sekitar seumuran Abah" mari kak permisi....
__ADS_1
"Heeemm,,
Setelah itu Umar meninggalkan Romi yang sedang mempelajari kitab kuning di depan kamarnya.sedangkan umar pergi lagi ke maktab ustdz Zafir."siapa tau beliau udah selesai sholat" gumamnya sambil melangkah menuju maktab ustdz Zafir,yang hanya berjarak 30 meter dari kamar yang di tempati romi. Romi juga sudah lulus jadi dia berada di daerah maktab tersebut.sedangkan untuk asrama para santri berada di bagian depan dari pesantren ini.
"Assalamualaikum ustadz..." Lagi lagi Umar mengucapkan salam setelah sampai di maktab ustdz Zafir.tak berapa lama akhirnya pintunya terbuka.menampilkan ustdz Zafir yang segar dengan penampilannya yang sempurna.
memakai Hem biru batik,serta sarung polos hitam,tak lupa kopyah hitam juga, penampilan nya yang benar2 membuat banyak santri-santri yang kagum padanya. Umar saja agak tercengang sejenak, Kemudian tersadar dengan sambutan hangat ustdz Zafir.
"waalaikumussalam,oh kamu mar,ada apaa?tanyanya sambil tersenyum menampilkan gigi gingsulnya yang semakin mempertampan wajahnya
"Itu ustdz,di kantor ada 2 orang bapak-bapak yang ingin bertemu dengan ustdz, katanya kemarin beliau di telpon penjenengan(kamu)"
"Oh iya mar,itu pasti pak rudy.ok lah ayok kita kesana"ustdz Zafir melangkah menuju ke tempat di mana pak Rudy berada.umar mengikuti dari belakang,tapi ia tidak ikut masuk kedalam kantor.karna Umar tau,, pasti yang akan di sampaikan bersifat pribadi.sesampainya di kantor ustdz Zafir memberi salam dan menyalami pak Rudy jg temannya
"Gmn kabarnya pak Rudy...?"
"Seperti yang pak Rudy lihat,kabarku baik dan sehat.terima kasih pak Rudy sudah mau datang kesini."ungkap ustdz Zafir lembut.
"Tak mengapa ustdz,sekalian saya juga ingin jalan-jalan,ada perlu apa ustdz Adi menelpon saya kemaren ,..?" Tanya pak Rudy sopan,meski beliau lebih tua, tp pak Rudy tetap menghormati orang yang lebih muda darinya,apalagi pada ustdz Adi yang memang sudah terkenal sebagai seorang yang disegani, begitu pun dengan keluarga nya.
"Begini pak Rudy,,, saya langsung ke permasalahan saja pak, maaf sebelumnya pak,tapi saya tidak bisa meneruskan pernikahan ku dengan Lindia.
Pak Rudy serta Kasun itu masih mendengar kan dan menyimak dengan baik.walaupun begitu terkejut
"saya tidak bisa bertanggung jawab atas istri saya pak.sedangkan kami menikah sudah 8 bulanan lebih,dan sampai sekarang saya sebagai suami belum bisa bertanggung jawab penuh kepadanya.saya tidak ingin dosa saya makin banyak pak, ucap ustdz Zafir lagi.
"apa karena lindia kerja ke luar negeri nak ustdz..??tanya sang Kasun, yang sejak tadi terdiam.
"Iya salahsatunya itu pak.lindia tidak pernah mengatakan sebelumnya klo dia akan berangkat bekerja lagi.dan juga dia tidak pernah memberi kabar selama beberapa bulan ini.ungkap ustdz Zafir , mengeluhkan hal yang selalu menjadi beban baginya.
__ADS_1
"Maafkan atas kelakuannya nak ustdz,tapi alangkah baiknya jika tidak memutuskan hubungan yang sudah terjalin ini.ucap pak Rudy
"Mohon maaf juga pak Rudy,masalah ini memang terlihat sepele ,namun ini berat hukumannya dalam Haq Allah pak."
"Seorang suami wajib mendidik istri dan tidak boleh mengizinkan mereka keluar rumah tanpa adanya mahrom.namun yang terjadi dalam hubungan kami,bukan hanya sekedar keluar rumah sendirian,tapi lindia Bekerja mencari nafkah sendiri kenegeri orang,juga tidak ada kabar sama sekali darinya."
"Jadi bagaimana selanjutnya nak ustdz...?"tanya mereka berdua
Ustadz Zafir sudah memikirkan semua ini dengan penuh pertimbangan yang matang.ia menghembuskan nafasnya berat dan berkata
"jadi dengan sadar sepenuhnya saya mau mengatakan bahwa saya ZAFIR ADI PRATAMA sejak saat ini menjatuhkan TALAK pada LINDIA KIRANA "pak Rudy sebagai seorang saksi juga saudara sepupu ayahnya lindia mendengar kata talak dari ustdz Zafir ia langsung cengoo dan terpaku,ia tidak bisa berkata-kata lagi. Talak sudah di jatuhkan.
"Mohon sampaikan salam maafku untuk mertua ku pak Rudy. Ucap ustdz Zafir lirih. pak Rudy hanya mengangguk sambil sedikit menunduk, menyembunyikan kesedihannya, bagaimana pun juga lindia adalah keponakan sepupunya.
"Kenapa nak Rudy tidak langsung mengatakan kepada mertuanya..?tanya pak Kasun,mengurangi ketegangan yang terjadi.
" sebenarnya saya cukup mengatakan talak saja sudah cukup pak,tanpa harus melalui beliau,saya takut beliau tidak akan terima pak . makanya saya tetap menggunakan kesopanan saya dengan memanggil pak Rudy sebagai saksi,agar semua menjadi jelas."
akhirnya pak Rudy juga pak Kasun mengerti perasaan ustdz Zafir yang akrab disapa Adi di tempat tinggal nya itu.mereka faham maksud dari perkataan yang di sampaikan oleh ustadz Zafir. bagaimana mana mungkin status punya istri,namun KENYATAANNYA HANYA STATUS saja.toh lindia emang benar tak pernah mengabarkan kepada ustdz Zafir tentang ke adaannya di LN.
"nak ustdz,kalo begitu kami mohon pamit,kami akan sampaikan pesan ustdz Adi kepada ayah lindia.
"oh,,,iya pak , terimakasih Banyak atas kehadiran kalian berdua.
ahirnya mereka saling berjabat tangan, kemudian mereka berdua keluar dari gerbang pesantren dengan membawa kabar sedih bagi keluarga lindia.
****
mohon dukungannya ya kakak2 semuanya 🥰🥰🥰🥰. tinggalkan komentar kalian.😘😘😘
__ADS_1