
setelah para brandal tersebut pergi dari sana ustdz Zafir menghampiri sang sahabat"hey zam, Dika...,,kalian kok bisa barengan datangnya...,?dari ruangan pribadi lagi.."ucap ustdz Zafir menelisik
"hoo hoo,,, selamat datang di restoran kami pak bos,,kami sangat senang bertemu Anda di sini."ucap Dika sambil merentangkan kedua tangannya ingin memeluk sahabatnya itu
"heeem Gus, restoran Zz ini adalah milik kita ber empat,namun tidak pernah sekalipun Gus sempat berkunjung ke sini.stiap kali kami menghubungi anda,pasti selalu sangat sibuk."ucap Alzam panjang lebar
"benarkah...? masyaallah semoga bermanfaat dan barokah,. ,, kenapa kalian tidak pernah sekalipun mengatakan nama restoran ini kepadaku zam...Dik?" tanyanya lagi
"kami tidak sempat Gus,tiap kali ingat untuk mengatakan tp pasti ada saja yang harus kami urusi."jawab Alzam lagi
"oh...iya Gus,sengaja kesini atau ada kepentingan pribadi...?"tanya dika
"oh...itu tadi Raffa ngajak ketemu sama temen nya disini ,jadi sekalian saja aku mau ikut ke kontrakan Iqbal , eh,, gak taunya malah ketemu sama kalian berdua, mungkin ini petunjuk Allah agar aku tahu tentang restoran Zz ini." ungkap ustdz Zafir tersenyum dan menelisik tiap sudut ruangan itu.
"heem bener Gus., Alhamdulillah, pengunjung di resto tiap harinya banyak dan selalu bertambah banyak.,Yach meski laba yang kita dapat dalam tiap bulannya di bagi empat,tp cukuplah sekali transferan buat kebutuhan sehari-hari, dalam 2 bulan" ucap Alzam memperjelas kepada ustdz Zafir. yang ia yakini bahwa ustdz Zafir sendiri tidak tahu berapa penghasilan yang di transfer ke rekening pribadinya.
"heemm ,, sebenarnya aku belum pernah melihat hasil dari transferan yang kalian kirim ke rekening ku."ucap ustdz Zafir yang memang tidak pernah sempat,lebih tepatnya tidak menyempatkan diri untuk melihat rekeningnya. padahal sebelumnya sudah dibuatkan ATM atau yang biasa disebut dengan istilah black cart ,"jadi pingin tau nich berapa bagi hasil tiap bulannya,masak bisa di buat beli kebutuhan sehari-hari sampai 2 bulan."tanya ustdz Zafir
"heemm ,coba aja di cek Gus,sudah seberapa banyak uang di rekening nya Gus kalo selama ini tidak pernah sekalipun Gus ambil."Alzam menanggapi
"wah....sobat kita yang satu ini memang tidak pernah berfikir tentang harta dunia,"ucap Andika "hemm betul sekali sobat kita ini hanya memperkuat pertahanan sebagai artis sholawat dan mendalami ilmu agamanya saja"Alzam juga ikutan meng olok bergurau dengan ustdz Zafir.
"ah...jangan begitu lah zam..Dika,, mohon maafkan aku yang tidak bisa sempat berkunjung dan tidak bisa menyambung silaturahmi dengan kalian."ucap ustdz Zafir lagi.
" bergurau kok Gus,O..ya dimana Raffa dan temannya...?
__ADS_1
"tadi disebelah sana,sekarang kok tidak ada ,kemana ya mereka...,?"tanya ustdz Zafir yang juga celingukan mencari keberadaan Raffa hingga deg ..deg..,,netranya menangkap keberadaan 2 gadis Ayu yang tadi ia lihat di depan supermarket, 'apa aku salah lihat..,,' menganggap bahwa yang ia lihat hanya ilusi saja,'mungkin karna tadi memikirkan mereka' ucapnya dalam hati. ustadz Zafir mengucek kedua matanya
"Gus..,kenapa...?"
"ah tidak apa-apa...mungkin aku salah lihat."
,"salah lihat apa Gus...?" Alzam terus menerus mengeluarkan pertanyaan nya.
"sudah lah , jangan pikirkan.sekarang Raffa di mana...? tolong bantu Carikan ya zam, Dika,aku juga lupa tidak bawa hp ini,aku terburu-buru,soalnya aku mau kekontrakan Iqbal dulu,dan sore ini aku akan kembali ke pesantren"
"mungkin mereka ke toilet Gus , tunggu saya cek dulu di sana Gus "ucap Alzam
"kalo gitu saya ke ruang cctv saja Gus biar cepat ketahuan mereka pergi kemana."Andika menambahi, ustdz Zafir mengangguk sambil tersenyum," aku ikut siapa ini,"tanyanya
"Gus tunggu di sini saja,mungkin nanti Raffa kembali, biar langsung ada gus. Ucap Andika yang di angguki oleh Alzam.
~ setelah kepergian para sahabatnya,ustdz Zafir sendirian di meja makan,dan ia melihat ke arah dimana tadi terdapat 2 gadis itu, untuk meyakinkan bahwa ia hanya berhalusinasi saja, namun beberapa kali mengucek mata, tetap saja mereka memang nyata ada,bukan hayalan dan bukan ilusinya
"Zara kamu kenapa...?dari tadi kok diam saja.ayo cepat di makan nasinya" ucap Ning IFA yang memang dari tadi memperhatikan gerak gerik Ayra yang blingsatan,seperti seorang yang sedang di perhatikan oleh sang pujaan hati,
"eh,,,maaf Ning ...saya tidak apa-apa Ning, iya..Monggo Ning" lamunan Ayra tersentak oleh suara Ning IFA padahal ia masih memperhatikan sang pangeran dalam mimpinya itu.
~beberapa saat kemudian mereka semua sudah selesai makan di restoran Zz dan hendak menuju ke panti asuhan kasih bunda.
~setelah di cari ke toilet tidak ada, ternyata di lihat dari cctv Raffa dan temannya sudah ada di tempat parkir, karena tadi ustdz Zafir masih melepas kangen dengan sahabatnya itu, jadi Raffa menunggunya di depan restoran tepatnya di parkiran motor milik mereka.
__ADS_1
~setelah berpamitan pada para sahabatnya ustdz Zafir menuju ke Raffa,sesampainya ustdz Zafir di luar, beliau hendak mau memanggil sang adik,tapi belum juga melihat sang adik, ustdz Zafir lagi-lagi melihat 2 gadis yang tadi di dalam restoran,ia berfikir 'kenapa selalu ada dua orang itu lagi,,' namun ustdz Zafir terus berjalan tanpa menolehkan kepalanya ke arah mereka.
sedangkan Ayra dan Ning IFA sudah mau berangkat ke panti untuk menyantuni anak yatim-piatu dan juga memberikan hadiah kepada mereka semua. kebetulan di panti asuhan kasih bunda juga banyak lansia yang memang di titipkan disana,jadi sekalian mereka akan memberikan sedikit rizkinya.
*****
di pondok pesantren ATTOYYIBIN pak kyai baru saja selesai menelpon orang tua ustdz zafir mengenai hal-hal yang di maksud oleh orang tua Fitri ,
Abah dan ummi ustdz Zafir hanya bisa mendengar kan dengan baik dan tidak mengelak sama sekali. mereka akhirnya berfikir untuk sekedar memberikan tanggapan yang positif dan tidak mau membuat pak kyai perasaan."enggeh pak kyai, insyaallah mangke Kulo sanjang teng Adi tiambak, kadhos nopo saene..,"(iya pak kyai, insyaallah nanti saya tanyakan ke ADI sendiri bagaimana baiknya)"
"o...iya wes,,tak enteni gek pondok Yoo..kapan Zafir iku te balek Nang pondok pak...?"(o...ya udah tak tunggu di pondok ya...kapan Zafir mau kembali ke pondok pak..")
"enggeh pak kyai insyaallah menawi shonthen mniko"(iya pak kyai insyaallah mungkin sore ini"
"Yoo wes,tak tunggu assalamualaikum"
"wa Alaikum salam warahmatullah"
setelah telpon terputus keduanya berdiskusi, bagaimana selanjutnya,agar tidak sampai terjadi bertunangan,karna ummi dan Abah faham maksud mereka(orang tua Fitri) menunda-nunda pernikahan itu sebenarnya karna mereka tidak setuju dengan putranya. yang kemungkinan besar karena bukan orang kaya dan juga sudah duda serta tidak punya pekerjaan tetap.jadi mereka berdua akan mengatakan yang sebenarnya pada sang anak,
bagaimana selanjutnya....,,?
apakah ustdz Zafir akan meneruskan berta'aruf dengan Fitri..?
atau malah menolak dengan halus...?
__ADS_1
mari dukungannya ya kakak2 semuanya 🥰🥰🥰🌷🥰🌷 semoga barokah umur dan rizkinya aamiin 🤲🏻🤲🏻🤲🏻