SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 106 MAKAN MALAM


__ADS_3

di kediaman Ayra ia sedang mempersiapkan diri dan mempercantik dirinya dengan balutan busana muslim yang anggun dan cantik juga terlihat sangat elegan unik dan menarik. wajahnya yang memang sudah cantik malah semakin cantik dan juga sangat imut dengan riasan sederhana yang tidak menutupi wajah naturalnya.


sejak dari sang suami pergi ke restoran Zz, Ayra sudah melanjutkan segala sesuatu yang dipersiapkan untuk memberikan kejutan kepada sang suami karena semenjak menikah ia tidak pernah memberikan kejutan ataupun memberikan sesuatu yang istimewa untuk suaminya jadi malam ini setelah sang suami nanti pulang dari kerja ia ingin memberikan kejutan tersebut pada suaminya "Alhamdulillah semuanya sudah beres dan tinggal menunggu mas Tama saja "


setelah beberapa saat ustdz Zafir pun sudah mengucapkan salam dari arah luar rumah, karena ini sudah jam 09.00 malam biasanya restorannya tutupnya jam 10.00, tapi karena ini hari pertamanya kerja jadi Ustadz zafir pulang sebelum jam 10.00 dan Andika pun juga menyarankan agar ustad Zafir cepat pulang.


"Assalamualaikum "


" waalaikumsalam Mas " Ayra menyambut sang suami dengan tersenyum manis ia langsung menyalami tangan sang suami kemudian mempersilahkan sang suami duduk dan memberikannya minum


"bagaimana kabar Mas Hari ini di restoran...?"


"Alhamdulillah sayang, banyak pelanggan dan juga sangat bersahaja tertib. tidak ada kendala"


" Alhamdulillah kalau begitu Mas,"


" Masya Allah istri Mas malam ini terlihat semakin cantik dari hari hari biasanya." ucap Ustadz zafir setelah meneliti Ayra dengan seksama, Ayra memang terlihat makin mempesona malam ini.


" ah mas, Ayra kan jadi malu, ya udah ayo sekarang Mas mandi dulu kemudian setelah itu Ayra ingin ajak mas ke belakang rumah kita ya...," ucapnya sambil sedikit menunduk, ia malu mau mengatakan bahwa dia sudah menyiapkan kejutan untuk sang suami.


"kenapa harus malu sayang...?oh ya... mau ajak Mas kebelakang rumah...,? ada apa disana Dinda ...?" tanya Ustadz zafir karena di belakang rumah Ayra itu tidak ada apa-apa, hanya sebuah tanah lapang yang mungkin bisa dibuat untuk menanam sayur atau apa pun disana.

__ADS_1


" eemm,, pokoknya mas harus mandi dulu , biar capeknya hilang dan segar lagi."


"ya udah kalau gitu Mas mandi dulu ya sayang" beranjak dari tempat duduknya


" iya mas,.." akhirnya Ustadz zafir masuk ke dalam kamarnya dan beliau mandi juga ganti pakaian seperti biasanya ia selalu tampil dengan rapi, ya meskipun hanya memakai kemeja dan juga sarung tak lupa dengan pecinya, tapi penampilan Ustadz zafir selalu membuat mata yang melihat selalu terpesona dengan keindahan wajah maupun tingkah dan pakaiannya.


beberapa saat kemudian beliau sudah terlihat sangat sempurna di mata Ayra. ustadz zafir menghampiri sang istri yang masih menunggunya di ruang tamu sambil menonton TV.


"ya Allah suaminya Zara ini begitu sempurna terima kasih ya Allah sudah memberikan suami yang sempurna seperti beliau" gumam Ayra lirih


"sayang kok bengong...? katanya mau ajak Mas ke belakang rumah ayo mas sudah siap ini sayang." ucap ustdz Zafir yang melihat sang istri melihat padanya tapi seperti tercengang


" eh iya mas, ayoo...," Ayra menggandeng lengan Ustadz zafir begitu mesra dan sangat posesif, sepertinya ia tidak ingin ada orang yang menghalanginya dan akan memisahkan mereka. padahal mereka berada di rumah sendiri dan tidak ada seorangpun di sana.


" ah kalau tidak digandeng, entar nanti digandeng orang lain lho Mas, kan Zara nggak mau Mas diambil oleh orang lain."


"so sweet,, Iya deh sayang, tapi di sini kan nggak ada orang lain selain kita, siapa yang mau ambil mas dari Dinda..? kamu itu ada-ada aja deh sayang."mereka sambil berjalan ke belakang rumah sambil berbincang-bincang mesra, Ayra hanya menanggapi ucapan sang suami dengan tersenyum dan menatap wajah ustdz Zafir dengan sangat mengagumi.


Setelah nyampek di belakang rumah Ustadz Zafir dibuat kaget dan sangat tercengang dengan dekorasi yang sangat bagus, seperti ada pesta besar, padahal di sana tidak ada satupun orang, selain hanya mereka berdua saja.


"sayang ... ini ada apa ...?apakah akan ada pesta...?"Ustadz Zafir bertanya pada Ayra yang sedari tadi hanya berkali-kali menciumi lengan ustdz Zafir.

__ADS_1


"heem,, pesta untuk kita berdua aja Mas, gimana Mas suka nggak dengan kejutannya...?"


" Masya Allah jadi ini ...? ini kejutan untuk Mas...? siapa yang mendekornya Dinda..? Apakah Dinda mengerjakannya sendiri...?" bertanya seakan sangat hawatir


Ayra menggangguk dan tersenyum pada sang suami.


"ya Allah sayang, jadi seharian ini kamu membuat kejutan ini untuk Mas..?" Ayra mengangguk


" kamu tidak istirahat sama sekali mengerjakan semua ini sendirian...? " tanya ustdz Zafir lagi, dan Ayra lagi lagi hanya mengangguk dan tersenyum


" mas kita makan dulu ya..." ustdz Zafir duduk dan kemudian Ayrapun juga duduk di sebelah sang suami


kemudian mereka akhirnya makan malam romantis di tempat yang sudah Ayra siapkan untuk mereka berdua. Ayra sangat bahagia karena sang suami memakan makanan yang sudah Ayra siapkan dengan sangat lahap. setelah selesai dengan semua makan nya ustdz Zafir mengatakan kejujurannya pada Ayra


"seharusnya Dinda tak perlu memberikan kejutan seperti ini sayang, mas memang menyukainya tapi mas lebih suka jika Dinda mengerjakan sesuatu yang lebih bermanfaat daripada memberikan kejutan seperti ini sayang." ustad Zafir mengatakan dengan sangat lembut dan halus penuh rasa tanggung jawab, seharusnya semua itu yang membuat adalah dirinya, bukannya sang istri,. namun karena beliau tidak menyukai sesuatu yang mungkin baginya kurang bermanfaat lebih baik mengerjakan sesuatu atau mengaji atau apapun yang lebih bermanfaat daripada hanya sebuah kejutan saja, jadi ia mengatakan sejujurnya kepada Ayra.


Namun tanggapan Ayra lain, ia merasa bahwa sang suami tidak menyukai sesuatu yang romantis, padahal ia sudah benar-benar berusaha keras untuk membuat semuanya menjadi terlihat sempurna. Ayra berkaca-kaca, ia tidak bisa mengatakan sepatah katapun, ia hanya ingin menangis namun tidak bisa. cukup tertegun dengan ucapan sang suami.


"sayang.... maafkan mas ya, Mas bukan tidak suka, tapi mas tidak ingin Dinda kecapean hanya dengan membuat kejutan untuk Mas. padahal sebenarnya mas sudah sangat bahagia, bisa bersanding dengan wanita seperti dinda, Mas sangat bahagia sayang, tidak perlu suatu kejutan atau apapun yang penting Dinda memberikan ketulusan dan keikhlasan dalam rumah tangga kita."ustad Zafir langsung mendekap sang istri dan menciumi seluruh wajah Ayra dengan penuh sayang, karena dirasa Ayra berkaca-kaca dan ingin menangis. Ustadz zafir merasa bersalah karena berkata sejujurnya kepada Ayra jika ia tidak perlu sebuah kejutan, seharusnya ia tidak mengatakan seperti itu, Ia memang berkata jujur karena menurut beliau kejujuran adalah hal yang paling diperlukan dalam rumah tangga agar rumah tangga itu berjalan dengan sempurna. tumpahlah Air mata Ayra seketika itu, ia menangis dalam pelukan suaminya


"maafkan mas Dinda, mas tak bermaksud untuk membuat usaha Dinda tersia-siakan, maaf sayang.. sudah ya jangan menangis lagi, ayoo kita lanjutkan saja apa yang ingin Dinda inginkan lagi." bujuknya pada sang istri, beliyau sungguh sangat merasa bersalah.

__ADS_1


"enggak ,sudah selesai kok mas," ucap Ayra berusaha untuk tersenyum, padahal sebenarnya Ayra masih ingin berdansa dengan ustadz Zafir dan ia sudah menyiapkan tempat berdansa berdua dengan sang suami di samping tempat makan yang mereka tempati sekarang Namun karena keadaannya sudah berubah ia jadi tidak ingin mengajak sang suami untuk berdansa, ia takut sang suami juga tidak menyukai dengan adanya dansa tersebut.


" mas minta maaf ya sayang, seharusnya mas yang memberikan kejutan buat Dinda, tapi ini malah Dinda yang memberikan kejutan buat Mas, Mas jadi merasa bersalah sayang, sekali lagi maaf ya..."Ustadz Zafir benar-benar merasa bersalah Ia memang tidak bisa membuat kejutan yang romantis seperti sahabat-sahabatnya,


__ADS_2