SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 57, PREMAN AMATIRAN


__ADS_3

sorenya ustdz Zafir berangkat ke pondok pesantren attoyyibin sendirian karena Raffa tidak bisa mengantar beliau,lagi lagi beliau naik angkutan umum yang akan membawanya kembali ke pesantren"pak berhenti di gang kecil depan yaa"ucap ustdz Zafir pada sopir angkot ketika hampir sampai ke pondok, beliau berencana akan membeli sesuatu dulu di mini market di dekat pesantren ini.


"iya mas"jawab pak supir angkot.kemudian ia bertanya lagi


"mas, orang sini atau ....?"


"saya mondok di pesantren attoyyibin pak."ucap beliau ramah


"oh....sudah lama ya mondoknya mas,,...?"


"Alhamdulillah sudah sekitar 15 tahunan pak,"


"wow,,bagus banget mas.bisa Sampek selama itu yaa...pasti mas sudah banyak menimba ilmu ya...


"ya begitu lah pak.doakan saja pak,semoga bisa menjadikan saya orang yang sholeh dan terpilih sebagai hamba Allah yang taqwa pak."tersenyum lembut,


"aamiin ,sudah sampai mas.klo boleh saya tau siapa nama mas..?"tanya pak supir angkot lagi.ia merasa pernah melihat ustdz Zafir sebelumnya tapi tidak tahu dimana dan mungkin juga hanya perkiraannya saja.


"saya ZAFIR ADI pak,,ini ongkosnya ya pak, semoga kita ketemu lagi."


"aamiin , loh mas,ini kembaliannya masih banyak."ucap pak supir agak keras karena ustdz Zafir sudah keluar dari angkot nya,dan tadi ia masih mengambil kembalian buat ustdz Zafir


"buat bapak saja,saya ikhlas" beliau berhenti sejenak mendengar kan pak supir yang bicara, karna hanya tinggal beberapa langkah saja menuju minimarket itu


"beneran mas,,, terimakasih banyak ya mas." ucapnya sambil sedikit nyaring

__ADS_1


"sama sama pak, assalamualaikum" ustdz Zafir meneruskan lagi menuju minimarket


"wa alaikum salam,semoga apapun yang mas inginkan di kabulkan oleh Allah,"ucap sang supir bergumam kecil sambil meremas uang yang tadi ia ambil dari tas burik miliknya,ia sangat bahagia bahkan sampai meneteskan air mata karna rizkinya hari ini di tambah oleh ustadz Zafir. biasanya ia cuma punya penghasilan kurang lebih 90 ribu tiap harinya,karna memang angkot itu bukan milik sendiri.ia hanya menjadi sopir saja, sedangkan uang ustdz Zafir 100 ribuan , seharusnya kembalian nya 92 ribu,karna ongkos naik beliau cuma 8ribu saja,tapi ini malah tidak mau di kasih kembalian,hati siapa yang tidak bahagia dapat Rizki lumayan besar bagi orang kecil.mungkin uang segitu hanya sampah bagi orang yang kaya raya,seperti CEO atau para presdir dari perusahaan besar.namun begitu sangat berharga dan besar bagi mereka orang miskin..


banyak sekali dari semua orang kaya terkadang tidak menghiraukan orang kecil ,bahkan banyak sekali yang tidak mau berdekatan dengan mereka, menganggap mereka bukan sederajat dengan nya.tapi dari yang tadi supir angkot itu lihat, Zafir ini sepertinya bukanlah orang biasa ,karna yang pak Suryono lihat dari segi penampilan nya,kulit dan juga wajah yang tampak sangat rupawan memikat, "sepertinya beliau orang yang kaya,tapi mengapa ia naik angkot...?''pikir pak Suryo masih belum berangkat,ia masih melihat ustdz Zafir masuk ke minimarket tersebut.setelah itu ia pun langsung menuju tempat dimana setor hasil dari pekerjaannya sebagai seorang supir angkot.dan ia sudah mengantongi uang yang di kasih oleh ustad Zafir tadi di dalam kantong celana kumalnya. ia berniat setelah selesai menyetorkan uang modalnya ia akan berbelanja di pasar untuk membeli keperluan rumah tangga yang sudah beberapa hari terakhir sudah habis,ia hanya bisa makan nasi dan tempe saja bersama sang istri dan satu anaknya, itupun hanya bisa mengganjal perut saja, tidak sampai kenyang,karna ia tidak bisa membeli beras banyak, apalagi kebutuhan sehari-hari sangat banyak belum lagi bahan bakar dan bahan yang lainnya semua harganya meroket melonjak dengan sangat tinggi.bagi keluarga pak Suryo itu sudah Alhamdulillah bisa makan walaupun hanya sebagai pengganjal saja. pak Suryo punya dua putri yang satunya mondok sudah dapat sekitar 3 tahunan, sedangkan yang satunya masih SD kelas 6.


sedangkan ustdz Zafir yang sudah berbelanja di mini market itu, beliau menuju kasir dan membayar belanja an barang-barang yang dibutuhkan tersebut,ketika ia keluar dari sana dan sudah hampir sampai di gang kecil (jalan pintas) menuju pesantren, beliau melihat seorang gadis yang masih memakai seragam sekolahnya di ganggu oleh preman.ustadz Zafir masih memperhatikan gerak gerik dari preman tersebut, sepertinya ia hanya memalak gadis cantik itu,


"berikan uangmu" preman memaksa minta uang dari gadis itu


"saya tidak punya uang bang.,"ucapnya takut


"cepat berikan..! atau aku akan .." mengangkat tangannya untuk membuat gadis itu semakin bertambah takut


selama ustdz Zafir memperhatikan mereka, sepertinya sudah biasa si gadis kecil itu ngasih uang ke preman amatiran tersebut,


si preman amatiran terus saja memaksa gadis kecil itu,tapi tetap saja ia tidak memberikan apa yang di inginkan oleh si preman. ustadz Zafir mendekati mereka dan bertanya


"assalamualaikum ada apa ya bang...?kenapa ribut-ribut disini...?"tanya beliau seperti biasa ramah dan santun


"oh tidak,mas ini adik saya gak mau pulang,jadi saya paksa"ucap si preman pura-pura tidak pernah mengancam gadis itu


"loh kenapa gak mau pulang dek..?"ustdz Zafir juga memainkan peran tidak taunya.


"sa..saya..Bu...bukan adiknya mas..."gemetar tapi tetap memberanikan diri untuk menjawab,ia berharap dapat perlindungan dari orang di hadapannya ini.

__ADS_1


"loh..., maksudnya... dia cuma adik sepupu saya, mas" preman tersebut sepertinya mengetahui bahwa ustdz Zafir itu bukan orang sembarangan jadi ia tidak mau ber urusan dengan hukum yang bisa menjadikannya masuk kedalam penjara jika di laporkan ke pihak berwajib.ia masih memegang tangan gadis itu erat


"lepaskan dulu bang. mungkin dia ketakutan sama Abang, biarkan aku yang mengantarkannya ,dimana rumah mu dik...?"ustdz Zafir masih berpura pura tidak tau jika mereka bukanlah sepupu. akhirnya si preman melepaskan tangan gadis itu,dan iapun segera beranjak dari tempatnya itu "klo begitu saya duluan ya dik ."ucapnya pada si gadis itu.


setelah kepergian sang preman gadis cantik itu menatap kearah ustdz Zafir dan berkata


"kami tidak saling mengenal satu sama lainnya.tapi Abang itu hampir setiap hari selalu meminta uang saku saya,jika tidak di kasih,ia mengancam saya untuk membuat kedua orang tua saya menderita karena dia akan menculik saya."ucapnya, ketakutan yang tadi sempat beliyau liat kini ber angsur hilang.


"jadi dia bukan kakak sepupu mu...?"


"bukan mas., tolong saya mas,antarkan saya pulang,saya takut nanti di kejar lagi sama dia mas.!"


"lalu kenapa kamu lewat disini terus klo memang setiap hari selalu di minta uang sakumu.,..?apa tidak ada jalan lain yang lebih ramai...?"


"ada sih mas..tapi jauh. hanya jalan pintas ini yang dekat untuk lebih cepat sampai di sekolah saya."


"emang kamu sekolah dimana...?dan dimana rumah mu...?kenapa gak jalan sama teman-teman yang lain, seorang gadis berbahaya jika berjalan sendirian." ustadz Zafir hanya bisa memberikan sedikit nasihat,biar gadis itu lebih hati-hati.


"saya tahu mas,tapi teman teman pakai mobil di antar oleh sopir atau orang tua nya. ada juga mereka yang memakai sepeda,ada yang memakai motor sendiri, hanya saya yang jalan kaki mas,saya tidak mampu seperti mereka.."ucap gadis itu bersedih,


ustadz Zafir masih tetap mendengarkan dengan penuh rasa terharu dan bangga pada gadis pembrani di hadapannya


"lalu kenapa kamu tidak memberi tahu orang tua mu jika kamu selalu di gangguin preman itu"


"hidup kami sudah susah mas.saya tidak ingin menambah kesusahan orang tua saya dengan beban ini.saya berusaha keras agar tidak bertemu dengan orang tadi itu mas,klo saya bertemu dengannya pasti di minta uang saku saya yang hanya 4 ribu saja.hari ini saya tidak punya uang saku mas,karna bapak belum ada uang."

__ADS_1


__ADS_2