
"sayang pesan makannya sudah...?" tanya Ustadz Zafir pada Ayra karena di atas meja tersebut belum tersedia makanan sama sekali,
"Aah... maaf Mas Tama tadi belum sempat Dinda pesan.." ucap Ayra karena memang dia belum sempat memesan disebabkan kedatangan Amel yang tiba-tiba menghampirinya,
" ya udah kalau begitu biar saya saja yang pesan ustad mau pesan apa ustdz dan ning ...?"Andika menawarkan untuk memesankan makanan yang akan mereka makan.
"Apa tidak merepotkan Mas Dika...?" sambil menyodorkan resep dan menunjuk apa yang akan dipesan
" tidak , sama sekali tidak merepotkan Ning tunggu sebentar ya ustad, biar saya sendiri yang Ambil" Andika beranjak dari tempat duduknya berniat mengambil makanan sendiri namun, karena Amel dan kawan-kawannya berebut untuk menyapanya maka mereka pun terjatuh di depan Andika secara bersamaan, dan itu pun tidak luput dari penglihatan Ayra Dan ustad Zafir.
"astagfirullah kenapa bisa jatuh Mbak ...? bersamaan lagi..?!" Andika dibuat kaget dengan kejadian jatuhnya mereka di depannya karena tak pernah ada kejadian seperti itu sebelumnya di restoran Zz ini.
" Ah maaf Mas tadi kami tidak sengaja saling berebut untuk menyapa mas lebih dulu,.."ucap Adilla
" menyapaku...? Andika terheran dengan wanita tersebut tepatnya ke-empat wanita di depannya
" Iya Mas Kami ingin berkenalan dengan mas, karena kata teman kami Mas yang mempunyai restoran ini kami sangat mengagumi masakan dari restoran ini, begitu sangat enak, lezat, berbeda dengan di restoran yang lain, " ucap Anjani teman Amel juga yang sejak tadi tidak ikut berdebat dengan mereka. Anjani lebih memilih diam dan memperhatikan mereka saja.
" Oh begitu ya baik-baik, kenalkan saya Andika salah satu pemilik restoran Zz ini" ucap Andika pada mereka "Mohon maaf saya permisi dulu karena mau mengambil pesanan " lanjut Andika
"Oh oke silakan mas Andi..." mereka semua memberikan jalan untuk Andika.
Anjani masih memperhatikan Andika yang berjalan ke arah dimana letak dapur restoran Zz tersebut,
__ADS_1
sedangkan Anita beranjak ketempat ustdz Zafir dan juga berniat menyapa fansnya itu. " Eh....mau kemana Nit...?" tanya Amel yang melihat Anita sudah dekat dengan meja ustdz Zafir dan iapun tidak menjawab pertanyaan dari Amel
" assalamualaikum ustadz.." ucap Amel setelah sampai di depan ustadz zafir dan juga Ayra.
" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Ada yang bisa saya bantu mbak ...? tanya Ustadz zafir pada Anita, sedangkan Ayra memperhatikan interaksi mereka berdua.
" Maaf jika mengganggu kenyamanan ustdz, tapi saya adalah penggemar berat nya ustdz selama ini, boleh saya minta tanda tangannya dan foto bersama....?" tanya Anita lagi, ustdz Zafir pun melirik ke arah sang istri, sepertinya beliyau meminta jawaban darinya.
" ahhhh mungkin tanda tangan saja boleh Mbak, tapi maaf tidak dengan foto bersama." ustad Zafir ingin menjaga perasaan Ayra ia tidak ingin sang istri merasa tidak nyaman dengan para penggemarnya
" oh iya ustdz tidak apa-apa, terimakasih dan mohon maaf karena telah menggangu kenyamanan kalian," Anita melirik pada Ayra yang hanya terdiam memperhatikan. ia lalu menyodorkan sebuah buku dan pulpen pada ustdz Zafir,
" berasa jalan sama artis deh aku... apa mas memang banyak penggemarnya..? sampai di sini pun masih tetap ada yang minta tanda tangan, emang segitunya ya kalau ngefans sama seseorang..? ucap Ayra lirih namun masih bisa samar samar di dengar oleh suaminya itu.
" Terimakasih atas kesediaan Anda ustdz. maaf mengganggu waktu ustdz, permisi Assalamualaikum" Anita segera melangkah menuju ke teman-teman nya lagi.
" wa alaikum salam warahmatullah." ustadz Zafir mengangguk
Tak lama kemudian akhirnya Andika sudah menyiapkan semuanya di atas meja, ustdz Zafir. Amel dan kawan-kawannya sampai tercengang dengan perbuatan Andika yang begitu sopan dan ramah terhadap pelanggan, mereka tidak tahu jika ustdz Zafir pun adalah salah satu pemilik restoran Zz ini. dan selain itu karna memang Ustadz Zafir dan istrinya adalah tamu kehormatan dan juga orang yang ia hormati.
"mari ustad dan ning... monggo silakan.."ucap Dika sangat ramah
" kamu juga harus ikut makan dong khi.. kapan lagi kita akan makan bersama mumpung aku lagi sempat berkunjung ke sini jadi kita makan bersama ya hari ini." ustad Zafir mengajak Andika untuk makan bersama dengannya dan istrinya.n,
__ADS_1
" baik terima kasih ustad monggo.." akhirnya mereka makan dengan tenang tanpa ada satupun yang berbicara hingga usai.
Sedangkan di meja sebelahnya, Amel dan kawan-kawannya termasuk Anita memperhatikan gerak-gerik dari mereka bertiga " Masa' iya sih wanita itu pacarnya ustad..? masa ustadz pacaran dan romantis romantisan di tempat umum gak mungkin kan...?" ucap Anjani pada mereka bertiga
" ahh sekarang kan memang musim ustadz gadungan, mungkin saja dia bukan ustad beneran hanya ustad gadungan saja bisa jadi kan...?" ucap Amel sangat sinis,ia tidak suka melihat sahabat Syifa itu bersama dengan seorang pria tampan, dengan profesi ustdz, apalagi berstatus sebagai pacar bagi ustdz tersebut, ia jadi merasa terkalahkan, padahal sebelumnya dia selalu primadona di kota ini.
" Mel kenapa sih dari tadi kamu itu ucapannya selalu kasar, Arogan dan tidak beretika seperti itu,. Saya tahu ya.. ustadz zafir itu adalah ustad yang paling diidolakan oleh semua anak-anak di pondok kami,. ucap Anita kesal pada Amel, Anita juga mondok di pesantren namun berbeda dengan pesantren tempat Amel ataupun tempat ustdz Zafir., Jadi ia sangat yakin jika ustdz Zafir bukan ustdz gadungan seperti dugaan Amel. karna di tempat ia mondok banyak sekali yang mengagumi keindahan sosok ustdz Zafir,e lain suaranya yang terkenal bersuara emas, ia juga sangat populer dengan ketampanannya.
" Sulit ya jika orang sudah nge-fans banget ya pastilah membelanya," ucap Amel lagi
" kenapa sih kalian dari tadi berdebat terus gak ada habisnya, kenapa mesti ngomongin orang, mending kita habiskan saja makanan ini setelah itu kita pulang, atau ke mana kek gitu..? yang penting kita happy-happy sebelum kalian kembali lagi ke pesantren dan terkurung di sana" Adilla sudah muak dengan apa yang ia dengar. bukannya makan, malah berdebat tentang Ustadz Zafir itu,.
Anita dan Amel mencebikkan bibirnya.
Adilla, Anjani, Amel dan Anita mereka teman satu sekolah semenjak mereka semua di SMP.., namun ketika menginjak kelas satu SMA merekapun terpisah karena Amel dan Anita mondok di pesantren berbeda,. sedangkan Anjani dan Adilla mereka berdua tidak mondok seperti kedua teman2nya itu.
"bener tuh kata Adilla., kita makan aja setelah itu kita happy-happy lagi ." ucap Anjani ccxfxxxxxgxcichcgh hhhhh hvx
akhirnya mereka tidak ada yang berdebat lagi dan menghabiskan semua makanan yang ada di meja lalu setelah itu mereka pulang,. sedangkan Ayra sejak dari tadi tidak berbicara lagi, entah mengapa ia tidak mau berbicara, hanya mengaduk makanannya kemudian mengunyah sedikit saja .
" ada apa sayang..? kenapa makanannya hanya di aduk aduk saja, mubaddzir lo sayang...? dan mana bisa kenyang...?" ustaz zafir memperhatikan sang istri yang dari tadi selalu mengaduk-aduk makanannya tanpa ada ke inginan untuk memakannya.
" mungkin tidak berselera ya Ning...?" tanya Andika juga melihat pada istri sahabatnya itu
__ADS_1
" ah maaf , makanannya sangat enak kok mas,cuma Ayra kurang enak badan aja,jadi tidak berselera.." tersenyum, tapi juga meringis, modnya tiba-tiba saja turun,karna ada wanita yang menghampiri suaminya itu tadi,padahal hanya sekedar minta tanda tangan saja,karna ustdz Zafir pun juga sudah menolak untuk berfoto bersama,