SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 89 ISTANA


__ADS_3

selama perjalanan menuju ke Jakarta,Syifa tertidur dalam mobil,mungkin ia masih kecapek an, Alzampun tidak membangunkan nya,ia malah membuat tidurnya Syifa makin nyaman dengan menurunkan jok mobilnya ,sampai di depan mall yang sudah agak dekat dengan rumahnya, Alzam menghentikan mobilnya untuk membeli buah tangan permintaan sang istri, untuk keluarganya..


"sayang...kita nyampek di mall,katanya kamu mau beliin sesuai buat mama.."Alzam mengusap pipi syifa,agar sang istri bangun.dan benar saja Syifa terkejut saat pipinya di sentuh,"eh mas....sudah sampai yaaa...?"tanyanya sambil melihat sekeliling.ia tidak pernah sekalipun pernah kekota besar.ia terkagum melihat disana banyak sekali gedung gedung yang megah dan indah,


"Belum sampai sayang...masih sebentar lagi.tapi katanya mau beli sesuatu buat mama papa...?"


"hemm,,iya mas,apa kita belanja disini ..?"mereka sudah turun dari mobil dan mulai berjalan masuk


"eemm.."


Sampai di dalam mall,Syifa memilih hadiah apa yang pantas akan ia berikan pada sang mertua,"mas kita kasih apa buat beliyaunya...yaa...?"Syifa pusing mau memilih karna banyaknya barang yang berjejer rapi dan sangat menarik perhatian semua orang yang berkunjung,


"sungguh disini sangat banyak sekali yang menakjubkan,aku sampai pusing pilih barang apa mas.."


"pilihlah yang mungkin bermanfaat bagi mereka sayang.."Alzam juga masih setia menemani sang istri yang dari tadi hanya melihat, memegang lalu berkeliling lagi,ia mengekori Syifa


"mas bagaimana klo Syifa kasih hadiah ini untuk mama...?"tunjuk Syifa pada sebuah mukena yang sangat bagus,terlihat sederhana namun sangat istimewa,lembut dan halus.


" boleh sayang.... sepertinya mama juga hanya punya satu,"


"emmm..ok mas... yang ini aja yaaa...."


"iya sayang.." lalu memasukkan kedalam keranjang belanja nya


" mas lihat disana ada dasi dan kemeja yang sangat bagus,Syifa ingin kasih hadiah itu buat papa ya mas...,?tapi ukuran kemejanya Syifa gak tau mas.." menunjuk barang di lantai atas


"ya udah ayoo kesana sayang.ukuran kemeja papa sama dengan aku sayang" Alzam mengajak sang istri untuk mengambil apa yang di lihat tadi.iapun berada di depan dan Syifa yang mengikutinya


"emm,iya mas,.."karna terburu-buru keranjang belanja'annya malah membentur pengunjung lain,hanya sedikit ujung ujungnya saja.sedang Alzam terus berjalan.tadi Alzam sudah mau mendorong keranjang tersebut,namun Syifa ingin mendorong sendiri, katanya karna ia tidak pernah belanja sambil mendorong keranjang belanja seperti itu.


"uuhk.....auw...hati hati dong, klo jalan..pakek mata.!"ucap wanita itu?.sedang Alzam berada di depan dan tidak tau klo keranjang Syifa menyenggol orang lain.


"maaf kak...saya tidak sengaja.."ucap Syifa sedikit takut


"kak ...kak ....emang kapan gue nikah sama Abang loo...??" bentak wanita itu makin nyolot


Alzam melihat kebelakang namun Syifa tak lagi mengekornya jadi ia kembali lagi.. untuk mencari istrinya itu.


"maaf bener saya tidak sengaja Bu.."


"Bu...??gue gak setua itu yaaa,harus loo panggil ibu,dan lagi kapan loo jadi anak gue...?"semakin bertambah saja kemarahan wanita muda tersebut,ia memang sangat cantik dan seksi bahkan ia menggunakan sepatu hak tinggi,dan dres pendek hingga terlihat pahanya yang mulus putih dan halus itu,Syifa tertunduk ia tidak tau harus memanggil apa pada wanita di depan nya itu,dan Syifa juga berharap sang suami datang menolongnya,tadi Syifa melihat sang suami berjalan tergesa-gesa dari arah depan agak jauh dari tempatnya sekarang.


"maaf.."

__ADS_1


"makanya klo orang kampung itu pantas nya belanja di pasar saja bukan di mall,biar enak berdesakan tanpa ada yang menghiraukan"katanya sengit.


"sayang ada apa...??"ucap Alzam yang melihat sang istri seperti sangat ketakutan.syifa langsung memeluk Alzam begitu tau ia berada di hadapannya.


"Halah...gitu aja sok romantis di sini,engap gue lihat yang beginian."ucap wanita tadi langsung beranjak begitu saja.


"ada apa sayang...?kenapa dia marah sm kamu...?"tanya Alzam yang masih memeluk sang istri


"mas ,tadi aku gak sengaja nyenggol dia.aku udah minta maaf tapi dia gak terima dan marah-marah"


"ya udah ,dianya juga udah pergi yuk kita ke atas,"


"kenapa mas tinggalin Syifa ...?tadi Syifa sangat taku mas,Syifa gak terbiasa belanja di tempat besar seperti ini."


"maafkan mas sayang,mas kira tadi kamu terus mengikuti mas.jadi mas tidak menoleh kebelakang lagi sayang,maaf yaa...."


"jangan tinggalkan Syifa lagi ya mas..Syifa takut sendirian,"


"iya sayang maaf yaa..." syifa mengangguk, kemudian mereka berdua melanjutkan berjalan lagi.


setelah beberapa saat mereka sudah selesai belanja dan meneruskan perjalanan menuju ke rumah Alzam.hanya butuh setengah jam-an untuk nyampek disana.


"sayang sudah jangan ngalamunin yang tadi terus..."mengusap pipi Syifa yang masih mengingat kejadian di dalam mall.kini mereka sudah hampir sampai dirumahnya,tapi Syifa se akan masih tertegun,ia berpikir 'apakah sifat orang kaya begitu...? bagaimana kira-kira nanti mertuanya.apakah mereka tau jika Syifa hanya orang kampung yang tidak punya apa-apa..?'


" kenapa grogi sayang...? mereka baik kok, mereka tidak memandang Drajat kita.ya udah jangan lagi ngalamun gitu,mas tidak suka lihat kamu yang seperti ini"


"iya mas,.." tersenyum pada sang suami.alzam mengusap sayang kepala Syifa dengan tangan kiri nya,sedang tangan kanannya terus menyetir.


tak lama mereka sampai di kediaman keluarga Alzam.alzam menyapa pak satpam yang berjaga


"Assalamualaikum pak Bejo,,selamat sore pak."


"eh.... den Alzam, waalaikumussalam den,mari silahkan.." membuka gerbang utama kediaman keluarga Sanjaya.syifa sangat tertegun melihat banganan yang begitu megah di depannya,selama ini baru kali ini ia melihat langsung istana yang begitu indah ini,


"mas. ...kenapa kita ke istana mas...?" tanya Syifa yang menganggap bahwa rumah suaminya itu adalah istana.


"istana...???"Alzam masih tak mengerti


"iya...mas bukannya ini adalah Istana...?" sambil melihat ke sekeliling,banyak sekali disana yang berjaga,sampai syifapun mengira bahwa rumah mewah itu benar-benar istana.


"bukan sayang,yuk masuk dulu.mungkin papa sudah pulang dari kantor"


"papa...??papa tinggal di istana ini mas...?"

__ADS_1


"ini rumah papa dan mama sayang,bukan istana seperti yang kamu maksudkan."Syifa terbelalak mendengar ucapan suaminya itu,bahkan ia tidak menutup mulutnya yang masih terbuka, Alzam merasa jika istrinya itu sangat lucu.mengira rumah yang hanya segini saja adalah istana.bagaimana dengan istina beneran...?'


"pak beni....apa papa sudah pulang...??"tanya Alzam pada security yang berjaga di depan pintu masuk rumah-nya.


"baru saja tuan besar datang tuan muda kedua."jawab pak beni,ia sempat melihat ke arah Syifa yang di gandeng sang tuan mudanya


"tuan muda baru kembali...?"tanyanya


"iya pak,baru nyampek langsung kesini..mari pak kita permisi dulu."


"silahkan tuan muda .."


Alzam dan syifa masuk kedalam rumah, lagi-lagi Syifa terkagum-kagum dengan interior design yang elegan unik dan sangat bagus sekali,Alzam terus menggandengnya sampai di depan ruang kerja sang ayah.


tok


tok


tok


"masuk"


Alzam masuk dan mengucapkan salam,papa Sanjaya langsung melihat ke orang yang mengucapkan salam itu,.karna Papa Sanjaya tadi sangat serius dengan semua pekerjaan yang dilakukan,ia tak menyangka bahwa yang mengetuk pintu adalah putra keduanya,ia tadi mengira bibi yang akan mengantarkan kopi untuk nya.


"Alzam ..,,kamu sudah datang nak"beranjak dari tempat duduknya, menghampiri sang putra


"ini....??"


"iya ..pah ini istriku namanya Syifa."Syifa langsung mengambil tangan sang mertua untuk bersalaman,


"assalamualaikum pah..,, bagaimana kabar papa..?"


"wa alaikum salam nak,papa baik.terimakasih sudah mau menikah dadakan dengan putra papa,"pak sanjaya menyambut Syifa dengan baik,dan berterimakasih atas kesediaan nya menjadi istri dadakan sang anak.


"Syifa yang berterima kasih pada papa karna mau menerima menantu orang kampung ini pa.." pak Sanjaya mengusap puncak kepala menantunya.


"pah,gimana keadaan bang Dikin pah..?"


"masih seperti pertama kamu tinggal nak,belum sadar dr komanya,tapi menurut dokter sudah lewat masa kritisnya."


"Alhamdulillah pah,semoga Abang segera sadar"


"aamiin"

__ADS_1


maaf yaa semuanya baru bisa update malam ini.kemaren author gak sempat ngetik,maaf yaa🌷🌷🌷🌺🌺🌺🌻🌻🌻🌻🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2