
malam harinya setelah selesai pamitan ke pak kiyai ustdz Zafir sudah bersiap untuk berangkat ke tempat dimana akan bertemu dengan para tim gruop sholawat nya,hingga mereka bisa datang bersama ke pesantren,beliyau tidak membawa alat-alat manggungnya karena sudah ada yang bagian membawa alat-alat tersebut, ustdz Zafir hanya membawa sorban yang biasa ia gunakan saat tampil,karna semua vocalis 3 serangkai kakak beradik (mas hasby, ustdz Zafir dan Raffa) memang sudah terkenal dengan sebutan 3 Anak emas.karna adik ustdz Zafir yang pertama tidak ikut kecimpung hal tersebut.jadi mereka hanya bertiga
di pesantren Al Ulum sudah bersiap menyambut kedatangan semuanya.begitupun para santri putra dan putri mereka sama-sama sangat antusias dengan acara sholawat Akbar ini.karna hanya sekali kali mereka akan ada acara besar tahunan seperti ini.mereka semua terlihat sangat bahagia dan senang,sambil memegang bendera kecil di tangan mereka di angkat bersama dengan serentak. namun di samping kebahagiaan semua teman temannya,Ayra tidak begitu terhibur dengan acara ini. dia mengingat sang ibu yang karna dirinya lah menjadi sangat sedih. "*m*ungkin kalo dulu Aku tidak minta putus pada ustadz Reno,ibu tidak akan sesedih ini., semua hanya karena aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa beliau sudah dewasa"ucap nya pada dirinya sendiri sambil mengingat kembali kenangan buruk yang ia lakukan ,penyesalan memang akan datang di akhir, karena kalo di awal itu pendaftaran.
"ya Allah ampunilah dosa hamba yang hina ini ya Allah, berikanlah hamba jodoh terbaik diantara yang terbaik ya Allah., hamba ingin orang tua hamba tidak selalu memikirkan hal jodoh hamba yang belum terlihat ya Allah."tak hentinya Ayra berdoa dalam hati sambil terus mengangkat bendera yang ada di tangannya, mengikuti jejak para teman-teman yang lain. "ya Allah hamba percaya setiap orang pastinya ada jodoh yang sudah engkau siapkan ya Robb,tapi jika boleh hamba meminta , datangkan segera jodoh hamba ya Allah,agar hamba bisa membahagiakan orang tua hamba ya Allah."Ayra terus berdoa di dalam hatinya sambil melantunkan lagu-lagu islami yang memang di dendangkan bersama oleh para santri,saat ini Ayra berada di belakang sendiri dekat dengan Ndalem dan jauh dari teman temannya. tak lama kemudian akhirnya rombongan dari tim gruop sholawat tiba di area pesantren,santri putri hanya bisa mendengar dan melihat dari tempat mereka yang di kelilingi semua satir,
namun meski demikian semua bersorak kegirangan saat sekilas melihat para anggota gruop tersebut. ayra juga ikut menoleh namun tidak kelihatan karena banyaknya teman temannya di depan dan juga jarak yang agak jauh.ayra saat ini ada di dekat Ndalem jadi agak jauh dari pentas yang akan digunakan untuk penampilan mereka."loh Zara awakmu Nok gek kene...?(loh Zara kamu disini...?)"tiba-tiba saja Ning Syarifah ada di sampingnya
"enjeh Ning,"
__ADS_1
"loh ayok melok aku longgoh dek Kono yok..,,(loh ayoo ikut aku duduk di sana yuk)"sambil menarik pergelangan tangan Ayra,Ayra tidak enak menolak Ning Syarifah yang mengajaknya, akhirnya ia pun ikut serta Ning IFA. ayra sebenarnya sungkan karna ia bukan dari kalangan keluarga Ndalem(kiyai), namun karena sudah di tarik oleh Ning IFA ia tidak bisa menolak dan ternyata sekarang Ayra di tarik sampai berada di bagian depan ,sangat dekat dengan pentas,walau terhalang oleh satir atau tabir namun masih jelas jika melihat ke arah pentas,karna satir yang di gunakan hanya sebagai jarak antara santri putra dan putri agar tidak saling lirik,sedangkan pentas acara agak tinggi jadi terlihat lebih jelas."ayok gek kene Ra, longgoh gek dukur kursi Iki loh(ayo disini raa diatas kursi ini lo)"ajak Ning IFA pada Ayra
"boten Ning,Kulo mriki mawon,ngapunten Ning.(tidak Ning,saya disini saja,mohon maaf Ning )" Ayra tidak mau tidak sopan meski di ajak duduk bersama Ning IFA,siapalah dia yang mau duduk di atas kursi yang di sediakan husus para keluarga Ndalem dan para asatidzah.
"loo gak Popo taa,awakmu longgoh gek ngisor... ayoo gek kene ae,kene Iki Lo Zara,(loo gak papa tas,kamu duduk di bawah...ayo disini aja, sini ini loo Zara,)"Ning IFA tetep menarik tangan Ayra,namun Ayra tau diri disana banyak keluarga dan juga para ustadzah,ia merasa malu harus mau tp dia bukan siapa siapa, tidak mau takut dikira tidak menghormati.karna terus saja Ning IFA memaksa dan menarik tangan Ayra akhirnya Ayra mau dan berada di samping Ning ifa,kini mereka semua mendengar kan dengan baik dan menikmati tiap lagu yg di lantunkan sang vokalis utama.sampai akhirnya Ayra yang dari tadi hanya tertunduk karena sungkan juga tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat ke arah dimana suara-suara yang sangat indah,mengalun dengan sangat syahdu tersebut, begitu juga dengan Ning Syarifah yang dari tadi hanya mendengarkan saja tapi karna perpaduan suara yang berduet di depan sangat merdu, menariknya untuk melihat ke pentas "Zara bukannya itu orang yang dulu pernah kita lihat di restoran Zz...itu ya...?"tanya Ning Syarifah pakai bahasa indo yang memang pernah melihat salah satu dari mereka waktu itu
"enjeeh Ning,,"jawab Ayra yang tanpa sepengetahuan siapapun hatinya berdetak dan berdebar sangat kencang karena iapun juga kaget,bukan hanya karena pernah melihat di restoran Zz tapi karna salah satu dari mereka sering kali hadir dalam mimpi dan terbawa menjadi hayalannya. wajah itu yang tak pernah hilang dalam benaknya,.
"Zara kamu gak papa kan..?"tanya Ning IFA yang melihat Ayra semakin menunjukkan bahwa dia sangat gugup dan juga sangat terlihat jika dia agak gemetar sampai meremas jari jarinya sendiri.
__ADS_1
"boten nopo ning.cuma kurang enak badan aja"
"klo gitu kamu istirahat saja zaa,jangan sampai jatuh sakit."ucap Ning IFA penuh perhatian,.
"boten nopo Ning , cuma sedikit meriang saja,saya masih ingin dengerin sholawat Akbar ini neng,"ucap Ayra masih sedikit meremas jari.
"heemm,,pingin ngrungukno sholawat,opo pingin delok wongge...?(hemm,,ingin mendengarkan sholawat,apa pingin lihat orang nya...?)"
Ayra tersenyum dengan gurrauan dari guru plus Ning nya tersebut.
__ADS_1
bagaimana selanjutnya yuk ikuti terus ya kak ,mohon dukungannya ya kakak2 semuanya 🥰🥰🥰🙏 komentar dan like kakak2 sangat author nantikan 😘😘😘😘