
Rafa mulai mengendarai motornya di jalan raya menuju ke rumah Ustadz Zafir, tak begitu lama karena jaraknya memang tak terlalu jauh mungkin hanya jarak 3 kecamatan dan masih satu kabupaten,. dua setengah jam kemudian Raffa dan ummi sudah nyampek dirumah ustdz Zafir,.
sedangkan ustad Zafir kini berada di restorannya hendak mau makan siang namun sebelum beliau makan siang beliau dikagetkan dengan kedatangan seorang wanita yang tiba-tiba berada di samping beliau "Assalamualaikum, apa boleh saya makan di sini? " wanita tersebut menghampiri Ustadz Zafir yang sedang berada di meja belakang paling pojok di restoran tersebut, Ustadz Zafir memang terbiasa makan siang di sana sejak beliau bekerja. tempatnya memang strategis dan juga bisa memantau para pelanggan yang makan siang di restoran tersebut, juga bisa melihat pemandangan di luar yang begitu indah dan bagus dari sana. tempat itu memang tidak untuk para pendatang yang hendak menikmati makanan disana, tapi memang di hususkan untuk para pekerja atau karyawan di restoran tersebut.
" wa alaikum salam, mohon maaf Nona, bukannya di sebelah sana masih banyak tempat yang kosong?" ucap beliyau santai dan melihat tempat memang banyak yang masih kosong,.
" oh, maaf tidak boleh gabung disini yaa...?" ucap wanita itu kecewa
" bukan tidak boleh Nona, tapi disini memang tempat husus karyawan resto "
"oh jadi mas nya karyawan disini...?"tanya wanita itu lagi
"Hem,, bisa di bilang seperti itu Nona, " ustdz Zafir terlihat cuek dan tidak terpengaruh dengan penampilan wanita di depan nya itu, karna ustdz Zafir tak ingin melihat walaupun hanya sekedar meliriknya sekilas saja,
"apa saya boleh bertemu dengan pemilik restoran ini mas...?"tanyanya lagi, masih belum pergi dari sana, membuat ustdz Zafir tidak enak karna hanya ada mereka di tempat husus tersebut, karena karyawan yang lain sudah selesai makan siang bersama tadi, dan ustdz Zafir memang makan paling terakhir. baru saja ustadz Zafir ingin menjawab namun sudah di dului oleh Andika yang baru datang dari keliling cabang restoran.
"oh.... pemilik restoran...? kenapa Nona mau bertemu dengan pemilik restoran...?" tanya Andika yang begitu sangat penasaran saat tadi melihat ustdz Zafir bersama seorang wanita, Andika langsung menuju tempat itu dan mendengar ucapan wanita itu
" oh apakah Anda juga karyawan disini...?"tanya si wanita yang begitu montok bagian dadanya itu, hampir saja Andika melotot karna melihat buah kenyal yang sangat besar di hadapannya itu. wanita itu agak menunduk melihat pada Andika yang kini sudah duduk di samping ustdz Zafir. sedangkan ustdz Zafir sendiri tak menghiraukan penampilan wanita di hadapannya itu.
" kenapa Anda bertanya seperti itu...?" tanya Andika balik
" karena kata mas ini , tempat ini husus karyawan resto, dan Anda begitu datang langsung duduk disini. bukannya itu berarti Anda juga karyawan disini..?" sangat yakin dengan ucapannya sendiri,
__ADS_1
" heemm iya nona, saya juga pekerja disini" ucap Andika sambil melirik ke arah ustdz Zafir.
" klo begitu kalian pasti tahu kan siapa pemilik restoran Zz ini...?" masih begitu penasaran
" apa nona ada kepentingan pribadi dengan pemilik restoran ini?" tanya Andika juga penasaran, sedang ustdz Zafir terus memakan makanannya yang sudah tinggal sedikit itu, ia tidak ikut bertanya karna sudah ada Andika yang bertanya, ustdz Zafir merasa lega setelah kedatangan sahabatnya itu, karna dengan begitu ia tidak berdosa karena hanya berdua dengan seorang wanita yang bukan mahromnya.
"iya mas, saya ingin bekerjasama dengan restoran ini, saya dengar jika pemilik restoran Zz ini ada 4 orang ya mas? apa itu benar..?"
"kerjasama...?" tanya Andika yang baru kali ini ada orang yang ingin bekerja sama dengan nya, sebelumnya restoran Zz hanya berjalan dan sudah sukses dengan tanpa kerja sama dengan pihak lain, Andika dan Alzam menghendel semuanya sendiri yang juga di bantu oleh bang Diki.
"hemm, kerja sama ,. apa mas bisa memberitahu saya siap pemilik restoran ini?"
"maaf Nona bukannya saya tidak ingin memberi tahukan nona, tapi dari mana nona datang..? kenapa bisa tau jika restoran Zz ini pemilik nya ada 4 orang..?" tanya Dika makin serius
"ya seperti yang Nona dengar, pemilik restoran Zz ini memang 4 orang, tapi yang terpenting kami tidak bisa ngasih tau nona begitu saja." ucap Dika, dan ustdz Zafir kini sudah selesai dengan ritual makan siang nya. ia kemudian mengambil minum dan meneguknya pelan, setelah itu ustdz Zafir masih menunggu sang sahabat yang masih sesi tanya jawab dengan wanita tadi. ustadz Zafir tidak ingin meninggalkan Andika berdua saja dengan wanita tersebut,agar tidak terjadi fitnah.
" apa atasan kalian melarang kalian menyampaikan informasi kepada orang lain tentang mereka?" Andika langsung melihat ke ustdz Zafir yang masih begitu tenang dan seperti biasa saja.
" yaa mungkin karena itu termasuk salah satu dari reputasi mereka Nona,. "
" betul, tidak ada yang salah dengan itu semua,. ya sudah kalo memang kalian tidak tau, atau tidak mau memberikan informasi kepada saya tentang pemilik restoran ini, ya gak papa, terimakasih banyak atas waktu kalian" wanita itu melirik pada ustdz Zafir yang begitu sangat dingin dan tak tersentuh, dari tadi ia tidak melihat sedikitpun pria tampan dengan sejuta pesona itu melirik padanya. ia semakin penasaran dengan pria yang pertama ia temui itu. ia akan tetap berusaha untuk terus mencari tau tentang pria tersebut, dari informasi yang dia dapat, sebenarnya ia tau jika pemilik restoran Zz itu ada disana dan setiap hari selalu keliling di saat jam tertentu, ia sudah mengamati sejak kemarin dan yang selalu berada disana serta hanya berkeliling di saat saat tertentu yaitu hanya pria pertama tadi,.
",sama sama Nona, " ucap Dika lagi
__ADS_1
" klo begitu saya mohon pamit assalamu alaikum,"
" wa alaikum salam warahmatullah" jawab keduanya kompak.
Andika kemudian menyenggol ustdz Zafir dan bertanya kepadanya tentang kedatangan wanita tadi.
" apa sih khi, senggol senggol..?"
" ah gimana menurut pendapat akhi tentang kedatangan wanita tadi?"
" maksudnya pendapat apa ni khi?"
" ya itu tadi ustdz, kan dia mau ngajak kita kerja sama kan...?"
" eemm klo menurutku kerja sama itu bagus dan lebih menguntungkan jika memang benar benar bekerja dengan bersih dan sehat, lebih naik kita cari tau dulu tentang semua hal tersebut" ustadz Zafir tidak langsung menolak begitu saja, bahkan memberikan sedikit nasihat untuk tidak langsung menerima begitu saja, setidaknya mereka mengetahui lebih dulu motif dan tujuan orang yang hendak mengajaknya untuk bekerja sama.
" eeem benar sekali ustdz, biar nanti kita cari tau dulu, dan akan aku ceritakan kepada Alzam juga." ucap Andika lagi
"itu sangat baik dan penting karena mereka merupakan pemilik restoran ini juga."
setelah itu mereka kembali ke ruangan mereka, dan hendak melangkah dari sana namun handphone ustdz Zafir berbunyi,
"ya assalamu alaikum sayang,"
__ADS_1
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻 mohon dukungannya ya kak. 😘😘😘