
*di pesantren ATTOYYIBIN
"ach kenapa sih ayah gak ngasih tau aku...?"siapa coba yang di maksudkannya , bukannya Ayra sudah bertunangan...?lalu siapa kira-kira gadis itu...?" tanya Romi pada diri sendiri...ia terlihat sangat memikirkan bagaimana caranya bisa membujuk sang ayah untuk memberi tahunya.
beberapa hari yang lalu,,Romi menelpon lagi pada sang ayah,namun hasilnya tetap sama,pak Gito tidak memberikan jawaban atas pertanyaannya. pak Gito belum sempat menelpon langsung pada ustdz Zafir. jadi beliau belum mengatakan siapa gadis yang dia maksudkan
.
.
.
sementara itu di kediaman keluarga Ayra hari ini kedatangan tamu lagi yang akan menghitbah ayra. Belum juga pak Joko menjawab pertanyaan pak lurah tempo hari, sekarang ada yg mau menghitbah anak nya lagi.
Kali ini yang mau menghitbah adalah tetangganya sendiri, mungkin hanya berjarak 15 rumah dari rumah pak Joko. anaknya masih muda dan mungkin seumuran Ayra,tetapi dia tidak cocok dengan karakter menantu idaman pak joko, tampan dan kaya sih iya tapi anaknya brandal dan tidak rajin ibadah. bagi keluarga Ayra yang paling terpenting adalah rajin ibadahnya juga bagus tingkah lakunya,bukan kekayaan dan ketampanan saja.
"mohon maaf sekali pak ,tapi saat ini Ayra dalam masa ta'aruf dengan orang lain"ucap pak Joko kepada orang tuanya Aditya .
bukan maksudnya berbohong,namun pak Joko memang lebih memilih Jufri keponakan pak lurah dari pada Aditya ini.di benaknya sempat terpikir ,bahwa ustdz Reno lebih baik dari pada semuanya. namun apa mau di kata, sang anak tidak siap menikah saat itu, atau bisa di bilang tidak menerima kenyataan itu.
"jadi sudah ada yang mendahului kita lagi pak Joko...?"tanya kedua orang tua Aditya.tepatnya papa Aditya
"sekali lagi mohon maaf pak buk.memang itu kenyataan nya.3 hari yang lalu mereka kesini pak."ucap pak Joko lagi.sedangkan ibu Ayra hanya mengangguk dan membenarkan adanya tersebut.
"jadi kita tidak diterima ini....?"ucap papa Aditya yang mulai meninggikan volume suaranya.
__ADS_1
"maaf pak.bukan tidak menerima, tapi memang sudah ada yang lebih dulu."
"siapa yang mendahului kita lagi pak..,,boleh kami tau..?"ucap ibu Aditya melembutkan nadanya
"Jufri keponakan pak lurah buk."mereka saling bertatapan mata merasa sangat menyesal tidak datang lebih dulu dari pada pak lurah.
"ya sudah kalo begitu kami pamit dulu pak buk.."ucap ibu Aditya menarik tangan sang suami untuk berdiri dari duduknya.sang suami seperti enggan berdiri ,ia tetap tidak mau beranjak dari tempatnya.
"pah ayoo..kita pulang."ajaknya
setelah sang istri sedikit mencubit tangannya akhirnya sang suami pun berdiri dan mereka pulang dengan begitu kesal.
setelah mereka sudah tidak terlihat lagi, ibu dan bapak Ayra akhirnya kembali bermusyawarah dengan keluarga lainnya tentang bagaimana pak lurah datang berkunjung untuk menghitbah Ayra untuk keponakannya.
"gimana menurut kalian...?"tanya pak Joko pada keluarga besarnya.beliyau tidak ingin menerima begitu saja tanpa bermusyawarah dengan keluarga nya.beliyau sudah pernah mengalami kejadian batalnya pertunangan Ayra yang pertama itu karena tidak meminta pendapat mereka.mereka tidak setuju Ayra di jodohkan dengan ustdz Reno,dan akhirnya Ayra yang menjadi korban.pak Joko tidak ingin kejadian itu terulang lagi.dimana para bibi dan paman Ayra tidak respect pada Ayra.
"keduanya tidak ada yang sesuai dan pastas untuk Ayra.."ucap bibinya."mengapa harus buru buru...? bukankah Ayra masih di pesantren..?dan umurnya pun masih baru masuk 19 tahun,dan dia berhak mendapatkan suami yang lebih layak dari mereka"lanjut bibinya
"kak,harus seperti apa yang di maksud kakak..?dulu ustdz Reno sudah lebih sempurna dari mereka tapi kakak tidak setuju juga" ucap pak Joko pada bibik Ayra yang memang kakaknya
"Yach ustdz Reno memang labih baik dari keduanya,tapi umurnya terlalu tua.aku tidak mau keponakanku menanggung beban seumur hidupnya mendapat cemoohan dari masyarakat."bibik Ayra tetap tidak berubah.
"tapi Ayra juga bukan gadis yang sangat sempurna kak. kita bukan keluarga yang kaya raya yang bisa memilihkan jodoh terbaik untuknya."ucap pak Joko
"ya kami memang bukan keluarga kaya raya,tapi tidak juga harus menjodohkan dengan orang yang tidak sepantasnya kan...?" sang bibik tetap bertahan dengan pendapatnya.
__ADS_1
"jika yang meminangnya tidak ada yang lebih baik dari mereka bagaimana...?"ucap bibik Ayra yg lain adik pak Joko.
"nah itu yang saya pikirkan,bukankah kita dari pihak wanita...?dan wanita hanya menerima pinangan bukan yang meminang lebih dulu."ucap ibu Ayra
"aku tetap tidak setuju pada mereka,mending Ayra tidak bertunangan dulu dari pada dengan si jufri itu,apalagi sama Aditya si playboy cap kadal buntung itu."ucap bibirnya lagi.
"udahlah kak.mending kita serahkan pada yang maha kuasa,kalo memang jodoh Ayra lebih baik dari mereka pasti nanti akan ada jalan keluarnya."ucap pak Joko lagi
mereka terus saling mengutarakan dan mempertahankan pendapat masing-masing.kemudian paman Ayra yang memang dari tadi diam ,angkat bicara"terima saja dulu si Jufri,kalo mereka berdua memang berjodoh pasti akan saling menghargai dan saling menerima kekurangan masing masing."
akhirnya keputusan itu di tetap kan akan menerima pinangan dari Jufri keponakan pak lurah setempat.karna jika tidak menerima Jufri maka Aditya yang akan masuk dan meminang Ayra.
beberapa hari berlalu dari perundingan keluarga Ayra , hari ini AYRA di pinang lagi oleh keluarga Jufri setelah pak Joko mengabari nya pada pak lurah lewat telepon, tempo hari yang lalu dirinya sudah di kasih no TLP pak lurah.
"assalamualaikum pak buk..kami datang ke sini dengan niat baik untuk mempersunting putri bapak joko yang bernama Ayra Zahira untuk keponakan nya Jufri "ucap rombongan pak lurah yang sudah di persilahkan masuk kedalam rumah.
"ya kami terima pinangan dari keluarga besarnya Jufri , semoga berjodoh sampai maut memisahkan "ucap keluarga Ayra,tapi tidak termasuk bibik Ayra yang terlihat masam wajahnya.dia tidak pernah setuju dengan keputusan itu.cuma karna sudah di putuskan oleh keluarga yang lain,dia pun menerima kenyataan itu dan berharap agar tidak berjodoh. Ayra memang keponakannya,namun baginya Ayra seperti anaknya sendiri.
"mari silahkan di minum dulu pak buk.inilah ke adaannya,dan adanya,"ucap ibu Ayra memecah keheningan itu.
"hmm terimakasih Banyak atas sambutan hangat dari kalian,ini sudah lebih dari cukup. semoga kita bisa menjalin hubungan keluarga yang harmonis dan bahagia aamiin."ucap mereka lagi sambil menyantap hidangan yang disajikan.
mereka semua akhirnya berpamitan setelah selesai dengan urusan nya.
bagaimana selanjutnya hubungan antara mereka...? akankah tetap bertahan dan berlanjut ke jenjang pernikahan...?"mari simak ya kakak kakak 🥰🥰🙏 komentar kalian sangat mendukung karya kami.
__ADS_1
jangan lupa like jempolnya dong kak🌷🌷🌷🥰