SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 101 TAK PERNAH MENYENTUH NYA


__ADS_3

" mah... apa benar Diki akan lumpuh selamanya...? enggak mungkinkan maah..?"ia sempat mendengar ucapan calon mertuanya jika Yasmine tidak mungkin menikah dengan pria lumpuh se umur hidupnya


"sabar sayang..." hanya itu ucapan yang keluar dari sang mamah.


beberapa saat kemudian akhirnya pak Sanjaya, Alzam dan juga Syifa masuk ke dalam ruangan Diki setelah pak Yudi pulang dengan membawa kemarahan. tadi seorang suster mengatakan jika Diki sudah sadar, pak Yudi sempat terkejut namun ia tak ingin melanjutkan kemarahannya dan pulang begitu saja


"maah,, Diki sudah sadar...? alhamdulillah ya Allah. akhirnya kamu sadar nak. terimakasih atas keberkahan ini ya Robb." pak Sanjaya langsung menghampiri sang istri yang masih setia menemani sang putra dan tidak beranjak sedikitpun. pak Sanjaya sangat bahagia dengan kabar baik yang tadi di sampaikan, ia langsung saja masuk ke sana.


"bagaimana kabarmu nak..?"


"Diki sudah baik pah,"


"Bang Diki alhamdulillah Abang akhirnya sadar, kami semua mencemaskan keadaan Abang,terutama mama , ia tak pernah meninggalkan Abang selama disini, bagaimana kabar Abang..?." Diki tersenyum pada sang adik, wajah tampannya memang tak setampan wajah adiknya, mungkin inilah yang menjadikan Yasmin ingin bersama sang adik daripada bersamanya, pikirnya. namun setelah beberapa saat Diki sadar bahwa di sebelah Alzam ada seorang wanita yang juga sangat cantik dan menawan, terlihat masih sangat muda dan anggun, entah siapa wanita tersebut ia masih belum tahu


" zam ... Abang baik. kamu kamu bagaimana lalu siapa gadis yang ada di sebelahmu itu apakah dia pacarmu zam..?"tanya Diki pada sang adik


"oh... iya kenalkan bang. ini Syifa istri Alzam?Syifa maju sedikit dan menangkupkan tangannya.


"Syifa bang." ucapnya lembut


"jadi kamu sudah punya istri...? kapan menikahnya zam, berapa lama Abang tidak sadar, sampai tidak tahu kamu menikah...?"setahunya alza masih berada di kota P bersama dengan Andika sedang merintis dan menjalankan bisnis restoran di sana.


" kami baru menikah bang sekitar setengah bulan yang lalu, lalu kalau abang sekitar kurang lebih 1 bulan berada di sini."


"kenapa menikahnya buru-buru zam, kenapa tidak menunggu sadarnya Abang...?"Dicky ingin menghadiri pernikahan sang adik ingin menyaksikan kebahagiaannya juga.

__ADS_1


"maafkan Alzam bang, karena memang terbilang pernikahan ini agak dipercepat, kami menghindar dari permintaan pertanggungjawaban dari keluarga Yasmin untuk menggantikan posisi Abang dengan Alzam."ucap Alzam menjelaskan pada sang kakak.


"lalu apakah Yasmin sudah menikah...?"


"belum bang undangannya tiga hari lagi. dan tadi pak Yudi ke sini untuk meminta pertanggungjawaban alzam lagi agar supaya menikahi Yasmin karena Yasmin sedang hamil, katanya anak Abang."Papa dan Mama Azzam hanya mendengarkan percakapan putra-putranya. mereka ingin putra-putranya bisa menyelesaikan masalah tersebut secepatnya,.


"kenapa mereka harus minta tanggung jawabmu zam kalau memang anak itu anaknya Abang..? apa karena abang lumpuh dan tidak mungkin bisa menjadi suaminya Yasmin...?" terlihat gurat kesedihan di wajahnya


"jangan bilang seperti itu bang, Abang jangan patah semangat Abang harus tetap berusaha agar supaya Abang bisa cepat sembuh."


"lalu bagaimana tanggapanmu zam..?"


"tanggapan apa bang..? justru karena Alzam tidak ingin menikahi Yasmin makanya Alzam menikah lebih dulu dari pada Abang, untuk menghindari mereka tetapi mereka tetap memaksa untuk mempertanggungjawabkan atas kehamilan Yasmin, walaupun Alzam sudah beristri."


"apa..!!!??" Alzam dan pak Sanjaya sangat kaget mendengar penjelasan dari Dicky.


"apa maksudmu nak? mencelakai bagaimana..? apa kecelakaan ini Yasmin yang ada di balik semua yang menimpamu..? pak Sanjaya sangat marah dan tidak bisa menerima kenyataan ini.


"Diki belum memastikan semuanya pah.., tapi yang Diki tahu sebelum kejadian kecelakaan ini Yasmin menelpon seseorang, untuk mencelakai Diki agar supaya dia bisa menikah dengan Alzam.


"Papa gak terima dengan semua yang terjadi ini. Untung saja Alzam dan kamu belum menikah dengannya, wanita seperti itu tidak pantas menjadi istri salah satu dari kalian."ucapan Sanjaya


" lalu bagaimana sekarang pah...? pernikahan itu tinggal 3 hari lagi bagaimana jika mereka melakukan sesuatu pada kita pah..? Mama alzam juga ikut khawatir dengan keadaan keluarga mereka sekarang sebab keluarga Yasmin memang keluarga yang terkaya di ibu kota tersebut. tidak menutup kemungkinan jika mereka akan terus mencari masalah.


"Mama tidak perlu khawatir, kita pasrahkan semuanya pada Allah yang terpenting sekarang adalah kesembuhan Diki."

__ADS_1


" lalu bagaimana dengan pernikahan itu pah..? Apakah mereka sudah mendapatkan penggantinya dan tidak akan memaksa Alzam ataupun Diki lagi...?" ucap mama Alzam


"untuk saat ini mungkin masih belum ada penggantinya mah, tadi saja mereka masih tetap memaksa Alzam untuk menggantikan Diki. Tapi saat tadi suster mengatakan jika Diki sudah sadar mereka pulang begitu saja." ucapan Sanjaya. Diki tersenyum sinis


"mungkin mereka takut pah, karena Yasmin tidak hamil dengan Diki, tak pernah sekalipun Diki menyentuh Yasmin pah, jadi anak itu bukan anaknya Diky atau mungkin Yasmin hanya mengaku-ngaku saja agar supaya tetap dinikahi oleh Alzam."mereka semua tercengang mendapat penuturan dari Diki, kecuali Mama yang memang sudah tahu jika Diki tak pernah menyentuh Yasmin sekalipun.


"ini adalah konspirasi terbesar yang pernah papa alami se umur hidup papa. mereka benar-benar sangat tidak bermoral. papa akan laporkan tindakan mereka yang memberikan bahaya pada kita semua, mereka pantas untuk mendapatkan ganjaran yang setimpal."


"tapi kita tidak punya bukti nyata pah, polisi tidak akan percaya jika dengan hanya cerita Diki saja.malah mereka akan menuduh kita mencemarkan nama baik mereka." ucap Diki


" lalu bagaimana sekarang Dik...?" ucap pak Sanjaya.


"klo boleh, Diki akan tetap menikahi Yasmine pah,. bukankah Yasmine mengaku sedang hamil anak Diki, kita jalankan saja dulu rencananya.." Syifa sangat tercengang mendengar ucapan kakak iparnya, bukannya menolak tapi malah mau menikahi wanita setengah jadi2an itu.


" mama tidak setuju, lagian sebegitu cintanya kah kamu pada Yasmine nak...?" ucap mamah mulai terlihat riak riak tergenang di pelupuk matanya.


"mah.., Diki hanya mau memenuhi surat kontrak itu, tapi jika mereka sendiri yang menolak Diki, maka surat kontak itu tidak akan bisa membayakan posisi kita mah. surat itu batal dengan sendirinya, jadi biarkan Diki datang kepernikahan itu mah , pah."


"jadi kamu akan datang nak. tapi kondisimu belum memungkinkan untuk datang kesana nak."


"Diki bisa kok mah, yang penting adanya kalian di samping Diki sangat penting bagi Diki."


" jika itu terbaik menurutmu, kita hanya bisa mendukung nak. tapi bagaimana jika mereka menghinamu di hadapan banyak orang nak...? mama dan papa tidak akan bisa terima itu semua." mamah masih memegang tangan Diki,


" bukankah Diki begini karna kecelakaan mah, biarkan mereka jika mau menghina ke adaan Diki, Diki sudah pasrah dengan apa yang di berikan oleh Allah kepada Diki mah,mungkin ini juga suatu jalan agar Diki tidak jadi menikah dengan Yasmine" anak yang dikandungnya selama tujuh bulan itu memang lebih lembut dari sang adik. Diki selalu mengalah dan tidak pernah sekalipun membuat orang tuanya dalam kesusahan, walaupun ia lahir prematur tapi otaknya cerdas dan pintar, ia selalu bijak dalam mengambil keputusan.

__ADS_1


__ADS_2