SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 96 PERJALANAN PANJANG


__ADS_3

"nggak mungkin...!!!" ucap pak Sanjaya langsung sarkas " Diki tidak akan pernah menghamilinya, karena dia juga baru mengenal Yasmin setelah kita menjodohkannya" lanjut pak Sanjaya


" Alzam juga begitu berpikir pah, tidak percaya pada ucapan Yasmin, mana mungkin bang Diki berbuat seperti itu."


" brengsek mereka semua.."pak sanjaya begitu marah karena anaknya di tuduh seperti itu.


" lalu bagaimana sekarang zam...? apa yang harus Papa lakukan...?"


" tidak ada jalan lain pah, kita harus menunggu bang Diki sadar dari komanya, karena hanya bang Diki yang bisa memutuskan bahwa anak tersebut punya bang Diki atau bukan." Jawab Alzam


" tapi pernikahan itu sudah kurang 6 hari lagi zam lalu bagaimana seandainya Diki tidak sadar sampai hari H-nya...?"


" biarkan mereka berpikir sendiri pah, jika memang anak itu anak dari bang Diki seharusnya mereka semua mau menunda pernikahan itu sampai bang Diki sadar, dan tidak terpengaruh dengan undangan yang sudah tersebar, toh nyatanya memang calon pengantinnya sedang kecelakaan kan...?" Alzam tidak ingin sang papah takut akan ancaman dari keluarga besarnya Yasmin


"jika memang itu yang terbaik papa akan ikuti saran kamu zam, biar saja mereka menunda pernikahan itu sampai abangmu sadar dari komanya, tapi jika mereka tidak ingin menunggu abangmu maka biarkan saja mereka mencari pengganti yang lain, dan Papa tidak akan memaksamu untuk menggantikan abangmu,"


"terima kasih pah sudah mengerti Alzam, kalau begitu Alzam istirahat dulu ya pah" pamit Alzam pada pak Sanjaya kemudian ia menuntun sang istri untuk pergi ke kamarnya.


Tak terasa malam pun sudah tiba, kini Ayra dan Ustadz Zafir sudah pulang dari jamaah sholat isya' dari mushola di depan rumahnya. "sayang setelah ini kita mau ke mana...? apa Dinda tidak ingin mengunjungi Abah dan ummi..?"tanya Ustadz zafir pada Ayra ketika ia sudah berada di dalam rumahnya.


"untuk malam ini tidak dulu deh Mas soalnya Ayra pengen di rumah dan menghabiskan waktu bersama Mas," Ayra sangat malu mengatakan seperti itu, tapi karena Ia memang benar-benar ingin menghabiskan waktu bersama sang suami berdua saja maka ia pendam rasa malunya.


" ya udah kalau Dinda tidak ingin ke mana-mana Mas akan temani Dinda sepanjang malam," tersenyum menampilkan gigi gingsulnya, 'uuh tampannya suamiku' gumam Ayra dalam hatinya,


Ustadz zafir pun juga ingin berdua dengan sang istri, dan sepertinya itu kode dari Ayra bahwa ia sudah siap menjalankan ibadah bersama sang suami.

__ADS_1


Kini mereka sudah berada di dalam kamar mereka, namun semenit dua menit hing setengah jam keduanya tidak ada yang mau memulai bicara, ustdz Zafir yang sejak tadi berada di sofa kamarnya sedang membuka kitabnya, entah apa yang sedang ia baca saat ini, sedang Ayra sendiri sibuk dengan handphone nya, sebenarnya ia menunggu sang suami meminta haknya terlebih dulu nammun sampai lebih 30 menit masih adem ayem aja. Ayra benar-benar ingin mengetahui lebih banyak hal tentang suaminya itu,


" mas ... " hingga akhirnya ia memutuskan untuk bertanya pada sang suami memecah kesunyian malam ini


"iya Dinda...," ustadz Zafir mengalihkan pandangannya pada sang istri, dan meletakkan kitab kuning di atas nakas, yang sejak tadi di pegang dan di bacanya.


" boleh Ayra tanya sesuatu...?" melanjutkan ke ingin tahuannya tentang bagaimana sang suami


" mau tanya apa sayang...?" menghampiri sang istri yang sejak tadi sudah berada di atas ranjang mereka.


" emmm....,," masih ragu dan malu


" "apa sayang..? tanyakan apapun yang ingin Dinda ketahui, jika mas bisa menjawab maka akan mas jawab sayang" mengelus hijab Ayra. ustadz Zafir akui jika sang istri sangat cantik anggun dan menawan, tidak hanya sekedar itu tapi ia begitu mengagumkan, parasnya yang ayu dan tingkah lembutnya semua yang ada pada sang istri, selalu membuatnya bahagia bisa menikahi gadis yang ia kagumi itu,.


" tanyakanlah sayang...," memandang sang istri dan memegang tangan Ayra, memberikan sedikit kenyamanan agar sang istri tidak lagi merasa canggung terhadapnya.


" eee...itu...apa mas eee..." meremat remat jari tangan nya sendiri, ustdz Zafir jadi tidak tahan juga melihat sang istri yang terlihat begitu menggemaskan


cup..


kecuupan di bibir mendarat sempurna, lama sangat lama hingga menjadikan mereka berdua berguling di ranjang mereka saling memberikan kasih sayang dan cinta, kecupan yang semula hanya di bibir saja, kini merambah turun ke leher jenjang putih mulus milik sang istri, mereka saling memberikan kenyamanan " sa-yang...boleh-kah pertanyaan-nya di tun-da saja..?" sambil ngos-ngosan ustdz Zafir mengatakan pada sang istri, rasanya ia sudah tak bisa menunda lagi, Ayra mengangguk dengan apa yang di katakan oleh sang suami


"boleh-kah mas min-ta se-suatu yang pa-ling ber-harga itu seutuhnya mas miliki sekarang sayang..?" lagi lagi Ayra mengangguk tak bisa menjawab dengan kata-kata, ia juga lagi Ter engah-engah padahal acara inti belum dimulai, tapi keduanya sama-sama sudah seperti orang yang sudah lari kiloan meter.


setelah mendapat persetujuan dari sang istri, dan karna mereka pun tadi sudah selesai sholat bahkan sampai ke baca kitab , akhirnya ustdz Zafir melepaskan satu persatu dari pakaian sang istri begitupula pakaian miliknya.

__ADS_1


"aahh


"mas..


"sayang ...


"mas... ahhhh...


sepertinya sang istri merasakan pelepasan pertamanya atas perbuatan dan semua yang di lakukan sang suami di sekujur tubuhnya, rasanya entahlah Ayra tak bisa menjabarkan itu, karna baru kali ini rasa itu ia rasakan.


"sayang mas mulai yaaa..?" Ayra tertegun sejenak, tapi ia menormalkan kembali ekspresinya, ia kira yang tadi sudah di mulai, tapi mengapa suami nya itu masih meminta izinnya lagi....?, padahal sudah Ayra kira itu acara intinya


Allahumma jannibna syaithoni wajannibi syaitoni ma rozaktanaa,


" rileks ya sayang..., biar tidak terlalu terasa sakit." ucapnya sambil tersenyum, senyuman indah itu selalu memabukkan bagi Ayra. iapun segera mengambil inisiatif untuk menge-cup bibir sang suami terlebih dahulu, sedetik , semenit, dua menit mereka masih bergulat hingga tak terasa benda lunak itu masuk sedikit, masih dengan memberikan kecu-pan dan ciuman di beberapa tempat yang terjangkau, " aaahhh ..,


ustadz Zafir tidak melanjutkan perjalanan panjangnya, ia masih mengimbangi permainan agar sang istri tidak merasa sakit, tapi rupanya Ayra sudah tidak bisa menahan diri, ia lagi lagi membuat ustdz Zafir kewalahan dengan tindakan yang dilakukannya, Ayra ingin segera menyatu sempurna karna saat ini ia dalam puncak pencapaian, ia kehilangan rasa malunya, ia menekan pelan miliknya pada milik sang suami hingga benda lunak itu tertan-cap sempurna, tapi ustdz Zafir tak melihat wajah sang istri kesakitan, iapun segera mengambil langkah untuk maju mundur kayak setrikaan, berjalan agak lambat mengimbangi gerakan, setelah terlihat lebih mulus baru ia percepat dan menarik pinggul sang istri agak ke atas " kita lepas bersama sayang dan jangan lupa berdoa" gerakan semakin cepat dan perjalanan menuju puncak semakin dekat mereka berdua saling berdoa berharap Allah memberikan keturunan yang baik dan Sholih Sholihah, akhirnya mereka berdua sampai di tempat tujuan,


Alhamdulillahilladzi kholaqo minal maa i Basyaroo wa ja'alanii nasaban wa shihroo


ustadz Zafir menge-cup dahi Ayra, dan kemudian setelah beberapa saat ia melepaskan benda lunak yang masih menempel itu, setelah benar-benar selesai. bahkan ia lagi-lagi minta izin untuk melepasnya pada sang istri, " sayang... mas lepas yaaa.,?"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


maaf ya kak.klo Author bikin rusuh, maaf banget tapi itupun masih mengandung banyak sekali pelajaran, agar tidak terasa sakit saat pertama kali....ups🤭🤭🤭 aduh nih mulut🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️

__ADS_1


__ADS_2