SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
RAMBUT BASAH


__ADS_3

selesai mandi ustad Zafir kemudian menghampiri sang istri yang masih berada di atas ranjangnya, sejak Ustadz Zafir masuk ke kamar mandi Ayra tertegun dengan apa yang ia lakukan, Ia serasa malu karena takut ketahuan para tetangga jika suaminya selesai bermain dengannya


"Mas sini...," ucapnya pada sang suami ia memanggil suaminya untuk menghampirinya


"ada apa sayang...? "sambil berjalan menghampiri Ayra dan duduk di tepi ranjang


"Mas rambutnya jangan sampai masih basah ya, kan zara malu mas , masak mau rapat rambutnya Mas masih basah, jam segini lagi " ucapnya sambil mengambil handuk di tangan ustad Zafir, yah pengering rambut memang ada Namun karena waktu sudah habis dan harus segera berangkat maka Ustadz zafir tidak menghidupkan hair dryer, Iya cuma mengusap rambutnya dengan handuk yang biasa ia gunakan selepas mandi.


"hahaha ... kamu ada-ada saja sayang, malu sama siapa lagian kenapa kamu yang malu, kan yang rambutnya basah mas kenapa Dinda yang malu? "


"Iya kan kalau rambutnya basah ketahuan Mas kalau kita udah gituan, Zara kan jadi nggak enak sama yang lain apalagi nanti pastinya banyak sekali bapak-bapak dan tetangga kita yang akan hadir disana" ucap Ayra sambil menggosok gosok rambut suaminya pelan


"mereka pasti ngerti lah sayang, kan kita masih pengantin baru " ucap ustad Zafir mesra sambil mengambil handuk yang Ayra pegang


"kita itu sudah 5 bulan lho Mas nikah, bukan pengantin baru lagi " ucap Ayra pada sang suami


"loh kata siapa bukan pengantin baru, apalagi masih 5 bulan, 5 tahun pun masih tetap pengantin baru namanya sayang" tersenyum sangat tampan, seandainya tidak ada rapat , sudah pasti akan Ayra gempur lagi🤭

__ADS_1


"kok bisa gitu mas? bukannya yang namanya kemanten baru itu cuma satu bulan dua bulan ya mas?" kini ustdz Zafir sudah menyisir rambutnya yang sedikit kering, setelah tadi di gosok pakek handuk oleh Ayra.


"pengantin baru itu, ya tergantung dari pengantinnya sayang, kalau dia tetap menganggap baru ya tetap baru terus, tidak akan ada yang namanya pengantin lama atau karatan" Ayra mlongo


" ya udah dulu ya sayang Mas berangkat ya daaa assalamualaikum " ucap ustad Zafir kemudian melangkah keluar rumah menuju tempat rapat, di sana semua orang yang di undang sudah datang semua tinggal menunggu ustadz Zafir saja,


beliau mengucapkan salam saat sudah sampai di sana dan dijawab serentak oleh jamaah yang ada di sana setelah beberapa poin-poin disampaikan rapat sudah dinyatakan selesai tampaknya saat ini sudah s jam 22.00 lebih, setelah rapat selesai ustad Zakir pun undur diri berpamitan kepada mereka semua dan mereka semua mengerti dengan keadaan Ustadz Zafir yang harus cepat istirahat, karena beliau bangun di pagi buta sebelum subuh bahkan terkadang sejak jam 02.00 sudah bangun dan seharian bekerja jadi tidak ada waktu istirahat siang.


setelah kepergian Ustadz Zafir beberapa bapak-bapak masih tersisa di sana dan berbincang-bincang dengan yang lainnya "eh pak Jono, tadi lihat nggak rambutnya ustaz zafir sepertinya agak basah ya"


"ah emang pak Jono gak suka begituan di ranjang..? emang Ustadz aja gitu yang suka begituan..?"ucap Yadi pada pak Jono


"hehehe iya juga sih saya juga suka begituan, siapa pun pasti suka begituan ya nggak pak Nardi "tanyanya lagi pada tetangga yang masih ada di sebelahnya


"saya gak ikut-ikutan pak Jono dan Yadi deh terserah kalian lah " ucap Nardi


" ah pak Nardi tidak asik, masak nggak mau gosip sama kita "ucap Yadi

__ADS_1


"eh Yadi kenapa kamu suka bergosip, kamu itu kan laki-laki kayak perempuan aja deh ucapannya," ucap Nardi


"eh jangan dikira perempuan aja yang suka bergosip tentang ranjang pak Nardi, laki-laki pun sangat suka apalagi yang hot-hot ya enggak pak jay ..?" meminta dukungan dari yang lain


"tahu ah, nih si Yadi kalau udah seperti ini kita kudu nyadarin dia nih, kayaknya otaknya sudah travelling kemana-mana" ucap pria yang bernama Jay


"makanya Yadi cepetan cari istri lagi, mungkin saja tuh si Yadi lagi kangen sama yang semok-semok bahenol, kan udah hampir setahun tuh dia pisah sama istrinya" obrolan mereka yang masih ada disana makin melebar dan tidak lagi membahas tentang rambut basah ustdz Zafir,tapi malah ke hal hal yang lainnya,


sedangkan Ayra sudah menunggu sang suami yang sudah jam 22.15 belum juga sampai di rumah, ia bergerak gelisah karna tak bisa memejamkan matanya sejak tadi, Ayra sudah terbiasa memeluk dan menghirup aroma suaminya yang harum kesturi itu, ia jadi tidak bisa tidur jika tak ada suaminya" mas Tama mana yaa? kok blum pulang?masak belum selesai juga sih...?" ucapnya sambil terus membolak balikkan badannya di atas ranjang.


selang beberapa detik terdengar suara pintu yang dibuka dengan ucapan salam yang khas dari sang suami, Ayra malah menarik selimutnya dan ia pura-pura sudah tertidur pulas


"Assalamualaikum, sayang , alhamdulillah sudah tidur,." ucap ustdz Zafir yang mengira jika Ayra benar-benar sudah tidur, iapun merebahkan dirinya di samping sang istri setelah membuka kemeja dan hanya menyisakan sarung dan kaos oblong miliknya, ustdz Zafir terbiasa mengunakan sarung saat tidur dan tidak menggunakan baju tidur seperti kebanyakan orang.


Ayra yang hanya pura-pura tidur tersenyum diam diam," sayang alhamdulillah rapat pertama dengan para wali santri berjalan lancar, semoga lelahku menjadi lillah sayang" ucapnya bersiap tidur dan memejamkan matanya, namun sesaat kemudian sebelum ia benar-benar terlelap sang istri malah menciumi seluruh nya, kini giliran ustdz Zafir yang pura-pura sudah tidur,ia tak bergeming meski di raba dan di kecupi oleh sang istri, ustdz Zafir merasa geli dan juga sudah ON tapi masih tetap memejamkan kedua matanya, Ayra kini beralih ke leher dan dadanya, ustdz Zafir tak bisa lagi berpura-pura iapun langsung mengukung Ayra di bawahnya dan melakukan hal yang sama dengan apa yang Ayra tadi lakukan, bahkan lebih dari Ayra, ustdz Zafir selalu memberikan kepuasan terlebih dahulu pada sang istri barulah ia menerobos masuk gawang setelah sang istri terpuaskan dengan percintaan mereka, karena menurut ustadz Zafir, kepuasan istri itu lebih utama daripada kepuasaan suami, karena seorang istri sudah pasti selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi suaminya, sedangkan suami terkadang tak menghiraukan apa yang menjadi keinginan sang istri, karena kebanyakan wanita selalu ingin dimengerti tanpa menjelaskan itu semua, dan suamilah yang harus bisa mengimbangi permainan agar hubungan tetap langgeng, harmonis dan bahagia.


Ayra begitu sangat bahagia dengan perlakuan suaminya yang sangat mengerti dirinya, bahkan sampai ke daerah yang paling di sukainya.

__ADS_1


__ADS_2