
"hahahaha jadi Anda istrinya...? ternyata banyak juga yaaa yang ngaku-ngaku , gue kira cuma dari kalangan atas saja yang bisa mengaku jadi kekasihnya, ternyata dari wanita kampung juga ada" tawanya terbahak-bahak hingga banyak yang memperhatikan ke arah mereka
"jaga bicara Anda!!!"ucap Azzam sarkas, seketika wanita itu bungkam karena mendapat amarah dari Alzam sendiri, ia tak menyangka jika memang gadis yang bersama denganya itu adalah istrinya, ia mengira jika gadis itu adalah pembantunya
"ada urusan apa Anda dengan saya dan istri saya...?!" lanjut Alzam
"maaf tuan, saya tidak tahu jika Anda sudah menikah" jawabnya, karna tidak ada undangan pernikahan antar kalangan para pengusaha saat Alzam menikah. biasanya jika orang kalangan atas menikah, maka biasanya akan ada pesta pernikahan yang meriah dan sangat banyak mengundang para relasinya.
"katakan saja jika ada sesuatu yang Anda perlukan, kami akan segera kembali ke rumah kami."
"tidak tuan, maaf karena saya telah mengganggu kenyamanan anda dan istri anda." namun di dalam hatinya ia sangat jengkel dan marah bagaimana bisa ia kalah dengan wanita kampung yang hanya berwajah pas-pasan dan berbadan mungil tidak seseksi dirinya, tidak secantik dirinya juga tidak sekaya dirinya dan pastinya juga tidak semodis dirinya. bagaimana mungkin Tuan Alzam yang terkenal dengan ketampanan dan kekayaannya itu memiliki Seorang istri kampungan yang memakai busana tertutup seperti itu.
"kalau begitu kami permisi nona, ayoo sayang...,"ucap Alzam kemudian mengajak sang istri pulang, ia sudah tidak berselera untuk meneruskan makannya, ia melambaikan tangan kepada waiters dan meninggalkan uang di atas meja untuk membayar makanan yang hanya dimakan sedikit itu, lalu ia menggandeng tangan Syifa mesra melewati wanita tadi,
sesampainya di mobil " maaf ya sayang, mas benar2 tidak mengenal wanita itu.?" Alzam yang tidak ingin Syifa kepikiran dengan apa yang terjadi barusan meminta maaf dengan tulus,
"gak papa kok mas, Syifa kan memang orang kampung, dia juga tidak salah, mungkin karena pernikahan kita tidak banyak di ketahui oleh orang lain," ucap Syifa sendu,
"sayang, bagaimana jika kita adakan resepsi pernikahan besarยฒran dan mewah...?"
"gak perlu lah mas, ngapain juga, lagian aku juga udah hamil mas, sebentar lagi juga sudah membuncit," syifa tersenyum, mereka berbincang sambil menikmati pemandangan di sepanjang jalan menuju kerumah mereka. Alzam berencana akan pulang dulu kerumah yang waktu itu di belinya, dan besok paginya ia akan membawa sang istri bertemu dengan orang tuanya,
"tapi benerankan adik gak papa...?"
"gak papa mas, yang penting kita sudah SAH secara agama maupun negara, buat apa mikirin orang lain, "
__ADS_1
"terimakasih ya sayang, sudah memberikan kebahagiaan untuk mas," mengecup punggung tangan Syifa.
"seharusnya syifa yang terimakasih sama mas, berkat mas, Syifa tidak lagi menjadi orang yang kekurangan,"
mereka akhirnya sampai juga di rumah yang sudah lama mereka tinggalkan, kini hari sudah malam, saat mereka sampai disana rumah itu terlihat sudah sepi bahkan disekitarnya juga sudah tidak terlihat seseorang lagi, padahal ini masih jam sembilan malam,
"mas, selama kita di Jakarta, apa rumah ini tidak ada yang menghidupkan lampunya..?"tanya Syifa saat sudah berada di teras dan melihat rumahnya yang gelap, hanya lampu luar saja yang menyala.
"ada sayang, bahkan aku menugaskan bi muna dan suaminya untuk membersihkan tiap 3hari sekali, dan menjaganya."
"bi muna tetangga sebelah..?, emang beliyau mau mas, kan beliyau dan suaminya tidak bekerja jadi ART mas,"
"ya maulah sayang, kan mas kasih bayaran, bukan hanya minta tolong doang,"
ckleg
"Alhamdulillah, kita sampai lagi dirumah ini mas, seneng banget rasanya," Syifa duduk di sofa ruang tamunya.
"iya dik, alhamdulillah, mas mau letakkan barang2 dulu di kamar yaa, kamu jangan kemana-mana" melangkah menuju kamar tempat tidur mereka,
"Hem,," Syifa menyenderkan kepalanya di sandaran sofa, ia terasa sangat lelah, dan tanpa terasa ia memejamkan matanya dan terlelap begitu cepat, hingga saat sang suami sudah selesai dan menghampiri, Syifa tidak terganggu sama sekali, akhirnya Alzam memindahkan sang istri yang masih terlelap itu kekamarnya tanpa harus membangunkannya, setelah sampai di kamar dan meletakkan Syifa di ranjang, Alzam menghubungi sahabatnya
Tuut Tuut Tuut
anggap saja bunyi telpon Alzam yang sedang menghubungi sahabatnya,
__ADS_1
๐"hallo assalamualaikum khi"
๐"waalaikumsalam, zam gimana kabarnya nih? sudah lama sekali tidak ngasih kabar pengantin baru ini, kalo sudah merasakan nikmat nya ber-istri jadi lupa sama sahabat. " cerocos Andika yang baru 2x di telpon oleh Alzam,
๐"hahahaha, kamu kapan khi...? jangan nunggu sampai karatan baru mau nikah khi." canda Alzam
๐"eh ,... jangan nyumpahin gitu dong zam, masa gue didoain sampai karatan, tega banget loo ya.... mentang-mentang sudah tahu rasanya, sahabat sendiri didoain sampai karatan begitu, awas aja klo kita ketemu, gue bejek loo" umpatnya pakek bahasa yang digunakan saat sedang marah
๐"hahahaha,maaf maaf khi, aku gak nyumpahin kok, cuma...."Alzam tidak meneruskan ucapannya
๐"cuma apa...? "
๐" cuma berhayal hahaha.,"
๐" rese loo. awas kamu yaa!! kapan pulang ke sini? kasian tuh zam, ustdz Zafir sendirian mengurus restoran Zz," ucapnya sambil menggerutu sendiri
๐"insyaallah besok aku akan kesana khi. karna aku sudah berada disini ,baru aja nyampek, Oya emang kamu kemana? kok ustdz Zafir sendirian??" tanya Alzam, mereka memang sangat menyenangkan, sesekali berdebat kecil,tapi sebentar saja disudahi sendiri
๐" ya kan aku bagian ngontrol sana-sini khi, jadi tiap hari tidak pernah nememin beliyau, apalagi saat ini beliyau sudah pulang sore terus, dan aku baru nyampek jam 6 di restoran pusat, mana bisa ketemu beliyau?" ungkap sang sahabat
๐"ya sudah dulu ya khi. kita sambung lagi besok sore, aku juga kangen ngumpul bareng khi. pokonya besok sebelum ustdz Zafir pulang ,kamu harus sudah di pusat yaa khi, biar kita bisa ketemu," Alzam sudah sangat kangen pada kebersamaan mereka
๐" oke khi, aku tunggu ya, awas jika kamu tidak datang assalamu alaikum"
๐"wa Alaikum salam" Alzam tersenyum sendiri melihat sikap Andika, lalu ia melihat sang istri yang begitu terlelap dalam tidurnya, Alzam menghampiri sang istri di belainya pipinya dengan sangat lembut, penuh kasih sayang, ia tak menyangka jika saat ini sang istri sudah hamil tiga bulan lebih, bahkan sudah masuk 4bulan , istri yang tak pernah sekalipun ia bayangkan sebelumnya karna ia memang menikah dengan secara dadakan, bahkan tanpa di hadiri keluarga besarnya sama sekali.
__ADS_1
mohon dukungannya ya kakak2, mungkin beberapa bab lagi akan tamat , tinggalkan jejak dan like ya kak๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ