SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
JIKA BERJODOH TIDAK ADA YANG BISA MENOLAK TAQDIR


__ADS_3

pagi hari tiba.papi dan mami Fitri hendak memberi tahukan kepada Fitri tentang semua hal mengenai kemaren.mereka pergi berangkat ke pondok,begitu tiba di pondok pesantren, setelah mereka melepas kangen dan rindu ,papi dan mami Fitri saling melirik siapa yang akan mengatakan terlebih dahulu kepada sang anak tentang ta'aruf itu.


"Fitt,, sebenarnya kami kesini ada suatu kepentingan yang lain pada kamu nak,,"akhirnya maminya berkata lebih dulu.


"kepentingan lain,,,?apa itu ..mi...,,?"


"kemaren pak kyai kerumah kita , beliau meminta kamu berta'aruf dengan ustdz Zafir nak..,"ucap maminya


"masyaallah benarkah demikian mam..?"ucap Fitri terharu,karna banyak sekali para santriwati saling memperebutkan posisi ini."jika begitu kapan kita akan berta'aruf mam..?"Ucap Fitri lagi sangat antusias.maminya terdiam dan melirik ke papinya


"nak, sebelum itu, kami mau mengatakan jika ustdz Zafir itu sudah duda ,juga belum punya pekerjaan tetap"ucap sang papi ketika mami memberi kode padanya.


"Fitri tau kok Pi..Fitri mau kok meski beliau duda."ucapnya cepat,ia ingin tau gimana reaksi temanยฒnya ketika mereka tau bahwa ia akan berta'aruf dengan ustdz Zafir dan akan menjadi tunangannya. ia memikirkan mereka semua pasti akan menghormatinya dan menempeli dirinya kemanapun.ia akan terkenal dengan sebutan Ning Fitri tunangan ustdz Zafir yang tampan itu,ia merasa cukup senang dan bahagia jika sampai itu terjadi padanya, apalagi kalo sampai jadi istrinya. Fitri tersenyum- senyum sendiri membayangkan semua itu.


"tapi papi dan mami tidak setuju Nak jika ustdz Zafir itu benar-benar menjadi suamimu. sangat tidak cocok dengan kamu yang masih perawan dan juga dari keluarga yang terpandang."ucap si papi lagi


"tapi Pi....; bukannya itu tidak terlalu penting,,kan yang terpenting dia mau bertanggung jawab pii" Fitri yang menginginkan posisi tertinggi di atas teman2nya tidak ingin harapannya tadi pupus seketika


"tidak,..fit..!" maminya menyela "hidup itu perlu biaya,dan kamu tau dia hanya mengajar di pondok pesantren ini fitt..!dan itu menjadikan keluarga kita akan di hina" Fitri tertunduk,ia tidak berfikir tentang kehidupan selanjutnya, ia hanya berfikir teman2nya akan bangga dan menghormati nya karna menjadi tunangan ustdz Zafir yang terkenal dan sangat populer di kalangan para santri tersebut.


"dan apa yang mau kamu lakukan, jika nanti menjadi istrinya,..?apa kamu bisa hidup miskin dan tidak punya pekerjaan..? apa kamu bisa meninggalkan kehidupan yang enak...?"tambah sang papi.

__ADS_1


"pii ... Mi... lalu mengapa kalian harus mengatakan kepada Fitri kalau pendapat Fitri tidak bisa hiraukan..?!"ucap Fitri mulai tidak sabar dan selembut tadi. fitri memang anak yang terkenal polos dan lugu bahkan semua orang mengiranya gadis yang baik ,sopan dan cantik. namun dalam kepolosan itu terdapat maksud tersendiri di hatinya.ia ingin di kenal baik agar teman-teman nya banyak yang mau berteman dan memuja kebaikannya. namun semua itu tidak pernah terjadi padanya selama berada di tempat yang bagaikan penjara ini baginya. setelah sekian lama menunggu akhirnya momen yang ditungguยฒnya datang,tapi sayang orang tuanya tidak mengerti dirinya."pokoknya Fitri mau bertunangan dengan ustdz Zafir.,dia harus jadi suamiku mi... ,," ucapnya lagi memohon kepada orangtuanya.


"sebenarnya apa yang ada dalam pikiranmu nak. Fitri kami kesini bukan minta pendapat darimu, kami hanya ingin memberitahumu bahwa kamu harus bisa menolak dengan baik ajakan untuk berta'aruf dengan ustdz Zafir. kami tidak ingin membuat pak kyai kecewa pada kita."ucap sang mami memelankan suaranya.


"lalu apa yang harus Fitri katakan pada pak kyai mi..Pi..?"tanyanya yang sudah bersemangat lagi.


"kami mau mengatakan bahwa kamu belum siap menikah karna masih mau belajar di pesantren ini.tapi jika hanya ber ta'aruf tidak masalah , gimana menurut mami..? "ucap sang papi yang membuat skenario dan bertanya kepada sang istri.


"Hem,, sepertinya bagus itu Pi.., tidak terlalu jelek pi..,dan pastinya ustdz Zafir itu bukan hanya sekedar mau mencari calon tunangan,tapi sudah benar-benar mau berumahtangga."ucap sang mami berfikir pasti ustdz Zafir tidak akan mau jika bertunangan lama.


"ya sudah kalo begitu Fitri juga setuju " ucap Fitri kemudian 'yang penting udah bisa jadi tunangan meski tak jadi istrinya.'ucapnya dalam hati.


*


Ayra yang memang sudah tau bahwa dirinya sudah punya tunangan lagi. hari ini rencananya sang tunangan mau berkunjung ke pesantren untuk lebih mengenal lebih dekat dengan AYRA. sampai di depan pesantren Al Ulum Jufri sang tunangan menyodorkan sebuah kartu tanda santri milik Ayra kepada penjaga keamanan pondok. setelah beberapa saat kemudian Ayra keluar dari dalam pondok setelah di panggil,. ia tak pernah tau wajah lelaki yang menjadi tunangannya itu.jadi Ayra celingukan mencari sang tunangan yang mana di antara banyak nya orang yang mengunjungi santri lainnya. "zahiraa..."ucap seseorang yang berada dibalik pintu ruang tamu pesantren.


"Hem.. iyaa ..."kata Ayra mengangguk dan meneliti lelaki tersebut, 'mungkin dia' , orang yang dihadapannya sekarang ini tidak jauh dari ustdz Reno dulu. dari segi rupa maupun lainnya bedanya kayaknya lebih muda sedikit. Ayra tidak lagi mempermasalahkan rupa maupun umur,ia sudah benar-benar menyerahkan keputusan pada orang tua nya,jika menurut mereka baik maka ia akan menerima apa adanya.karna ia sudah pernah menyakiti hati dan perasaan mereka,jadi Ayra tak ingin sampai menyakiti hati orang tua nya berulang kali .ia selalu mengingat kata-kata sang ibu 'tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya terjerumus ke dalam jurang yang curam Nak' itu yang selalu muncul dalam ingatan Ayra


" apa kamu sudah tau kalo aku mau kesini.."ucap lelaki itu lagi yang melihat Ayra masih tak bergeming dan seperti linglung.


"Hem iya...om, eh maksudnya ....."ucap Ayra masih canggung.

__ADS_1


"panggil Abang saja"ucap laki-laki yang tak lain si Jufri sang tunangan barunya.


"oh hem..,,mari duduk dulu disana .. bang....,,"tambahnya masih agak kaku


"ya mari..' lirih nyaris tak terdengar.kemudian mereka duduk di dekat pintu ruang tamu tersebut,di tempat yang sama dengan banyaknya para santri lain yang jg di kunjungi oleh keluarga nya.


"raa,, aku tau ,kamu pasti belum tau padaku..kan...?"tanyanya menghilangkan kecanggungan di antara mereka


"Hmm,, i...iya bang,baru tau sekarang ini aja."menunduk malu pada santri-santri yang melihat padanya


"terus terang,aku bukan seorang ustadz seperti tunanganmu yang dulu.aku hanya orang biasa yang mungkin hanya mengerjakan tugas sebagai seorang muslim saja.apa kamu menerima diri ini...?"tanyanya sedikit memelankan suaranya,karna banyak sekali teman Ayra di sana.


"bismillah saja bang. JIKA BERJODOH TIDAK ADA YANG BISA MENOLAK taqdir."ucap Ayra bener2 sudah pasrah dengan siapa pun pilihan orang tua nya.


"Alhamdulillah kalo begitu Raa..ya ...kamu sudah tau inilah adanya diriku.,,tanpa ada yang aku tutupi"ucapnya lagi


"semuanya sudah Zahira pasrahkan pada Allah SWT bang.jika Abang menjadi jodohku,berarti Abang pilihan yang Allah kirim untukku."


"aamiin ,semoga saja Raa. karna salah satu dari keluarga kita ada yang tidak merestui hubungan antara kita ini.


"sebanyak apapun usaha yang kita lakukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik tapi Allah yang akan menentukan keputusan akhirnya bang. jadi pasrah saja pada yang maha kuasa."ucap Ayra lagi agar tunangannya tidak takut seperti dirinya dulu.ia kini sudah berubah menjadi seorang yang lebih qona'ah ....,,

__ADS_1


mohon dukungannya ya kakak2 ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


serius masih belajar merangkak ,jadi butuh komentar kalian ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2