SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 65 MINTA RESTU PAPA


__ADS_3

pagipun tiba kini ustdz Zafir dan Alzam sudah berpamitan kepada pak kiyai jika mereka izin keluar pondok setengah hari, sorenya mereka berniat kembali lagi ke pesantren,


setelah selesai pamit ustdz Zafir bertanya lagi pada Alzam


" khi...gmn rencana tadi malam apa benar kamu sudah memutuskan untuk menghitbah gadis itu...?"


"sebenarnya ini memang terlalu mendadak gus.tapi dari pada saya harus menikahi Yasmine lebih baik jika saya menikah dengan gadis itu."Alzam sebenarnya sudah agak lupa dengan wajah gadis yang di tolongnya itu.


"jadi kamu mau langsung kerumahnya pak Suryo..?atau mau menghubungi papa atau mamamu dulu...?"ustdz Zafir sangat yakin jika putri pak Suryo itu pasti gadis yang baik, mengingat kesederhanaan keluarga mereka.


"menurut Gus gimana...?bantu Alzam Gus,.."mohonnya


"menurutku Yaa sebaiknya kamu harus ngasih tau orang tuamu dulu khi..,ya meski nanti mereka akan menentang..setidaknya biar mereka tahu jika kamu memutuskan memilihnya."jawab ustdz Zafir tidak ingin sahabatnya itu mengambil keputusan sendiri tanpa harus mengabari keluarganya


"tolong bantu Alzam ngejelasin ke papa Gus,mungkin jika Gus yang jelasin ,papa akan menerima keluarga pak Suryo meskipun ia bukan orang yang kaya Gus,"Alzam meminta bantuan ustdz Zafir


"Hem,, baiklah khi.tapi jika mereka tetap tidak setuju bagaimana selanjutnya...?"


"pokoknya Alzam harus menikah lebih dulu,sebelum keluarga Yasmine mengambil keputusan untuk menggantikan posisi bang Dikin denganku gus ."


mereka terus berjalan hingga sampai di depan gerbang pesantren.dan Alzam mengambil mobilnya yang ia parkir, sedang ustdz Zafir menunggunya.


di dalam mobil Alzam menghubungi orang tuanya, setelah beberapa saat telponnya di angkat sang papa."hallo ya ada apa zam..?apa yang kamu lakukan di pesantren...?" tanya papa Sanjaya yang tau jika Alzam pergi ke pesantren dari istrinya.


"assalamualaikum pah" ucapnya, membuat pak Sanjaya terdiam sejenak kemudian menjawab salamnya.


"pah...ada yang ingin Alzam katakan pada papah..?" ucapnya sambil takut sang papa tidak bisa menerima kenyataan bahwa ia akan meminang gadis desa yang tidak punya apa-apa,

__ADS_1


"ada apa zam...? tidak biasanya kamu gemetar begitu, bicaralah"ucap pak Sanjaya menggoda sang anak


"hem, e...itu pah..."bingung mau mulai dari mana


"itu apa ... katakan cepat,papa lagi ada rapat penting sebentar lagi."


"Alzam mau menikahi seorang gadis desa yang pernah Alzam tolong dulu itu pah.."menggigit bibirnya sedikit demi menyembunyikan kegugupannya, sedangkan ustdz Zafir masih mendengarkan dengan seksama disamping Alzam, mereka berdua masih berada di dalam mobil tapi belum berangkat,


"gadis yang kamu tolong...?! yang mana...?papa sudah lupa."ucap pak Sanjaya sambil berjalan menuju tempat rapat yang akan dihadiri.


"Alzam hanya mau minta izin jika Alzam akan langsung menikahinya pah, sebelum keluarga Yasmine mengambil keputusan."Alzam tidak menanggapi pertanyaan pak Sanjaya yang tidak tau gadis itu.


"papa serahkan padamu saja zam, yang penting bagi papa, kamu tidak terpaksa menikah, yang ujung ujungnya akan bercerai,papa tidak ingin kamu mempermainkan pernikahan."ucap pak Sanjaya bijak,


"beneran papa tidak akan mencegah Alzam...?!!"tanyanya girang, padahal sebelumnya ia sangat takut jika sang papaa akan menentang keras keputusannya.


"bukannya papa sudah bilang kemaren..,jika kamu tidak ingin menggantikan posisi kakakmu,kamu terlebih dahulu harus menikah sebelum mereka memutuskan untuk memintamu menikahi putri Yasmine."ucap pak Sanjaya ,


"bukankah surat kontrak itu,atas nama kakakmu dan bukan kamu,jadi jika kamu sudah punya pasangan mereka tidak bisa memaksa mu menggantikan posisi Dikin, kecuali jika kamu belum punya pasangan, maka mereka pasti akan mengganti nama kakakmu dengan namamu"pak Sanjaya juga tidak ingin sang putra keduanya itu menjadi korban dari keluarga Yasmine.


awalnya mereka semua sangat percaya jika kontrak itu di buat untuk lebih memperluas perusahaan mereka, apalagi Dikin dan Yasmine memang terlihat Saling mencintai,jadi pak Sanjaya dan putranya itu menandatangani kontrak itu,tapi ternyata putri Yasmine itu tidak sepenuhnya mencintai anaknya, buktinya sejak kecelakaan itu terjadi,dia sama sekali tidak mau menemui Dikin,karna sudah mendengar kabar jika ia lumpuh seumur hidup.


"jadi papa juga berharap kamu punya pasangan agar mereka tidak bisa memintamu untuk menggantikan posisi kakakmu"lanjut pak Sanjaya


"terimakasih atas pengertian papa.klo begitu sekarang juga Alzam akan kerumah keluarga gadis itu pah"Alzam menoleh pada ustdz Zafir dan tersenyum bahagia,ustadz Zafir pun tau jika Alzam sudah mendapatkan restu dari orang tua nya tanpa ia harus menjelaskan tentang keluarga pak Suryo pada pak Sanjaya.,


"papa hanya bisa mendoakan semoga mereka mau menerimamu dan tidak ada hambatan apapun."

__ADS_1


", terimakasih pa... assalamualaikum"


"wa alaikum salam"


setelah telpon ditutup Alzam langsung merangkul ustdz Zafir "terimakasih Gus,semua berkat Gus"ucapnya menepuk nepuk pundak ustdz Zafir


"jangan bahagia dulu,kamu belum menghadapi tantangan selanjutnya"ustdz Zafir hanya ingin menggoda sahabat nya yang terlalu bahagia


"ah Gus, semua saya serahkan pada Gus, bukannya tadi Gus bilang pasti akan di terima oleh mereka...?"sambil menghidupkan mobil dan hendak berangkat ke rumah pak Suryo.


"Hem.. hemm benar,tapi saya tidak mengatakan jika langsung menikahinya,karna gadis itu masih berada di pesantren"


"lalu bagaimana Gus..,?saya bukan hanya sekedar mau bertunangan,tapi mau menikahinya, karena hanya itu yang bisa dilakukan jika tidak mau berurusan dengan keluarga Yasmine."


"aku mengerti,kita jalan saja dulu sekarang dan kerumah pak Suryo,semoga beliau belum berangkat kerja."ustdz Zafir sangat santai sedang Alzam mulai hawatir jika tidak akan disetujui klo langsung menikah.


"baik Gus,kita ke arah mana Gus..?"


"ke depan gang belok kanan ,lurus terus ada gang kecil belok kiri..rumah pak Suryo dekat jalan."


Alzam menuruti semua petunjuk dan ternyata benar hanya sebentar saja sudah sampai di tempat tujuan , rumah pak Suryo dekat dengan pesantren attoyyibin ini,namun masuk ke pedalaman desa


sesampainya di depan rumah pak Suryo,para tetangga pak Suryo bahkan sebagian dari mereka berkumpul di pinggir jalanan gang untuk melihat siapa yang datang ke rumah pak Suryo dengan membawa mobil mewah, karna selama ini mereka semua tau jika pak Suryo orang tak mampu dan juga tidak punya saudara kaya. jadi mereka semua penasaran dengan siapa yang datang bertamu kerumah pak Suryo sepagi ini.


ustadz Zafir dan Alzam turun dari mobil dengan wajah yang juga terlihat sangat heran mengapa banyak sekali warga yang berkerumun, mereka berdua bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang terjadi..,namun belum juga hilang keheranan mereka berdua,ditambah lagi dengan kehebohan ibu ibu yang langsung mendekati mereka


"ya Allah sapah jiah yuu..?Mak cek genthengah,..mosok malaikat toron kedinnak. ?"( ya Allah siapa mereka mbak..?kok tampan banget,masak malaikat turun kesini..?)" tanya salah satu dari mereka yang tidak di mengerti bahasanya oleh kedua orang yang ada di hadapan mereka.

__ADS_1


"sttt,Gus apa yang mereka katakan..?"tanya Alzam penasaran dengan ucapan ibu ibu muda itu.


"saya gak begitu faham juga klo bahasa Madura khi..,klo bahasa Jawa saya bisa sedikit" jawab ustdz Zafir tersenyum,sambil sedikit menganggukkan kepalanya kepada ibu ibu di sana, sebenarnya mereka masih sangat² muda tapi karna sudah pada menggendong balita maka sudah pasti mereka ibu-ibu muda.


__ADS_2