
الله أكبر ... الله أكبر ... الله أكبر .......
Takbir menggema di seluruh penjuru kota maupun seluruh dunia,
Ayra dan keluarga pergi kemesjid guna melaksanakan sholat idzul fitri.setelah selesai sholat mereka semua mendengar kan khutbah dengan sangat ta'dim
"Dimana saat takbir menggema
hari kemenangan sudah tiba,bagi yang menang melawan hawa nafsu,tahan dan kuat menahan lapar dan dahaga yakni berpuasa; .
";puasa bukan hanya sekedar tidak makan dan tidak minum saja ,melainkan bisa menahan diri dari segala macam godaan setan dan perbuatan mungkar, tidak mengadu domba, tidak memfitnah dan tidak menggunjing orang lain,;
;"karna dosa besar yang sering kali tidak kita sadari adalah suka menggunjing orang. Terasa enak membicarakan tentang sosok orang lain tanpa mengoreksi dan tahu diri bahwa dirinya lebih jelek daripada orang yang di bicarakan.;
";dan dosa besar yang lain yaitu suka mengadu domba orang lain dengan yang lainnya, karena mengadu domba dan memfitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.;
":Membunuh saja tidak ada tebusan dosa baginya, kecuali benar2 bertaubat dan mohon ampun kepada Allah SWT agar dosanya di ampuni , juga tidak lupa meminta ridho pada keluarga yang telah di bunuh. ;
";Para jamaah sekalian,, hari raya idul Fitri ini adalah dimana semua orang pasti ingin saling berkunjung ke rumah sanak saudara masing-masing dan Saling berjabat tangan. marilah kita saling memaafkan, menyambung silaturahmi dengan baik. Bukan hanya berjabatan tangan semata. semoga dengan saling memaafkan kesalahan, di ampuni dosa kita semua aamiin.";
Begitu untaian kata dari yang berkhutbah selesai, mereka para jamaah merenungi sejenak apa yang di sampaikan oleh sang Khotib yang kebetulan saat itu yang di pilih menjadi Khotib pada saat hari raya tahun ini adalah seorang ustadz yang dari keturunan atau cucu kiai yang sangat di segani pada zamannya,di kota itu.
Namun mereka para jamaah wanita hanya mendengarkan suaranya saja tanpa bisa melihat wajahnya.
Begitu pula sebagian dari jamaah pria banyak yang tidak melihat wajah, hanya menundukkan kepala mendengar kan dengan baik.
**
Sesampainya dirumah Ayra masih terngiang ngiang dengan apa yang disampaikan oleh Khotib di mesjid tadi ,;"bahwasanya Allah akan memaafkan kesalahannya jika di rihdoi orang yang bersangkutan.,;
__ADS_1
Ayra jadi teringat dengan ustdz Reno ia sangat merasa bersalah pada gurunya itu.tapi bagaimana pun juga hati tak bisa dipaksakan.
Ayra tidak pernah membencinya, namun juga tidak bisa mencintai. Ia hanya menganggap ustdz Reno adalah seorang guru yang sangat di hormatinya, ia tidak bisa memaksa dirinya untuk jatuh hati kepada ustdz Reno, ia sudah mencoba selama hampir setahun ini. Namun tidak pernah berhasil.
*Flash back*
Kemaren setelah Ayra mengatakan semuanya kepada ustdz Reno dan meminta dengan baik agar di batalkan pertunangan nya itu. sehari kemudian dari pihak ustdz Reno datang ke rumah Ayra ,
" saya kesini atas izin dr pihak keluarga ustdz Reno untuk meminta kepada pihak perempuan,bahwa bagaimana jika pernikahan anak anak kita di percepat saja pak Joko...?" kata pak Kasim langsung, setelah beliau di persilahkan duduk oleh pak Joko selaku sebagai tuan rumah.
Pak Joko yang memang sudah menanyakan kesiapan Ayra sebelumnya menjawab dengan sopan dan ramah " saya selaku orang tua dari Zahira , menyerahkan keputusan pada anak saya ,karna Dialah yang akan menjalin hubungan rumah tangga ini pak Kasim..,"
"Bukan kah kemaren pak Joko tidak perlu meminta pendapatnya saat bertunangan..?"tanya pak Kasim lg sedikit menyalahkan.
"Betul pak,tapi itu ketika bertunangan saja,namun jika pernikahan...aku takut anakku belum siap pak. mengingat umur nya saat ini masih 18 tahun lebih 3 bulan pak.
"dan juga saat tunangan itu sudah di katakan bahwa pernikahan akan di langsung kan jika sudah 2 tahun bertunangan."kata pak Joko lagi tidak ingin hanya dia yang di salahkan.
*
Ayra menunduk dalam,tidak bisa menjawab pertanyaan si ibu. sampai ibunya bertanya lagi " sudah siap menikah belum.."?
karna sudah dua kali sang ibu bertanya akhirnya Ayra membuka bibirnya pelan untuk menjawab pertanyaan si ibu
"zaa belum siap Buu" lagi lagi sambil menunduk.
"zaa.. rumah tangga itu yang terpenting adalah adanya seorang pemimpin yang baik dan ber akhlak mulia.menurut ibu ustdz Reno adalah orang yang tepat dan benar2 Sholeh nak," ucapnya menasehati sang anak lagi. ber harap Ayra bisa langsung luluh pada nasihatnya." jangan hanya memandang pada rupa dan harta saja,karna itu semua tidak akan kekal nak."sambung sang ibu lagi.
"bukannya zaa memandang harta dan rupa buk,tp zaa benar' belum siap untuk menikah sekarang" katanya lembut.
__ADS_1
ibu Ayra terdiam,ia berpikir bahwa semua apa yang terjadi ini adalah kehendak Allah. jadi ia pasrah dengan siapa yang akan di jodohkan dengan putri nya nanti.
sedangkan di ruang sebelah
"jadi gimana keputusannya pak...?"tanya pak Kasim dengan sedikit menekan suaranya agar terdengar ke dalam ruang sebelah.
"Zahira keluarlah nak,katakan apa yang akan menjadi keputusanmu."ucap pak Joko nyaring,agar Ayra segera keluar
tak lama akhirnya Ayra dan ibunya keluar dari ruangan nya.
ia duduk di lantai di samping ibunya. menunduk kan kepalanya menjaga kesopanan dan menyembunyikan keresahan di hatinya,lalu berkata "Zahira belum mau menikah pak..!;"zaa belum siap ,"jawabnya lirih
pak Kasim menghela nafas dengan berat, usahanya untuk membuat dua keluarga bersatu sepertinya gagal total,pihak laki-laki ingin segera menikah, sedangkan pihak perempuan tidak siap.,apa yang sekarang ini akan ia katakan kepada pihak ustdz Reno..,?,
"apa sudah dipikirkan dengan matang nak....dan sudah di pertimbangkan lagi?"tanya pak Kasim berbasa-basi lagi.mana tahu Ayra masih mau berpikir ulang.
"mohon maaf dengan sangat tulus pak. tapi zahira benar-benar sudah menimbang dan memikirkan dengan sangat matang masalah ini, bahkan sejak pertama kali zaa bertunangan dengan beliau." Ayra menjawab se adanya , seperti apa yang terjadi pada dirinya selama ini.
pak Kasim lagi menghelakan nafas beratnya.
"kalo memang demikian,akan saya sampaikan dulu ke pihak ustdz Reno, bagaimana selanjutnya.... hubungan ini."ungkap pak Kasim sendu.
"iya pak sampaikan salam maafku dan keluargaku kepada ustdz Reno dan keluarga besarnya,kami bukan tidak mau,tapi Zahira memang belum siap"ucap pak Joko. kemudian pak kasim berpamitan pada mereka ,dan akan mengabari semua yang mereka bicarakan tadi pada pihak laki-laki.
flash back off
Ayra masih belum mendapatkan jawaban lagi dari pihak ustdz Reno. entah apa yang akan terjadi selanjutnya, sanggupkah ustdz Reno menunggu satu tahun lagi ...? dengan desakan dari ibu beliau yang sudah ber umur..?atau mungkin hubungan ini akan benar-benar putus... seperti keinginannya itu..
yuk simak lanjutannya ya kak.mohon dukungannya 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
jangan lupa like komen dan votenya kak, biar karya ini bisa berjalan maju.😊😊😊🥰🥰
terimakasih banyak bagi yang udah kasih like dan hadiahnya.🥰🥰🥰🌷🌷🌷🌷