
sebelum pergi ke rumah wanita yang di maksud pak kyai, orang tua ustdz zafir mempersiapkan diri,dan juga membawa sedikit hadiah untuk calon besannya. tadi pagi2 sekali pak kyai menelpon bahwa beliau sudah memberi tahukan orang tua anak tersebut.
sebelum nya pak kyai berbicara dengan papi Fitri bahwa akan ad yang melihat (ta'aruf) dengan putri mereka,papi dan mami Fitri meng iyakan saja karena yang mengatakan adalah pengasuh pesantren di mana sang putri mondok.
.
.
.
setelah sampai di tempat orang tua nya Fitri,pak kyai,Abah ummi dan ustdz Zafir sendiri mengucapkan salam
"assalamualaikum"ucap mereka serentak yang langsung disambut dengan jawaban dari orang tua Fitri yang memang sudah menunggu kedatangan tamu agung yaitu kyai besar ponpes ATTOYYIBIN.
"wa Alaikum salam warahmatullah,,mari silahkan masuk pak kyai,dan yang lainnya"ucap papi Fitri sumringah
mereka semua akhirnya masuk kedalam rumah orang tua fitri, ustdz Zafir dan keluarganya sangat ta'jup dengan desain rumah minimalis modern terbaru yang kelihatan sederhana dari luar,namun mewah dan megah setelah melihat isi di dalamnya.sempat terpikir bahwa ia minder atau tidak jadi mempersunting seorang putri dari keluarga terkaya di kota M tersebut. namun karna pak kyai telah berbicara tentang bagaimana ia mau ta'aruf dulu kepada keluarga pihak wanita jadi ia meyakinkan diri sendiri.
" silahkan di minum dulu pak buk, Monggo Monggo silahkan"ucap ibu Fitri ramah
"yaach terimakasih Banyak atas sambutan hangat dari kalian,"ucap ummi ustdz Zafir lembut penuh wibawa.
beberapa saat kemudian" saya ingin memperjelas maksud ucapanku di telpon kemaren pak Ramdan "ucap pak kyai mengawali perbincangan mereka.
__ADS_1
"enggeh bagaimana selanjutnya pak kyai...?"apakah beliau yang mau ta'aruf dengan putri saya...?"ucap pak Ramdan Alamsyah sopan sambil menunjuk ustdz Zafir dengan jari jempol nya
"iya pak Ramdan, perkenalkan nama nya Ustdz Zafir,dia sudah lama menjadi pengajar dan pengurus di pesantren attoyyibin,
pak Ramdan dan istrinya hanya mengangguk dan tersenyum dengan penjelasan pak kyai.
kemudian Abah ustdz Zafir menambahi"begini pak Ramdan, sebelum saya melanjutkan ta'aruf ini,saya ingin menjelaskan terlebih dulu bahwa anak saya sudah pernah menikah dan juga tidak punya pekerjaan tetap untuk saat ini.dan kami bukan dari keluarga yang kaya raya"ucap Abah menjelaskan terlebih dahulu apa yang di alami sang anak.beliyau takut jika tidak di jelaskan dari awal maka akan terjadi sesuatu pada hubungan keduanya di kemudian hari.
"jadi ustd zafir sebenarnya sudah pernah menikah atau saat ini berstatus duda..?"tanyanya yang tampak kecewa dengan itu. namun karna ia menghormati pak kyai,ia tidak memperlihatkan kekecewaan nya itu. tapi ustdz Zafir sendiri merasa bahwa mereka sepertinya tidak berminat menjodohkan putrinya dengan dirinya."hemm enggeh pak,,saya memang sudah duda."ucap ustdz Zafir tanpa harus menutupi apa yang terjadi.toh memang Abah sendiri yang telah menjelaskan tentang status Duda nya kepada mereka.
"karena sudah di jelaskan oleh pihak keluarga laki laki bagaimana keputusan pak Ramdan selanjutnya..?ucap pak kyai lagi, menghindari ketegangan yang terjadi.
"saya akan mencoba berbicara dengan putri saya terlebih dahulu pak kyai.agar mau berta'aruf dengan ustdz Zafir terlebih dahulu sebelum mereka menjalin hubungan."jawab pak Ramdan dengan suara yang tercekat.
yang di angguki keluarga ustdz Zafir. " kami mohon maaf karena telah menggangu aktifitas anda pak Ramdan."ucap Abah menambahi.
"oh,, tidak pak,tidak menggangu sama sekali.kami yang mau minta maaf atas ketidak nyamanan kalian dirumah ini."ucap pak ramdam.mereka akhirnya saling bersalaman antara laki-laki dengan laki-laki.dan ibu Fitri menyalami ummi ustdz Zafir."kami mohon pamit assalamualaikum"ucap Abah lagi yang di angguki oleh semuanya."wa Alaikum salam"
.
.
.
__ADS_1
setelah kepulangan mereka semua.pak Ramdan dan sang istri mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka tidak setuju sama sekali jika putri mereka satu satunya yang paling mereka banggakan, paling mereka sayangi dan masih perawan tingting,harus mendapatkan suami yang sudah duda ,apalagi tidak punya pekerjaan tetap dan bukan keturunan orang kaya, mereka berpikir apa yang akan ustdz Zafir nafkahkan kepada sang putri jika kelak putrinya benar' menikah dengan nya, tampan dan hanya bermodal mengajar di pesantren saja tidak akan bisa mencukupi kebutuhan untuk makan sehari-hari, apalagi kebutuhan yang lainnya. papi dan mami Fitri saling memikirkan bagaimana cara mereka menolak pinangan dari mereka yang di maksud pak kyai langsung,agar tidak menyakiti hati guru sang putri. mereka masih belum berhenti mondar mandir di ruang tamu tersebut,sambil berpikir cara menolak dengan halus. "Pi...gimana...?"tanya sang istri "tau ah papi pusing mi..."jawab pak Ramdan dengan mengusak kasar rambutnya.
akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kembali ke kamar mereka dan merebahkan diri,'biarlah apa kata besok' gumamnya dalam hati.pak Ramdan dan sang istrinya pun tertidur dalam keadaan yang tidak nyenyak.
***
"sepertinya keluarga ini keluarga kaya raya ummi. Abah tidak mau kalo anak kita nantinya di rendahkan martabat nya, sebagai orang tua kita harus memiliki jaminan bagi anak kita"Abah mengatakan pada sang istri tercinta dengan apa yang ada di pikirannya.
"iya Abah,ummi tau kita tak sekaya mereka tapi belum tentu juga mereka seperti apa yang Abah pikirkan,"ucap ummi lembut dan santun
"lalu bagaimana caranya agar kita bisa melakukan hal yang terbaik untuk ADi dan putra kita yang lainnya."ucap sang Abah lagi.abah sering kali mengajak sang istri berdiskusi mengingat sang istri memang sudah menjadi tambatan hatinya dan tidak pernah sekalipun sang istri membangkang terhadap nya. Abah menginginkan anakยฒnya berjodoh dengan wanita yang seperti ummi mereka . sabar, lembut penuh kasih sayang dan perhatian dan yang paling penting taat pada Allah dan suaminya.
"sabar Abah,ummi sudah menyiapkan dana yang cukup untuk di buat modal.,semoga saja barokah dan bisa berkembang dengan baik usaha yang akan ummi kerjakan."ucap sang ummi dengan tersenyum
"Danaa...,,?dana apa ummi...?dari mana ummi dapat dana itu..?dan usaha apa yang di maksud ummi...?"ucap Abah sangat antuasias, beliau mulai mencoba untuk mendapatkan jalan keluarnya.
klotak....dug...
belum ummi jawab pertanyaan Abah yang panjangnya kayak kereta api gandeng ๐คญ terdengar suara benda yang jatuh dari luar kamarnya.segera ummi membuka pintu kamar yang memang tidak tertutup rapat itu.beliyau takut ada maling karna ini sudah cukup larut, setelah melihat keluar ,ternyata ustdz Zafir yang menabrak pot bunga pajangan,dia tidak sengaja menabrak pot tersebut ketika hendak pergi ke kamarnya.karna ustdz Zafir memang tidak langsung kembali ke pesantren setelah tadi dari rumah Fitri.
mohon dukungannya ya kakak2 semuanya ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐
komentar kalian sangat berharga bagi kami.
__ADS_1