
karna berangkatnya dari rumah memang sudah jam 17:00 sore maka Alzam sampai di pesantren waktu sudah malam , apalagi jalan di ibu kota yang sangat macet,dan lagi ia menyetir sendiri tanpa sopir jadi ia pelan² saja.sesampainya di pesantren attoyyibin jam sudah menunjukkan pukul 22:00 malam, semua para santri sudah di haruskan masuk ke bilik masing-masing. jadi ketika Alzam disana hanya ada penjaga pondok dan beberapa staf lainnya yang bertugas,"assalamualaikum"Alzam mengucapkan salam setelah memarkir mobil mewahnya di area halaman pesantren,
"wa alaikum salam warahmatullah,mas Alzam yaa...ada perlu apa mas...? kok datangnya malam...?"tanya salah satu staf yang mengenalnya karna sudah beberapa kali ia kesana, mereka sebenarnya tadi sangat kaget karena kedatangan tamu di malam hari, tidak biasanya pesantren kedatangan tamu di atas jam 19:30,kecuali memang sangat mendesak dan ada yang sangat penting.
"eh maaf ya ustdz,, karena saya sudah mengganggu kenyamanan disini,tapi tadi saya memang brangkat sudah sore jadi baru nyampek jam segini, tidak ada apa-apa kok, hanya ada sedikit keperluan pada ustdz Zafir saja."ucapnya ramah pada para staf yang bertugas berjaga.
"oh perlu sama ustdz Zafir,tapi beliau baru saja masuk ke maktabnya setelah seharian ini tidak beristirahat sama sekali.sepertinya beliau sedang menghatamkan Al-Qur'an "ucap staf lainnya yang melihat ustdz Zafir baru masuk ke maktabnya.
"oh tidak apa-apa ustdz,apa bisa saya menunggu beliau di masjid saja...?"
"silahkan masuk dulu mas,,biar nanti saya panggilkan beliyau" kemudian mereka semua masuk kedalam pesantren dan Alzam menunggu di depan masjid.
salah satu staf pergi untuk memberitahukan ustdz Zafir, sedang yang lain menemani Alzam di depan masjid.
beberapa saat kemudian terlihat lah staf tadi dan ustdz Zafir berjalan menuju ke tempat dimana Alzam berada"assalamualaikum akhi ada apa nich...kok saya jadi deg degan yaa..."ustdz Zafir sendiri tadi memang terlihat tergopoh-gopoh mendengar sang sahabat mengunjunginya di jam istirahat malam.
"waalaikumussalam,ah ustdz,,maaf maaf mengganggu waktu ustdz,"mereka bersalaman dan kemudian duduk di serambi masjid.
"mari ustdz,mas Alzam...kami kembali bertugas lagi"ucap semua staf tadi mereka meninggalkan ustdz Zafir dan Alzam berdua.
"mari... terimakasih semuanya..ya akhi..."ucap ustdz Zafir dan Alzam
"ada apa khi...?kamu tidak mungkin kesini malam hari begini jika tidak ada kepentingan yang sangat mendesak."ustdz Zafir tau sang sahabat yang sangat baik terhadapnya itu tidak pernah sekalipun mengeluh jika bukan karena ada sesuatu yang tidak bisa di dia atasi sendiri
"begini Gus,"panggilan nya berganti saat berdua " sebenarnya bang Dikin mengalami kecelakaan hingga menyebabkan kelumpuhan"
__ADS_1
"innalillahi...ya Allah..kapan khi...?"
"sudah semingguan gus. tepatnya setelah saya mengunjungi Gus kerumah antum waktu itu.."
"kenapa baru sekarang kamu kasih tau khi...? setidaknya biar saya menjenguknya waktu itu"
"masalahnya bukan itu yang membuat saya kesini Gus,tapi ada yang lebih parah dari sakitnya bang Dikin,..."
"maksudnya apa khi...?apa yang lebih parah dari kelumpuhan...?"ustdz Zafir berpikir ada yang meninggal dalam kecelakaan itu tapi siapa...,
"pernikahan bang Dikin tinggal sebulan dari sekarang gus,dan parahnya si Yasmine tunangannya bang Dikin tidak mau menikah dengan bang Dikin karna beliau lumpuh" mendesah kesal
"astaghfirullah"ustdz Zafir menutup mulutnya
"lalu bagaimana selanjutnya khi...?apa kamu kesini karena melarikan diri..?"tanya ustdz Zafir yang takut sahabatnya itu nekat
"tidak Gus,papa memang sempat memaksaku untuk menggantikan posisi bang Dikin,namun beliau juga memberikan saran jika aku menikah sebelum keluarga Yasmine mengambil keputusan itu,maka pernikahan itu tidak akan terjadi, karena keluarga besarnya sangat menentang keras Yasmine menjadi istri kedua"ucap Alzam memperjelas lagi ucapan sang papa kemaren
"jadi kamu kesini untuk mencari calon istri dadakan...?"tebak ustdz Zafir langsung mengena pada intinya
"eemm,benar Gus,tapi saya tidak ingin memilih istri yang salah walaupun itu hanya dadakan."ucapnya sambil menggosok gosok lengannya, mungkin ia capek atau kedinginan
ustadz Zafir mengingat kembali kejadian 2hari yang lalu tentang keluarga pak Suryo.
"lalu apa hubungannya dengan kamu datang ke sini khi...?"tanya ustdz Zafir
__ADS_1
"saya ingin minta pendapat dari Gus, bagaimana enaknya,...?dan mungkin Gus punya solusinya...? yang terpenting saya tidak menikah dengan Yasmine" ia sangat tidak ingin jika itu sampai terjadi.
"apakah kamu masih ingat pernah menabrak seorang gadis sekitar 2 tahunan yang lalu...?"tanya ustdz Zafir melenceng dari topik pembahasan yang di bicarakan saat ini
"maksud Gus....???"ustdz Zafir mengangguk,Alzam langsung mengerti dengan apa yang dimaksud beliau
"jadi maksud Gus,gadis itu bisa di jadikan istriku...? ustdz Zafir mengangguk lagi 'tapi saya tidak tahu dimana keberadaannya Gus..,apalagi rumahnya.., bagaimana cara untuk memintanya menjadi istriku gus, belum lagi jika kemungkinan besar dia sudah punya suami."ucap Alzam lirih dan panjang lebar.
"belum,masih mondok"ucap ustdz Zafir singkat
"dari mana Gus tau...?"tanya Alzam heran
"karena aku sudah bertemu dengan keluarganya.dan aku juga tau dimana rumahnya."lanjut ustdz Zafir,semakin tambah heran saja Alzam dibuatnya, sedangkan setaunya ustdz Zafir itu tidak pernah kemanapun kecuali di area pesantren saja,apalagi sahabatnya itu baru kembali 2hari yang lalu
"Gus beneran tau...?serius...?"
"dua rius malah.tapi pertanyaannya sekarang, gimana dengan keluargamu, apa mereka akan menerima kenyataan bahwa mereka akan memiliki menantu dari keluarga miskin...?"tanya ustdz Zafir langsung pada intinya, karena jika keluarga pak Suryo sudah pasti akan menerima lamaran Alzam, apalagi yang melamar orang yang menolongnya waktu itu.
"Gus,jika masalah itu biar Alzam yang akan atasi,... yang terpenting sekarang, bagaimana caranya agar saya bisa menghitbahnya" ucapnya,Alzam lebih rela menikah dengan wanita miskin harta tapi kaya hatinya dari pada wanita kaya harta tapi miskin hatinya.
"saya bisa jamin jika keluarga pak Suryo pasti akan menerima lamaranmu tapi jika itu di setujui oleh keluargamu.meraka adalah orang yang baik dan juga bijak, walaupun tidak punya harta tapi mereka kaya jiwanya,bahkan saling menjaga tingkah dan perasaan masing-masing"ungkap ustdz Zafir mengingat Eka yang masih kecil saja sudah sangat bijak dalam melakukan sesuatu.
mereka berbincang hingga jam 12 malam,tak ada satupun santri yang berada di sana mereka semua sudah lelap dalam tidurnya.ustadz Zafir pun mengajak Alzam untuk ber istirahat di maktabnya dulu,dan agar besok pagi bisa memikirkan lagi bagaimana selanjutnya rencananya itu,
tak lama kemudian mereka berdua masuk ke maktab ustdz Zafir dan alzampun beristirahat agar tidak terlalu pusing dengan masalahnya itu.
__ADS_1