SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
BERTEMU SUAMI HAYALAN


__ADS_3

sesampainya di pesantren Fitri terus memikirkan perkataan sang paman tadi,ia mulai tidak Yaqin bisa hidup miskin,walau namanya menjadi idola di pesantren jika hidup miskin juga tidak bisa menjadikannya hidup bahagia,ia sudah benar-benar mau menyerah dan mengikuti saran dari orang tuanya,besok ia akan memutuskan jika ia tidak bisa menjadi istri ustadz Zafir,"aku harus memutuskan dan mengatakan bahwa aku tidak siap menjadi istri dan tidak sanggup hidup di desa yang dimaksudnya " ucapnya pada dirinya sendiri.


***


sedangkan dirumah Ayra kini banyak sekali para tamu yang datang, karena hari ini acara lamaran untuk Ayra dari keluarga Jufri, setelah 2 bulan dihitbah, akhirnya mereka mengadakan acara lamaran yang mewah sesuai dengan adat di daerahnya masing-masing,Ayra juga masih tetap berada di pesantren tanpa hadir di acaranya tersebut,karna menurut bapak dan ibu Ayra acara lamaran itu tidak perlu menghadirkan putri mereka,barulah kalo mau di akad atau di nikahkan ,sang putri harus hadir di tempat.


"pak Joko apa zahira tidak pulang...?"tanya salah satu kerabat dekat jufri


"tidak pak Harry,karna memang sudah biasa kami tidak menjemput dia jika ada acara apapun dirumah, zahira memang jarang pulang pak."ucap pak Joko menjelaskan pada kerabat tunangan putrinya itu


"oh...padahal kami menunggu momen penting ini loo pak,kan biasanya kami semua memberi hadiah untuk calon istri dari keluarga besar kami."istri pak Harry menimpali


"maafkan kami buk,,karna kami tidak terbiasa menjemput zahira pulang jika ada acara lamaran. begitupun dengan lamaran yang pertama." ucap ibu Ayra menjawab istri pak Harry.


"ya sudah tidak apa-apa yang penting dia sudah tau dan tidak menolak pinangan Jufri mbak yu" ucap ibu Jufri pada kakak suaminya itu,


"hemm iya sih Nia,"


"ya sudah karena acaranya sudah selesai,klo begitu kami mohon pamit ya pak buk,"ucap keluarga jufri yang lainnya


"terimakasih banyak atas pengertian nya pak buk semuanya,"ucap pak Joko lagi.


kemudian keluarga Jufri pulang tanpa memberikan hadiah untuk calon menantu kluarga mereka.mungkin suatu hari mereka akan memberikan hadiah itu untuk Ayra langsung pada orangnya.


setelah acara lamaran sesuai dengan adat istiadat setempat itu selesai, barulah keluarga besar Ayra berkumpul di belakang rumah Ayra yang tidak terlalu luas itu, untuk membahas tentang kehidupan pernikahan Ayra selanjutnya.


"saya selaku bibik Ayra tetap tidak setuju dengan perjodohan mereka itu."ucap bibi Ayra yang memang sejak awal sudah tidak setuju dengan keputusan orang tua Ayra yang menjodohkan Ayra dengan Jufri.


"kak, kenapa kakak tidak setuju,, bukankah Jufri termasuk orang yang baik dan ibadahnya juga rajin...?" ucap ibu Ayra


"yang jelas Ayra seharusnya mendapatkan suami yang santri juga, setidaknya lebih baik dari pada ustdz Reno. tapi ini....,,,? malah masih lebih baik ustdz Reno,apa karena dia ponakan pak lurah..? " ucap bik Maria lagi dengan maksud untuk membuat semua keluarga besarnya mendukung dirinya.


"kak,, kami tidak pernah sekalipun melihat dari segi kekayaan ataupun segi jabatannya,.kami memilih orang yang baik,Sholeh dan tidak berandalan, yang penting bagi kami dia anak yang baik.itu sudah cukup bagi kami"ucap pak Joko agak emosi dengan tuduhan sang kakak.

__ADS_1


"sudahlah jangan di bahas lagi,toh saat ini Jufri sudah menjadi tunangan ayra.jika berjodoh ya pasti berlanjut,tapi jika memang tidak berjodoh yaa,,kita pasrahkan pada Allah saja "ucap paman Ayra mendinginkan suasana panas tersebut.setelah suasana kembali kondusif, mereka semua kembali ke rumahnya masing-masing,


..


..


..


"tunggu...!!"sebuah suara lembut yang begitu syahdu memanggil dirinya


"apakah kau mau menikah dengan ku...?" ucap suara itu lagi, iapun menoleh dan melihat ke belakang, tampaklah seorang pria dengan wajah tampan rupawan, bibir dan matanya begitu menggoda, perawakan tinggi dan sangat mempesona,yang kini memanggil dirinya serta menghentikan langkahnya saat ia berlari kecil menuju sebuah masjid di tempatnya untuk melaksanakan tugas sebagai seorang muslimah yang taat kepada Allah


"apakah anda memanggil saya...?" tanyanya sambil tersenyum bahagia karena bertemu dengan pria yang seperti suami hayalannya,


bertanya dengan nada yang heran,karna ia tidak pernah sekalipun kenal dengan pria tampan tersebut.


"hemm,, memang Anda yang saya maksud..."


ucap pria yang sangat menawan itu ,menarik perhatian dan sangat mengagumkan, parasnya yang rupawan memikat hatinya yang terdalam,


"aach....hah,,, jadi tadi aku hanya bermimpi...,,?"tanya Ayra langsung ketika sudah terduduk dari tempat tidurnya.


"emang mimpi apa sih Ay...,,?sampai di bangunin berkali-kali tapi tidak bangun bangun..,,"tanya Rita yang tadi juga sudah bangunin Ayra tapi karna tidak bangun akhirnya ia tinggal ke kamar mandi lebih dulu untuk bebersih.


"emm,, pokoknya mimpi yang sangat indah Ritaa,, eh kak maksudnya." ucap Ayra yang terbiasa memanggil Rita dengan namanya,tapi karena ia lebih muda jadi belajar manggil kakak.


"perasaan sering banget dech kamu mimpi indah ay...,, semoga aja jadi kenyataan yaaa!"ucap yang lainnya,


"aamiin ya Allah semoga benar jadi kenyataan ya Allah."doanya ayra tulus.


"ya udah cepetan gih ke kamar mandinya, jangan berada dalam HAYALAN terus nanti keburu ketinggalan sholat malam loh. ini udah hampir subuh ay..,"ucap Rita lagi


"hemm,,iya kak."beranjak dari tempatnya dan bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai dengan ritual mandinya Ayra menuju musholla untuk melakukan sholat malam yang berlanjut sampai selesai sholat shubuh.

__ADS_1


pagi harinya banyak sekali tugas pelajaran yang harus dikerjakan oleh Ayra dan teman2 sekelasnya,karna kemaren memang di kasih tugas oleh ustadzah saat pulang sekolah,namun karena tidak ada waktu mengerjakan tugas di malam hari,Ayra berencana mengerjakan tugas itu sebelum bel masuk berbunyi.


"raa sudah belum...,?"tanya Syifa yang memang sejak tadi menunggu kedatangan Ayra


"faa,,aku juga belum ini,,ayoo kita kerjakan sekarang sebelum bel masuk.,"ajaknya pada Syifa


"ya udah ayoo cepetan,entar keburu ustadzah hadir, dan kita belum selesai. entar dihukum keliling pondok sambil memegang papan dada ,aku gak mau begitu raa,," ucap Syifa panjang lebar


"ya udah cepetan kerjainnya,jangan malah ceramah agama..,"


"yeeee siapa yang ceramah agama...?!"


mereka sambil mengerjakan tugas sambil saling berdebat,dan untungnya akhirnya tugasnya selesai sebelum ustadzah hadir di kelas itu.


"raa boleh tau gak, kapan kamu akan menikah...?"


"emang kenapa faa...?apa kamu udah bosan berteman denganku...?"


"ih ,,,kamu bicara apa siih,,,bukan gitu , maksudnya jika kamu menikah ,terus aku mau bersahabat dengan siapa..raa?"Syifa memang sangat akrab dengan Ayra hingga mereka bersahabat meskipun tidak se asrama.


"loh kan banyak sekali tuh fa, anak-anak sepondok ini masak gak ada yang cocok sama kamu..?"


"emang sih banyak, membludak,tapi tak ada yang seperti kamu ay....,,"ucap Syifa memelas


"yaa iyaa laaah tidak ada yang sama,kan aku tidak punya kembaran fa..!"


"aku serius ayraa...,tau ah "


sewot Syifa sambil memanyunkan bibirnya


terimakasih banyak bagi yang selalu ngedukung ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ dan ngasih like,๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ apalagi ngasih hadiah ๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


mohon maaf banget ya kakak2, semuanya ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ gak bisa up banyak dan setiap hari,karna thor sibuk banget sama dunia nyata ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


mohon dukungannya ya kakak2 agar Thor tetap semangat nulisnya๐Ÿ™


__ADS_2