
sesampainya dirumah, ustdz Zafir dan gus hasby keluar lebih dulu, sedang Raffa masih berada di mobil untuk melakukan pelunasan pembayaran mobil yang mereka sewa,pada sang pemilik,"assalamualaikum"
"wa Alaikum salam warahmatullah" jawab Abah dari dalam rumah, yang memang dari tadi beliau dan ummi menunggu putra-putranya itu.sebagai orang tua,meski anak-anak nya sudah besar bahkan dewasa tapi tetap saja hawatir sebelum berada di dalam rumah.
"sudah datang nak..? gimana acaranya lancar...?"
"Alhamdulillah lancar dan sukses bah, mi,"jawab ustdz Zafir sambil menyalami tangan Abah dan ummi yang di ikuti oleh Gus hasby
"Alhamdulillah semoga bisa bermanfaat,dan mendapatkan syafaat Baginda Rasulullah Saw."
"aamiin"ucap Gus hasby dan ustdz Zafir serentak, kemudian di susul juga dengan suara Raffa yang baru masuk dari depan
"aamiin semoga berjodoh dunia -akhirat."ucapnya tanpa tahu apa yang di bicarakan pertama kali.mereka semua saling memandang satu sama lain
"aamiin"jawab Abah "siapa yang kamu maksudkan nak...?"lanjut Abah
"loh bukannya tadi lagi ngomongin tentang gadis yang akan di jodohkan dengan mas Adi ya bah...?"Raffa menggaruk kepalanya merasa salah tanggap dengan situasi, setelah semuanya saling tatap dan terdiam
"emang siapa gadisnya..?kok Abah dan ummi belum diberi kasih tau Dii...?"tanya Abah yang menoleh ke ustdz Zafir
"bukan begitu bah.kami masih berencana mengatakannya sekarang ini,tapi sudah di dahului oleh Raffa."ucap ustdz Zafir malu-malu
"siapa itu nak...,,?dan orang mana...?"tanya ummi lembut yang dari tadi melihat interaksi mereka semua.
karena ustdz Zafir belum menjawab, mungkin karna beliyau merasa sangat malu karna Raffa yang memberi tahukan terlebih dahulu,akhirnya Gus hasby yang menjawab ummi
"kata Adi satu kampung dengan kampung halaman kakek mi...,"
__ADS_1
"siapa nama orang tuanya nak...,,?"tanya Abah antusias dengan daerah tempat tinggal sang Ayahnya.karna beliau juga menginginkan anak-anaknya ada yang berjodoh dengan gadis dikampung halaman itu,agar bisa meneruskan perjuangan kakek mereka,
"putrinya pak Joko kata pak Gito bah,masih ada saudara juga dengan beliyau,"kini ustdz Zafir sendiri yang menjawab, sedangkan Raffa terlihat sudah duduk di sebelah ummi dan menyenderkan kepalanya di bahu ummi
"Joko..., saudara sepupu Gito Aji ,, "Abah terlihat sedang berfikir"Abah tau nak,Joko itu orang yang Sholeh dan dari keluarga juga keturunan yang sholeh juga,"
"apa Abah dan ummi sudah setuju dengan perjodohan ini..?"tanya Gus hasby,melihat dari antusiasme sang Abah beliau yakin jika mereka setuju
"kalo memang gadis itu putrinya Joko, Abah setuju nak. karna disamping sekampung dengan kakek kalian ,juga dari keluarga besarnya tidak ada yang memandang kasta tinggi,setau Abah mereka tidak sombong dan tidak pemilih yang terpenting adalah rajin ibadahnya."
"kalo begitu kapan ummi dan Abah akan kesana Di..?"tanya ummi yang melihat sang putra keduanya itu dari tadi masih saja tertunduk malu,
ustdz Zafir memang yang paling pendiam di antara putra putranya yang lain
"jika sudah Sama sama setuju ,di segerakan saja lebih baik nak..,"ucap ummi lagi
"gimana abah...?"tanya ummi melihat pada suaminya
"Abah juga setuju, di segerakan saja mi.lebih cepat lebih baik,toh Adi juga sudah setuju,gimana kalo besok pagi kita langsung kerumah Gito Aji ...?"
"hemm,ummi juga sependapat dengan Abah,besok kita kesana ,agar cepat tau gimana kabar selanjutnya,"
"kalo begitu sekarang kalian istirahat lah,ini sudah jam 00.24 wib ,"ucap Abah menambahi
"enggeh bah "jawab mereka bertiga serentak, kemudian ustdz Zafir dan gus hasby berpamitan dan melangkah menuju ke kamarnya masing-masing. tapi saat akan masuk ke dalam kamar, ummi menghentikan Gus hasby dan bertanya
" hasby ,,,apa kamu sudah bilang ke istrinya klo mau nginap disini...?"tanya ummi lembut penuh kasih sayang
__ADS_1
"sampun mi,,karna sudah sangat larut jadi tadi hasby sudah kirim pesan padanya,jika akan menginap di rumah sini"
"kita kekamar dulu mi, bah,"ucap Raffa yang dari tadi tidak bicara lagi setelah salah tanggap tadi.ia merasa bersalah pada sang kakak keduanya itu.
"hemm, silahkan nak."ucap abah. kemudian mereka semua masuk kekamar masing-masing.karna memang sudah sangat malam,jadi tidak ada interaksi lagi di antara mereka.semuanya sudah bersiap untuk tidur,
didalam kamar Raffa dan juga Gus hasby sudah terlelap karna sudah sangat capek dan mengantuk,namun berbeda dengan ustdz Zafir sendiri, beliau hanya bisa membolak-balik badannya, karena tidak bisa tidur,ia masih memikirkan bagaimana selanjutnya, apakah gadis bernama Ayra zahira itu bisa menerima pinangannya.,? sempat ada sedikit rasa takut di benaknya,karna status Duda di kalangan masyarakat itu sudah di anggap gagal berumahtangga.apalagi sebelumnya beliau sudah di tolak oleh Fitri,gadis yang ditunjukkan pak kiyai padanya.karna tak kunjung bisa tidur akhirnya ustdz Zafir beranjak dari tempat tidur minimalis miliknya,dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu, kemudian ia membeberkan sajadah yang di ambilnya dari sebuah lemari yang terdapat di kamarnya, melaksanakan sholat tahajjud dan di akhiri dengan sholat witir yang di lanjutkan dengan sholat istikharah, kemudian beliau menengadahkan tangan nya " ya Allah berikanlah hamba ketenangan hati dan pikiran, jika memang gadis itu sudah menjadi jodoh yang dipilihkan MU untuk hamba semoga di lancarkan dan tidak ada halangan apapun,hamba berpasrah dan berserah diri kepada Mu ya Robb dzat yang maha pengasih lagi maha bijaksana.tunjukkan kami kejalan yang lurus dan benar ya Allah, jangan sampai hati ini mengagumi keindahan yang lain, yang bukan haknya diri ini ya Allah.aamiin ya robbal aalamiin.
sedangkan Ayra juga tidak bisa tidur,karna ia tidak biasa tidur bersama dengan seorang Ning. apalagi kamarnya yang mewah dan tertata sangak apiknya."zaraa kamu belum tidur..?"tanya Ning IFA yang merasakan pergerakan tidak nyaman Ayra
"dereng Ning ,boten saget tilem "(belum Ning , tidak bisa tidur)"
"loh kenapa...?,gak enak Tah tidur disini..?"tanya ning IFA lagi sambil menghadap ke arah dimana Ayra barada
"boten ngeten Ning.cuma mengagumi keindahan kamar jenengan Ning."Ayra tersenyum ke arah Ning IFA
"wes Tah,tidur yuk, sudah jam 1 Lo raaa. atau jangan-jangan teringat wajah pujaan hati yaaa...?hayooo ngaku...,,"
"boten Ning,temen boten ning .Kulo kajenge tilem niki ponan.(tidak Ning, sungguh tidak Ning,saya mau tidur ini wes)"sambil meletakkan sebuah bantal di wajahnya karna malu,
"kikikikki hayooo kamu ketahuan.. tersenyum sendiri...dibalik bantal karena ingat Doi hihihihi"
"boten Kulo sampun tilem."jawab nya dari balik bantal, memang benar sambil tersenyum
"hehehhe Ra Zara mana ada orang sudah tidur tp masih jawab"🤭
Ayra tidak menjawab lagi pura-pura sudah tertidur pulas,karna biar tidak di goda Ning IFA terus,ia berusaha terlelap karena sebentar lagi pasti akan di bangunkan untuk sholat malam yang berlanjut hingga shubuh tiba.
__ADS_1
jangan lupa like dan komen ya kakak2 🥰🌷🌷