
dirumah Ayraa
ibu Ayra sudah mulai terlihat lebih baik dari hari hari sebelumnya,ia sudah tidak lagi menangis dan memikirkan gagal nya pertunangan Ayra. ibu Ayra hanya bisa memohon kepada Allah,dan tak hentinya berharap semoga sang putri mendapatkan jodoh terbaik,dan sesuai dengan keinginan putrinya itu.ibu Ayra mengingat kembali doa yang dipanjatkan oleh sang putri saat dimana pertama kali Ayra di tunangkan dengan ustdz Reno dulu.,
flash back
Ayra menangis diam-diam di kamarnya Saat dimana ia telah bertunangan dengan gurunya yang selisih umur antara mereka memang sangat jauh.mungkin bisa di bilang Ayra tidak setuju tapi tidak sanggup mengatakan pada orang tua nya.saat itu sang ibu hendak mengajaknya bicara,namun kedapatan Ayra sedang berdoa dan tersedu dalam tangisnya,"ya Robbi, hamba bukan orang yang sempurna maka hamba memohon sempurnakanlah dengan kesempurnaan seorang suami., hamba tidak ber ilmu maka hamba memohon datangkan lah jodoh yang berlimpah ilmunya pada hamba ya Robb,., hamba hanyalah butiran debu di antara mereka yang kaya,maka hamba sangat berharap kedatangan seorang pangeran yang bisa mengangkat derajat debu yang hina ini ya Allah.tiada sesuatu apapun yang tidak mungkin bagimu ya Allah. dan hamba bukan seorang gadis cantik yang jelita ya Allah maka hik,hik ,hik maka hamba memohon dengan segenap hati berikanlah hamba jodoh yang tampan rupawan agar kami bisa memperbaiki keturunan ya Allah,hik,hik
suara tangisan sang anak dalam doanya sangat menyentuh hati seorang ibu yang kebetulan mendengar semuanya.
flash back off
hingga saat dimana Ayra batal bertunangan,sang ibu tetap mengamati tingkah laku sang putri yang mana lebih ceria dari sebelum batalnya tunangan itu,ibu Ayra saat itu masih belum bisa menerima kenyataan bahwa pertunangan itu telah putus begitu saja, hingga ia menasehati sang putri jika tak ada satupun orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya ke dalam jurang yang curam. lamunan ibu Ayra tersentak ketika ada yang memanggilnya dari luar
"assalamu alaikum, dik Joko..."
ibu Ayra yang memang lagi sendirian saat itu karna pak Joko bekerja bangunan di desa sebelah, ia keluar melihat siapa yang datang bertamu di sore hari begini.
"wa alaikum salam" ibu Ayra membuka pintunya "oh kak Gito,mari masuk kak"ucap ibu Ayra yang memang sudah tau jika pak Gito sepupu suaminya
"dik Joko mana dik...?"tanya pak Gito yang sudah masuk dan duduk di kursi ruang tamu
"belum pulang kak, mungkin sebentar lagi beliau datang,kan sudah sore gini"
"kerja dimana saat ini dik..,"
__ADS_1
"di desa sebelah .kakak tunggulah sebentar pasti bapak sebentar lagi sudah datang, silahkan di minum dulu kak" sambil menyodorkan segelas teh hangat kehadapan pak Gito
"terimakasih dik."meminum tehnya
"ada apa kak Gito ...? tidak biasanya kak Gito yang sibuk, sempat bertamu ke rumahku." ibu Ayra bertanya-tanya apa yang diperlukan oleh sepupu suaminya itu.
namun belum sempat pak Gito menjawab pertanyaan ibu Ayra,pak Joko beneran sudah muncul dari balik pintu "assalamu Alaikum"ucapnya terlihat begitu lesu,dan capek
"wa Alaikum salam"jawab keduanya sama-sama menoleh kearah pintu masuk.
"oh,ada tamu penting rupanya, angin apa yang membawa kakakku ini sempat kesini..?"tanya pak Joko yang berjabat tangan dengan pak Gito kemudian berpelukan.mereka memang sepupu namun karena mereka selalu sibuk dengan urusan masing-masing,jadi jarang berkunjung satu sama lainnya.pak Gito yang bekerja di bawah kepemerintahan sangat sibuk, hingga tak sempat untuk sekedar bermain , begitu pula pak Joko sibuk bekerja membangun rumah milik orang.karna beliyau memang mandor bangunan. setelah saling menghilangkan rasa kangen , mereka duduk bersama di ruang tamu tersebut.
"dik,saya kesini ada keperluan yang sangat penting"pak Gito mengawali perbincangan mereka
"begini,,,saya tau keluarga ini sudah 2 kali merasakan kesedihan atas gagalnya pertunangan zahira,dan mungkin akan berpikir 2 kali jika akan ada yang mau menghitbah lagi," ucap pak Gito hati hati.
mereka berdua masih mendengar kan dengan baik semua yang di katakan oleh pak Gito
"tapi sungguh, keluarga ini mungkin sangat cocok dengan karakter menantu idaman dari keluarga besar kita hususnya keluarga dek Joko"lanjut pak Gito, sedang mereka berdua masih tetap mendengarkan, kemudian pak Joko bertanya
"siapa yang kak Gito maksud kan...?jika memang mereka cocok dengan karakter menantu idaman seperti yang kak Gito ucapkan,kenapa kami harus berpikir ulang...?"
"dik Joko tau keluarga kiyai besar dikampung ini...,?"
"maksud kak Gito kiyai Abdul Aziz...,,?"
__ADS_1
"iya dik,cucu beliau lah yang saya maksudkan,putra Gus kamil"ucap pak Gito.
nama aslinya Abah memang kamil.tapi mungkin tidak semua orang tau nama asli beliyau.karna yang mereka tahu semua memanggil Abah saja.
"kami tahu pada Abah,tapi tidak tahu putra beliyau,yang jelas kami sangat yakin semua keturunan beliyau Anak yang sholeh kak"ucap pak Joko lagi
"benar sekali dik,ke 4 putra beliau semuanya anak yang baik dan sholeh,tapi putra pertamanya sudah punya istri,"jawab pak Gito
"lalu putra yang keberapa yang ingin menghitbah zahira kak..?"tanya ibu Ayra setelah dari tadi mendengar percakapan mereka berdua
"putra kedua beliyau yang bernama ADI Pratama dik,tapi saya akan menyampaikan pesan Gus kamil jika putranya itu pernah menikah sebelumnya dan sekarang masih tidak punya pekerjaan tetap hanya mengajar di pesantren saja. jika ia diterima maka Gus kamil akan meminang langsung untuk putranya itu"ucap pak Gito menyampaikan pesan Abah
"kami sangat setuju kak,iya kan buk..?"tanpa pikir panjang pak joko langsung setuju dan ber tany pada sang istri
"iya pak,saya juga sangat setuju,apalagi sudah jelas orangnya Sholeh dan dari keturunan orang yang Sholeh juga,."ibu Ayra sangat bahagia walaupun belum tau seperti apa orang yang akan meminang putrinya itu,yang penting adalah orang yang Sholeh,.
"tapi tunggu dulu sebentar kak Gito, saya mau ngasih tau semua keluarga untuk berkumpul di sini untuk meminta pendapat mereka semua dulu kak" pak Joko bukan tidak bisa mengambil keputusan sendiri,tapi ia sudah dua kali menerima kenyataan bahwa pertunangan Ayra putus,karna ketidak setujuan keluarga mereka.
"baiklah dik Joko,saya akan menunggu disini saja." ucap pak Gito,
"baiklah kak"
setelah itu pak Joko menelpon kakak2 dan juga adiknya, untuk kerumah pak Joko semua, kebetulan rumah mereka tidak ada yang jauh,Hanya sekitar setengah jam perjalanan ,jadi paman dan bibi Ayra cepat bersiap menuju rumah Ayra setelah tadi di beri tahu oleh pak Joko. mereka semua sangat antusias karena mendengar bahwa keponakan mereka akan ada yang menghitbah lagi, apalagi tadi pak Joko bilang jika yang akan menghitbah adalah keturunan kiyai terpandang dan sangat di kagumi di kampung halaman mereka. padahal baru satu bulan Ayra putus dengan Jufri,tapi sudah ada yang mau meminang lagi ,hati siapa yang tidak bahagia.
jangan lupa rate bintang lima ,like dan komennya y kak ,🥰🥰🥰🥰 biar mnambah semangat dan imun author.
__ADS_1