SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
PANDANGAN SEKILAS, MEMBUAT HATI GUNDAH


__ADS_3

ketika sampai setengah perjalanan, Ning IFA menyuruh sopir untuk berhenti di supermarket , katanya ia mau membeli alat tulis untuk anak-anak panti nanti."pak su,, tolong mampir ke supermarket dulu ya pak,"


"enggeh ning"jawab pak Suyatno sang supir.setelah beberapa saat terlihat supermarket,dan akhirnya mereka mampir untuk membeli keperluan yang di butuhkan.


.


.


.


di atas motor milik ustdz Zafir sendiri, mereka berdua berbincang dengan saling mengeraskan suara


"mas ,, kalo misalnya nanti yang di maksud pak kyai itu , keluarga nya beneran tidak setuju gimana mas,,?" tanya Raffa yang sekarang ini mereka berdua sudah dari bengkel Raffa dan sedang menuju ke restoran Zz untuk menemui teman raffa. mereka berboncengan motor,karna memang mereka tidak punya mobil pribadi,


"hah, kamu bilang apa raff...?" ucap ustdz Zafir yang memang tidak mendengar ucapan raffa.maklumlah biasa di atas motor sering kali tidak kedengaran suara dari yang di boceng,karna sama2 memakai helm.


"gimana kalo mereka beneran tidak setuju mas..?" ucap Raffa agak lebih keras, hingga ustdz Zafir terdengar.


"siapa.. yang tidak setuju...?? kita terserah kamu dek jika memang kamu sudah cocok,y di lanjut,"ucap ustdz Zafir yang tidak nyambung. tapi juga dengan suara yang keras


"maksud mas terserah aku..apa...?"kata Raffa lebih keras


"iya jika sudah cocok dengan karakter istri impianmu,kita ajak Abah dan ummi untuk meminang nya segera raff," ustdz Zafir juga lebih keras suaranya ,agar terdengar sang adik.


ketika mereka sedang enak enak nya berbincang di atas motor,tak lama kemudian akhirnya mereka berdua sampai di depan restoran Zz yang memang sudah menjadi tempat yang di janjikan bersama teman raffa.


setelah memarkir motornya di tempat parkir , Raffa segera menghampiri sang kakak yang tadi ia turunkan di depan pintu masuk restoran.


"eh mas,tadi maksud mas kalo aku cocok itu apa...?"


"ya kan benar dek, kalo kamu sudah cocok dan sesuai istri idaman mu ya kita harus bilang ke Abah dan ummi,agar cepat di pinang" tanpa ragu ustdz Zafir menjawab pertanyaan Raffa lagi ,karna ia memang mengira jika Raffa bertanya tentang dirinya sendiri.

__ADS_1


"tunggu, tunggu, ini pasti mas salah dengar ini..,,duh payah mas ini ach,,..;" ucap Raffa greget


"maksud Raffa,klo yang pak kiyai jodohkan dengan mas itu, tidak setuju...,, Terus gimana... mas..?"ulang Raffa ,kembali menanyakan pada kakaknya


"ooh,,,itu...,kirain tadi tanya tentang kamu.. mungkin saja udah punya pilihan tapi takut tidak di setujui.."cibir ustdz Zafir


"walah mas..mas..siapa juga yang punya cewek.raffa masih singgel tingkat akut ini...terus gimana mas...? "


"ya...gak gimana ,gimana dek, mas sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya dek,,.yang penting mas sudah meminta petunjuk Allah dan memohon pertolongan Allah atas segala sesuatu yang tidak bisa mas kerjakan.."mereka berdua masih belum masuk,dan berbincang di luar ruangan,, hingga saat ustdz Zafir melihat ke arah lainnya tanpa sengaja ia melihat dua orang wanita yang sama-sama memiliki karisma, berbalut busana indah menjuntai yang sangat menawan dan sangat pas dengan selera istri idaman bagi ustdz Zafir.,wajah ayu nan anggunnya ber cahaya di bawah terik,, ber interaksi sangat sopan dan saling tersenyum.salah satunya lebih putih dan lebih berisi,sedang yang satunya terlihat lebih manis dan langsing. mereka berdua layaknya dua orang yang tercipta sangat indah dipandang."mas..,lihat apa siih..?"ucap Raffa yang juga melongok ke arah yang sama,tapi tidak ada apapun yang menarik.tapi kenapa sang kakak dari tadi melihat ke arah sana sambil senyum-senyum sendiri.


"eh...maaf Raff,,"kata ustadz Zafir kaget dengan suara Raffa.


"tadi mas tersenyum sendiri loh,ada apa...?"


"gak ada kok, ayoo masuk, takut temanmu sudah nungguin."ucap ustdz Zafir mengalihkan perhatian Raffa.


"hemm ayook" ucap Raffa akhirnya.


"Raka jaya Diningrat" balas teman raffa bersalaman dengan sopan, dan ramah menghormati kakak dari teman itu


"mari silahkan duduk kak..."ucapnya lagi


"hmm terimakasih ya kaa." mereka akhirnya saling mengenal dan berbincang-bincang. namun ustdz Zafir sendiri tidak begitu merespons karna ia masih memikirkan siapa kira-kira gadis yang di lihatnya tadi di depan supermarket itu.ia termenung sejenak Kemudian tersadar lagi.


.


.


.


setelah selesai memilih segala macam kebutuhan yang di perlukan di supermarket akhirnya Ayra juga Ning IFA hendak kembali ke mobil untuk melanjutkan ke panti, "Zara kamu cantik banget loh pakek busana itu...makin kelihatan lebih berisi dan **** i "ucap Ning IFA yang memang kenyataannya Ayra sangat cocok dengan busana indah menjuntai warna biru muda yang di pakainya.

__ADS_1


"ach ..mana ada Ning..,kalo Ning mah baru beneran kayak bidadari..,"ucap Ayra tersenyum yang masih sungkan pada sang Ning Syarifah. mereka ber interaksi di luar supermarket sambil menuju mobil yang di parkir di depan gerbang.


"sampun Ning..?"tanya bibi yang tidak ikut masuk ke dalam,karna tadi ia pergi ketoilet di depan supermarket.


"hemm iya bi..bibi juga sudah...?"tanya Ning IFA lembut, kemudian mereka sambil berjalan menuju ke mobil


"enjeeh Ning."


masuk semua kedalam mobil


"ya sudah, pak su .kita lanjut ke panti ya pak" Ning IFA mengajak pak supir langsung ke tempat yang akan dituju.


"tidak mau mampir ke tempat makan dulu Ning..?"tanya pak su yang hampir menjalankan mobilnya.karna biasanya Ning IFA akan mampir ke restoran lebih dulu,maka dari itu pak su manawarinya.


"heem,gimana ya pak..? Zara gimana kalo kita makan dulu...?"bertanya dan manawari Ayra,


"tadi pagi zaa sudah sarapan Ning,"menunduk malu


"itu tadi pagi zaraa, sekarang sudah waktunya makan siang." Ning IFA bicara dengan lembut penuh "kita mampir dulu yaa, mumpung masih ada waktu ,nanti pasti kita akan sibuk di panti dan lupa makan," lanjutannya lagi mengajak dengan lembut sambil memegang lengan ayra


"enggeh,terserah jenengan mawon Ning,."menjawab dengan malu karna sebenarnya ia juga sudah lapar, tadi pagi Ayra hanya sarapan satu buah roti saja.dan kini perutnya memang minta di isi lagi.


"ya sudah,kita mampir ke restoran dulu ya pak su.."..


"Niku di seberang jalan,ada restoran Ning. apa kita kesana saja.., mumpung masih belum jauh...?"ucap pak su manawarinya.


"yah ok wes pak.di manapun aja,yang penting restoran yang menyajikan makanan yang halal dan sehat pak"


"enjeeh Ning"


kemudian pak Suyatno menuju restoran yang sama dengan yang di tempati oleh Raffa DKK. yaitu restoran Zz. kebetulan sekali supermarket berdekatan dengan restoran Zz. hanya berseberangan jalan saja.

__ADS_1


setelah sampai di restoran Zz,Ning IFA dan Ayra masuk terlebih dahulu karna pak su masih memarkir mobil dan bibi ikut serta.


__ADS_2