
setelah mengantarkan ummi ke kamar, Ayra kembali lagi ke ruang tamu untuk menemani adik iparnya yang sedang menunggu suaminya dari kamar mandi, "mas Ustdz belum selesai dik?" tanya Ayra basa basi
"ah belum mbak" masih fokus pada handphone nya
karena Raffa tak ingin melihat kakak iparnya dengan intens, karna kakak ipar itu juga bukan mahrom, dan kebanyakan juga perselingkuhan terjadi dengan ipar, jadi Raffa tak ingin melihat wajah kakak iparnya, Ayra duduk di sebelah sofa yang jauh dari Raffa, ia pun tak ingin dekat dekat dengan adik iparnya, apalagi semua saudara suaminya itu good looking semua, Ayra juga takut terjadi fitnah, ia juga memainkan handphonenya tanpa mengajak berinteraksi dengan Raffa lagi. disana mereka berdua karena kedua orang tua Ayra, sudah berpamitan pulang tadi sebelum ummi masuk ke kamar,.
beberapa detik kemudian Ustadz Zafirafir sudah beres dengan urusannya di kamar mandi beliau kemudian menghampiri sang adik dan juga istrinya yang berada di ruang tamu rumah mereka "gimana kabarnya Abah dan semuanya dek? sehat semua kan...? "tanya ustad Zafir kepada Raffa yang masih duduk di kursi sebelah yang berseberangan dengan kursi Ayra Dan ustad Zafir.
"Alhamdulillah semuanya sehat Mas, Mas Adi sendiri gimana kabarnya..? nggak pernah ngabarin ini setelah menikah? apa saking sibuknya sama mbak yu sampai nggak bisa ngabarin kita semua...?
"ya nggak gitu juga dek, Mas udah ngabarin kok ke abah kalau Mas itu baik-baik saja, dan kapan hari itu juga mas nelpon Mas Hasbi dan beliau pun juga alhamdulillah baik-baik saja, oh iya Iqbal gimana dek...? apa dia sudah lulus sarjana S2 nya kan kemarin ia meneruskan S2 nya?"
"Alhamdulillah mas bang Iqbal sudah lulus dan beliau sudah keterima menjadi PNS dan sekarang mengajar di sebuah SMA yang ternama di kota Malang "
"Alhamdulillah kalau begitu dek, oh ya gimana bengkelnya kamu, rame nggak?"
"Alhamdulillah mas, ya ada saja setiap harinya kadang Rafa juga sampai kemaleman pulangnya, oh ya Mas Aku pengen nih kerja di restoran kayak mas Adi " ucap Raffa kepingin
"urusin aja dulu bengkelnya dek, apalagi sekarang kamu sudah punya pekerjaan sendiri dan pekerjaan itu sudah enak, bengkelnya pun juga sudah lumayan lebih besar daripada sebelumnya. jangan sia-siakan pekerjaan awal dek apalagi kamu merintisnya dari nol ya kan...?" Ayra hanya mendengarkan percakapan mereka
"Iya sih Mas Tapi kalau kerja di bengkel itu nggak pernah rapi kayak Mas, pengennya tuh Raffa jadi rapi kayak mas tuh, pakai jas , pakai dasi , bersepatu pula, wow makin keren dan tampan Mas, pokoknya dua jempol deh buat Mas "
"ah kamu bisa aja dek. bukannya kamu juga tampan? ngomong-ngomong udah punya seseorang yang diincar belum ...?" tanya Ustadz Zafir mengalihkan perhatian, sedangkan Rafa yang ditanya seperti itu menunduk malu, dia jadi teringat pada seorang wanita yang pernah ia tolong di dekat bengkelnya itu,
"ah mas bisa aja, Raffa kan masih kecil mas? "
"masih kecil apanya? kamu itu cuman beda 2 tahun loh dengan Iqbal, dan seharusnya kamu itu memang sudah menikah loh dek"
"ya nggak lah mas, tunggu mas Iqbal dulu, dianya aja belum ada sedikitpun cerita tentang seorang wanita dia mah selalu fokus sama pelajaran-pelajarannya itu, nggak pernah sekalipun memikirkan tentang cewek"
"ya kalau memang jodohnya Raffa yang datang lebih dulu, apa boleh buat, yaa kan dek...? ya nggak papa lah kalau memang sudah kamu siap ya omongin aja sama ummi dan abah"
__ADS_1
"enggak ah mas, Raffa nggak mau ngelangkahin Mas Iqbal dulu, biarkan mas Iqbal dulu yang menikah kemudian baru raffa"
"ah ya ya ya oke deh, ya udah kamu istirahat aja dulu dek, emang mau pulang kapan ? nginep dulu di sini ya dek?"
"Rafa mah cuma nganterin ummi Mas, ya terserah ummi apa beliau mau nginep atau tidaknya."
" Iya juga sih dek, ya sudah kalau begitu sekarang kamu istirahat dulu ya biar tidak capek, Mas dan Mbak yumu pamit dulu oke."
" oke Mas terima kasih." sedangkan Aira hanya tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya pada adik iparnya, meski dia adik ipar tapi umurnya masih lebih tua Raffa daripada dirinya.
sempat dulu Ayra mengira bahwa Raffa adalah kakak dari Ustadz Zafir, karena kelihatannya Ustadz zafir lebih fresh dan terlihat lebih muda daripada Raffa. kalau masalah tampan sih jangan ditanya lagi dari semua saudaranya ya hanya suaminya yang paling tampan bagi Ayra,
kemudian ia mengikuti sang suami pergi ke kamarnya sedangkan Raffa merebahkan diri di atas sofa di ruang tamu tersebut.
sesampainya di kamar Ayra langsung memeluk suaminya dari belakang, ia begitu merindukan sang suami padahal hanya setengah hari saja ditinggal kerja oleh sang suami, bukankah tadi pagi sudah saling berbagi peluh.?'eh eh tapi kan suaminya sendiri yang berjanji jika sepulangnya bekerja saja nambahnya' pikir Ayra
"sayang kamu kenapa kangen ya sama mas?"
"ah masa sih sayang? kan baru tadi pagi Mas tinggalin, gimana coba kalau Mas tinggalin sampai 2 hari atau 3 hari...?"
"ya jangan dong Mas, entar nanti Ayra kering loh,,!"
"kering ....?! maksudnya kering gimana sayang ?"
"ya kan kalau sawah tidak ada airnya dan tidak disiram pasti kering Mas, masak sih gitu aja nggak paham?;"
"ya Allah sayang, Mas pikir kering apanya...? Haduh haduh istriku yang cantik jelita ini , " ucap ustad Zafir kepada sang istri ia mencubit pipii istrinya dengan gemas
"jangan genit dong mas, ayranya kan jadi pingin"
"hahaha aduh sayang jangan cemberut gitu dong, kan sekarang lagi ada tamu, nggak boleh loh dinda"
__ADS_1
"Iya makanya jangan cubit-cubit, Ayra entar kebablasan loh gimana dong klo gak bisa nahan?"
" cubit doang sayang, Iya deh Iya masak gitu aja Mas dibilang genit, padahal Mas itu gemes loh bukan genit"
"ya udah deh iya emang Ayra yang genit "
memanyunkan bibirnya tanda sedang merajuk
"ah kalau merajuk begitu malah tambah bikin mas gemes dinda, " merangkul sang istri dan membawa nya kepinggir ranjang.
" mas kan ada ummi sama Raffa, emang gak boleh ya Mas kalau misalkan ada tamu begituan..?"
"bukan nggak boleh sayang tapi adab yang baik, kita itu harus menghormati tamu dan memuliakannya, jadi seharusnya kalau ada tamu kita jangan memanaskan ranjang apalagi tamunya orang tua kita, kan nggak enak sayang, ditahan dulu ya.. " mencubit pipi Ayra kemudian mengecup sekilas bibirnya
"ya udah ya jangan dikecup Mas, kan tadi udah ayra bilang gimana nanti kalau Aira kepingin...? "
"Aah yah ya ya maaf sayang, maaf maaf oke, ya udah kalau gitu kita istirahat juga ya..?!"
"males ah mas dari tadi Ayra sudah istirahat, Ayra kan nggak ada kerjaan di rumah jadi bosen istirahat terus mas, " ucap Ayra duduk di atas ranjang mereka kemudian drangkul oleh sang suami
"terus Dinda kepinginnya gimana? apa mau ikut Mas kerja di restoran?" tanya ustad Zafir
"nggak tahu juga Mas, nanti Ayra pikir-pikir dulu ya mas, takutnya Ayranya enggak bisa kerja, klo sudah berada di samping Mas inginnya ngeloni Mas terus sih, gimana dong kan kita nggak jadi kerja"
"hahaha kamu ada-ada aja sih sayang, gemes banget deh sama istri mas yang cantik dan mempesona ini"
" ah jangan godain terus deh mas, kan gak nahann jadinya"
"...;:"
😆😆😆😆🤭🤦🤦🤦🤦
__ADS_1
.