SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
bab 100 SADAR


__ADS_3

Waktu berlalu begitu saja, Hari pernikahan Yasmine sudah tinggal 3 hari lagi, tapi belum juga ada keputusan siapa yang akan menjadi pengganti kakak Alzam, hari ini mereka semua datang berkunjung kerumah sakit untuk menjenguk Diki Nafiq Sanjaya, abangnya Alzam. Keluarga Yasmine berniat akan menekan keluarga Diki agar supaya Alzam mau menggantikan posisi Abangnya yang sampai sekarang masih belum sadar,


"Selamat siang pak sanjaya." Ucap papah Yasmine pada pak sanjaya yang kebetulan memang pak Sanjaya, Alzam dan istrinya semua sedang berkumpul di ruangan Diki ,


"Oh...selamat siang juga pak yudi, silahkan masuk, " ucap pak Sanjaya ramah


" Bagaimana keadaan Diki pak,,? Berbasa-basi menanyakan kabar Diki , padahal sebelumnya tidak pernah sekalipun bertanya apalagi menjenguk Diki.


" Alhamdulillah sudah melewati masa kritisnya pak,"


Mereka masih saling terdiam, sampai pak Yudi mengatakan jika pak Sanjaya harus bisa memaksa Alzam agar mau menikahi putrinya, Yasmine. Untuk bertanggungjawab atas perbuatan kakaknya yang telah menghamili Yasmine.


"Mohon maaf pak Yudi , kami tidak akan pernah setuju dengan keputusan ini, jika memang Yasmine hamil dengan Diki, maka Diki lah yang yang harus bertanggung jawab. Mengapa bapak harus memaksa anak saya yang lain...? Apa urusannya semua itu dengan Alzam...?" Pak sanjaya mulai emosi dengan ucapan pak Yudi, ia sudah mengira jika ia kesini bukan untuk menjenguk Diki melainkan untuk memaksanya agar mau berbicara pada Alzam.


"Pak Sanjaya, Anda sudah tau jika putra pertama anda lumpuh dan tidak sadar sampai sekarang. Lalu bagaimana mungkin seorang putri Yasmine akan menikahi pengeran cacat yang lumpuh seumur hidupnya..?"


" Jika bapak kesini hanya untuk menghina anak kami, silahkan bapak keluar."


" Hahahaha ayoolah pak Sanjaya, Anda pasti tau apa yang akan kami lakukan jika pernikahan itu sampai batal!"


" Kami tidak takut pak,jika memang kami bangkrut kami masih bisa berdiri dan membangun lagi dari awal, tapi kami tidak ingin mengorbankan kebahagiaan putra kami."


" Hahahaha sungguh besar nyalimu Sanjaya, jika bukan karena ada di naungan keluargaku maka perusahaanmu tidak akan bisa bertahan."


" Jika memang sudah waktunya, maka kami siap menerima kenyataan bahwa selama ini kami bekerjasama dengan orang yang salah."


" Hmm benar, kami memang hanya untuk membuat kesepakatan saja. Jadi jika kalian menyalahi kesepakatan maka segera enyah dari kerja sama kita dan saya pastikan keluarga anda akan menjadi gelandangan.!" pak Yudi sangat tidak berperasaan dengan ucapan sarkasnya


" Wow... ternyata keluarga Diningrat yang terkenal akan kejayaannya , hanyalah seonggok sampah masyarakat yang suka mengatur dan mengancam, baru ku tahu jika kalian sehina itu." Pak Sanjaya tak kalah sadisnya berucap.


Pertengkaran mereka mengusik ketenangan dirumah sakit, hingga membuat pergerakan kecil dari jemari Diki, dan itu di ketahui oleh mama Alzam, sejak tadi ia tidak perduli dengan mereka yang sedang cokcok, ia hanya fokus pada sang putra berharap ia segera sadar dr komanya, ia segera bergegas memencet tombol yang sudah tersedia di atas berangkar Itu. tak lama kemudian datanglah seorang dokter yang biasa menangani Diki dan juga 2 suster di belakangnya.


"ada apa ini....? kenapa sampai banyak sekali orang di ruangan pasien, saya mohon Anda semua keluar,." dokter heran kenapa mereka semua harus berdebat di ruang pasien.


mereka semua segera keluar kecuali mama Alzam tetap tidak memperdulikan mereka semua, yang ia pikirkan saat ini jika putra pertamanya itu tadi mulai menggerakkan sedikit jarinya

__ADS_1


"dokter bagaimana...?"


"Alhamdulillah sudah lebih baik dari sebelumnya Bu. o..iyaa saya mohon jangan ada keributan lagi di dekat pasien, agar pasien cepat bisa sadar dan pulih ."


" baik dok terimakasih"


setelah itu dokter keluar dari ruang Diki , ia melihat pada orang orang yang tadi ada di dalam. " saya mohon agar kalian tidak menggangu ketenangan pasien."


mereka mengangguk. dan dokter meneruskan perjalanan menuju ke tempat lain.


"gimana pak Sanjaya...apa anda tega melihat Diki di keluarkan secara paksa oleh rumah sakit karna tidak bisa lagi membayar...?" pak Yudi tetap menekan pak Sanjaya.


"kami tidak akan langsung semiskin itu pak Yudi,"


"jadi Anda masih tetap pada pendirian anda...,?"


"yaaa saya yakin, meski tanpa bantuan dan kerja sama dengan pak Yudi kami akan tetap bertahan." ucapan pak Sanjaya membuat lega Syifa yang sedari tadi mengintili sang suami yang juga ada disana.


dan tanpa sepengetahuan mereka semua ternyata Diki sebenarnya sudah mendengar semuanya karna sejak pertama kali papa dan calon mertuanya itu berdebat Diki sudah sadar, namun ia tak ingin membuka matanya terlebih dahulu. masih teringat jelas di pikirannya saat ia akan menemui sang tunangan tanpa memberitahunya lebih dulu di tempat biasa , Diki malah dikejutkan dengan suara Yasmine yang sedang menelpon seseorang, " ya hallo..gimana apa semuanya sudah beres...?" tanyanya pada seseorang di sebrang.


"....?"


"....,,"


"Lo harus bunuh dia, agar gue bisa menikah dengan Alzam, ."


deg


masih mengintip sang tunangan namun hatinya sudah hancur seperti tersambar petir. mengapa harus berencana membunuhnya jika dia tidak ingin menikah dengannya. pikir Diki,


"..."


" bodoh..! jika dia masih hidup maka gak mungkin gue bisa menikah dengan adiknya bodoh." pembicaraan masih berlanjut


"..."

__ADS_1


" gimanapun caranya loo harus berhasil tanpa ada jejak"


Diki sudah tercekat, ia segera lari keluar lagi dr tempat itu, ia ingin segera menemui sang papa untuk membatalkan rencana pernikahan mereka, ia tidak ingin sampai keluarga besar nya jadi korban Yasmine. namun nahas kecelakaan yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan itu terjadi pada dirinya. entah apakah itu murni kecelakaan, atau mungkin itu yang sudah Yasmine rencanakan..


setelah tidak ada orang disana bahkan dokternya juga sudah keluar hanya tinggal mamanya saja disana. " masa.." ucapnya lemah


"Diki anak mama sudah sadar...? sayang beneran kamu sudah sadar...?" tanya sang mama masih belum bisa percaya, Diki mengangguk ringan.


"oh.. sayang, alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan untuk mama bisa bicara lagi sama kamu naaak." memeluk sang anak sambil menciumi seluruh wajah putra nya.


"maa.... " masih sangat lemah


"iya sayang,, mamah disini nak. apa yang kamu inginkan...? ini minumlah dulu nak" sambil menyodorkan Air pada Diki


" maa... tolong jangan sampai menerima Yasmine. " ucapnya lirih tapi tetap terdengar oleh sang mama


"kenapa sayang...? bukannya kalian saling mencintai...?"


" tidak mah.., Yasmine hanya ter obsesi untuk menjadikan kami tunduk pada mereka."


"tapi Yasmine sedang hamil anakmu nak. bagaimana kamu bisa bicara seperti itu..?"


" haamiil...?? " kaget sungguh kaget sekali.


"iya nak, dia hamil dan keluarga mereka meminta Alzam bertanggung jawab atas perbuatan mu "


"tapi aku tidak pernah meniduri wanita itu mah. sungguh demi Allah aku tidak pernah sekalipun menyentuhnya mah"


"jadi ... jadi jika bukan kamu lalu siapa nak...? bukankah dia tunanganmu..?"


" Dikin gak tau mah, yang jelas tak pernah sekalipun Diki menyentuhnya. kami hanya jalan bersama ataupun nonton bersama tidak lebih dari itu mah."


"sekarang kita harus segera memberi tahu papa mah, jangan sampai papa menyetujui Alzam menikahi Yasmine karnaku." hendak beranjak dari tempatnya namun tidak bisa bergerak, ia tidak ingat jika ia sudah benar-benar lumpuh.


" mah... apa benar Diki akan lumpuh selamanya...? enggak mungkinkan maah..?"ia sempat mendengar ucapan calon mertuanya jika Yasmine tidak mungkin menikah dengan pria lumpuh se umur hidupnya

__ADS_1


"sabar sayang..." hanya itu ucapan yang keluar dari sang mamah.


maaf ya man teman ,lagi gak enak body ini..


__ADS_2