SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
TIDAK HAMIL


__ADS_3

" kebelet apa...?"


"kebelet pipis mas."


"kirain....,,,?"


"ih ... cepetan mas, klo masih belum masuk juga, entar Zara yang mandiin nich,biar kita lama di kamar mandinya," sedikit mendorong tubuh Ustadz Zafir,


"kok bisa gitu sayang...?" tanya ustdz Zafir seperti tidak mengerti dan masih betah di luar kamar mandi itu


"ah ... lama sekali kamu mas," Ayra menarik sang suami kedalam kamar mandi dan bisa kalian bayangkan apa yang akan terjadi di dalam sana....


setelah sampai di rumah ummi dan Rafa merebahkan diri sejenak diruang tamu, demi menghilang kan rasa lelah mereka berdua karena telah menempuh perjalanan agak jauh dengan motor,.


...****************...


sudah beberapa hari berlalu kini Yasmin melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda saat itu, ia tidak seperti biasanya, sikapnya berubah total, lebih pendiam tidak suka bertingkah dan tidak membantah yang diucapkan oleh orang tuanya ataupun keluarga lainnya, sejak saat di mana Yasmin ditemukan oleh orang suruhan dari keluarganya dan pulang di saat itu juga Yasmin selalu terdiam dan juga tak sedikitpun Ia mau berdebat dengan kedua orang tuanya, meskipun saat itu ia dimarahi habis-habisan oleh neneknya, paman dan bibinya, serta kedua orang tuanya, ia tidak membantah sama sekali, seperti pagi ini setelah ia makan di kamarnya kemudian ia bersiap-siap untuk berangkat kuliah dan tanpa ikut makan bersama dengan keluarganya. begitulah Yasmin setiap harinya sesudah kuliah lalu pulang dan menetap di dalam kamarnya hingga pagi, dan ia kuliah lagi dan setelah pulang ia menetap di kamarnya lagi begitulah yang ia lakukan selama beberapa hari ini. Hingga kedua orang tua Yasmin tidak menemukan sifat anaknya yang dulu sangat barbar dan urakan itu, "pih Yasmin akhir-akhir ini tidak seperti dulu ya?" ucap mami Yasmin kepada sang suami


"itu kan lebih baik daripada sifat barbarnya Itu menyakiti kita semua mih "ucap papi Yasmin


"tapi Yasmin tidak pernah menyapa kita sekalipun dari sejak saat itu pih"


"ya sudahlah nggak apa-apa Yang penting dia kan pulang, dan tetap berada di rumah ini tidak keluyuran seperti biasanya "


"ini sebenarnya semua salah papi sih, ngapain juga jodoh-jodohin anak dengan anak teman kolega papi?"


"loh kok mami nyalain papi sih ..?dulu kan kita sepakat untuk menjodohkan dia dengan Diki anak pak Sanjaya, kenapa sekarang jadi papi yang disalahin..? ucap papi Yasmin juga nyolot

__ADS_1


"tapi mami takut Pi bukankah waktu itu Yasmin bilang jika dia sedang hamil.., gimana kalau dia diam begitu karena hamilnya itu Pi..?"mami Yasmin khawatir sang anak hamil dan tidak diketahui orang yang menghamilinya


"ah kenapa papi bisa melupakan itu, sekarang mami tanyakan sama Yasmine siapa pria yang telah menghamilinya? biar papi paksa untuk menikahi Yasmin!!"


"tapi Pi kenapa kita gak sama-sama aja ke kamar Yasmin ..?"


"kenapa Mi..? apa mami takut untuk menanyakan tentang itu pada Yasmin? "


"bukannya takut Pi, Tapi alangkah baiknya jika kita tanya bersama-sama agar supaya kita sama-sama tahu siapa pria itu"


"mami sajalah, papi takut emosi, biasanya kan kalau perempuan itu suka membuka rahasianya pada sesama perempuan, jadi mami tanyakan saja pada Yasmin mungkin dia akan mengatakannya pada mami"


"Tapi gimana kalau yasmin nggak mau mengakuinya pih..? "


"ya mami paksa dong,atau bujuk gimana caranya agar dia mau mengaku,!" ucap papi Yasmin sarkas, lalu meninggalkan sang istri yang masih berada diruang tengah, ia masuk ke dalam kamarnya. kemudian mami Yasmin beranjak dari duduknya untuk menghampiri sang anak yang kini sedang berada di dalam kamarnya, sesampainya di depan pintu kamar Yasmin Ia pun mengetuk pintu kamar Yasmin


"Yasmin..? ini mami nak, buka dulu dong pintunya sayang; "ucapnya lembut kemudian tak lama pintu kamar Yasmin terlihat sudah dibuka oleh sang pemilik


"eh mami ada apa Mi? "


"boleh mami masuk sayang?"tanya mami Yasmin kepada sang putri yang sudah berada di hadapannya,


"boleh mih, silahkan" tersenyum sedikit, terlihat jelas jika Yasmin sangat berubah mulai dari sifatnya juga cara berpakaiannya, kini Yasmin berpakaian yang lebih sopan dan lebih panjang dari biasanya bahkan kata kata Yasmin juga tidak kalah lembut dari sang mami, ia sampai tertegun dengan sifat sang anak yang sangat lembut dan berubah total setelah kejadian batalnya menikah waktu itu kemudian mami Yasmin masuk ke dalam kamarnya sang anak


"yas boleh mami tanya sesuatu ...?"tanyanya ragu-ragu


"mau tanya apa Mi...?" tanya Yasmin

__ADS_1


"begini sayang, bukannya waktu itu kamu bilang jika kamu sedang hamil..?" tanyanya penuh dengan ke ibuan, Yasmin bungkam ia tidak menjawab pertanyaan sang mami


"jawab mami sayang, karena kehamilan itu tidak bisa disembunyikan kalau sudah tambah bulan maka akan tambah semakin besar, kamu tidak bisa menyembunyikannya sayang, dan mami berharap kamu memberitahukan kepada Kami siapa pria yang telah menghamilimu sayang, " tanya maminya lagi, Yasmin masih belum memberitahu kepada kedua orang tuanya jika ia pada waktu itu hanya sandiwara saja, dan tidak benar-benar sedang hamil, ia hanya ingin menjerat laki-laki yang dulu ia inginkan, namun sejak bertemu dengan pria yang menolongnya di saat ia kabur waktu itu, Yasmine menjadi tersadar dan ia mulai melupakan adik mantan tunangan nya itu, Yasmine masih bungkam soal ini, karena ia tak pernah lagi berkomunikasi dengan baik setelah beberapa hari yang lalu itu dengan semua pihak keluarganya,


"Yasmin tidak hamil mih, maaf waktu itu Yasmin hanya berbohong agar Azzam mau bertanggung jawab, Yasmine tidak hamil mih,"


"Loh bukannya waktu itu kamu bilang hamil sayang..?"


"tidak mami, waktu itu Yasmin hanya ingin memiliki alzam saja jadi Yasmin mengatakan jika Yasmin hamil agar dia merasa kasihan dan mau mempertanggungjawabkan perbuatan kakaknya."


"Alhamdulillah kalau begitu sayang, jadi kamu beneran tidak hamil? " Mami Yasmin begitu bahagia ternyata sang anak hanya berbohong saja


"lalu apa yang membuat kamu berubah seperti ini sayang? apa ada sesuatu yang menjadikan anak mami berubah ..?" Tanya nya lagi.


"Bener mih, seorang pria tampan yang mungkin seumuran dengan Yasmin, yang pada waktu itu telah menolong Yasmin dan memberikan tumpangan walaupun hanya sebentar, dan tidak sempat yasmin tinggali."


"Jadi sekarang anak mami sedang jatuh cinta kembali...? Dan sudah melupakan adik mantan tunangannya itu...?"tanyanya pada sang anak


"Ah mami, Yasmine cuma kagum aja sama dia mih, sikapnya yang dingin tapi lembut, tidak tergoda sekalipun untuk menyentuh Yasmin, padahal jika dia mau saat itu pasti sangat bisa,karna tempatnya yang begitu sepi , tapi ia malah mau memberikan tumpangan gratis di bengkelnya," kenang Yasmin


"Bengkel...? Maksudnya pria itu kerja jadi montir...?"


"Hem, benar mami, Yasmine selalu teringat dengan tutur katanya yang halus dan bijaksana, meski pertemuan kita singkat tapi dia bisa mengubah tingkah Yasmine," ceritanya panjang lebar mengenai pertemuan nya dengan Raffa


"Rupanya putri mami sudah menjatuhkan hatinya pada pria itu..? Siapa namanya sayang...?"


"Raffa mam,"

__ADS_1


__ADS_2