
akhirnya ustdz Zafir dan Alzam terpaksa menerima ajuan mereka semua,dan mereka berfoto bersama, setelah selesai berfoto ustdz Zafir langsung hendak pamitan dan akan pulang saat itu,namun dari arah belakang masih ada lagi para gadis-gadis lain yang ingin berfoto,.
ustdz Zafir sudah hendak melangkah pergi dari mereka,tapi 'tunggu sepertinya klompok mereka kali ini adalah klompok dari gadis bernama ZARAA tadi bukan ..?' Alzam melihat Ayra di antara mereka,dan berpikir tidak ada salahnya jika berfoto sekali lagi apalagi dengan gadis imut dan cantik itu 'bonus ini mah,' pikir Alzam
"tunggu Gus , mesisan saja kita foto bareng mereka dulu,baru keluar dari sini" mencegah ustdz Zafir yang hendak melangkah
"khi..klo kita terus disini bagaimana klo nanti datang lagi dan lagi...?"
"sekali lagi Gus, setelah itu klo ada lagi kita lari saja."
"heem,, baiklah,sekalli lagi,"ustdz Zafir tidak melihat Ayra dan tidak memperhatikan siapa yang akan berfoto lagi.ia tidak memperhatikan mereka semua,dan langsung saja mereka bergerombol mengambil posisi berada di samping ustdz Zafir dan Alzam."aku disini" Diyah mengambil posisinya
"ih aku aja.."ditarik tangannya oleh Mida
"kalian kenapa sih..?ayo cepetan,tuh keburu ditinggal pergi loh nanti."Rania nyolot,udah bosan dengar mereka selalu berebut dari tadi.
"Halah RAN....bilang aja kamu yang ingin di samping cowok keren"ucap Diyah membela
sedang Ayra masih menunduk,ia malu klo sampai di lihat ustdz Zafir lagi, sebenarnya tadi ia tidak mau ikutan mereka minta foto bersama,tapi para sepupunya itu menarik dan memaksanya untuk ikutan,terpaksa iapun ikutan.
ustadz Zafir tidak menghiraukan perdebatan mereka,ia ingin cepet selesai dan bisa pulang lalu beristirahat,sampai panggilan itu terdengar
"zaa...kamu sama aku..."
"Raa sini..., sama aku saja" Mida dan Rania saling menarik ayra
ustadz Zafir melirik siapa yang di panggil oleh mereka . alzampun juga tak melewatkan kesempatan untuk menjadi pengamat 'sepertinya gadis ini menarik perhatian Gus zafir' gumamnya dalam hati.
"sama aku aja" Diyah langsung merebut Ayra dari mereka berdua. dan akhirnya Ayra dan Diyah di samping kiri ustdz Zafir sedangkan Rania serta Mida di samping kanan Alzam lalu mereka di fotokan oleh salah satu pengunjung lain yang sedang lewat disana, menggunakan handphone mereka berempat.
__ADS_1
setelah selesai difoto dengan 4 handphone ustdz Zafir pun mengajak Alzam segera pulang agar tidak ada lagi penghalang mereka untuk sampai dirumahnya."tunggu... bang tolong ambilkan foto di handphoneku juga"ucap Alzam pada orang yang tadi mengambil foto mereka
ckrek
dan ustdz Zafir berpamitan"mohon maaf kami berdua permisi Assalamualaikum" suara lembutnya itu menghipnotis ke empat gadis itu.
"wa alaikum sayaang eh.."Diyah menutup mulutnya segera malu dengan ucapannya sendiri
"wa alaikum salam" serentak yang lain menjawab.
kejadian demi kejadian tak luput dari pengamatan Alzam. namun ia tak bisa bertanya lagi,karna benar kata ustdz zafir,besok mereka sudah akan menikah jadi jangan melihat dan tak perlu mengurusi yang bukan haknya.
akhirnya mereka berdua pulang dari pasar itu dan sesampainya dirumah Abah ,jam sudah menunjukkan pukul 21:15. rupanya mereka telah lama di pasar itu,karna masih ada kejadian tadi maka tak terasa banyak waktu yang sudah terlewati, ustdz Zafir langsung pergi ke kamar mandi dan mengambil wudhu lalu melaksanakan sholat isya' yang tertunda begitu juga dengan Alzam.
****
Syifa yang semenjak tadi sore memaksa sang adik bercerita, akhirnya Eka pun menceritakan semuanya setelah tadi selesai sholat Maghrib,dan sampai saat ini syifa terus tersenyum dan sangat bahagia setelah di ceritakan oleh Eka,
"eemm belum dek.."ucapnya tersenyum lagi
"iih...mbak ifaa jangan senyum senyum terus dong.ayoo kita sholat dulu mbak,nanti di lanjut senyumnya.."ucapan Eka membuat Syifa malu pada sang adik.
ia melempar bantal guling karakter pada Eka."hahahaha mbak tidak sabar kan menunggu besok pagi...hahha"Eka menjahili sang kakak
"iiiih,,, Eka apa'an siiih dek...?"semburat merah keluar di pipi eka.ia begitu sangat malu pada Eka.
"udah ayoo kita bebersih dulu dan berjamaah di ruang sholat sana ya bak,Eka tunggu jangan melamun loh yaaa..." sambil lari takut di lempar bantal lagi oleh kakaknya itu
Syifa beranjak dari kamar menuju kamar mandi di luar,karna di sana kamar mandinya memang ada di luar kamar, tepatnya di sebelah dapur dekat tempat shalat yang di tunjuk Eka tadi."kenapa tadi mas Alzam gak bilang si...,klo yang jadi tunangannya itu aku..?"gumamnya lirih sambil berjalan dan tersenyum lagi
__ADS_1
"besok aku malu banget,gimana mau ketemu sama dia..?"masih bicara sendiri
"dorr....,,hayoo ngelamun teruuusss....,,"Eka yang keluar dari kamar mandi melihat kakaknya itu bicara sambil berjalan melewatinya tanpa sadar.
"aduh...dek,, mbak kaaget loh kenapa harus gitu siiih...?"
"lagian mbak ifa dari tadi Eka lihat melamun terus, sampai saat melewatikupun gak menyadarinya.,"
"udah ah,mbak amabil wudhu dulu,tunggu bentar yaa,kita sholat bareng"
"hemm,,tapi jangan ngelamun lagi klo di kamar mandi,entar kesambet loh mbak..,, "
"iya iyaaa bawell...!"
Syifa maupun Ayra sama sama tidak ingat lagi untuk saling kasih kabar,karna mereka sama sama sibuk dengan urusan mereka sendiri.,
sedang Ayra sudah sampai dirumahnya,iapun langsung menuju kamarnya saat ini,dan menatap handphone yang berisi foto bersama dengan orang yang menjadi suami dalam hayalnya itu.
"entah kenapa kamu harus hadir lagi dalam hati ini, mengagumi keindahan sosokmu tak bisa terlupakan dalam benakku,aku harus apa...,? harus bagaimana...??" ucapnya sambil mengusap setetes air di netranya.
"kenapa kita harus bertemu lagi...?,,,"mengusap foto di HPnya sambil sesekali menahan tangisnya
"padahal sebelumnya aku sudah bisa melupakan bayangan mu...lalu kenapa aku harus melihatnya lagi yaa Allah...?"meremat dadanya "tolong hilangkan pikiran ini dari hambamu ini ya Allah.,hamba takut, takut tidak bisa menerima kenyataan bahwa hamba sudah ada yang akan menjadi imam hamba ya Robby.."kemudian ia menghapus foto itu dari HP nya,ia tidak ingin terjadi kesalahan pada dirinya,ia takut mencintai bukan pada tempatnya.
Ayra terus memohon kepada Allah,agar ia hanya ingat kepada calon suaminya saja,bukan mengingat orang lain..tapi pikiran dan hatinya tak bisa berbohong bahwa ia selalu mengingat ustdz Zafir, Ayra berusaha menutup matanya agar semuanya menjadi gelap dan tidak ada lagi wajah itu,wajah yang selalu hadir di mimpi mimpinya itu,, semakin besar usahanya untuk melupakan,semakin banyak pula ingatan tentang dirinya,mulai dari melihat wajah itu di restoran Zz,di pesantren Al Ulum dan tadi di pasar itu, tentunya selain di dalam mimpinya.
karna sampai jam 23:39 belum juga ia terlelap,maka Ayra mengambil wudhu dan hendak melakukan sholat hajat,namun Saat di kamar mandi ia melihat bercak darah di CDnya. ya dia memang sudah waktunya datang bulan, Ayra kemudian membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi untuk mengambil pembalut dan celana ganti,
setelah selesai iapun duduk di kasur kapuknya membaca sholawat agar dirinya menjadi tenang,ia ingin segera tidur, berharap besok pagi ia tetap fokus dan fresh,tidak ada mata panda atau lingkaran hitam dibawah mata nya.
__ADS_1
Hay kak, mohon maaf yaaa jika ceritanya kurang menarik ,tapi author sudah berusaha sedikit menambah bumbu penyedap agar ceritanya lebih enak,mohon dukungannya ya kak.🙏🙏🙏