
Ayra kini sudah berada di atas tubuh Ustadz Zafir, Iya mengecupi seluruh wajah sang suami, dimulai dari dahi turun ke hidung sedikit lagi turun ke bibir beliyau, melu-matnya begitu mendamba dan sangat meresapi, setelah puas di area kedua bibir sang suami, kemudian ia turun ke leher jenjang putih mulus milik sang suami , semua dari bagian tubuh Ustadz zafir Ayra kecupi tanpa ada yang terlupakan, sedangkan sang suami hanya tersenyum melihat tingkah agresif sang istri, Ustadz Zafir menahan diri agar supaya ia tidak terpancing dengan gairahnya, karena masih ada tamu agung di rumah beliau, setelah dirasa cukup Ayra menghentikan aktivitasnya, mungkin dia sudah merasa lelah karena sang suami hanya diam saja tidak merespon apa yang ia lakukan, "Mas kok masih santai aja sih Mas, nggak suka ya Ayra yang agresif gini..?" tanyanya sambil sedikit manyun
"bukan tidak suka sayang, malah Mas suka banget, namun Mas menahannya agar supaya tidak terjadi gempa di siang hari saat ada Tamu di rumah kita sayang," tersenyum menampilkan gigi gingsulnya, oh rasanya Ayra ingin menerkamnya lagi, saat melihat senyuman indah milik sang suami namun ia juga masih punya banyak kesempatan dilain waktu kan? karna sang suami tak mau meladeninya
"maafkan Ayra ya Mas, entahlah... setiap kali melihat mas, Ayra suka hilang kendali, seperti seekor kucing yang melihat ikan asin segar yang siap disantap,. biasanya kan itu semua sifatnya laki-laki Mas, kenapa malah Ayra yang jadi seperti ini? tapi beneran lho Mas Ayranya suka nggak tahan kalau lihat kamu mas" malu-malu tapi mengharapkan
"aah sayang kenapa harus minta maaf?" mengelus pipi Ayra, "Mas gak keberatan sama sekali kok sayang, cuman ya karena sekarang masih ada ummi dan juga Raffa di sini, jadi kita tidak boleh melakukannya sekarang sayang, Zara paham kan maksudnya Mas?" ustad Zafir mengelus rambut sang istri dengan sangat lembut dan penuh kasih beliau memberi pengertian kepada sang istri
"ah iya Ayra paham kok mas cuman tadi maaf, Ayra beneran nggak tahan lihat Mas pengennya langsung di emplok aja kayak makanan"
" nggak apa-apa sayang, mas suka Dinda yang apa adanya,. sini rehat dulu ya sayang" menepuk-nepuk bantal sebelahnya agar sang istri ikutan berbaring
sedangkan di luar Rafa sedang bosan karena sendirian Iya tidak terbiasa tidur siang karena ia sudah terbiasa berada di bengkelnya membenahi motor ataupun mobil yang sudah menjadi pekerjaannya karena bosan akhirnya Rafa keluar dari rumah ustad Zafir untuk sedikit melihat-lihat area luar dan juga melihat sekeliling rumah yang ditinggali oleh kakaknya itu.
" loh nak , kok kamu terlihat lebih gemukan? perasaan kemarin masih biasa saja nak" tanya seorang ibu-ibu yang melihat Rafa sedang berada di samping rumah ustad Zafir
"Assalamualaikum Bu, mohon maaf tapi mungkin ibu mengira saya Mas Adi " Rafa menangkupkan kedua tangannya sopan
"oh jadi ini bukan suaminya neng Ayra, soalnya agak mirip sih tapi lebih berisi kamu nak," ucap sang ibu-ibu tersebut
"oh bukan Bu saya adiknya" ucap Rafa sambil tersenyum
"owalah maaf ya nak, ibu kira kamu ini suaminya neng Ayra sebab mirip-mirip gitu wajahnya" ucap si ibu-ibu tadi lagi
"eh iya nggak apa-apa kok Bu , ibu juga dekat sini rumah nya?" ucap Raffa mengalihkan topik
"Iya nak rumah ibu di sebelah sana", menunjuk sebuah rumah yang lebih kecil dari rumah Ayra "kamu mau ke mana nak kok sendirian?"
__ADS_1
"oh saya cuma keliling aja Bu, ya karena mas sama mbak istirahat, di dalam saya bosan jadi keluar sebentar buk"
"ah ya ya ya gimana kalau nak siapa? ibu panggil siapa ya nak enaknya ?"
"Raffa Buk, panggil Raffa saja"
" oh ya gimana kalau nak Raffa main ke rumah ibu, ibu juga punya anak seumuran nak Raffa mungkin bisa Saling kenalan atau menghilangkan bosannya nak Raffa" ucap ibu-ibu tersebut
"punten Buk matur suwon sanget tapi Raffa tidak bisa terlalu jauh keluarnya buk, sebab takut dicariin sama ummi Buk, Raffa cuma keliling rumahnya Mas Adi saja ." tolak rasa halus pada ibu-ibu tersebut
"oh iya gak apa-apa nak, kalau gitu ibu pamit dulu ya ibu mau lanjut bekerja"
"Monggo silahkan Bu," tersenyum
"Assalamualaikum nak" "waalaikumsalam Bu"
setelah melaksanakan sholat Raffa kembali pulang karna takut sang ummi atau kakaknya mencarinya.
di tengah perjalanan menuju rumah Ayra, Raffa bertemu dengan seorang gadis yang masih sangat belia mungkin umurnya sekitar masih 17-an atau lebih muda lagi, sebab ia menggunakan seragam SMA,
"Assalamualaikum ustad "ucap gadis tersebut menyapa Raffa yang sedang berjalan kaki sendirian
"waalaikumsalam " jawab Raffa kepada gadis tersebut, karena ia belum mengenal dan juga tidak tahu siapa gadis itu, dia hanya menjawab salamnya gadis tersebut
"Ustadz dari sholat yaa?" tanyanya lagi seperti sudah sangat mengenal Raffa
"iya alhamdulillah baru aja selesai sholat dik, kamu sudah pulang dari sekolah?" tanya Raffa karna gadis itu belum beranjak pergi
__ADS_1
" Iya ustadz saya baru aja pulang dari sekolah" masih mengikuti langkah Raffa
"masih siang kok sudah pulang dik?" tanya Raffa lagi karna sepertinya gadis ini juga mengira jika dirinya adalah ustdz Zafir, sama seperti ibu ibu tadi, jadi Raffa juga tak membahas tentang siapa dirinya
"heem,, iya ustdz, hari ini lebih cepat, karena semua guru sedang ada rapat penting," ucapnya sambil terus berjalan mengikuti Raffa
"eee...ustadz kapan berkunjung kemari..?" tanyanya, Raffa tertegun sebentar karena gadis itu bukan mengira dirinya adalah masnya.
"kamu tahu sama saya dek " bukannya menjawab pertanyaan gadis itu tapi Rafa malah bertanya balik
"ustad saudaranya suaminya kak Ayra kan?" tebaknya
"jadi kamu tahu kalau saya saudaranya ustaz zafir?"
" Iya ... ustad kan pada waktu nikahannya kak Ayra dulu aku juga hadir di sana ustdz, dan semua saudaranya suami kak Ayra itu tampil sholawatan di atas panggung iya kan..?"
Raffa tersenyum, ternyata gadis cantik di hadapannya ini mengingat dirinya saat itu
" Hem, itu benar"
" boleh kenalan gak ustdz?" tanya gadis yang masih setia mengikuti Raffa itu
"rumah kamu dimana dik? kok ngingutin saya terus?" tanya Raffa yang tak menanggapi pertanyaan gadis di depannya itu
"rumahku di samping rumah kak Ayra ustdz, sebelah kirinya, jadi kita satu arah, dan aku memang mau pulang, tidak berniat ngikutin ustdz" Raffa jadi salah tingkah, ia begitu malu karna mengira gadis itu mengikuti dirinya.
🌹🌹🌹🌹🌹 mohon dukungannya ya kak🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1