
gemuruh riuh suara santri putra menggema hingga terdengar ke bilik santri putri yang memang hanya terhalang tembok pembatas saja. "eh... tidak biasanya ya,,,para santri begitu hebohnya seperti sekarang"ucap salah satu santri putri
"hemm, iyaa...,ada apa yaaa...?"saut santriwati lain
"tadi sih sekilas saya dengar teriakan mereka yang berkata 'kami akan belajar pada ustadz' dan juga ada yang bilang ' ya guru cinta terbaik,' " ucap Fitri yang tadi memang lewat di dekat pembatas antara santri putra dan putri.
"eh..masak sih fit..? siapa yang dimaksud mereka yaa,...?"ucap Dina teman sekamar nya Fitri
"saya juga tidak tau..Din...,tapi dengar²sih kata anak-anak yang tadi piket di depan Ndalem kyai,klo hari ini waktunya ustdz Zafir yang ngajarin,tapi masak ia sih dia...?"ucap Fitri yang tidak bisa percaya karena ia sendiri tau jika biasanya ustdz Zafir mengajar, santri-santri tidak ada yang berbicara apalagi terdengar suara ricuh sekali seperti barusan.
"bisa saja kan..., ustdz Zafir lagi berperan jadi Guru cinta., makanya pada heboh tuh santri putra " ucap yang lain
"aduuhh ustdz Zafir idolaku...,,"ucap Dina sambil tersenyum dan meletakkan kedua tangannya di bawah pipi
"Dina ...,Dina...,,kamu gak dengar ya klo ustdz Zafir mau menikah beberapa hari lagi..?"ucap sari yang tadi piket di Ndalem kiai dan sempat mendengar pak kyai berbicara dengan bunyai,ia tidak sengaja mendengarnya saat menyapu di ruang tengah tempat biasa pak kyai bersama keluarga.
"eh Sari klo bicara di saring ya..ustdz Zafir itu di jodohkan oleh pak Kiai tapi mereka tidak ada yang cocok jadi tidak jadi menikah" ucap Dina masih kekeh dengan pendapat sendiri, sedangkan Fitri yang mendengar ucapan Sari tadi juga kaget, karena faktanya fitrilah wanita yang di jodohkan dengan ustadz Zafir itu.
"Din ..aku itu tadi dengar sendiri pak kiyai mengatakan klo ustdz Zafir akan menikah dengan pilihan orang tua nya.bahkan pak kyai mengajak bunyai hadir di pernikahan beliau."ucap Sari nyolot
"masak sih...,?kenapa harus terburu-buru sih ustdz, padahal aku menunggu mu...hu hu hu...,,"ucap Dina sambil merangkul diri sendiri.
"lebay kamu Din..,kenapa gak sekalian saja ajukan ke bunyai dulu pas waktu itu."ucap teman yang lain nya
"ya malu lah kak,masak wanita yang ngajuin dulu.."
"ngapain harus malu ...?toh Sayyidah Khodijah istri Baginda Rasulullah yang melamar beliyau duluan ya kak."ucap Sari juga menimpali ucapan dari teman temannya tadi
"ya itukan beda Sari...aku hanya wanita biasa bukan luar biasa seperti sayyidah Khodijah istri Baginda. emang klo kamu mau di suruh Minang pria duluan...?"ucap Dina lagi
"enggak lah .!!,kan aku gak kayak kamu yang ngefans banget sama ustdz Zafir." sari nyolot juga
"eh kok nyolot......?"Dina udah gak tahan sama sari
__ADS_1
"sudah dong.jangan berdebat yang tidak ada hasilnya,lagian meskipun menang , tidak ada yang akan di pilih menjadi istri ustadz Zafir,kan dia udah punya pilihan..," ucap Fitri yang mulai tidak suka mendengarkan perdebatan kecil mereka.
"ah resek kamu fit..,,"ucap Dina dan sari bersama,
***
***
***
sejak dari pengajian kitab tadi pagi hingga kini sudah waktunya istirahat siang hari,Ayra tidak bisa melupakan calon suami yang sebentar lagi akan sah menjadi sandarannya.Ayra saat ini lagi tiduran di lantai atas musholla tempat dimana biasanya ia bertemu dengan Syifa ,masih jelas teringat jika nama calon suaminya itu ADI kata bapaknya tempo hari,ia memang tidak pernah sekalipun tau bagaimana wajah tunangannya itu, namun wajah yang muncul di pelupuk matanya saat ini tetap wajah suami dalam hayalannya itu yang selalu melekat dalam ingatan nya."ya Allah berikanlah hamba lupa pada wajah tampan yang selalu datang dalam ingatan ini ya Allah,hamba tidak ingin membanding-bandingkan wajah suami sah hamba nanti dengan wajah suami hayalan itu ya Allah,"ucapnya sambil tiduran di lantai atas musholla tersebut.
"dorr...,"
"astaghfirullahal adzim,,Syifa kenapa harus ngagetin terus siiih...?"ucap Ayra yang benar-benar kaget setengah mati
"lagian ngelamun aja kerjaannya...,,udah mau boyong juga,masih aja suka ngelamun,nglamunin apa sih buk...?jangan bilang lagi kangen sama tunanganmu ya Ay...," Syifa nyerocos tanpa jeda
"iihhh suka banget yaa gangguin orang lagi enak tiduran,klo emang kangen kenapa....?kamu juga ngebayangin cinta masa lalu kamu itu kaaan...hayooo ngaku...?!" Ayra tidak mau kalah juga jahilin sahabatnya itu,karna ia tau jika Syifa sebenarnya menaruh hati pada pemuda yang menolongnya waktu itu,bahkan kemarin ia mengatakan bahwa dia tidak pernah melihat pemuda itu lagi sejak kejadian kecelakaan itu ,
flash back
"maksudnya menikah..?
"apakah ada pemuda yang kamu sukai faa?"Ayra bertanya pada syifa
"sebenarnya aku mengagumi sosok penolongku itu Ay...,namun diri ini bukanlah wanita yang pantas mendapatkan orang seperti dirinya, mungkin ia hanya akan jadi suami hayalanku saja."ucap Syifa sedih,lagi lagi mengingat dirinya yang hanya seperti se ekor punguk yang merindukan bulan.
"tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah faa.jika Allah berkehendak menjodohkanmu dengan pria tersebut,maka itu pasti akan terjadi, berdoalah faa dan yakinlah bahwa Allah maha pengasih lagi maha penyayang."ucap Ayra membesarkan hati sahabatnya agar tidak selalu merasa dirinya tidak pantas.
flash back off
"hayoo ngaku....?"
__ADS_1
"ya enggak lah gak bohong hahahahahaha"ucap Syifa terpingkal-pingkal karna tebakan Ayra sangat benar.
"eh huft,,membungkam mulutnya sendiri" jangan sampai terdengar ke amanan pondok,entar kita di kasih hukuman."ucap Syifa lagi
"hahaha takut di tindak ya faaa,lagian paling juga di suruh bersihin kamar mandi atau ya mensucikan najis saja."ucap Ayra
"tapi aku gak mau bersihkan najis,apalagi E ek kucing iiii bikin perut mual saja Ay...,"syifa menjawab
"kenapa sih pobia banget sama kucing...?"
"ya karna ada...lah ...."tidak meneruskan ceritanya.
"eh.. Ay....,, undangan pernikahan kamu kapan di bagikan ke teman teman kita...?"
"aku saja belum tau kapan undangannya jadi faa, apalagi mau di bagikan kapan ,mana saya tau...?"
"hiiihhh gemez dech. masak orang mau nikah 8 hari lagi undangan saja belum tau."
"ya emang gitu faa, mungkin besok atau lusa bapak akan kesini untuk memamitkan saya ke bunyai faa.., sekaligus menginformasikan kepada guru yang lain dan juga teman teman."ucap Ayra ceria,ia tidak sekalipun merasa berat di hatinya dengan adanya perjodohan ini.
"Ay.. pokoknya jangan sampai aku tidak di undang yaa, pokoknya aku ingin pulang untuk menghadiri acara pernikahan kamu."
"biasanya kan pondok akan mengeluarkan santri yang ikut undangan pernikahan itu 2 anak saja faa,yaitu perwakilan asramanya,dan perwakilan dari kelasnya, kalo yang bagian asatidzah itu memang sudah menjadi kebiasaan untuk hadir faa."ucap Ayra
"terus maksud kamu ,aku mau jadi perwakilan dari kelas untuk menghadiri pernikahan kamu...?"
"Hem,,betul sekali,kan nanti yang di undang ,aku yang ngasih undangannya ke ustadzah,jadi kamu pasti akan hadir ,jangan hawatir tidak bisa datang.,." Ayra mencubit gemez kedua pipi Syifa.
"em,, terimakasih ya Ay... pokoknya aku harus menyiapkan kado terbaik buat sahabat karibku ini."ucap Syifa juga mencubit keras kedua pipi ayra
"aduh sakit faa,,"
"hehehehe maaf,"
__ADS_1
mereka terus berbincang hingga tiba saatnya untuk melaksanakan sholat ashar.
"