SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN

SUAMI HAYALAN JADI KENYATAAN
TERPUTUSNYA IKATAN


__ADS_3

"aku serius ayraa...,tau ah," ucap Syifa sambil memanyunkan bibirnya


"hemm,,gak tau juga aku faa,, yang jelas klo emang jodoh yaa mungkin tidak akan lama lagi.,"jawab Ayra sendu,ia berharap Allah memberikan jodoh yang terbaik untuk dirinya, walaupun besar harapannya tercapai dengan punya suami seperti dalam mimpinya itu.ia pernah bertemu dengan orang yang ada didalam mimpi nya itu sekali saat pernah di ajak oleh Ning Syarifah sekitar 2 bulan yang lalu.


"Ay...,, jangan lupa sama aku yaa kalo udah boyong/ berhenti mondok"ucapan Syifa menyadarkan lamunan sesaat Ayra.


"yaa kali ... masak harus ingat kamu terus faa...? terus suaminya mau di kemanain...?"jawab Ayra lagi sambil bergurau.


"hehehe iya harus itu,kalo perlu pas lagi begituan harus ingat sama aku," sambil cengengesan Syifa juga ikut bergurau


"iiihh...,,, begituan apaa...? jangan mesum kamu ya faaaa!"memukul Syifa dengan sebuah buku yang di pegangnya.


"hahahaha....


"hahahaha"


mereka saling pukul dengan buku tulis sambil kejar kejaran


mengelilingi bangku bangku di kelas mereka, tidak menghiraukan teman2 sekelasnya yang lain, yang sama-sama memiliki kepentingan sendiri2 juga ada yang masih ngerjakan tugas karna belum selesai. sedangkan Ayra dan Syifa sudah selesai karna tadi mereka berdua datang lebih pagi dari yang lain.mereka berdua saling mengejar,hingga sang ustadzah hadir "assalamualaikum semua"


"waalaikumus salam"jawab semuanya serentak.sedang Ayra dan Syifa masih ngos-ngosan karna tadi berlarian, kejar-kejaran di kelas."kalian berdua kenapa...?"tanya ustadzah melihat Ayra dan Syifa yang berkeringat dan juga kusut


"he he boten nopo ustadzah,cuma bergurau saja"jawab Syifa meringis

__ADS_1


"ooo,,,klo bergurau jangan keterlaluan yaaa."ucapnya


"enggeh ustadzah"


"hmm,,sudah selesai semua kah tugas yang kemaren...?segera di kumpulkan yaa!"ucap sang ustadzah lagi


"enjeeh ustadzah" mereka semua menjawab serentak.


setelah selesai dengan semua pelajaran hari itu akhirnya mereka semua pulang ke asrama masing-masing.


.


.


.


"mohon maaf pak joko,apa benar mbak yu Maria berkata bahwa tidak akan menerima Jufri sampai kapanpun dan karna dari keluarga kami ada yang punya panyakit lipra,,?!"tanya pak lurah yang memang menjadi penyambung pertama antara keluarga mereka.


"itu tidak semuanya benar pak lurah,kak Maria cuma tidak setuju saja tanpa mengatakan apapun lagi"jawab pak Joko dengan suara pelan


"setelah beberapa saat kami dan keluarga besar berpikir bahwa daripada persatuan keluarga kita ini menimbulkan dampak yang tidak baik dan banyak terjadi fitnah,alangkah baiknya jika kita sudahi saja pertunangan ini secara baik-baik pak,,,"ucap pak lurah mengatakan dengan bijak dan jelas


"saya selaku dari pihak wanita,hanya bisa menerima apapun keputusan yang diambil oleh pihak pria pak.,jika memang tidak bisa di lanjutkan lagi ya sebaiknya memang harus kita sudahi"ucap pak Joko juga bijaksana.pak Joko tidak ada sedikitpun penyesalan dengan keputusan pihak Jufri,dan dia juga tidak bisa menyangkal jika kakaknya memang tidak setuju sejak pertama kali sudah ada kabar burung yang mengatakan bahwa pihak Jufri akan meminang putrinya itu.

__ADS_1


"jadi untuk sekarang ini,kita sudah tidak terikat tali pertunangan lagi antara k ponakan saya dan putri bapak.namun kami memohon agar tidak terjadi sesuatu keributan atau ketidak nyamanan hati di antara kita semua pak"ucap pak lurah lagi


"iya pak.kami juga berharap agar kita tetap terjalin silaturahmi dengan baik, dan tidak terpengaruh oleh beberapa faktor yang menyebabkan terlepasnya ikatan ini."


"hemm iya pak Joko,kalo begitu saya mohon pamit dan mohon maaf jika memang kehadiran saya tidak berkenan di hati keluarga bapak,"


"tidak pak lurah,saya yang minta maaf atas segala kesalahan dan keliru kata dari pihak kami.kami tidak ada maksud lain dan tidak bermaksud menyakiti hati keluarga pak lurah,mohon maaf pak" paman Ayra yang dari tadi hanya menyimak,kini juga ikut bicara,ia merasa bersalah karena tidak bisa memberi pengertian pada sang adik yaitu Maria(bibi Ayra)


"tidak perlu begitu pak,kita saling memaafkan dan melupakan semua tentang kesalahan yang terjadi."akhirnya pak lurah menyalami keduanya dan kembali pulang . sedangkan ibu Ayra sudah sejak tadi tidak berhenti menangis,ia sangat terpukul dengan kejadian ini,dua kali putrinya putus tunangan ,dua kali mereka hendak segera menikah namun selalu gagal sebelum di mulai."ya Allah berikanlah putri hamba jodoh yang Sholih,berilmu agama yang tinggi,dari keturunan yang bertaqwa kepadamu ya Allah. berikan putri hamba kebahagiaan dunia akhirat ya Allah.aamiin. do'a sang ibu tulus pada sang putri saat hatinya tersakiti dengan semua yang terjadi.


...........***...........


di pesantren lain


ke esokan harinya Fitri yang memang sudah mengatakan sebelumnya klo dia akan menjawab pertanyaan ustdz Zafir,kini mereka bertemu di Ndalem kiyai dan memutuskan di depan pak kiyai langsung bahwa mereka bersepakat untuk tidak meneruskan ta'aruf mereka.karna Fitri yang tidak siap menikah dini dan ustdz Zafir yang memang sudah berniat akan menetap di daerah W setelah menikah membuat Fitri semakin tidak siap. sebelum mereka berdua menghadap pak kyai, mereka sudah bertemu terlebih dulu, karena Fitri memang baru memberikan jawabannya pada ustdz Zafir hari ini,dan mereka sudah membuat keputusan.


"Yo opo kputusane rek...?wes di putusno tah...?" (bagaimana keputusannya naak ..? sudah diputuskan Tah...?" tanya pak kiyai saat mereka sudah berada di hadapan pak kiyai.yang satu di depan pak kiyai langsung, sedangkan Fitri di sebelah tirai bersama dengan bunyai


"Enjeeh sampun pak kiyai.., ngapunten ingkang agung,kita mutusaken boten nerusaken ta'arufan niki..,"kata ustdz zafir yang memohon maaf kepada pak kiyai.


"Yo gak Popo nak.aku iki mek cuma nduduhno wae.lek Ora cocok Yo gak Popo.tapi ojok Sampek onok seng duwe Ati gak enak Yoo,,biasane wae wes."(ya gak papa nak.aku ini cuma menunjukkan,t jika tidak cocok y tidak apa-apa,tapi jangan sampai ada yang punya hati tidak enak, biasanya saja wes,")jawab pak kyai setuju dengan keputusan mereka


"enjeeh pak kyai,,"jawab keduanya bersamaan karna memang suara pak kiyai tadi sangat jelas, walaupun Fitri di sebelah tirai.setelah menyelesaikan semuanya dengan terbuka dan secara baik-baik mereka akhirnya kembali lagi ke kamar masing-masing tanpa ada yang berat sebelah.

__ADS_1


setiap malam datang, ustdz Zafir tidak pernah sekalipun absen sholat malam,bahkan saat siang hari beliau berpuasa Sunnah, beliau tetap semangat dan berikhtiar mencari jodoh yang terbaik menurut Allah untuk dirinya.walaupun kemaren sempat di tolak oleh gadis yang di pilih sang kiyai,tapi tak pernah sekalipun dirinya berputus asa.beliyau yakin suatu saat nanti pasti akan datang jodohnya yang benar-benar menjadi istri yang menerima pinangannya tanpa melihat status nya sebagai duda dan tidak punya pekerjaan tetap.


__ADS_2